Tag: universitas

  • 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Referensi Masuk Kuliah

    20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Referensi Masuk Kuliah


    Jakarta

    Daftar universitas terbaik di Indonesia terbaru tertuang dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026, diriis Kamis (9/10/2025). Sebanyak 35 perguruan tinggi di Indonesia masuk daftar pemeringkatan perguruan tinggi global ini dari total 2.191 perguruan tinggi di 115 negara dan wilayah.

    THE WUR 2026 mengukur kinerja perguruan tinggi global yang berdasarkan aspek pengajaran (bobot 29,5%), penelitian (29%), transfer pengetahuan yang berjalan (30%), industri (4%)dan pandangan internasional (7,5%). Total 18 indikator kinerja digunakan pada aspek-aspek ini.


    Aspek lingkungan pengajaran meliputi indikator reputasi pengajaran (15%), rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%), rasio doktor terhadap sarjana (2%), rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%), dan pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek lingkungan penelitian meliputi reputasi riset (18%), pendapatan riset (5,5%), dan produktivitas riset (5,5%). Sedangkan aspek kualitas riset menyorot dampak sitasi (15%), kekuatan penelitian (5%), keunggulan penelitian (5%), dan pengaruh penelitian (5%).

    Aspek industri terdiri dari pendapatan industri dan paten, masing-masing berbobot 2%. Adapun aspek pandangan internasional meliputi indikator mahasiswa internasional, staf internasional, dan penulisan bersama tingkat internasional, masing-masing berbobot 2,5%.

    20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

    Berdasarkan indikator di atas, University of Oxford meraih predikat universitas terbaik di dunia saat ini. Oxford memperoleh skor keseluruhan 98.2 dari semua aspek pemeringkatan.

    Sementara itu, berikut Top 20 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi THE World University Rankings 2026.

    1. Universitas Indonesia (UI)

    • Peringkat dunia: 801-1.000
    • Skor keseluruhan: 35.5-38.9

    2. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    Peringkat dunia: 1.001-1.200
    Skor keseluruhan: 32.1-35.4

    3. Binus University

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    5. Universitas Airlangga (Unair)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    6. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    7. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluuhan: 27.3-32.0

    8. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    9. Universitas Kristen (Unika) Indonesia Atma Jaya

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    10. Universitas Diponegoro

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    11. Universitas Halu Oleo (UHO)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    12. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    13. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    14. IPB University

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    15. Universitas Islam Indonesia (UII)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    16. Universitas Jember (Unej)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    17. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    18. Universitas Negeri Malang (UM)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    19. Telkom University (Tel-U)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    20. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    Sebagai catatan, THE WUR juga mengungkapkan daftar perguruan tinggi yang berstatus sebagai reporter. Dikutip dari laman resmi THE, status ini menunjukkan universitas bersangkutan merupakan peserta aktif dalam proses pemeringkatan, tetapi belum diperingkat tahun ini.

    Bagaimana detikers, ada calon kampus tujuanmu? Semangat menyiapkan diri untuk pendaftaran!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari 152 Juta Angkatan Kerja, 44-45% Hanya Lulusan SD

    Dari 152 Juta Angkatan Kerja, 44-45% Hanya Lulusan SD



    Jakarta

    Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkap, berdasarkan struktur ketenagakerjaan 152 juta angkatan kerja di Indonesia, 44-45% berlatar belakang pendidikan hanya sekolah dasar (SD). Di sisi lain, lulusan universitas atau diploma hanya 14%.

    Rosan menjelaskan, kesiapan SDM menjadi salah satu tantangan Indonesia dalam menarik investasi. Ia mengatakan pertanyaan awal yang diutarakan investor ketika ingin berinvestasi adalah kesiapan SDM.

    Untuk itu, ia menegaskan pendidikan vokasi menjadi hal yang sangat penting.

    “(Sebanyak) 44-45% background edukasinya adalah sekolah dasar, kemudian dilanjutkan dengan SMP kurang lebih 17%, SMP 21%, yang pendidikan universitas atau diploma kurang lebih hanya 14%, kalau kita jumlahkan, sehingga pendidikan vokasi menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya dalam Investor Daily Summit 2025 di Jakarta Convention Center di Jakarta pada Rabu (8/10/2025), dikutip dari detikfinance.


    Pendidikan Vokasi, Investasi, dan Lapangan Kerja

    Ia membeberkan, target sebenarnya dari pertumbuhan investasi adalah terciptanya lapangan kerja baru untuk masyarakat. Menurutnya, menjadi PR bersama untuk meningkatkan kualitas SDM.

    “Bagaimana kita meng-improve our talent, karena untuk investasi masuk salah satu kriterianya yang mereka (investor) tanyakan salah satunya, talentnya, manusianya siap atau tidak,” jelasnya.

    Dibutuhkan program untuk meningkatkan dan menyempurnakan kembali keterampilan SDM dalam negeri. Untuk itu, CEO Danantara ini menilai program vokasi menjadi hal penting dalam skala prioritas me-upskilling dan me-reskilling.

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Diyan, Alumnus UIN Kediri di Balik Logo Sekolah Garuda

    Cerita Diyan, Alumnus UIN Kediri di Balik Logo Sekolah Garuda


    Jakarta

    Sekolah Garuda merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menciptakan generasi masa depan yang bisa berdaya saing global. Lulusannya dipersiapkan untuk menempuh pendidikan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri.

