Tag: pola makan sehat

  • 5 Makanan dan Minuman Nabati yang Jadi Tren Ini Belum Tentu Menyehatkan


    Jakarta

    Beberapa makanan nabati ini belakangan menjadi tren untuk memenuhi pola makan sehat. Namun, perlu tahu bahwa tidak semuanya benar-benar sehat.

    Belakangan ini semakin banyak orang yang mulai sadar akan pola makan sehat. Namun, tak jarang dari mereka yang salah arah. Khususnya mengenai pola makan nabati.

    Makanan dan minuman berbahan nabati memang benar menyehatkan. Karenanya, makanan dan minuman nabati pun menjadi tren di media sosial dan populer begitu pesat.


    Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua makanan dan minuman nabati menyehatkan. Karenanya penting untuk memperhatikan kandungan nutrisi dan kondisi tubuh masing-masing.

    Dikutip dari People (18/08/24) berikut 5 makanan dan minuman nabati yang jadi tren tapi belum tentu menyehatkan:

    1. Susu Oat

    Manfaat Oat Milk, Susu Nabati yang Tengah Naik DaunMilk, Susu Nabati yang Tengah Naik Daun Foto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk

    Susu oat menjadi tren karena rasanya yang creamy seperti susu sapi meski terbuat dari bahan nabati. Susu ini juga diklaim sebagai alternatif lebih sehat untuk diet.

    Ahli diet Kenlyn Young mengatakan benar bahwa pola makan nabati diklaim sehat. Namun, tidak semua makanan atau minuman nabati merupakan pilihan yang sehat.

    Secara nutrisi susu oat tidak bisa dibandingkan dengan susu sapi atau bahkan susu kedelai. Sebuah studi menemukan bahwa dari 74 merek susu oat, hanya 22 yang memenuhi standar nutrisi.

    2. Daging Nabati

    Karena ada klaim bahwa pola makan nabati menyehatkan, maka muncul lah tren daging nabati. Di media sosial viral daging nabati disebut-sebut dapat mencegah penyakit kronis.

    Mulai dari penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan lainnya. Faktanya, daging nabati bisa berisiko karena menciptakan alternatif seperti ini memerlukan banyak bahan dan proses.

    Proses itu bisa menambah kadar lemak jenuh. Ahli gizi Jill Weisenberger mengatakan bahwa pertimbangan lemak jenuh pada daging nabati bisa meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

    Makanan dan minuman nabati yang belum tentu sehat ada di halaman selanjutnya.

    3. Jus sayuran

    Jus sayuran menjadi tren karena kerap dipilih untuk mengimbangi pola makan sehat. Jus sayuran biasanya jadi pilihan untuk mendapatkan nutrisi yang lengkap dalam sehari.

    Klaim itu tidak selamanya benar. Pasalnya, menurut ahli gizi Kirkpatrick, jus sayur ataupun buah banyak yang ditambah gula untuk menambah rasa.

    Ini bisa menambah asupan gula. Bahkan gula alami dalam sayuran dan buah yang dijus bisa menjadi masalah karena tidak ada serat yang memperlambat pelepasannya ke aliran darah.

    4. Makanan bebas gluten

    Makanan yang harus dihindari dan dikonsumsi bagi para penderian intoleransi gluten.Makanan mengandng gluten ilustrasi. Foto: Getty Images

    Makanan bebas gluten adalah makanan yang tidak mengandung suatu protein bernama gluten. Makanan ini diklaim punya banyak manfaat kesehatan.

    Mulai dari membersihkan kulit menjadi cerah, membantu menurunkan berat badan, dan meningkatkan kualitas tidur. Jika ada penderita celiac atau intoleransi gluten, ini bisa jadi benar.

    Namun, jika kamu merupakan seorang dengan kondisi tubuh sehat, kemudian memiliki makanan bebas gluten untuk mendapatkan manfaatnya, kamu salah arah.

    Ironisnya, banyak produk kemasan bebas gluten yang memiliki lebih sedikit nutrisi dibandingkan makanan penggantinya.

    5. Smoothie

    Smoothie juga diklaim menyehatkan karena terbuat dari bahan-bahan sehat. Mulai dari susu, yogurt, sayuran, dan buah-buahan. Namun, kamu harus berhati-hati ketika memiliki smoothie kemasan.

    Menurut ahli gizi Weisenberger, banyak smoothie yang dibuat dengan campuran gula dan lemak jenuh. Campuran itu membuat smoothie seperti makanan penutup daripada menu sarapan atau camilan sehat.

    Mengonsumsi smoothie juga tidak membuat kenyang dalam waktu lama. Jika ingin memastikan smoothie kamu sehat, lebih baik buat sendiri tanpa campuran pemanis.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 6 Jenis Makanan Ini Bisa Picu Insomnia dan Mimpi Buruk

    Konsumsi 6 Jenis Makanan Ini Bisa Picu Insomnia dan Mimpi Buruk


    Jakarta

    Asupan makanan berpengaruh pada pola tidur. Karenanya hindari konsumsi 6 jenis makanan ini agar bisa tidur nyenyak dan tidak mimpi buruk.

    Tidur merupakan waktu untuk tubuh dapat beristirahat. Namun, sayangnya, banyak orang yang mengalami gangguan tidur. Mulai dari sulit tidur hingga pola tidur tak teratur.

    Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh pola makan yang sembarangan. Kandungan pada makanan tersebut bisa merusak hormon tidur atau menyebabkan kondisi tubuh tidak nyaman.


    Selain itu, ada juga gangguan tidur yang membahayakan kesehatan tubuh, seperti terjadinya tidur sambil berjalan hingga sulit bernapas.

    Dikutip dari Health.com (19/07/24) berikut 6 jenis makanan yang memicu sulit tidur, sebaiknya batasi konsumsinya.

    1. Alkohol

    Alkohol dapat mengganggu tidur sudah terbukti lewat sebuah penelitian. Menurut peneliti, alkohol dapat mengganggu pelepasan melatonin atau hormon yang mengatur pola tidur.

    Penelitian dari University of Missouri School of Medicine juga menjelaskan bahwa minum alkohol sebelum tidur dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

    Mulai dari mimpi buruk hingga parasomnia atau berjalan saat tidur. Efek alkohol pun dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan gangguan pernapasan.

    2. Kafein

    5 Fakta Kopi Excelsa yang Underrated Tetapi Rasanya IstimewaMinuman berkafein bikin sulit tidur. Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon

    Hindarilah minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh sebelum tidur. Pasalnya, kandungan kafein tersebut dapat menyebabkan kamu tetap terjaga di waktu tidur.

    Beberapa orang memetabolisme kafein dengan cepat, tapi ada juga yang lambat. Nah, yang lambar itu artinya kafein bertahan lebih lama di dalam tubuh.

    Kondisi ini dapat memberikan efek samping. Diperlukan waktu hingga 6 jam untuk menghilangkan efek kafein. Ahli gizi menyarankan terakhir minum kopi di jam 18.30 agar tidak mengganggu jam tidur.

    3. Makanan Berlemak

    Makanan berlemak terbilang sulit dicerna di dalam tubuh apalagi ketika tubuh sedang berbaring. Dengan begitu, sistem pencernaan akan terus aktif dan membuat orang terjaga.

    Selain itu, berbaring terlalu cepat setelah makan juga menyebabkan refluks asam. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan rasa yang tidak nyaman, seperti rasa terbakar di dada.

    Makanan yang membuat sulit tidur ada di halaman selanjutnya.

    4. Makanan Manis

    Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddyMinuman manis dapat menyebabkan insomnia Foto: Getty Images/iStockphoto/tongpatong

    Sebelum tidur, sebaiknya hindari makanan dan minuman yang mengandung gula tinggi. Makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga membuat tubuh tetap aktif hingga larut malam.

    Tak hanya itu, makanan manis juga meningkatkan kewaspadaan yang pada akhirnya membuat sulit tidur. Alih-alih makan makanan manis, kami bisa mengonsumsi kacang-kacangan sebagai camilan sehat.

    5. Makanan Pedas

    Makanan pedas bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Ini dapat memicu gejala sakit maag yang tidak nyaman sehingga membuat kamu sulit tidur.

    Banyak penelitian yang menemukan bahwa makanan pedas juga dapat meningkatkan metabolisme. Kondisi ini membuat tubuh terus aktif dalam jangka waktu yang lama.

    6. Makanan Olahan

    cara mengonsumsi makanan olahan agar lebih sehatMakanan olahan dapat menganggu pola tidur. Foto: iStockphoto

    Sudah bukan rahasia lagi bahwa makanan olahan tidak baik untuk kesehatan. Salah satunya dapat menyebabkan sulit tidur. Itu karena makanan olahan dikemas dengan natrium.

    Natrium itu dapat menyebabkan risiko kembung dan menahan cairan sebelum tidur. Tentu ini membuat tidak nyaman. Apalagi makanan olahan juga membuat kamu lebih cepat haus.

    Dengan begitu membuat kamu minum lebih banyak air beberapa jam sebelum tidur dan menyebabkan buang air kecil di malam hari.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari 5 Makanan dan Minuman yang Bikin Imunitas Tubuh Turun

    Hindari 5 Makanan dan Minuman yang Bikin Imunitas Tubuh Turun


    Jakarta

    Imunitas akan tetap terjaga jika kita senantiasa mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Jadi, hindari konsumsi beberapa makanan yang tidak sehat ini.

    Imunitas tubuh penting dijaga untuk menjaga tubuh dari terserang beragam penyakit. Caranya dengan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang, di antaranya mengandung vitamin dan mineral.

    Dilansir dari Eating Well (30/4/2024), imunitas tubuh dapat menurun jika mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat. Seperti halnya terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol, gorengan, hingga makanan olahan.


    Berikut 5 makanan dan minuman yang dapat menurunkan imunitas tubuh:

    1. Minuman Beralkohol

    Ilustrasi minuman beralkoholIlustrasi minuman beralkohol Foto: Getty Images/iStockphoto/Kanizphoto

    Minuman beralkohol seperti bir, wine, dan whiskey, sebaiknya dihindari agar tubuh tetap bugar. Dikarenakan terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol dapat memengaruhi kesehatan usus yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

    Sebuah studi pada 2021 dalam ‘Toxicology Reports’ mencatat bahwa alkohol dapat memengaruhi keragaman bakteri sehat di usus dan berkontribusi pada berkurangnya fungsi penghalang usus. Asupan alkohol yang berlebihan juga dapat menghambat kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibodi yang dibutuhkan tubuh guna menangkal penyerang asing, seperti virus flu.

