Blog

  • Pungutan Turis Rp 10 Ribu di Pulau Komodo Dibatalkan

    Pungutan Turis Rp 10 Ribu di Pulau Komodo Dibatalkan



    Jakarta

    Pungutan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pungutan itu dinilai melanggar aturan.

    Penghentian tarif itu dilakukan setelah Peraturan Desa (Perdes) Komodo terkait pungutan tersebut dibatalkan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, mengatakan pembatalan dilakukan setelah adanya rekomendasi dari DPMD Manggarai Barat. Pungutan tersebut dinilai bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

    “Pembatalan Perdes itu oleh BPD dan Kades Komodo melalui musyawarah,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, Selasa (30/9/2025).


    “Dibatalkan karena bertentangan dengan peraturan lebih tinggi yaitu UU Nomor 1 Tahun 2022 (tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah), dan PP Nomor 35 Tahun 2023 (tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah),” Pius menjelaskan.

    Perdes pungutan wisatawan itu ditetapkan pada 2015. Dalam aturan tersebut, setiap wisatawan yang masuk ke Pulau Komodo dikenakan biaya Rp 10 ribu.

    Larangan pemungutan retribusi bagi wisatawan Taman Nasional Komodo juga berlaku bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sejak Mei 2023. Aturan itu mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah yang kemudian diganti dengan UU Nomor 1 Tahun 2022.

    Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak diperbolehkan memungut tiket masuk wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo karena pungutan tersebut sudah dilakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).

    ***

    Selengkapnya klik di sini.

    (iah/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Contoh Menarik yang Sering Dipakai dan Pengertian Singkatnya

    Contoh Menarik yang Sering Dipakai dan Pengertian Singkatnya


    Jakarta

    Pernah dengar ungkapan “waktu adalah uang” atau “dia bintang kelas”? Itu bukan sekadar istilah biasa, melainkan contoh dari majas metafora yang sering kita gunakan tanpa sadar.

    Untuk lebih memahami apa saja contoh majas metafora, berikut ini penjelasan singkatnya yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia SMP/MTS IX karya Eva Y. Nukman, dkk dan artikel berjudul “Majas Metafora dalam Puisi-puisi Karya Bara Pattyradja” oleh Dominika Dhapa dan Febronia Novita, yang terbit di jurnal Sintaks (Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia).

    Majas metafora adalah gaya bahasa perbandingan yang menyamakan dua hal berbeda secara langsung tanpa kata penghubung seperti seperti, bagaikan, atau laksana. Gaya bahasa ini membuat kalimat terdengar lebih indah, padat, dan penuh makna. Maka itu, metafora banyak ditemukan dalam puisi, prosa, bahkan percakapan sehari-hari.


    Ciri-ciri Majas Metafora

    Untuk mengenali majas metafora, berikut ciri-cirinya:

    – Tidak menggunakan kata pembanding (seperti, bagai, laksana).
    – Membandingkan dua hal berbeda secara implisit.
    – Menggunakan ungkapan padat dan langsung.
    – Memberi nuansa puitis, sering dipakai dalam puisi maupun karya sastra.

    Dalam karya sastra, termasuk puisi Bara Pattyradja, ditemukan beberapa variasi metafora:

    1. Metafora Antropomorfik

    Benda mati atau abstrak diberi sifat manusia.
    Contoh: “Lagu-lagu kebangsaan menyumbat nafasmu.”

    2. Metafora Kehewanan

    Manusia atau hal abstrak digambarkan seperti hewan.
    Contoh: “Akulah ikan-ikan yang tabah berenang di palungmu.”

    3. Metafora Konkret ke Abstrak

    Menghubungkan hal nyata dengan konsep abstrak.
    Contoh: “Dadaku sebuah samudera badai dan angin puyuh.”

    4. Metafora Sinestesia

    Pencampuran indra dalam perbandingan.
    Contoh: “Aku raba telapak tanganmu dan jantungmu berdebar di sana seperti meriam.”

    Perbedaan Metafora dengan Majas Lain

    – Metafora: Langsung membandingkan tanpa kata penghubung.
    Contoh: “Kamu adalah cahaya hidupku.”

    – Simile: Menggunakan kata penghubung (seperti, bagai, laksana).
    Contoh: “Kamu seperti cahaya dalam hidupku.”

    – Personifikasi: Memberikan sifat manusia pada benda mati atau makhluk bukan manusia.
    Contoh: “Angin berbisik lembut.”