    Melengkapi identitas Sekolah Garuda tersebut secara visual, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar sayembara desain logo sekolah program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto ini. Sayembara ini dilakukan pada 9-11 Mei 2025 dan pemenangnya diumumkan pada 6 Agustus 2025 lalu.


    Sosok Pembuat Logo Sekolah Garuda

    Pemenang sayembara logo Sekolah Garuda rupanya seorang alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri. Sosok tersebut bernama Diyan Rizqianto.

    Diyan, panggilan akrabnya, mengucap syukur atas keberhasilan pertamanya mengikuti sayembara desain logo tingkat nasional. Belajar desain grafis secara otodidak, karya Diyan akan melekat dalam sejarah Sekolah Garuda.

    “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga. Ini kali pertama saya menjuarai sayembara desain logo di tingkat nasional,” tuturnya, dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (9/10/2025).

    Pantang Putus Asa, Belajar Lagi

    Kini berhasil menjadi juara, Diyan mengaku telah berkali-kali mengikuti lomba serupa, tetapi sering gagal. Pengalaman gagal berkali-kali sempat membuatnya ingin menyerah, tetapi pemikiran itu berhasil disingkirkannya.

    Alih-alih berhenti belajar dan mencoba, ia memilih untuk memperdalam pengetahuannya tentang desain, baik dari tutorial daring, buku, dan komunitas. Baginya, setiap bentuk desain harus punya jiwa dan pesan.

    Prinsip itu terus ia pegang teguh hingga akhirnya berhasil menang sayembara logo Sekolah Garuda dari empat finalis lainnya. Desain buatan Diyan dinilai inovatif, sarat makna, dan kuat secara filosofis.

    Tantangan Membuat Logo Sekolah Garuda

    Ia menekankan pernyataan filosofis tentang arah pendidikan nasional dalam karyanya. Logo tersebut, tuturnya, menyimpan semangat kebangsaan, karakter unggul, dan orientasi masa depan.

    Untuk membuat logo Sekolah Garuda, Diyan memilih pita merah-putih membentuk burung garuda sebagai elemen utama. Pita merah-putih itu menggambarkan perjalanan panjang pendidikan Indonesia menuju kejayaan.

    “Garuda melambangkan semangat juang, kepemimpinan, dan cita-cita tinggi,” urainya.

    Proses pembuatan logo ini memakan waktu 3-4 hari. Diyan mengaku eksekusi desain bukan tantangan utama yang dihadapinya, bahkan makan waktu hanya beberapa jam. Namun, proses riset ide, eksplorasi makna, dan pemilihan bentuk visual baginya jadi yang paling berat.

    “Desain yang baik lahir bukan dari alat, melainkan dari pemahaman yang mendalam,” tegas Diyan.

    Filosofi Logo Sekolah Unggul Garuda

    Logo SMA Unggul Garuda dirancang dengan mengusung nilai-nilai dasar pembentukan talenta unggul Indonesia. Secara visual, logo membentuk sosok Garuda yang kokoh, dinamis, melambangkan semangat juang, kepemimpinan, dan cita-cita tinggi.

    Pita merah-putih berbentuk Garuda melambangkan tiga pilar utama yang menjadi semangat nilai dan cita-cita program SMA Unggul Garuda, yaitu:

    1. Kepala garuda: memvisualisasikan inkubator pemimpin dan prestasi akademik.

    2. Sayap garuda: memvisualisasikan penyembang akses dan mempresentasikan harapan untuk terus maju mengahdapi transformasi di masa depan.

    3. Ekor garuda: memvisualisasikan kepada masyarakat (menyediakan pendidikan berkualitas tinggi dan membina siswa untuk mempunyai jiwa pelayanan dan pengabdian terhadap masyarakat).

    Terdapat lima tampak muka pita merah-putih yang melambangkan lima nilai dasar Pancasila. Hal ini mengartikan sebagai landasan moral dan ideologis dalam pembangunan karakter generasi muda.

    Bagiaan bawah logo menyerupai bentuk buku yang terbuka, merepresentasikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi dalam menggapai asa menuju Indonesia emas. Terakhir terdapat bentuk pena yang melambangkan peran pendidikan sebagai kunci untuk mengukir masa depan bangsa.

    Ingin Ada Banyak Jurusan DKV di UIN

    Dengan kemenangan Diyan di sayembara logo nasional, ia berharap Sekolah Garuda tak sekadar jadi proyek jangka pendek. Dengan begitu, program ini bisa benar-benar menjadi jembatan pendidikan yang unggul bagi anak-anak Indonesia dan mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

    Sementara itu, sebagai alumnus pesantren dan UIN, Diyan berpesan agar kampus Islam bisa memberi ruang lebih bagi mahasiswa untuk berkreasi. Ia berharap akan banyak hadir jurusan desain komunikasi visual (DKV) di UIN.

    “Akan luar biasa kalau ke depan ada jurusan desain komunikasi visual di UIN. Banyak santri dan mahasiswa Islam punya potensi besar di bidang kreatif,” tandasnya.

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT

    27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT


    Jakarta

    Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) masuk daftar universitas terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026, Kamis (9/10/2025). Jelang pembukaan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), detikers dapat mencermatinya sebagai salah satu referensi.

    Dari total 35 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan THE WUR 2026, 27 di antaranya merupakan PTN. Empat di antaranya masuk peringkat lima teratas universitas terbaik di Indonesia versi THE WUR terbaru.