    Alkohol juga mengganggu tidur, sehingga membuat tubuh mudah lelah. Padahal, tidur yang optimal sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh agar tetap dalam kondisi prima.

    2. Minuman Manis

    Minuman manis juga harus dihindari kalau ingin tubuh tetap terjaga imunitasnya. Asupan gula berlebihan, termasuk melalui minuman manis dapat berdampak negatif pada tubuh dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

    Menurut studi ada 2022 dalam Human Immunology, asupan fruktosa (sejenis gula) yang berlebihan mengubah susunan mikrobiota usus. Sehingga, strain bakteri yang bermanfaat lebih sulit berkembang biak.

    3. Gorengan

    Gorengan menjadi makanan yang umum ditemui di Indonesia. Jenis gorengan itu sangat beragam, seperti tempe, bakwan, tahu isi, pisang goreng, dan lainnya. Enaknya gorengan ini disantap saat sore hari.

    Sayangnya, gorengan bukanlah makanan sehat yang konsumsinya harus dibatasi. Hal ini dikarenakan gorengan banyak mengandung produk akhir glikasi lanjut (AGE). Senyawa ini secara alami muncul selama proses memasak.

    Penelitian dalam artikel tahun 2020 di Nutrients, menemukan bahwa AGE dapat dikaitkan dengan mikrobioma usus yang kurang optimal, peningkatan peradangan, dan penghalang usus yang lebih lemah. Semuanya dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh.

    4. Daging Olahan

    Grilled sausages and vegetables in frying pan, close upsosis Foto: Getty Images/iStockphoto/Nadezhda_Nesterova

    Daging olahan juga harus dihindari konsumsinya agar tubuh tetap sehat. Banyak mengonsumsi daging olahan, seperti sosis, ham, kornet, dan lainnya dapat berdampak buruk bagi imunitas tubuh.

    Saat daging olahan dicerna, bakteri usus menghasilkan zat yang disebut trimetilamin (TMA) yang kemudian diubah menjadi trimetilamina N-oksida (TMAO) oleh hati. Kadar TMAO yang berlebihan dapat dikaitkan dengan komunitas bakteri usus yang tidak sehat, peradangan kronis, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

    5. Makanan Tinggi Garam

    Satu lagi makanan yang harus dihindari agar imunitas tubuh tetap terjaga, yaitu makanan tinggi garam. Hal ini diungkapkan dalam studi besar tahun 2023 yang diterbitkan oleh Respiratory Research. Peneliti menemukan hubungan antara menambahkan garam ke makanan dan sleep apnea atau gangguan pernapasan selama tidur.

    Menurut CDC, sleep apnea mengakibatkan kurangnya kualitas tidur. Seperti yang diketahui, kurang tidur dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah. Untuk mengurangi asupan garam secara keseluruhan, kurangi konsumsi makanan yang tinggi sodium, seperti makanan cepat saji, camilan asin, daging olahan, dan makanan kaleng.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Panduan Pola Makan Sehar agar Tubuh Tetap Bugar


    Jakarta

    Diet sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Hal ini berkaitan dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan batasannya agar tidak berisiko bagi kesehatan.

    Diet identik untuk menurunkan berat badan. Namun, pada dasarnya diet merupakan pola makan yang teratur, yang ditujukan untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar.

    Mengatur pola makan ini dilakukan dengan memenuhi asupan nutrisi penting, seperti karbohidrat, protein, lemak dan lainnya. Juga mengatasi batasan agar tidak berlebihan.


    Selain itu, penting juga untuk memahami kondisi kesehatan tubuh agar dapat memilih jenis makanan. Pastinya hindari makanan yang tinggi garam dan gula.

    Dikutip dari Medical News Today (12/11/24) berikut 5 panduan pola makan sehat.

    1. Berapa banyak karbohidrat yang diperlukan tubuh?

    KarbohidratKarbohidrat penting sebagai sumber energi utama. Foto: Getty Images/happy_lark

    Karbohidrat kerap dipandang sebelah mata. Namun, WHO telah menegaskan bahwa karbohidrat merupakan bagian penting dari pola makan, karena menjadi sumber energi utama.

    WHO menganjurkan karbohidrat minimal harus mencapai 45% dari total kalori harian. Dan ini tidak lebih dari 75% kalori harian. Sumber karbohidrat tidak hanya dari nasi.

    Kamu bisa mendapatkannya dari biji-bijian, singkong, buncis, ubi, dan lainnya. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 130 gram karbohidrat setiap hari.

    2. Jenis lemak yang bagus untuk nutrisi

    Lemak selalu mendapat pandangan miring dalam pola makan. Itu bisa jadi benar, tetapi ada jenis lemak yang justru dibutuhkan tubuh. Biasanya disebut sebagai lemak baik.

    Lemak baik penting untuk berfungsinya sel-sel tubuh, produksi hormon, dan meningkatkan fungsi otak. Lemak baik tersebut ada yang disebut sebagai asam linoleat, contohnya seperti lemak omega-6.

    Lemak tersebut terkandung dalam kacang-kacangan seperti walnut, biji bunga matahari, dan almond. Ada juga asam alfa-linolenat, seperti lemak omega-3 yang terkandung pada ikan berlemak, seperti tuna dan salmon.