    1. “Bunda, engkau adalah rembulan yang menari dalam dadaku.” → Ibu digambarkan lembut, tenang, dan indah.
    2. “Ayah, engkau adalah matahari yang menghangatkan hatiku.” → Ayah diibaratkan memberi kehangatan, kekuatan, dan perlindungan.
    3. “Matahari telah melahirkan para guru.” → Guru diibaratkan sebagai sumber penerangan ilmu.
    4. “Dia adalah bintang kelas kami.” → Siswa terbaik atau paling menonjol.
    5. “Waktu adalah uang.” → Waktu sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
    6. “Hatinya sebening kaca.” → Orang yang jujur dan tulus.
    7. “Lagu-lagu kebangsaan menyumbat nafasmu.” → Lagu diibaratkan seperti manusia yang bisa menekan atau mengekang.
    8. “Kulibat masalah berjalan.” → Masalah digambarkan seperti manusia yang bisa bergerak.
    9. “Perih batu-batu.” → Batu diibaratkan bisa merasakan sakit layaknya manusia.
    10. “Kaki tangan kesunyian.” → Kesunyian diibaratkan memiliki anggota tubuh manusia.
    11. “Mengibas sayap-sayap takdir.” → Takdir digambarkan seperti burung yang bisa mengepakkan sayap.
    12. “Akulah ikan-ikan yang tabah berenang di palungmu.” → Aku lirik diibaratkan ikan yang berjuang dalam hidup.
    13. “Hatiku menggelepar di runcing tempulingmu.” → Hati diibaratkan ikan yang kesakitan.
    14. “Beribu jiwa melolong di padang-padang gersang.” → Jiwa manusia digambarkan seperti serigala atau anjing yang melolong.
    15. “Hidup bermula dari kata, berakhir pada kata.” → Hidup yang abstrak dihubungkan dengan kata yang konkret.
    16. “Labuhkan sampan-sampan rohku di hulu sungai matamu.” → Roh diibaratkan seperti sampan yang bisa berlabuh.
    17. “Dadaku sebuah samudera badai dan angin puyuh” → Perasaan digambarkan penuh gejolak seperti samudera badai.
    18. “Kau adalah perang paling sengit sekaligus siksa.” → Seseorang diibaratkan membawa konflik besar dan penderitaan.
    19. “Dengan lenguh lembu hitam kusanggah sejarah satu abad.” → Bunyi lenguh dikaitkan dengan gambaran visual lembu hitam.
    20. “Sederu apa sepi.” → Deru (bunyi) dihubungkan dengan perasaan sepi.
    21. “Aku raba telapak tanganmu dan jantungmu berdebar di sana seperti meriam.” → Perasaan cinta digambarkan kuat seperti dentuman meriam.
    22. “Harum ketela, ubi bakar, ayam jantan kambing dengan tanduk terhunus.” → Bau harum dikaitkan dengan gambaran visual yang kuat.

    Itulah contoh-contoh majas metafora dan penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat, detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Konsumsi 11 Makanan Ini Bikin Asam Lambung Naik

    Hati-hati! Konsumsi 11 Makanan Ini Bikin Asam Lambung Naik


    Jakarta

    Kondisi asam lambung naik amat mengganggu. Untuk menghindarinya, waspadai konsumsi beberapa jenis makanan yang memicu kenaikan asam lambung.

    Asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan dikenal dengan istilah refluks. Jika refluks asam lambung sering terjadi, maka bisa jadi seseorang mengidap gastroesophageal reflux alias GERD.

    Banyak gejala yang bisa muncul saat refluks terjadi. Tak cuma perut yang terasa kembung, refluks juga bisa memicu sensasi panas hingga nyeri dada yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung.


    Sayangnya, GERD kini banyak dialami orang Indonesia. Gaya hidup yang buruk dan tingkat stres yang tinggi membuat GERD diidap banyak orang.

    Salah satu penyebabnya adalah asupan makanan yang salah. Beberapa makanan diketahui bisa menyebabkan asam lambung naik. Berikut daftarnya:

    1. Gorengan

    gorengangorengan Foto: Getty Images/MielPhotos2008

    Mengutip Healthline, makanan berlemak tinggi seperti gorengan menurunkan tekanan pada katup esofagus dan menunda pengosongan lambung. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadi refluks.

    Selain gorengan, hindari juga makanan berlemak lain seperti kentang goreng, keripik kentang, dan daging merah berlemak tinggi.

    2. Sambal

    Makan sesuatu rasanya kurang lengkap tanpa sambal. Makan apa pun, jika ditambah cocolan sambal, rasanya akan jadi lebih nikmat.

    Namun hati-hati, sambal dan makanan pedas lainnya bisa memicu sensasi terbakar pada pencernaan.

    Capsaicin, senyawa kimia dalam cabai, dapat mengiritasi kerongkongan yang bisa memicu refluks.

    3. Nanas

    Ilustrasi buah nanasIlustrasi buah nanas Foto: Getty Images/Teen00000

    Tingkat keasamannya yang tinggi dan enzim bromelain yang ditemukan di dalamnya membuat nanas bisa memicu asam lambung naik. Tingkat keasaman yang tinggi pada nanas bisa mengiritasi dinding lambung.

    Bromelain, enzim yang ditemukan dalam nanas, juga dapat memecah protein kolagen dalam lambung. Hal ini bisa memperburuk kondisi asam lambung.

    4. Jeruk

    Sama seperti nanas, tingkat keasaman pada jeruk juga terbilang tinggi. Asam sitrat di dalamnya dapat merangsang produksi asam lambung berlebih dan menyebabkan iritasi.

    5. Tomat

    Sama seperti jeruk, tomat juga mengandung asam sitrat yang bisa memicu naiknya asam lambung. Asam sitrat juga dapat mengiritasi dinding lambung.

    Makanan yang dapat menyebabkan asam lambung ada di halaman selanjutnya.

    6. Kopi

    Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula untuk Kesehatan dan Efek SampingnyaKopi dapat menyebabkan asam lambung. Foto: mdjaff/Freepik

    Kopi boleh jadi minuman sejuta umat karena rasanya yang enak. Namun, orang dengan GERD harus hati-hati saat minum kopi.

    Kandungan kafein pada kopi bersifat asam. Selain bisa memproduksi asam lambung berlebih, kafein juga dapat melemahkan otot katup esofagus yang bertugas untuk mencegah asam lambung baik ke kerongkongan.

    Selain kopi, hindari juga minuman teh. Beberapa teh, seperti teh hitam, memiliki kadar kafein yang cukup tinggi.

    7. Minuman bersoda

    Minuman bersoda memang menyegarkan diminum saat cuaca panas. Hanya saja, minuman ini juga bisa memicu naiknya asam lambung.