    Perguruan Tinggi Negeri Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

    THE WUR 2026 merunut peringkat 2.191 perguruan tinggi dari 115 negara dan wilayah berdasarkan aspek pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas riset, industri, dan pandangan internasional. Berikut PTN terbaik berdasarkan aspek-aspek ini.

    1. Universitas Indonesia (UI)

    Peringkat dunia: 801-1.000

    2. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    Peringkat dunia: 1.001-1.200

    3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    4. Universitas Airlangga (Unair)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    5. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    6. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    7. Universitas Diponegoro

    Peringkat dunia: 1.501+

    8. Universitas Halu Oleo (UHO)

    Peringkat dunia: 1.501+

    9. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    Peringkat dunia: 1.501+

    10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    Peringkat dunia: 1.501+

    11. IPB University

    Peringkat dunia: 1.501+

    12. Universitas Jember (Unej)

    Peringkat dunia: 1.501+

    13. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung
    Indonesia

    Peringkat dunia: 1.501+

    14. Universitas Negeri Malang (UM)

    Peringkat dunia: 1.501+

    15. Universitas Andalas (Unand)

    Peringkat dunia: 1.501+

    16. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

    Peringkat dunia: 1.501+

    17. Universitas Negeri Padang (UNP)

    Peringkat dunia: 1.501+

    18. Universitas Negeri Semarang (Unnes)

    Peringkat dunia: 1.501+

    19. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

    Peringkat dunia: 1.501+

    20. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

    Peringkat dunia: 1.501+

    21. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

    Peringkat dunia: 1.501+

    22. Universitas Sriwijaya (Unsri)

    Peringkat dunia: 1.501+

    23. Universitas Sumatera Utara (USU)

    Peringkat dunia: 1.501+

    24. Universitas Syiah Kuala (USK)

    Peringkat dunia: 1.501+

    25. Universitas Brawijaya (UB)

    Peringkat dunia: 1.501+

    26. Universitas Lampung (Unila)

    Peringkat dunia: 1.501+

    27. Universitas Mataram (Unram)

    Peringkat dunia: 1.501+

    Perlu diketahui, THE WUR 2026 juga menampilkan daftar perguruan tinggi reporter. Status reporter disematkan pada universitas-universitas yang merupakan peserta aktif dalam proses pemeringkatan, tetapi belum diperingkat tahun ini.

    Metode Pemeringkatan THE WUR 2026

    Berikut indikator yang digunakan pada aspek-aspek penilaian kinerja universitas dunia dalam THE WUR 2026:

    Aspek Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran (15%)
    • Rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%)
    • Rasio doktor terhadap sarjana (2%)
    • Rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%)
    • Pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek Lingkungan Penelitian (29%)

    • Reputasi riset (18%)
    • Pendapatan riset (5,5%)
    • Produktivitas riset (5,5%)

    Aspek Kualitas Penelitian (30%)

    • Dampak sitasi (15%)
    • Kekuatan penelitian (5%)
    • Keunggulan penelitian (5%)
    • Pengaruh penelitian (5%).

    Aspek Industri (4%)

    • Pendapatan industri (2%)
    • Paten (2%)

    Aspek Pandangan Internasional (7,5%)

    • Mahasiswa internasional (2,5%)
    • Staf internasional (2,5%)
    • Penulisan bersama tingkat internasional (2,5%).

    Bagaimana detikers, sudah memutuskan universitas terbaik di Indonesia yang akan jadi kampus tujuanmu? Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Prodi Tak Terakreditasi, Lulusan 2 Kampus Top Australia Kena Mental hingga Gugat

    Prodi Tak Terakreditasi, Lulusan 2 Kampus Top Australia Kena Mental hingga Gugat


    Jakarta

    Lulusan 2 kampus top di Australia ini kaget. Saat melamar pekerjaan, ternyata program studi (prodi)nya tak diakui alias tak terakreditasi. Mereka stres hingga akhirnya melayangkan gugatan class action!

    Dua kampus top yang bermasalah itu adalah University of Newcastle dan Western Sydney University, demikian dilansir dari ABC Australia via detikcom, Rabu (8/10/2025) dikutip Kamis (9/10/2025).

    Prodi tak terakreditasi itu adalah Bachelor of Medical Engineering (honours) University of Newcastle pada 2018 dan 2019, serta program Master of Advanced Imaging (MRI) di Western Sydney University.


    Lulusan Stres-Karier Terhambat

    Beberapa lulusannya kaget saat melamar pekerjaan menggunakan ijazah dari dua prodi di dua kampus itu. Salah satunya adalah Vera Lawless, penggugat class action ke University of Newcastle.

    Vera menangis saat menceritakan dirinya mengalami stres bertahun- dan ‘kehilangan kesempatan’ sejak ia lulus kuliah. Vera mulai mempertimbangkan untuk mendaftar di prodi teknik medis baru University of Newcastle pada 2017. Saat itu, ia punya banyak harapan soal prospek kariernya di masa depan.

    Vera sebelumnya terdaftar di program serupa yang sudah terakreditasi di sebuah universitas di Adelaide, tetapi harus pindah ke Newcastle untuk mengikuti pasangannya yang bekerja di Angkatan Udara Australia (RAAF).