    WHO menyatakan bahwa pada orang dewasa 15-30% kalori harian harus berasal dari lemak, terutama lemak asam lemak tak jenuh, seperti yang disebutkan di atas.

    Panduan pola makan sehat untuk tubuh tetap fit ada di halaman selanjutnya.

    3. Seberapa penting asupan protein

    Ini 5 Efek Samping Diet Tinggi Protein yang Bahayakan KesehatanProtein menyediakan bahan pembangunan bagi sebagian besar elemen struktural tubuh. Foto: Getty Images/Kanawa_Studio

    Protein sangat dibutuhkan tubuh. Protein menyediakan bahan pembangunan bagi sebagian besar elemen struktural tubuh, seperti otot, serta molekul fungsional, seperti hormon dan enzim.

    WHO telan menyarankan bahwa 10-15% kalori harian harus berasal dari protein. Asupan tersebut dapat diperoleh dari makanan hewani maupun nabati.

    Namun, jika orang dengan kondisi kesehatan tertentu, bisa memilih protein nabati untuk kesehatan kardiovaskular dan metabolisme.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan protein harus melebihi batas yang direkomendasikan WHO, sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan.

    “Jumlah harian ini harus dipecah sepanjang hari, karena kita menjadi kurang efisien dalam memproses protein seiring bertambahnya usia. Sebaiknya mengasup 25-30 gram protein setiap kali makan,” tutur ahli gizi Rapozo.

    4. Hindari makanan olahan

    Makanan olahan tinggi akan natrium. Ahli gizi Rapozo mengatakan bahwa asupan natrium yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

    Karenanya, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 2 gram natrium per hari. Jumlah tersebut setara dengan 5 gram garam meja.

    Selain asupan garam, asupan gula juga perlu diperhatikan. WHO menegaskan bahwa gula bukanlah nutrisi penting, sehingga harus dibatasi asupannya.

    “Asupan gula sebaiknya kurang dari 10% dari asupan energi harian. Ini mencatat bahwa akan lebih baik lagi jika di bawah 5% asupan kalori berasal dari gula,” tutur Razopo.

    Razopo menjelaskan bahwa makanan olahan merupakan makanan yang mengubah struktur bahan makanan asli. Proses itu cenderung mengandung tambahan garam dan gula dalam jumlah besar.

    Makanan olahan harus dibatasi, karena dapat menyebabkan penuaan biologis, meningkatkan risiko penurunan kognitif, stroke, dan lainnya.

    5. Batasi mengonsumsi daging merah

    Pencinta Steak, Ini 10 Potongan Daging Sapi Paling Mahal di DuniaDaging merah berkontribusi terhadap kanker kolorektal dan jenis kanker lainnya Foto: Chef’s Pencil

    WHO menekankan bahwa daging merah, seperti daging babi dan sapi harus dibatasi karena bisa merugikan kesehatan. Dan ini sudah banyak penelitian yang membuktikannya.

    Daging merah berkontribusi terhadap kanker kolorektal dan jenis kanker lainnya, meningkatkan risiko diabetes tipe-2, menyebabkan masalah kardiovaskular, dan demensia.

    “Pada orang dewasa, asupan daging merah yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit meskipun dikonsumsi dalam jumlah yang rendah,” tutur Razopo.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Peneliti China Sebut Rutin Konsumsi Keju Bisa Kurangi Mendengkur


    Jakarta

    Mendengkur disebabkan karena saluran pernapasan yang terhalang atau menyempit. Untuk menguranginya, keju disebut baik dikonsumsi untuk mengatasi dengkuran.

    Mendengkur memang kerap terjadi saat tidur, faktanya biasa dialami oleh 3 persen anak-anak dan 32 persen orang dewasa. Menurut Mayo Clinic, mendengkur bisa menjadi masalah kronis dan dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang serius.

    Beberapa cara dapat mengatasi dengkuran. Mayo Clinic menyarankan harus ada perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, menghindari konsumsi alkohol, atau tidur dengan posisi miring.


    Dilansir dari The Sun (2/12), ada cara lain mengurangi dengkuran dengan mengonsumsi makanan. Jenis makanan yang dimaksud adalah keju.

    Disebutkan bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi produk olahan susu, termasuk keju, ditemukan memiliki risiko 28 persen lebih rendah terkena sleep apnea (penutupan tenggorokan) yang menyebabkan dengkuran parah.

    konsumsi keju dapat kurangi mendengkurkonsumsi keju dapat kurangi mendengkur Foto: Getty Images/iStockphoto

    Hal ini disampaikan dalam jurnal ‘Sleep Medicine’. Para peneliti mengatakan bahwa mereka telah menghubungkan antara konsumsi keju yang lebih tinggi dengan kemungkinan lebih rendah untuk mengalami sleep apnea.

    Padahal, para pendengkur sebelumnya telah disarankan untuk menghindari konsumsi produk susu itu sebelum tidur. Karena, diyakini dapat memperburuk masalah mendengkur dengan meningkatkan produksi lendir dan menyumbat saluran udara.

    Namun, penelitian terhadap 400.000 orang Inggris oleh para ahli dari Universitas Chengdu, China ini justru menemukan 20 cara mengonsumsi keju. Termasuk jenis keju gorgonzola, cheddar, camembert, atau manchego yang dapat menurunkan risiko sleep apnea yang berkaitan dengan mendengkur,. Termasuk meningkatkan kadar testosteron dan menurunkan tekanan darah tinggi.