    Karbon dioksida pada minuman bersoda dapat meningkatkan tekanan pada katup esofagus. Kondisi ini bisa memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

    8. Cokelat

    Kenali 7 Perbedaan Jenis Cokelat Agar Tak Salah KonsumsiIlustrasi cokelat. Foto: The Spruce Eat

    Cokelat bisa jadi makanan yang menyenangkan di tengah waktu kerja. Namun, kandungan lemak dan senyawa tertentu pada cokelat dapat melemahkan katup esofagus.

    Saat katup esofagus melemah, asam lambung jadi lebih mudah naik ke kerongkongan.

    9. Teh mint

    Teh mint bisa jadi pilihan teh bebas kafein yang sebenarnya aman untuk asam lambung. Tapi, daun mint itu sendiri bisa memicu asam lambung.

    Mint mengandung zat aktif yang dapat membuat katup esofagus melemah. Sama seperti lainnya, kondisi ini mempermudah asam lambung untuk kembali ke kerongkongan.

    10. Bawang bombay

    5 Mitos Bawang Bombay yang Keliru Ini Jangan Lagi Dipercaya!Bawang bombay dapat menyebabkan asam lambung. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

    Mengutip laman Harvard Health Publishing, bawang bombay bikin masakan jadi lebih sedap. Namun di balik rasa sedapnya, bawang bombay bisa jadi masalah buat orang dengan GERD.

    Bawang bombay mengandung fruktosa yang bisa menyebabkan produksi gas di usus dan meningkatkan asam lambung.

    Bawang bombay juga dapat melemahkan katup esofagus sehingga asam lambung mudah naik.

    11. Cuka apel

    Cuka apel diklaim menyehatkan dan mampu menurunkan berat badan. Sayangnya penderita GERD perlu hati-hati mengonsumsinya.

    Cuka apel memiliki kadar asam asetat yang tinggi. Asam ini dapat merusak lapisan kerongkongan dan memperburuk gejala GERD.

    Cuka apel juga bisa memicu produksi asam lambung berlebih.

    Makanan yang bikin asam lambung naik pada dasarnya berbeda-beda untuk masing-masing individu. Untuk mengetahuinya, perhatikan selalu apa yang dimakan dan catat reaksi yang muncul dari tubuh.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “11 Makanan yang Bikin Asam Lambung Naik, Sering Kamu Makan Sehari-hari”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Dear Bu Menpar, Pupus Harapan Desa Wisata Hanjeli gegara Jalan Rusak-Berlubang

    Dear Bu Menpar, Pupus Harapan Desa Wisata Hanjeli gegara Jalan Rusak-Berlubang



    Sukabumi

    Mimpi Desa Wisata Hanjeli di Sukabumi mendatangkan wisatawan mesti terhalang akses jalan rusak dan berlubang, setelah 2 kali dihantam bencana longsor yang parah.

    Warga desa wisata Hanjeli di Kecamatan Waluran, Sukabumi, tengah berjuang melewati masa-masa terberatnya. Dua kali bencana longsor menghantam desa wisata itu pada bulan Desember 2024 dan Maret 2025.

    Bencana itu membuat akses utama dari Palabuhanratu menuju Waluran porak-poranda. Jalan rusak dan berlubang seakan menjadi penghalang, sekaligus menutup pintu rezeki bagi warga desa wisata Hanjeli yang menggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata.


    Sejak saat itu, belasan paket kunjungan wisatawan yang sudah dijadwalkan terpaksa dibatalkan. Rombongan wisatawan yang seharusnya datang belajar budaya dan pangan lokal, urung hadir.

    “Pasca bencana Desember 2024 dan Maret 2025 sudah lebih dari 15 paket kunjungan/live in ke Hanjeli dibatalkan karena akses dari Palabuhanratu ke Waluran Desa Wisata Hanjeli masih banyak yang longsor belum diperbaiki,” ungkap penggagas Desa Wisata Hanjeli, Abah Asep Hidayat, Selasa (30/9/2025).

    Nilai kerugian yang ditanggung oleh warga desa wisata Hanjeli juga bukan main-main, mencapai ratusan juta rupiah.

    “Ini kerugian terbesar kami hingga ratusan juta rupiah karena akses jalan yang sangat buruk,” lanjutnya.

    Padahal sejak awal, Desa Wisata Hanjeli digadang-gadang sebagai magnet baru. Targetnya jelas, sekolah-sekolah swasta dari Jabodetabek, Bandung, bahkan rombongan wisatawan nasional hingga internasional.

    Mereka biasanya datang untuk program live in, merasakan langsung kehidupan pedesaan, sekaligus mengenal pangan lokal Sukabumi.

    “Sejatinya target pasar atau marketing Desa Wisata Hanjeli adalah luar Sukabumi atau area Jabodetabek, Bandung, nasional maupun internasional. Khususnya anak sekolah swasta yang melakukan kegiatan live in,” tutur Abah Asep.

    Namun semua itu sering kandas di jalan. Rombongan yang sudah melakukan survei, sudah sepakat dengan harga paket, bahkan merasa nyaman dengan suasana desa, terpaksa membatalkan kunjungan. Alasannya selalu sama, akses jalan tak memberi rasa aman.

    “Jujur, kami dengan susah payah harus mencari klien atau customer paket wisata sendiri agar bisa datang ke kampung kami. Yang paling sedih adalah mereka sudah survei langsung ke hanjeli, harga paket kunjungan sudah deal bahkan mereka merasa nyaman. Lagi-lagi digagalkan oleh akses yang belum memberikan rasa aman dan keselamatan untuk dilalui,” ujarnya lirih.