    Saat itu, situs universitas menyebutkan kalau gelar tersebut akan membantu mahasiswa mereka akan “bepergian ke seluruh dunia dengan pengakuan internasional melalui Engineers Australia”. Di Australia, jika sebuah gelar terakreditasi oleh lembaga Engineers Australia, kualifikasinya diakui di seluruh dunia berdasarkan perjanjian internasional yang disebut Washington Accord.

    Vera mengatakan ia juga mendapat penjelasan secara lisan kalau program tersebut sudah terakreditasi oleh Engineers Australia.

    “Selesai pertemuan itu, saya mengatakan ke tunangan, ‘Ini luar biasa. Semua yang saya harapkan. University of Newcastle menawarkan gelar teknik medis baru, dan itu terakreditasi,” ujar Vera.

    Pada Desember 2020, universitas tersebut mengirim email kepada mahasiswa yang mengonfirmasi jika programnya tidak terakreditasi dan mengatakan: “Terjadi kesalahan dalam informasi yang diunggah di situs tentang pengakuan profesional.”

    “Mengetahui kalau tidak terakreditasi setelah saya sudah membuat keputusan pindah, setelah saya mengikuti tunangan saya dan pindah dari program yang sudah terakreditasi yang membuat saya nyaman, ini benar-benar membuat hati saya hancur,” kata Vera.

    Vera mengatakan kurangnya akreditasi membuatnya tidak bisa bekerja, ketika kembali mengikuti suaminya yang ditugaskan ke California.

    “Kesempatan yang hilang mungkin itu kesimpulannya, terutama di Amerika. Kami tinggal di California. Silicon Valley ada di depan mata, puncaknya dunia teknik,” katanya.

    Selain memiliki utang HECS, atau utang terhadap pemerintah untuk biaya kuliah, sebesar $45.000, Vera mengaku ketidakpastian membuatnya mengalami tekanan mental yang berat dan pilihan lainnya di Australia jadi terbatas.

    Kisah lainnya datang dari Andreas Sklavos, penggugat utama class action ke University of Newcastle pada Februari 2025 lalu. Ia mengatakan pilihan kariernya sangat terbatas tanpa akreditasi.

    Andreas menempuh satu tahun tambahan kuliah untuk mendapatkan akreditasi, yang tidak dibiayai oleh universitas, sehingga utang HECS-nya membengkak menjadi $55.000.

    “Kalau akreditasi bukan jadi hal yang penting, tidak ada gunanya mendapatkannya sejak awal. Tapi faktanya, tanpa akreditasi ini kariermu terhenti,” kata Andreas.

    Ia mengatakan para ‘engineer’ tanpa akreditasi mungkin harus diawasi dan kesulitan mendapatkan asuransi tanggungan.

    “Itu (akreditasi) diiklankan di situsnya. Itulah alasan mengapa kita memilih kuliah di universitas ternama seperti Newcastle: kita menganggap semua yang mereka tawarkan sudah terakreditasi, andal, dan akan membawa kita maju dalam hidup,” tegas Andreas.

    Andreas mengatakan stres akibat masalah ini mempengaruhi kesehatan mentalnya dan membuatnya mengalami sulit tidur serta sakit kepala.

    University of Newcastle bantah pernyataannya menyesatkan. Pada Desember 2023, University of Newcastle akhirnya menerima akreditasi sementara dari Engineers Australia, tetapi hanya untuk mahasiswa yang memulai studi sejak 2020.

    Universitas tersebut membela diri dalam gugatan ‘class action’ dan mengatakan materi tambahan yang diterbitkan di situs program-nya sudah menjelaskan kalau mereka ‘sedang mengajukan’ akreditasi.

    “Universitas membantah bahwa pernyataan yang diterbitkan mengenai akreditasi, jika dibaca dalam konteks, bersifat menyesatkan atau menipu, dan juga membantah bahwa pernyataan tersebut diterbitkan untuk tujuan komersial,” kata penasihat hukum universitas, Daniel Bell.

    Baru Tahu dari Perekrut Saat Melamar Kerja

    Sedangkan Othniel Antwi adalah penggugat utama dalam ‘class action’ kedua terhadap Western Sydney University yang diajukan ke pengadilan pada Juni 2025 lalu. Bayangkan, Othniel mengetahui bahwa prodinya, Master of Advanced Imaging (MRI) di Western Sydney University tak terakreditasi dari perekrut saat melamar pekerjaan.

    Seorang perekrut kerja memberi tahu kalau gelarnya tidak diakui oleh Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia (APHRA).

    “Rasanya sangat sulit. Itu benar-benar menghancurkan hidup saya. Saya tidak tahu harus percaya siapa. Saya benar-benar sangat terpukul,” kata Othniel.

    Padahal, Othniel mengatakan universitas telah meyakinkannya kalau program tersebut terakreditasi dan akan memberinya karier yang menguntungkan dan memuaskan.

    Namun ketika ia menindaklanjuti peringatan dari perekrut, universitas memberitahunya pada Februari 2025 ini jika program tersebut tidak terakreditasi dan ia tidak akan bisa terdaftar di APHRA.

    Seminggu kemudian, universitas mengumumkan program tersebut ditangguhkan untuk mahasiswa baru. Menyelesaikan program itu membuat pria berusia 25 tahun yang kini menganggur itu memiliki utang sebesar AU$55.000.

    “Itu benar-benar menghancurkan hati, tapi bahkan itu bukan bagian tersulit. Saya rasa bagian tersulit adalah beban emosional dan mental yang saya alami. Rasa sakit karena menyadari bahwa karier masa depan saya jadi tidak ada. Saya merasa sangat tidak berdaya,” kata Othniel.