    Sementara, ada studi lain yang mengungkapkan bahwa orang yang memiliki pola makan sehat dengan mengonsumsi banyak sayuran diketahui kecil kemungkinannya mengalami sleep apnea. Dr. Yohannes Melaku dari Universitas Flinders mengatakan, “Bisa jadi pola makan nabati yang sehat mengurangi peradangan dan obesitas (faktor utama dalam risiko sleep apnea).”

    Karena itu menjaga kualitas pola makan penting dalam mengelola risiko sleep apnea obstruktif.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ternyata Ini 5 Pola Makan Orang Jepang yang Bikin Sehat dan Ramping


    Jakarta

    Orang Jepang terkenal banyak yang berumur panjang, sehat, dan memiliki berat badan ideal. Ternyata kondisi itu dicapai dengan pola makan sehat seperti ini.

    Pola makan orang Jepang yang sehat membuat mereka memiliki kondisi tubuh yang bugar. Bonusnya, banyak wanita Jepang juga memiliki berat badan ideal yang menunjang penampilan dan aktivitas mereka.

    Makanan orang Jepang tak cuma sushi. Mereka juga mengonsumsi berbagai makanan mulai dari ikan, rumput laut, sayuran, kedelai, nasi, buah, dan teh hijau.


    Mereka terbiasa menjalani pola makan yang dibarengi dengan pola hidup sehat dan seimbang.

    Jepang juga punya banyak musim. Orang Jepang biasanya menyesuaikan pola makan sesuai musim. Cuaca adalah faktor yang paling penting.

    Untuk musim dingin, orang jepang makan daging, ikan, dan sup panas. Sedangkan musim panas, mereka lebih memilih untuk makan sup dingin, makanan laut, ramen dingin, dan salad.

    Meski terkenal dengan makanan praktisnya, orang Jepang cenderung menghindari makanan berkalori tinggi dan makanan cepat saji.

    Berikut beberapa rahasia pola makan sehat orang Jepang, melansir Bright Side:

    1. Masak makanan dengan cara sehat
    Kebiasaan makan yang bikin berat badan wanita Jepang tetap ideal terletak pada metode memasak yang diterapkan. Mereka menggunakan cara masak yang tradisional.

    Sebagian besar dari mereka memasak dengan cara merebus, memanggang, mengukus, atau menggoreng dengan sedikit minyak.

    Metode di atas dipercaya bisa mempertahankan kandungan nutrisi dari makanan yang diolah.

    Wanita Jepang cukup berhati-hati menambahkan rempah-rempah untuk menjaga makanan tetap ringan tanpa membebani perut, hati, dan ginjal.

    2. Makan porsi secukupnya
    Makan di Jepang disebut-sebut seperti ritual. Orang Jepang makan dengan perlahan, melahap lauk dengan potongan-potongan kecil, dan alat makan serta piring yang digunakan juga kecil.

    Mereka senang mempertahankan rasa alami dari bahan yang digunakan. Itu lah mengapa mereka jarang ‘menghias’ makanan.

    Setiap lauk yang ada punya piringnya masing-masing. Isi lauk di piring juga tidak penuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka makan berlebihan.

    3. Lebih pilih nasi dibanding roti

    Rahasia Umur Panjang, Orang Jepang Sarapan Menu Sehat IniFoto: Site/iStock


    Nasi menjadi bagian penting di setiap makanan. Nasi dimasak tanpa garam atau mentega.

    Dengan demikian, minimnya konsumsi makanan bertepung membantu mereka menjaga bentuk tubuh tetap ideal.

    4. Mengutamakan sarapan

    menu sarapan orang jepangmenu sarapan orang jepang Foto: iStock

    Sarapan adalah waktu paling penting dalam sehari untuk makan. Makanan utama mereka terdiri dari beberapa hidangan. Biasanya ada ikan, nasi, omelet, sup miso, hidangan kedelai dengan sayuran, rumput laut, dan teh.

    5. Tidak makan manis untuk tutup santapan
    Makanan penutup adalah momen yang ditunggu-tunggu. Namun, tidak untuk orang Jepang.

    Saking ketatnya, mereka mengonsumsi es krim yang terbuat dari beras (mochi). Biasanya mereka makan makanan rendah lemak dan rendah gula untuk hidangan penutup.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Kebiasaan Makan yang Bikin Tubuh Orang Jepang Selalu Ideal dan Sehat”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Setelah Makan Makanan Ini, Hindari untuk Langsung Minum Air Putih

    Jakarta

    Minum air putih memang penting dan menawarkan banyak manfaat bagi tubuh. Setelah mengkonsumsi makanan biasanya kita langsung minum air, bukan?

    Hal itu akan membantu tubuh dalam memproses makanan di pencernaan. Namun, ada klaim untuk menghindari minum air putih setelah mengkonsumsi beberapa makanan tertentu.

    Pasalnya, hal itu bisa menyebabkan rasa tak nyaman di perut. Lantas apa saja makanan yang dimaksud? Simak penjelasannya berikut ini.