    Harapan Warga Desa Wisata Hanjeli Cuma Satu

    Kini harapan warga desa wisata Hanjeli hanya satu, yaitu perbaikan jalan sehingga wisatawan bisa datang.

    “Semoga pemerintah bisa lebih cepat tanggap memperbaiki area yang longsor sehingga bus besar bisa normal dan aman dilalui yang pasti perekonomian masyarakat lokal bisa tumbuh kembali dengan baik,” katanya.

    Abah Asep juga mengingatkan, pariwisata tak bisa hidup hanya dengan atraksi. Ia menegaskan ada tiga pilar yang harus diperhatikan.

    “Pariwisata yang baik adalah harus ditunjang dengan atraksi wisata, amenitas yang lengkap dan aksesibilitas yang baik,” tegasnya.

    Abah Asep HidayatAbah Asep Hidayat di desa wisata Hanjeli Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    Selain aksesibilitas, ia menilai fasilitas di desa wisata pun penting untuk diperhatikan pemerintah.

    “Pemerintah harus bisa memperhatikan desa wisata. Selain aksesibilitas juga amenitas yaitu sarana dan prasarana di desa wisata,” imbuhnya.

    Meski kerap kecewa, Abah Asep tetap optimistis. Ia mengajak sekolah-sekolah di Sukabumi sendiri untuk datang lebih sering, tak hanya menunggu rombongan dari luar kota.

    “Sekolah-sekolah yang ada di Sukabumi bisa berkunjung. Jangan hanya yang jauh saja dari luar Sukabumi, agar bisa mengenal edukasi unggulan Sukabumi,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ada Komet ‘Asing’ dari Luar Tata Surya, Ilmuwan Curigai sebagai Pesawat Alien

    Ada Komet ‘Asing’ dari Luar Tata Surya, Ilmuwan Curigai sebagai Pesawat Alien



    Jakarta

    Para astronom tengah menyoroti kemunculan komet antarbintang bernama 3I/ATLAS yang ditemukan pada 1 Juli 2025 lalu. Hasil pengamatan ilmuwan menunjukkan bahwa objek luar angkasa tersebut berasal dari luar Tata Surya.

    Seperti yang diketahui, Tata Surya merupakan ruang yang terdiri dari Matahari sebagai bintang pusat dan objek yang mengorbit seperti planet hingga asteroid. Di Tata Surya, terdapat delapan planet dari Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

    Penemuan komet 3I/ATLAS telah dikonfirmasi sebagai objek ‘asing’ yang berasal dari luar Tata Surya. Indikasi yang ditemukan ilmuwan, salah satunya karena lintasannya yang sangat eksentrik.


    “Komet-komet ini benar-benar asing. Mereka membawa petunjuk tentang pembentukan dunia yang jauh melampaui dunia kita,” catat Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA), dikutip dari Tech Space 2.0.

    Ukuran Komet yang Sangat Besar

    Pengamatan awal oleh teleskop termasuk Hubble dan James Webb mengisyaratkan bahwa komet 3I/ATLAS berukuran sangat besar. Analisis ilmuwan menunjukkan inti padatnya berdiameter setidaknya sekitar 5 kilometer.

    Sebagai perbandingan, objek antarbintang pertama yang diketahui sebelumnya, ʻOumuamua, hanya berukuran sekitar 0,4 km. Dengan kata lain, 3I/ATLAS bisa ribuan kali lebih masif daripada ʻOumuamua.

    “Ini membuat 3I/ATLAS tiga hingga lima orde magnitudo lebih masif daripada dua objek antarbintang sebelumnya yang telah kami amati,” Dr Avi Loeb, seorang astrofisikawan Harvard.

    Meski ukurannya sangat besar dan telah memasuki Tata Surya, Bumi dikonfirmasi akan aman dari komet 3I/ATLAS. Menurut ilmuwan, lintasan komet berjarak sekitar 240 juta km dari Bumi atau sama dengan satu setengah kali jarak antara Bumi dan Matahari.

    “Itu tidak menimbulkan bahaya bagi planet kita atau planet lain di Tata Surya,” ESA mengonfirmasi.

    Alih-alih mengancam, para ilmuwan menganggap komet ‘asing’ tersebut bisa menjadi kesempatan untuk mengamatinya. Ilmuwan telah menemukan bahwa 3I/ATLAS tampak berperilaku seperti komet pada umumnya, memiliki koma – awan gas dan debu kabur di sekitar intinya – dan bahkan ekor samar.

    Spekulasi Bukan Sekadar Komet, tapi Pesawat Alien

    Avi Loeb yang juga tertarik dengan ekstraterestrial, membuka spekulasi bahwa 3I/ATLAS bisa jadi bukan komet biasa. Spekulasi mengarah pada pertimbangan bahwa jika bukan komet, objek tersebut bisa jadi sesuatu yang direkayasa, seperti pesawat ruang angkasa alien yang tidak aktif atau penyelidikan.

    Loeb bersama peneliti Adam Crowl dan Adam Hibberd, menerbitkan sebuah makalah pada bulan Juli yang mengeksplorasi gagasan bahwa 3I/ATLAS, pada awalnya mungkin buatan. Spekulasi ini merujuk pada massa komet yang luar biasa dan kemiringan orbit yang tidak biasa.

    “Jika peradaban cerdas ingin mengirim pesawat besar ke Tata Surya kita, jalur seperti 3I/ATLAS dapat menguntungkan,” kata peneliti.