    Western Sydney University, yang juga membuka kampus di Surabaya-Indonesia ini, menolak memberikan komentar.

    Pemerintah Australia baru-baru ini mengumumkan peninjauan terhadap Tertiary Education Quality and Standards Agency (TEQSA), lembaga yang bertanggung jawab memastikan kepatuhan terhadap hukum.

    “Ada argumen yang kuat bahwa TEQSA perlu memiliki alat yang lebih baik agar dapat turun tangan dan bertindak jika diperlukan demi kepentingan publik,” kata Menteri Pendidikan Jason Clare bulan lalu saat mengumumkan peninjauan tersebut.

    “Dan agar dapat merespons risiko sistemik, tidak hanya soal kepatuhan dari penyedia pendidikan individual,” tegasnya.

    (nwk/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar UGM Ungkap Beda Alergi dan Keracunan Serta Cara Menanganinya

    Pakar UGM Ungkap Beda Alergi dan Keracunan Serta Cara Menanganinya


    Jakarta

    Pakar sekaligus Guru Besar Mikrobiologi Klinik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Tri Wibawa soroti banyaknya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terlebih korban dari kasus ini berasal dari kalangan siswa yang menjadi sasaran MBG.

    Tri menjelaskan selain menyoroti kasusnya, masyarakat dan tenaga pendidik perlu memahami tentang perbedaan alergi dan keracunan makanan. Pemahaman ini diperlukan agar masyarakat bisa mengambil langkah pertolongan pertama yang tepat bila hal itu terjadi.

    Lalu apa perbedaan diantara keduanya? Dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (9/10/2025) berikut informasinya.


    Perbedaan Alergi dan Keracunan Makanan

    Alergi dijelaskan Tri sebagai reaksi yang diberikan sistem kekebalan tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu. Reaksi ini bisa timbul bahkan ketika seseorang memakan makanan pemicu alergi sekecil apapun.

    “Makanan pemicu alergi dapat menyebabkan gejala seperti biduran, pembengkakan saluran pernapasan yang memicu asma, hingga gangguan pencernaan,” tuturnya.

    Alergi makanan yang menimpa seseorang tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini bisa terjadi karena dalam beberapa kasus reaksi alergi dapat berujung pada kondisi yang mengancam jiwa atau dikenal sebagai anafilaksis.

    Berbeda dengan alergi, keracunan makanan tidak berhubungan dengan reaksi sistem imun manusia. Keracunan makanan bisa terjadi karena masuknya kuman atau zat berbahaya dari makanan/minuman yang dikonsumsi.

    Ketika seseorang mengalami keracunan makanan, biasanya ada gejala yang ditimbulkan. Gejala yang dimaksud seperti sakit perut, muntah, dan diare yang muncul beberapa jam hingga hari setelah mengonsumsi makanan.

    Sebagian besar kasus keracunan makanan bersifat ringan, sehingga bisa sembuh tanpa pengobatan khusus. Tetapi, dalam kondisi tertentu kasus ini bisa berakibat serius jika tidak ditangani, terlebih bila pemicunya adalah bakteri seperti Salmonella sp dan Escherichia coli (E. coli).

    Bakteri Salmonella sp bisa bertahan dalam tubuh, terhindar dari asam lambung, dan bisa menyerang mukosa usus. Dengan begitu, bila keracunan karena bakteri ini, biasanya seseorang akan merasa sakit perut karena terjadi peradangan serta luka pada dinding usus.

    Sedangkan, bakteri E coli mampu menghasilkan toksin Shiga (Shiga toxin-producing E. coli / STEC). Toksin ini dapat menyebabkan penyakit tular makanan yang parah.

    Tri menegaskan setiap kasus keracunan memiliki penanganan yang berbeda-beda. Penangan yang dimaksud sesuai dengan jenis bakteri yang menyerang tubuh.

    “Meskipun gejalanya mirip, mekanisme penyebabnya berbeda-beda tergantung jenis bakterinya,” ungkapnya.

    Tips Beri Pertolongan Pertama Saat Keracunan Makanan

    Dalam konteks MBG, Tri memberikan tips beri pertolongan pertama saat keracunan makanan, yakni:

    1. Cegah Dehidrasi

    Jika gejala keracunan yang timbul adalah muntah dan diare, korban bisa kehilangan cairan dan elektrolit. Untuk itu langkah paling penting yang harus dilakukan adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang agar mencegah korban dehidrasi.

    Ia menyarankan agar penderita banyak minum air putih. Jika dirasa kurang, orang tersebut juga bisa diberikan suplemen elektrolit.

    “Jika muntah masih terjadi, minumlah sedikit demi sedikit. Dan jika kondisi memburuk, segera cari pertolongan dari petugas kesehatan,” tambahnya.

    2. Jangan Panik Kalau Demam

    Selain muntah dan diare, demam bisa menjadi salah satu gejala yang mungkin muncul saat keracunan. Ketika hal ini terjadi, detikers diharapkan tidak panik.

    Demam disebutkan Tri menjadi mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Peningkatan suhu tubuh dapat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri serta mengoptimalkan kerja sistem imun.

    “Demam membantu mengendalikan infeksi dengan memberi tekanan panas pada patogen dan meningkatkan efektivitas sistem kekebalan tubuh,” paparnya.