    Hindari Minum Air Putih Setelah Konsumsi Makanan Ini

    Dilansir dari laman Times of India berikut merupakan beberapa makanan yang diklaim perlu dihindari konsumsinya bersamaan dengan minum air putih:

    1. Makanan Berlemak

    Minum banyak air setelah makanan makanan tinggi lemak, akan menyebabkan perut terasa berat dan kembung. Hal ini tentu membuat rasa tidak nyaman pada perut.

    2. Makanan Pedas

    Minum air langsung setelah makan makanan yang sangat pedas, konon akan menyebarkan rasa panas ke sekitar mulut. Sehingga, hal ini justru memperparah sensasi terbakar sekaligus membuat kembung dan ketidaknyamanan secara tiba-tiba.

    3. Soda atau Minuman Berkarbonasi

    Bagi sebagian orang, minum soda atau air berkarbonasi setelah makan akan menyebabkan kembung. Selain itu, konsumsi ini juga menyebabkan rasa kenyang dan gangguan pencernaan.

    4. Makanan Berat

    Minum air putih setelah makan berat akan membuat rasa kenyang yang tak nyaman. Lebih baik jangan berlebihan meminum air putih segera setelah memakannya.

    Apakah Baik Minum Air Putih Sebelum Makan?

    Walaupun ada klaim yang menyebut untuk menghindari minum air putih setelah konsumsi makanan yang disebutkan di atas, akan tetapi tidak ada penyertaan penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Sehingga, larangan tersebut tidak mutlak perlu dihindari.

    Dikutip dari laman Healthline, dijelaskan bahwa air baik dikonsumsi saat atau sebelum makan. Pasalnya, cairan berperan penting dalam proses pencernaan.

    Berbicara tentang minum cairan saat makan, sejatinya hal ini bisa didasarkan keputusan pribadi masing-masing.

    Jika dirasa mengkonsumsi cairan bersama makanan akan terasa menyakitkan, sehingga membuat merasa kembung atau memperburuk refluks lambung, namun tetaplah minum air sebelum atau di antara waktu makan.

    Sejatinya, tidak ada bukti bahwa kita harus menghindari minum saat makan. Sebaliknya, minuman yang dikonsumsi saat sebelum atau selama makan bisa melancarkan pencernaan dan menghasilkan hidrasi yang optimal.

    Selain itu, ia juga memeriksa sinyal makan sehingga bisa membuat kenyang. Sehingga membantu dalam menurunkan berat badan.

    Dalam studi tahun 2009 oleh Elizabeth A Dennis, dkk., dari Department of Human Nutrition, Foods and Exercise, Virginia, USA, hasil penelitian selama 12 minggu menunjukkan peserta yang minum 17 ons (500 ml) air sebelum makan, telah kehilangan 4,4 pon (2 kg) lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak.

    Penelitian bertajuk Water-Induced Thermogenesis tahun 2003 yang dilakukan Michael Boschmann, dkk., Medical Faculty of the Charité, Jerman, juga mengungkapkan bahwa minum air membantu dalam mempercepat metabolisme sekitar 24 kalori untuk setiap 17 ons (500 ml) yang dikonsumsi.

    Minum air (bukan minuman yang memiliki kalori) saat makan bisa membantu mengatur nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendorong penurunan berat badan. Sebagai catatan, air putih merupakan pilihan yang paling sehat.

    (khq/inf)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet


    Jakarta

    Selain sehat dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh, beberapa makanan ini terkenal sebagai makanan rendah kalori yang cocok untuk diet.

    Tak hanya saat diet atau proses penurunan berat badan saja, menghitung kalori harian juga berguna untuk memastikan apakah asupan nutrisi seseorang sudah terpenuhi.

    Ada beberapa sayuran yang tinggi kalori dan bisa menghambat proses penurunan berat badan seperti labu, kentang sampai ubi jalar. Akan tetapi ada juga sayuran yang nyaris nol kalori, karena kandungan kalorinya sangat rendah.


    Tentunya beberapa jenis sayuran ini sangat cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet atau ingin mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

    Dilansir dari Times of India (05/06), berikut 5 makanan yang nyaris nol kalori:

    1. Timun

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Timun merupakan salah satu jenis sayuran rendah kalori yang kaya manfaat bagi tubuh. Dalam setiap 100 gram timun, hanya terdapat sekitar 16 kalori sehingga ideal bagi mereka yang ingin menjaga berat badan. Kandungan utama timun adalah air, disertai sejumlah nutrisi penting yang mendukung fungsi tubuh tanpa menambah asupan kalori secara signifikan.

    Rutin mengkonsumsi timun dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari membantu melancarkan sistem pencernaan, mencegah dehidrasi, hingga mendukung proses pembakaran lemak tubuh.

    Timun juga fleksibel untuk dikonsumsi, baik sebagai pelengkap hidangan utama maupun sebagai camilan sehat yang membantu menekan keinginan makan berlebih ketika sedang diet.

    2. Tomat

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Tomat merupakan salah satu makanan rendah kalori yang kaya akan manfaat kesehatan. Dalam 128 gram tomat, hanya terdapat sekitar 22 kalori.

    Selain rendah kalori, tomat juga mengandung berbagai nutrisi alami yang bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi tomat secara rutin dikaitkan dengan peningkatan kesehatan kulit serta membantu proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh.

    Bagi mereka yang sedang menjalani program diet, tomat dapat membantu mencegah lonjakan kadar kolesterol dan tekanan darah, sekaligus memberikan asupan gizi tanpa menambah beban kalori yang berlebih.