    Tim Loeb berpendapat bahwa lintasan 3I/ATLAS yang membawanya relatif dekat dengan Venus, orbit Bumi, dan Mars selama tahun depan, bisa jadi disengaja jika itu adalah wahana yang dirancang untuk mempelajari planet.

    “Jalur dan kemiringannya dapat memungkinkan kehidupan cerdas di atas objek tersebut mengukur orbit dan massa planet,” kata Loeb.

    Meski begitu, Loeb dan tim menekankan bahwa ini spekulatif karena tidak ada bukti langsung dari teknologi atau sinyal apa pun dari 3I/ATLAS saat ini. Namun, layak untuk diteliti secara ilmiah.

    Spekulasi terhadap objek luar angkasa ‘asing’ sebagai wahana alien bukan sekali saja terjadi. Pada 1977, terdapat sinyal atau transmisi radio yang kuat dan tidak bisa dideteksi. Kemudian, itu diduga berasal dari luar Bumi.

    Loeb menunjukkan bahwa pada tanggal adanya sinyal 1977 itu, posisi di langit asalnya kira-kira di bagian langit yang sama di mana 3I/ATLAS seharusnya berada, jauh di luar angkasa.

    Ia berharap spekulasi ini mendorong para astronom untuk mendengarkan 3I/ATLAS saat ia melintas, untuk berjaga-jaga jika komet tersebut memancarkan sinyal radio apa pun. Sejauh ini, belum ada teleskop yang melaporkan emisi yang tidak biasa dari komet tersebut.

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Terungkap! Waktu Minum Kopi Paling Ideal Menurut Dokter

    Terungkap! Waktu Minum Kopi Paling Ideal Menurut Dokter


    Jakarta

    Minum kopi jadi bagian dari keseharian banyak orang. Untuk mendapat manfaat maksimal dari asupannya, ini waktu minum kopi paling ideal menurut dokter.

    Kopi adalah minuman sumber kafein populer di dunia. Mengonsumsinya mendatangkan banyak manfaat sehat, seperti meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan metabolisme, hingga mengurangi penyakit kronis.

    Manfaat tersebut didapat dari kandungan antioksidan di dalam kopi yang ampuh menangkal paparan radikal bebas penyebab banyak penyakit. Lalu, kapan waktu terbaik minum kopi?


    Pada dasarnya, waktu terbaik untuk minum kopi akan bergantung pada masing-masing individu. Namun, umumnya para ahli akan merekomendasikan waktu di pagi hari.

    “Waktu terbaik untuk minum kopi adalah tengah hingga akhir pagi, biasanya pukul 9.00 – 11.00,” ujar dokter spesialis tidur dari Sleepopolis Raj Dasgupta, melansir Today.

    Dasgupta juga menyarankan agar kopi setidaknya diminum sekitar 1-3 jam setelah bangun tidur.

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaMinum Kopi Foto: Ilustrasi iStock

    Manfaat minum kopi pagi hari

    Ahli gizi Julia Zumpano mengatakan bahwa minum kopi di pagi hari lebih baik secara fisiologis. Berikut beberapa manfaat minum kopi di pagi hari.

    1. Tingkatkan fokus dan mood
    Kafein merupakan stimulan sistem saraf yang bisa memberikan kewaspadaan dan energi.

    Minum kopi pukul 9.00 – 11.00 WIB dapat memberi Anda dorongan untuk melewati rasa loyo yang biasa muncul di pagi hari. Kafein dapat meningkatkan fungsi kognitif saat Anda memulai hari.

    Kopi juga dapat meningkatkan suasana hati karena kafein mampu merangsang dopamin. Nama terakhir merupakan neurotransmitter yang dikaitkan dengan perasaan senang.

    2. Jaga kesehatan jantung
    Studi baru menunjukkan, minum kopi sebelum siang hari dapat menekan risiko penyakit jantung dan kematian dini dibandingkan minum kopi di sore atau malam hari.

    Penelitian yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada Februari lalu menemukan, minum kopi sebelum pukul 12 siang memiliki kemungkinan risiko kematian dini 16 persen lebih rendah dan risiko penyakit jantung 31 persen lebih rendah.

    3. Melawan peradangan
    Banyak manfaat kopi didapat dari senyawa antioksidan yang ditemukan di dalamnya. Sifat antioksidan diketahui dapat membantu melawan peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan risiko detak jantung tidak teratur.

    Masih pada penelitian yang sama menunjukkan beberapa penanda inflamasi mencapai puncaknya di pagi hari.

    “Oleh karena itu, efek anti-inflamasi dari konsumsi kopi yang terkonsentrasi di pagi hari mungkin lebih bermanfaat,” tulis para peneliti.

    Apa boleh langsung minum kopi setelah bangun tidur?

    Para ahli menyarankan minum kopi setidaknya satu jam setelah bangun tidur.

    “Jika Anda minum kopi tepat setelah bangun tidur, Anda menumpuk kafein di atas kortisol yang sudah tinggi, yang dapat meningkatkan kegelisahan dan mengurangi efek kafein,” jelas Dasgupta.

    Idealnya, kopi diminum saat atau setelah sarapan. Mengonsumsinya bersama makanan dapat membantu meningkatkan energi.

    Meski aman dalam kebanyakan kasus, namun minum kopi saat perut kosong bisa memicu efek samping. Salah satunya sering terjadi pada orang dengan masalah asam lambung. Minum kopi saat perut kosong dapat meningkatkan refluks.