    Meski ada langkah pertolongan pertama ketika keracunan makanan datang, Tri mengingatkan mencegah adalah langkah paling baik. Diperlukan pengawasan yang ketat terhadap seluruh rantai produksi makanan MBG.

    Menurutnya, setiap tahap proses baik dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi dapat menjadi titik masuk bagi bakteri, virus, jamur, atau parasit penyebab keracunan. Oleh karena itu, standar kebersihan harus diterapkan secara optimal.

    Tri berpesan agar masyarakat juga harus paham perbedaan antara alergi dan keracunan, serta upaya preventif terjadinya keracunan makanan. Keduanya merupakan kunci untuk mecegah risiko fatal dari keracunan makanan.

    “Kata kuncinya adalah menjaga mutu bahan dan proses, menaati standar kebersihan, dan segera bertindak tepat ketika gejala muncul,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Ilmuwan Peraih Hadiah Nobel Kimia 2025, Ada Eks Pengungsi Palestina

    3 Ilmuwan Peraih Hadiah Nobel Kimia 2025, Ada Eks Pengungsi Palestina


    Jakarta

    The Royal Swedish Academy of Sciences atau Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia resmi mengumumkan peraih Hadiah Nobel Kimia 2025. Para penerima penghargaan tertinggi di bidang pengetahuan ini adalah Susumu Kitagawa, Richard Robson, Omar M Yaghi.

    Hadiah Nobel Kimia 2025 didapatkan ketiganya melalui penelitian tentang pengembangan kerangka logam-organik. Mereka menciptakan sebuah konstruksi molekuler dengan ruang yang luas, sehingga memungkinkan gas dan zat kimia lainnya bisa mengalir.

    Konstruksi ini kemudian disebut dengan “kerangka logam-organik” yang bisa digunakan untuk berbagai manfaat, seperti memanen air dari udara guru, menangkap karbon dioksida, menyimpan gas beracun, hingga mengkatalisis reaksi kimia.


    Profil Peraih Nobel Kimia 2025

    Adapun profil peraih Nobel Kimia 2025, yakni:

    1. Susumu Kitagawa

    Susumu Kitagawa lahir tahun 1951 di Kyoto, Jepang. Ia meraih gelar PhD tahun 1979 dari Universitas Kyoto, Jepang dan kini menjadi seorang profesor di Universitas Kyoto, Jepang.

    2. Richard Robson

    Robson diketahui lahir tahun 1937 di Glusburn, Inggris. Gelar PhD berhasil diraihnya pada tahun 1962 dari Universitas Oxford, Inggris.

    Kini, ia beranjak dari tanah kelahirannya dan menjadi profesor di Universitas Melbourne, Australia.

    3. Omar M. Yaghi

    Lahir tahun 1965 di Amman, Yordania, Omar M Yaghi meraih gelar PhD tahun 1990 dari University of Illinois Urbana-Champaign, AS. Kini, ia berstatus sebagai profesor di University of California, Berkeley, AS.

    Yaghi lahir di Amman, Yordania pada tahun 1965. Keluarganya dulu adalah pengungsi Palestina yang pindah ke Amman usai perang Arab-Israel 1948. Hidupnya di masa kecil jauh dari kata mudah. Ia harus berbagi kamar sempit bersama sembilan saudaranya dan hewan ternak di rumah tanpa listrik.

    “Aku tumbuh dalam keluarga pengungsi. Aku berjalan sejauh tiga mil setiap hari ke sekolah, pergi dan pulang. Aku mengalami masa-masa sulit,” kata Yaghi dikutip dari aa.com.

    Para pemenang Hadiah Nobel mendapat dana sebesar 11 juta Krona Swedia dibagi rata atau sekitar Rp 19,4 miliar (kurs 1 Krona Swedia=Rp 1.763,84).

    Penelitian Pemenang Nobel Kimia 2025

    Kitagawa, Robson, dan Omar Yaghi dianugerahi Hadiah Nobel Kimia 2025 melalui pengembangan bentuk baru arsitektur/konstruksi molekuler. Dalam alat yang mereka ciptakan itu, ion logam berfungsi sebagai landasan yang dihubungkan dengan molekul organik panjang berbasis karbon.

    Bersama-sama keduanya bisa terorganisir untuk membentuk kristal yang mengandung rongga-rongga besar. Material berpori/berongga-rongga besar ini disebut dengan metal-organic frameworks (MOF) atau kerangka logam-organik.

    Dengan memvariasikan blok penyusun yang digunakan dalam MOF, ahli kimia dapat menangkap dan menyimpan zat-zat tertentu. MOF juga dapat berguna untuk menghadirkan reaksi kimia atau menghantarkan listrik.

    Studi ini berawal pada 1989 kala Robson menguji pemanfaatan sifat-sifat inheren atom dengan cara baru. Cara yang ia lakukan kala itu adalah menggabungkan ion tembaga bermuatan positif dengan molekul berlengan empat (molekul dengan gugus kimia yang tertarik pada ion tembaga di ujung setiap lengannya).

    Ketika digabungkan, Robson menemukan mereka terikat membentuk kristal yang teratur dan lapang. Hal ini digambarkannya sebagai berlian yang dipenuhi rongga-rongga tak terhitung jumlahnya.

    Robsen segera menyadari potensi konstruksi molekulernya, tetapi saat itu ciptaannya tidak stabil dan mudah rubuh. Di kesempatan berbeda, Susumu Kitagawa dan Omar Yaghi memberikan fondasi yang kokoh bagi metode konstruksi ini (antara tahun 1992-2003).