    3. Kol

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Kol merupakan sayuran berlapis dengan tekstur renyah yang sering dijadikan lalapan di banyak makanan di Indonesia. Sayuran yang rasanya enak ini ternyata menyimpan beragam manfaat kesehatan yang lebih dari sekadar pelengkap makanan saja.

    Dalam 89 gram kol segar, hanya terkandung sekitar 22 kalori. Takarannya tersebut setara dengan satu mangkuk kecil atau seperti lalapan pelengkap makan.

    Kandungan serat dan potasium dalam kol berperan dalam mendukung proses pembakaran lemak tubuh secara lebih efisien. Selain itu, kol juga mudah diolah dalam berbagai hidangan, mulai dari isian sandwich, hingga pelengkap sup yang cocok menjadi menu diet.

    4. Brokoli

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Brokoli dikenal sebagai sayuran yang kaya akan antioksidan dengan kemampuan membantu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Brokoli juga mengandung serat dan fitonutrien yang bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan serta membantu mengendalikan berat badan.

    Sayuran ini juga menjadi sumber protein nabati yang cukup tinggi, sehingga sangat disarankan untuk dikonsumsi secara rutin, khususnya bagi para pelaku diet vegan.

    Dalam 100 gram brokoli, hanya terdapat sekitar 34 kalori. Takaran tersebut setara dengan seporsi brokoli yang ditumis atau menjadi pelengkap untuk salad.

    5. Bayam

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Banyak ahli kesehatan yang menyebutkan bahwa hampir semua jenis sayuran hijau memang bagus untuk menu sarapan, sekaligus untuk menu diet sehat tanpa menyiksa. Salah satunya yang paling mudah ditemukan adalah bayam.

    Selain mudah ditemukan dan harganya yang relatif murah, bayam ini bisa diolah menjadi beragam masakan. Bahkan dibuat jadi jus, smoothies atau sayur kuah bening untuk sarapan enak.

    Sayuran hijau yang satu ini terkenal sebagai makanan sehat dengan segudang manfaat. Bayam mengandung kalsium, vitamin A, potassium. Bayam berguna untuk meningkatkan metabolisme pada tubuh, yang penting dalam proses penurunan berat badan.

    Selain itu bayam sangat rendah kalori, per 100 gram bayam kisaran kalorinya sekitar 23-26 kalori saja. Bayam dapat diolah menjadi menu omelet untuk sarapan yang lebih bergizi dan sehat.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Tips Pola Makan Sehat ala Jepang yang Bikin Panjang Umur 100 Tahun

    7 Tips Pola Makan Sehat ala Jepang yang Bikin Panjang Umur 100 Tahun


    Jakarta

    Orang Jepang dikenal memiliki pola makan sehat yang membuat mereka berumur panjang. Bahkan orang Jepang dapat mencapai usia hingga 100 tahun!

    Salah satu negara yang penduduknya terkenal banyak panjang umur adalah Jepang. Umur harapan hidup orang di sana pada tahun 2019 mencapai 90 tahun. Ada 2,31 juta orang di sana yang berhasil hidup mencapai angka tersebut.

    Di dalam laporan yang sama, lebih dari 71 ribu orang di Jepang disebut sebagai centenarian alias orang yang berumur lebih dari 100 tahun. Tentu ada rahasia pola makan dan kebiasaan yang dilakukan orang Jepang sehingga bisa panjang umur.


    Orang-orang mengenal rahasia ini sebagai diet Jepang. Beberapa bahan makanan sehat diketahui rutin dikonsumsi orang Jepang. Mulai dari seafood, kacang kedelai, makanan fermentasi, teh, dan ikan.

    Berikut 7 tips pola makan sehat ala Jepang yang bikin panjang umur hingga bisa mencapai 100 tahun:

    1. Makan pelan-pelan

    Orang Jepang terbiasa mengunyah makanan hingga sempurna dan makan pelan-pelan. Kebiasaan ini juga membuat mereka punya lebih banyak waktu untuk berkomunikasi bersama keluarga atau teman-teman sambil makan.

    Dari sisi kesehatan, mengunyah makanan dengan sempurna sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.

    2. Batasi porsi makan

    Ilustrasi Makan SehatIlustrasi Makan Sehat Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227

    Di Jepang, orang-orangnya percaya bahwa makan berlebihan tidak bagus. Mereka tidak rakus dan menganggap makanan dimakan untuk mengisi perut, bukan memuaskan selera.

    Tak heran, kalau orang-orang Jepang makan makanan mereka di piring yang lebih kecil. Cara ini bisa membuat mereka merasa lebih cepat kenyang dan tidak tergoda menambah asupan kalori.

    3. Rutin minum matcha

    Rahasia panjang umur orang Jepang selanjutnya adalah rutin minum matcha. Mereka menjadikan teh hijau ini sebagai minuman sehari-hari.

    Matcha diketahui punya sejuta manfaat sehat. Kandungan antioksidannya yang sangat kuat bisa menyehatkan tubuh sekaligus menjaga kecantikan kulit.

    4. Rajin sarapan

    Beberapa pola diet tak menganggap penting kebiasaan sarapan. Faktanya orang-orang Jepang yang berumur panjang adalah mereka yang tak melewatkan sarapan.