    Hentikan asupan kopi setidaknya 6-8 jam sebelum tidur. Jika Anda terbiasa tidur jam 22.00 WIB, maka hentikan asupan kopi setidaknya pada pukul 16.00 WIB.

    Orang yang lebih sensitif terhadap kafein perlu berhenti minum kopi lebih awal. Jika Anda mengalami kesulitan tidur, pertimbangkan asupan kafein dan konsultasikan dengan dokter.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jam Minum Kopi yang Paling Tepat Menurut Dokter”

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Musala Bersejarah Berusia 158 Tahun Itu Kondisinya Terbengkalai

    Musala Bersejarah Berusia 158 Tahun Itu Kondisinya Terbengkalai



    Sidoarjo

    Sebuah musala bersejarah di Sidoarjo yang usianya konon sudah 158 tahun kondisinya memprihatinkan. Bangunannya terbengkalai dan ditelan rimbunan rumput liar.

    Musala itu berdiri di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur. Warga setempat mengenalnya sebagai Langgar Sawo.

    Bangunan musala kecil itu menjadi saksi sejarah perjalanan Islam di kawasan yang dulunya dikenal sebagai pusat perekonomian kerajaan Jenggolo pada masa kolonial Belanda.


    Bangunan yang didirikan pada tahun 1867 ini memiliki ciri khas berbeda dengan musala pada umumnya. Atapnya berbentuk unik dengan ornamen menyerupai mahkota bergaya Tionghoa.

    Sementara itu, penanda waktu salat dalam musala tersebut menggunakan kentongan kayu, bukan pengeras suara seperti musala modern zaman sekarang.

    Dari pantauan di lokasi, musala kuno tersebut saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Bangunannya dikelilingi oleh rerumputan yang tinggi.

    Saat menuju musala, kami sangat kesulitan karena banyak rumput liar yang tumbuh. Bahkan saat akan masuk ruang musala, kami juga sangat kesulitan.

    Kepala Desa Penambangan, Helmy Firmansyah menuturkan, musala ini awalnya merupakan milik seorang Belanda, sebelum kemudian dibeli oleh seorang saudagar Tionghoa yang memeluk agama Islam. Sejak itulah, bangunan tersebut difungsikan sebagai tempat ibadah umat Muslim setempat.

    “Menurut cerita, setelah Belanda, musala ini dibeli oleh orang Tionghoa yang kemudian masuk Islam. Nah, sekitar tahun 1867 itulah musala ini berdiri dan sampai sekarang masih kokoh,” ujar Helmy, Minggu (28/9).

    Kini, Langgar Sawo sudah tak lagi dipakai untuk salat berjamaah karena kondisi bangunannya sudah sangat memprihatinkan.

    “Yang merawat ada, tapi sifatnya sosial. Musala ini awalnya masih difungsikan untuk ibadah, meski jemaahnya tidak banyak, karena saat ini kondisinya seperti itu akhirnya tidak difungsikan sebagai musala. Bagi kami, keberadaan musala ini adalah ikon desa sekaligus bukti sejarah yang harus tetap dijaga,” lanjut Helmy.

    Selain musala, di Desa Penambangan juga masih berdiri rumah bergaya kolonial Belanda yang hingga kini ditempati keturunan pemilik lama. Kehadiran bangunan-bangunan tua itu menambah kekayaan sejarah kawasan Penambangan.

    Helmy berharap, keberadaan Langgar Sawo mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar bisa dipugar tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

    “Bangunan ini punya nilai historis. Dari Belanda, lalu ke Tionghoa Muslim, tapi sayang sampai sekarang tidak dipakai untuk salat. Kalau dirawat dengan baik, musala ini bisa jadi ikon wisata sejarah religi di Balongbendo,” ujarnya.

    Efendy (39) warga Penambangan mengatakan bahwa musala kuno yang disebut oleh warga desa Langgar Sawo itu akhir-akhir ini sudah tidak dipakai untuk sholat berjamaah.

    “Karena tidak ada yang merawat akhirnya Langgar Sawo saat ini ditumbuhi rumput liar, dan tidak digunakan untuk aktifitas sholat berjamaah,” kata Efendy.

    “Kami berharap Pemkab Sidoarjo Langgar Sawo ini dirawat, karena sebagai aikon sejarah Sidoarjo, eman pak gak dirawat,” pungkas Efendy.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Fakta Menarik tentang Hadiah Nobel yang Jarang Diketahui

    3 Fakta Menarik tentang Hadiah Nobel yang Jarang Diketahui



    Jakarta

    Setiap tahun, dunia menanti pengumuman pemenang Hadiah Nobel, sebuah penghargaan yang dianggap sebagai puncak tertinggi pencapaian manusia dalam ilmu pengetahuan, sastra, dan perdamaian. Tahun ini pengumuman akan dimulai pada 6 Oktober mendatang.

    Sejak pertama kali diberikan pada 1901, penghargaan yang digagas oleh penemu dinamit, Alfred Nobel, ini telah melahirkan deretan nama besar yang mengubah wajah dunia. Dari laboratorium kecil hingga ruang diplomasi, keputusan Komite Nobel sering kali menjadi sorotan global.

    Namun di balik gemerlap upacara penghargaan dan nama-nama besar yang diabadikan selamanya, sejarah penghargaan juga menyimpan banyak kisah tak terduga. Tahukah Anda bahwa teori relativitas Einstein pernah dianggap terlalu “aneh” untuk dihargai? Atau bahwa keluarga Curie mengumpulkan lima Nobel hanya dalam dua generasi?