    Ketiganya secara terpisah menghasilkan serangkaian penemuan yang revolusioner. Dalam studi Kitagawa ditemukan bila gas dapat mengalir masuk dan keluar dari konstruksi dan memprediksi bahwa MOF dapat dibuat secara fleksibel.

    Sedangkan Yaghi menciptakan MOF yang sangat stabil dan menunjukkan bahwa inovasi tersebut dapat dimodifikasi dengan desain rasional. Dengan begitu konstruksi bisa menghasilkan sifat-sifat baru yang diinginkan.

    Setelah penemuan ketiganya, para ahli kimia telah membangun puluhan ribu MOF yang berbeda dan dapat memecahkan beberapa tantangan terbesar umat manusia. Seperti menguraikan jejak obat-obatan di lingkungan, menangkap karbon dioksida, atau memanen air dari udara guru.

    Terkait hal ini, Ketua Komite Nobel untuk Kimia Heiner Linke memberikan apresiasi. Penemuan ini memiliki potensi yang sangat besar untuk memberikan manfaat kepada manusia.

    “Kerangka logam-organik memiliki potensi yang sangat besar, menghadirkan peluang yang sebelumnya tak terduga untuk material yang dibuat khusus dengan fungsi baru,” tandasnya.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Binus Teratas

    8 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Binus Teratas


    Jakarta

    Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026 telah dirilis pada Kamis (9/10/2025). Terdapat 35 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan ini dari total 2.191 kampus di 115 negara dan wilayah.

    Pemeringkatan WUR edisi kali ini mengukur kinerja perguruan tinggi global berdasarkan transfer pengetahuan yang berjalan (bobot 30%), aspek pengajaran (bobot 29,5%), penelitian (29%), outlook internasional (bobot 7,5%), industri (4%). Terdapat 18 indikator kinerja pada aspek-aspek penilaian tersebut.

    Dalam THE WUR 2026 ini, sejumlah universitas swasta di Indonesia juga masuk dalam ranking. Siapa saja perguruan tinggi swasta (PTS) atau kampus swasta teratas di Indonesia?


    Universitas Swasta Terbaik di Indonesia THE WUR 2026

    1. Binus University

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    2. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    3. Universitas Kristen (Unika) Indonesia Atma Jaya

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    4. Universitas Islam Indonesia (UII)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    5. Telkom University (Tel-U)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    6. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    7. Universitas Muhammadiyah Malang

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    8. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2.

    Indikator THE WUR 2026

    Inilah indikator-indikator yang digunakan pada penilaian THE WUR 2026:

    1. Kualitas Penelitian (Bobot 30%)

    • Dampak sitasi (15%)
    • Kekuatan penelitian (5%)
    • Keunggulan penelitian (5%)
    • Pengaruh penelitian (5%)

    2. Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran (15%)
    • Rasio doktor dan staf akademik (5,5%)
    • Rasio staf dan mahasiswa (4,5%)
    • Rasio doktor dan sarjana (2%)
    • Pendapatan institusional (2,5%)

    3. Lingkungan Penelitian (Bobot 29%)

    • Reputasi riset (18%)
    • Pendapatan riset (5,5%)
    • Produktivitas riset (5,5%)

    4. Outlook Internasional (Bobot 7,5%)

    • Mahasiswa internasional (2,5%)
    • Staf internasional (2,5%)
    • Penulisan bersama tingkat internasional (2,5%)

    5. Industri (Bobot 4%)

    • Pendapatan industri (2%)
    • Paten (2%).

    Itulah beberapa universitas swasta di Indonesia yang masuk dalam peringkat teratas versi THE WUR 2026. Ada kampus yang jadi tujuan kalian, detikers?

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR dan QS WUR, Ada Impianmu?

    Daftar Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR dan QS WUR, Ada Impianmu?


    Jakarta

    Fakultas hukum merupakan salah satu tujuan studi yang digemari siswa untuk lanjut ke pendidikan tinggi. Sebagai referensi, detikers bisa cek daftar fakultas hukum terbaik di Indonesia di sini.

    Minat siswa pada bidang hukum tentu bukan tanpa alasan. Bidang hukum seringkali dianggap sebagai jurusan dengan prospek karier yang menjanjikan, mulai dari menjadi seorang pengacara, notaris, hingga jaksa.


    Belajar di kampus terbaik bisa membantu dalam mendalami ilmu hukum. Berdasarkan peringkat Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject 2025 dan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) by Subject 2025, ada beberapa fakultas hukum terbaik di Indonesia yang bisa menjadi pilihan untuk menekuni ilmu hukum. Berikut daftarnya.

    Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2025

    Pemeringkatan THE WUR by Subject 2025 diketahui menggunakan indikator utama pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, industri, dan pandangan internasional. Dalam bidang hukum, penilaian dirancang untuk mencerminkan kualitas khas dalam disiplin akademis hukum di seluruh dunia.

    Adapun perguruan tinggi dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia berdasarkan THE WUR by Subject 2025 yakni sebagai berikut:

    1. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    3. Universitas Indonesia (UI)

    4. Universitas Diponegoro (Undip)

    5. Universitas Airlangga (Unair)

    6. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    7. Universitas Brawijaya (UB)

    Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2025

    QS World University Rankings by Subject 2025 menilai setiap bidang studi melalui poin indikator reputasi akademis, ulasan, dari perusahaan, sitasi penelitian per makalah, indeks H, dan jaringan penelitian internasional.