    Orang Jepang meyakini sarapan adalah waktu makan terpenting harian. Biasanya mereka menyantap menu sarapan lengkap, terdiri dari nasi putih atau bubur dengan ikan panggang sebagai lauknya. Ada juga pendamping sup miso. Dengan menyantap sarapan yang lengkap, mereka akan terhindar dari keinginan ngemil di siang harinya.

    5. Makan sampai 80% kenyang

    Orang Jepang punya prinsip makan yang terkenal, hara hachi bun me. Artinya mereka hanya akan makan sampai 80% kenyang. Mereka menghindari makan terlalu banyak.

    Orang Jepang tidak suka kebiasaan makan berlebih dan mereka akan berhenti makan ketika sudah merasa kenyang.

    6. Tak banyak makan dessert

    Rasa dessert atau cake yang manis memang menggugah selera, tapi orang Jepang tak makan dessert banyak-banyak. Mereka lebih suka mengonsumsi makanan yang gurih.

    7. Konsumsi banyak kedelai

    Jepang punya natto, olahan kedelai fermentasi yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh warganya. Mereka juga mengonsumsi banyak olahan kedelai lainnya seperti miso, tofu, dan susu kedelai.

    Kedelai sendiri merupakan jenis kacang sehat yang kaya manfaat. Kedelai mampu memasok energi sekaligus membangun otot. Tak hanya itu, kedelai bantu menyeimbangkan hormon dan membantu proses penurunan berat badan.

    Artikel ini sudah tayang di detikfood dengan judul “10 Rahasia Pola Makan Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur”

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Pedas Bikin Panjang Umur! Begini Penjelasan Ahli

    Makan Pedas Bikin Panjang Umur! Begini Penjelasan Ahli


    Jakarta

    Siapa sangka, rahasia umur panjang ada di balik rasa pedas makanan favorit. Makanan pedas yang mengandung cabai ternyata berkhasiat dan bikin panjang umur.

    Bukan sekadar pemuas selera, makanan pedas ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan yang sudah dibuktikan oleh sejumlah penelitian.

    Mulai dari bantu mengontrol berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, sampai memberi efek positif bagi suasana hati dan sistem pencernaan.


    Dilansir dari Fox News, Jumat (04/07/2025), Bryan Quoc Le, PhD, seorang ilmuwan pangan dari Mendocino Food Consulting, mengungkapkan senyawa bernama capsaicin yang merupakan sumber rasa pedas dalam cabai punya efek luar biasa.

    Menurutnya capsaicin bisa mengubah komposisi bakteri dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri baik, dan menekan bakteri jahat. Sehingga tubuh dipicu untuk memproduksi asam amino triptofan yang kemudian menghasilkan serotonin, zat kimia yang berperan penting untuk mengatur mood, tidur, dan sistem pencernaan.

    Makan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat KesehatanMakan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Tak perlu menyantap makanan pedas ekstrem, Le bilang menambahkan sedikit rasa pedas pada makanan sudah cukup. Dosis kecil capsaicin, sekitar 0,01% dari makanan sehari-hari cukup memberi efek positif tanpa bikin perut melilit.

    Salah satu cara paling mudah menikmatinya adalah dengan menambahkan saus sambal ke dalam makanan. Le menyarankan untuk menambahkannya pada hidangan gurih seperti semur, ayam panggang, taco, atau masakan berbahan dasar daging lainnya. Asal saus sambal itu harus menyatu dengan rasa makanan, bukan malah mendominasi.

    Buat yang belum terbiasa makan pedas, tak perlu langsung memaksakan diri menyantap makanan super pedas. Menyesuaikan ketahanan lidah dan perut terhadap rasa pedas juga perlu diperhatikan, mulai dari yang pedasnya lebih ringan.

    Soal makanan pedas, bukan hanya ilmu modern yang bicara. Ken Grey, praktisi pengobatan tradisional dari Florida, Amerika, juga percaya bahwa makanan pedas punya peran besar untuk usus halus dan jantung.

    Makan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat KesehatanMakan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Ia mengatakan makanan dan rempah pedas seperti cabai, jahe, kayu manis, cengkeh, dan bawang putih bisa membantu melancarkan sirkulasi darah, mempercepat metabolisme, dan mendukung kesehatan pencernaan serta jantung. Bahkan menurutnya bumbu pedas juga bisa membantu proses penurunan berat badan.

    Tapi seperti hal lainnya, kuncinya tetap ada pada keseimbangan. Grey mengingatkan agar orang-orang tidak berlebihan mengonsumsi makanan pedas.

    Kalau terlalu banyak, tubuh bisa bereaksi negatif mulai dari batuk, perut perih, asam lambung naik, diare, sampai sakit kepala. Jadi walaupun cabai memang sehat, bukan berarti bisa disantap semaunya.

    Ia juga menyoroti bagaimana budaya-budaya di dunia telah lama mengandalkan cabai dan rempah sebagai bagian dari pola makan sehat. Di Meksiko dan Guatemala, misalnya, cabai membantu penyerapan zat besi dari makanan berbasis jagung.

    Di Asia, cabai dipakai karena sifat antimikrobanya yang bisa melawan parasit. Sementara di Indonesia, cabai sudah menjadi bumbu wajib dalam berbagai masakan mulai dari sambal, semur sampai olahan seafood.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com