    Ada juga medali yang dilelang jutaan dolar demi kebutuhan hidup. Tak jarang pula, penghargaan yang diberikan justru melahirkan kontroversi panjang dan perdebatan etika di kalangan ilmuwan.

    1. Dinasti Nobel Curie

    Nama Curie identik dengan kejayaan dalam dunia sains. Marie Curie tercatat sebagai satu-satunya orang yang memenangkan dua Nobel di bidang ilmu alam berbeda yaitu Fisika (1903) dan Kimia (1911).

    Ia berbagi penghargaan Nobel Fisika bersama sang suami, Pierre Curie, berkat riset monumental mereka tentang radioaktivitas, sementara Nobel Kimia diperolehnya atas penemuan dua unsur baru.

    Tradisi ilmiah itu berlanjut ke generasi berikutnya. Putri mereka, Irène Joliot-Curie, bersama suaminya, Frédéric, meraih Nobel Kimia pada 1935 atas penemuan radioaktivitas buatan.

    Selama dua generasi, keluarga Curie mengumpulkan lima penghargaan Nobel menjadikannya salah satu keluarga ilmuwan paling berprestasi dalam sejarah.

    2. Paradoks Einstein: Nobel Tanpa Relativitas

    Meski kini teori relativitas menjadi dasar banyak cabang fisika modern, Komite Nobel sempat menolak teori itu berkali-kali karena dianggap terlalu spekulatif dan minim bukti eksperimen.

    Baru setelah tekanan kuat dari komunitas ilmiah dunia, Nobel Fisika 1921 akhirnya diberikan kepada Einstein. Namun, bukan untuk teori relativitas, melainkan untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik, fenomena yang dapat dibuktikan secara eksperimental.

    Bahkan dalam pidato resmi penghargaan, dikutip dari DW panitia menghindari menyebut teori relativitas, yang ironisnya kini menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.

    3. Medali Nobel Bernilai Jutaan Dolar

    Bagi sebagian orang, medali Nobel bukan hanya simbol kehormatan, tapi juga aset bernilai tinggi. Setelah wafatnya Francis Crick, salah satu penemu struktur DNA, keluarganya melelang medali Nobel miliknya pada 2013 untuk membayar pajak warisan.

    Hasilnya menembus lebih dari USD 2 juta. Crick meraih Nobel Fisika 1962 bersama James Watson dan Maurice Wilkins. Namun, penghargaan itu juga menyisakan kontroversi karena Rosalind Franklin, ilmuwan perempuan yang berperan besar dalam penemuan struktur DNA, tidak mendapat pengakuan.

    Rosalind meninggal akibat kanker ovarium pada usia 37 tahun, empat tahun sebelum penghargaan itu diberikan.
    Ironisnya, satu dekade kemudian, James Watson juga melelang medalinya dengan harga sekitar USD 4,8 juta AS. Pembeli yang tidak disebutkan namanya akhirnya mengembalikan medali itu kepada Watson.

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Teh Hitam Campur Buah Baik untuk Cegah Penuaan Dini

    Teh Hitam Campur Buah Baik untuk Cegah Penuaan Dini


    Jakarta

    Sekelompok peneliti menemukan fakta baru dari racikan teh campur buah. Ada beberapa jenis buah yang jika dipadukan dengan teh hitam dapat mencegah penuaan.

    Kombinasi beberapa makanan dan minuman dapat memadukan kandungan nutrisinya sehingga memberikan khasiat yang lebih baik. Seperti teh, misalnya, yang dapat dipadukan dengan rempah atau buah-buahan.

    Kandungan teh yang tinggi akan nutrien membuat banyak ahli penasaran dengan berbagai efeknya. Termasuk efek memadukan teh dengan buah-buahan tertentu guna mendapatkan khasiat yang spesifik.


    Melansir Medical Xpress (5/5) sekelompok peneliti dari Edith Cowan University, Queen’s University Belfast dan Harvard T.H. Chan School of Public Health mengungkapkan khasiat terbaru dari teh. Ada kandungan flavonoid yang ternyata dapat mencegah kerusakan tubuh sebab penuaan.

    Teh Hitam Campur Buah Baik untuk Cegah Penuaan DiniMenyampurkan teh dengan beberapa jenis buah-buahan dapat menambah kandungan flavonoidnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/jenifoto

    Hasil penelitian tersebut dipublikasi pada The American Journal Clinical Nutrition. Dikatakan bahwa ada efek samping dari perpaduan teh hitam dan buah berry, citrus, hingga apel dapat menjaga kesehatan dan kekuatan organ tubuh bahkan saat melalui proses penuaan.

    “Kamu mengetahui dari penelitian sebelumnya bahwa orang-orang yang memiliki asupan tinggi flavonoid cenderung hidup lebih lama, dan mereka juga lebih rendah risiko terhadap penyakit kronis seperti demensia, diabetes, maupun penyakit jantung,” ujar Dr. Nicola Bondonno, dosen sekaligus peneliti dari Edith Cowan University.

    Puluhan ribu partisipan terlibat dalam pengamatan ini. Adapun kategorinya dibagi menjadi 62.743 wanita dan 23.687 pria dengan usia di atas 24 tahun.

    Hasil penelitian yang paling awal ditemukan ialah efek flavonoid terhadap wanita. Ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi banyak flavonoid mengalami penurunan risiko kelemahan sebanyak 15%, risiko gangguan fungsi fisik 12%, hingga penurunan gangguan mental sampai 12%.