    Berikut daftar perguruan tinggi dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia versi QS WUR by Subject 2025:

    1. Universitas Indonesia

    2. Universitas Airlangga

    3. Universitas Gadjah Mada

    4. Universitas Diponegoro

    5. Universitas Padjadjaran

    6. Universitas Brawijaya

    3 Persiapan Menjadi Mahasiswa Fakultas Hukum

    Selain mengetahui kampus tujuan, detikers juga perlu menyiapkan tiga hal berikut sebelum menjadi mahasiswa fakultas hukum. Yuk, simak di bawah ini:

    1. Rajin Membaca

    Latihlah kebiasaan membaca. Mengapa hal ini penting? Akan ada banyak teori-teori ilmu hukum dan aturan perundang-undangan yang harus detikers pahami.

    2. Update Isu-isu tentang Ilmu Hukum

    Isu-isu hukum sebenarnya bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bacalah koran, majalah, atau situs berita. Dengan begitu, kamu akan mudah menemukan berita atau artikel tentang peristiwa yang mengandung aspek hukum.

    3. Asah Kemampuan Berpikir Kritis

    Dikutip dari laman Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk bisa mengkaji suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. Mahasiswa fakultas hukum akan sering diminta untuk menganalisis kasus atau masalah. Kemampuan untuk memetakan masalah menjadi hal yang krusial dan berkaitan dengan berpikir kritis.

    Demikian daftar fakultas hukum terbaik versi THE WUR by Subject dan QS WUR by Subject 2025. Siap menjadi mahasiswa hukum?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 25 Universitas Terbaik di Dunia Versi THE WUR 2026, Referensi Kuliah dengan Beasiswa

    25 Universitas Terbaik di Dunia Versi THE WUR 2026, Referensi Kuliah dengan Beasiswa


    Jakarta

    Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026 merilis peringkat terbaru universitas terbaik di dunia, Kamis (9/10/2025). Sebanyak 2.191 perguruan tinggi dari 115 negara dan wilayah masuk daftar kali ini.

    THE WUR 2026 mengukur kinerja perguruan tinggi berdasarkan lima payung indikator, yakni pengajaran 929,5%), lingkungan penelitian (29%), kualitas riset (30%), industri (4%), dan pandangan internasional (7,5%).


    Universitas Oxford, Inggris menduduki peringkat pertama universitas terbaik di dunia untuk kesepuluh kalinya berturut-turut, dengan skor lingkungan riset 100. Posisi Oxford disusul Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat dengan skor 100 di payung indikator industri, yang terdiri dari indikator paten dan pendapatan dari industri.

    Sejumlah universitas dari Asia juga masuk top 25 universitas terbaik di dunia pada THE WUR 2026. Banyak di antaranya juga dapat menjadi tujuan kuliah dengan dukungan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

    Detikers yang ingin mendaftar beasiswa luar negeri, seperti beasiswa LPDP dan lainnya, cek daftar universitas yang bisa dipertimbangkan versi THE WUR di bawah ini.

    Universitas Terbaik di Dunia Versi THE World University Rankings 2026

    1. University of Oxford, Inggris
    2. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat
    3. Princeton University, Amerika Serikat
    4. University of Cambridge, Inggris
    5. Harvard University, Amerika Serikat
    6. Stanford University, Amerika Serikat
    7. California Institute of Technology (Caltech), Amerika Serikat
    8. Imperial College London, Inggris
    9. University of California (UC) Berkeley, Amerika Serikat
    10. Yale University, Amerika Serikat
    11. ETH Zurich, Swiss
    12. Tsinghua University, China
    13. Peking University, China
    14. University of Pennsylvania (UPenn), Amerika Serikat
    15. The University of Chicago, Amerika Serikat
    16. Johns Hopkins University, Amerika Serikat
    17. National University of Singapore, Singapura
    18. Cornell University, Amerika Serikat
    19. University of California (UC) Los Angeles
    20. Columbia University, Amerika Serikat
    21. University of Toronto, Kanada
    22. University College London (UCL), Inggris
    23. University of Michigan-Ann Arbor, Amerika Serikat
    24. Carnegie Mellon University, Amerika Serikat
    25. University of Washington, Amerika Serikat

    Indikator Pemeringkatan THE WUR 2026

    Berikut rincian indikator kinerja universitas dunia yang digunakan dalam pemeringkatan THE WUR 2026:

    Aspek Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran (15%)
    • Rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%)
    • Rasio doktor terhadap sarjana (2%)
    • Rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%)
    • Pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek Lingkungan Penelitian (29%)

    • Reputasi riset (18%)
    • Pendapatan riset (5,5%)
    • Produktivitas riset (5,5%)

    Aspek Kualitas Penelitian (30%)

    • Dampak sitasi (15%)
    • Kekuatan penelitian (5%)
    • Keunggulan penelitian (5%)
    • Pengaruh penelitian (5%).

    Aspek Industri (4%)

    • Pendapatan industri (2%)
    • Paten (2%)

    Aspek Pandangan Internasional (7,5%)

    • Mahasiswa internasional (2,5%)
    • Staf internasional (2,5%)
    • Penulisan bersama tingkat internasional (2,5%).

    Itulah daftar universitas terbaik di dunia versi THE WUR 2026. Kampus mana yang jadi incaran detikers?

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com