    Teh Hitam Campur Buah Baik untuk Cegah Penuaan DiniKhasiatnya dapat mencegah penuaan dini dan kerusakan organ akibat penuaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/jenifoto

    Sementara berbeda dengan efek flavonoid yang terjadi pada partisipan pria. Konsumsi flavonoid dari perpaduan teh dengan buah berry, citrus, dan apel hanya berdampak pada penurunan risiko penurunan kesehatan mental saja.

    Alasannya mengingat bahwa flavonoid terkandung dalam teh serta beberapa jenis buah-buahan. Melansir Sciencedirect, dalam secangkir teh hitam terdapat kandungan flavonoid yang mencapai 170 miligram.

    Takaran ini sudah memenuhi hingga 68% dari kebutuhan flavonoid minimal untuk orang dewasa yang berada pada 250 – 500 miligram per hari. Peran utama dari konsumsi flavonoid menitik beratkan pada pencegahan stres oksidatif yang dapat merusak sel-sel tubuh dan sebagian fungsi organ tubuh.

    “Flavonoid terbukti mampu mengurangi stres oksidatif dan inflamasi, membantu kesehatan pembuluh darah bahkan membantu menjaga massa otot yang artinya semua penting untuk mencegah kelemahan pada tubuh dan menjaga fungsi fisik tubuh serta kesehatan mental yang sesuai dengan usianya,” jelas Profesor Aedin Cassidy, penulis penelitian senior dari Queens University Belfast.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-hati, Masuk Desa Kincir Angin di Belanda Ini Harus Bayar!

    Hati-hati, Masuk Desa Kincir Angin di Belanda Ini Harus Bayar!



    Amsterdam

    Kincir angin menjadi ikon dari Belanda. Sebuah desa bersejarah yang punya banyak kincir menjadi destinasi turis dan kini ingin batasan.

    Adalah Desa bersejarah Zaanse Schans, yang telah dikunjungi oleh 2,6 juta turis pada tahun lalu. Saking ramainya, desa yang hanya dihuni oleh 100 penduduk ini mulai merasa sesak oleh turis, seperti dikutip dari BBC pada Rabu (1/10).

    “Jumlah wisatawan yang datang terlalu banyak,” kata dewan setempat.


    Oleh karena itu, desa mengumumkan akan mengenakan biaya masuk sebesar €17,50 (Rp 336 ribuan) kepada setiap pengunjung dari luar daerah tersebut, untuk mengendalikan jumlah pengunjung. Tiket masuk akan mulai dioperasikan pada musim semi tahun depan.

    “Pada tahun 2017, kami memiliki 1,7 juta pengunjung, tahun ini kami menargetkan 2,8 juta,” ujar Marieke Verweij, direktur museum desa.

    “Tapi tempat ini kecil! Kita tidak punya ruang untuk semua orang ini!”

    Parahnya lagi, kata Marieke Verweij, pengunjung sering tidak tahu kalau ada orang tinggal di sini. Melihat rumah-rumah tradisional membuat mereka penasaran sampai masuk ke rumah, buang air kecil di kebun, mengetuk pintu, berfoto, dan menggunakan tongsis untuk mengintip ke dalam rumah.

    “Jadi tidak ada privasi sama sekali.”

    Rencananya, semua orang dapat memesan dan membayar tiket secara online. Kebijakan museum pasca-Covid masih dirasa sesuai sebagai solusi untuk masalah ini.

    Dengan tiket tersebut wisatawan turis sudah mendapatkan tiket masuk ke dua tempat, yaitu tiket masuk museum dan masuk ke dalam kincir angin.

    Jika hanya setengah dari jumlah pengunjung saat ini yang tetap berkunjung setelah biaya masuk diberlakukan, pendapatan tahunan akan mencapai sekitar €24,5 juta.

    Dewan berencana menggunakan dana tersebut untuk pemeliharaan kincir angin dan infrastruktur baru seperti toilet.

    Namun, para pemilik toko dan restoran sama sekali tidak senang. Toko-toko itu sendiri, harus diakui, cukup menarik. Para staf mengenakan kostum tradisional di toko keju, mereka melakukan demonstrasi membuat bakiak di toko sepatu.

    Dan toko-toko itu terletak di dalam rumah-rumah kayu tua yang indah. Toko barang antik dan suvenir yang berasal dari tahun 1623.

    “Rencana biaya masuk ini mengancam mata pencaharian para pengecer dan pemilik restoran Zaanse Schans,” kata Sterre Schaap, ia merupakan salah satu pengelola toko suvenir bernama Trash and Treasures.

    “Ini mengerikan. Artinya, orang-orang yang tidak punya dompet tebal tidak akan bisa datang ke sini,” kata Schaap.

    “Itu artinya kita akan kehilangan banyak pembeli.

    Kesepakatan ini juga merupakan pertanda perubahan zaman. Rachel Dodds, profesor pariwisata di Universitas Metropolitan Toronto, Kanada, menunjukkan beberapa kasus serupa.

    “Bhutan mengenakan biaya masuk per hari untuk mengunjungi negara ini. Venesia, tentu saja, mungkin yang paling terkenal dengan biaya €5 untuk wisatawan harian,” ujarnya.

    Sementara itu, AS dan Inggris sama-sama mengenakan biaya otorisasi perjalanan atau visa bagi warga negara asing untuk mengunjungi mereka.

    Namun, desa-desa yang mengenakan biaya masuk masih sangat jarang. Contoh lain yang ada saat ini adalah desa nelayan Clovelly yang dikelola swasta di Devon, Inggris, Civita de Bagnoregio dan Corenno Plinio yang dibangun pada abad pertengahan di Italia, dan Penglipuran di Bali, Indonesia.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com