Blog

  • Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan Ahli

    Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan Ahli


    Jakarta

    Kopi mengandung air yang sama dengan yang dibutuhkan tubuh untuk hidrasi tubuh. Lantas, apakah kopi termasuk asupan hidrasi? Begini penjelasan ahli.

    Para pakar kesehatan setuju bahwa mencukupi kebutuhan hidrasi tak hanya bisa dilakukan dengan konsumsi air mineral saja. Tetapi ada banyak cara yang bisa dilakukan dengan kunci utama ialah memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    Makanan yang tinggi air seperti buah-buahan, teh, dan masih banyak lainnya disarankan dikonsumsi untuk membantu mencukupi kebutuhan hidrasi harian. Tetapi bagaimana dengan seduhan kopi yang juga sama-sama menggunakan air?


    Melansir AOL (26/4) keresahan pada penggemar kopi yang banyak ditanyakan ialah kebenaran bahwa kopi dapat dihitung sebagai asupan hidrasi. Mengingat kopi memiliki kandungan kafein dan memiliki efek diuretik pada tubuh.

    Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan AhliKopi memiliki efek diuretik hingga diragukan sebagai salah satu asupan hidrasi. Foto: Getty Images/aon168

    Alex Larson, pendiri Alex Larson Nutrition dan Dr. Raj Dasgupta, Chief Medical Advisor di Garage Gym Reviews punya pandangan sendiri terkait hal tersebut. Keduanya setuju bahwa kopi dapat dihitung sebagai asupan hidrasi untuk tubuh.

    “Walaupun kafein memiliki efek diuretik yang ringan, tetapi kandungan air dalam kopi dapat membantu (hidrasi), apalagi jika kamu peminum kopi yang rutin,” kata Dr. Dasgupta.

    Larson menanggapi Dr. Dasgupta dengan anjuran kadar konsumsi kopi harian yang disarankan para ahli. Dosis tertinggi yang aman untuk mengonsumsi kopi dalam sehari disebutkan hanya empat cangkir saja.

    Takaran tersebut setara dengan asupan kafein sebanyak 400 miligram. Lebih dari jumlah yang disarankan ada kekhawatiran efek diuretik pada kopi akan mendominasi di dalam tubuh daripada khasiatnya.

    Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan AhliNamun menurut ahli selagi tak dikonsumsi berlebihan kopi bisa menjadi sumber hidrasi. Foto: Getty Images/aon168

    Lebih lanjut, Dr. Dasgupta juga menyebut bahwa teh dan soda juga bisa dihitung sebagai asupan hidrasi harian. Dengan catatan semua yang dikonsumsi harus menyesuaikan dengan batas aman dan tidak dikonsumsi berlebihan.

    “Minum-minuman tersebut baik-baik saja asal dikonsumsi dengan bijak dan tak berlebihan,” lanjutnya.

    Agar lebih aman ada beberapa tips juga yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan asupan kopi dengan menjaga hidrasi tubuh. Larson dan Dr. Dasgupta menyarankan penikmat kopi untuk senantiasa melengkapi kopinya dengan segelas air mineral.

    “Aturan paling utama untuk mengonsumsi minuman berkafein adalah dengan memadukannya bersama segelas air, khususnya ketika sedang berolahraga atau saat cuaca panas. Mengawali hari dengan air, tidak hanya kopi, juga berdampak besar,” ujar Dr. Dasgupta.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Warna-warni Stasiun Manggarai-Jakarta Kota yang Jarang Disadari

    Warna-warni Stasiun Manggarai-Jakarta Kota yang Jarang Disadari


    Jakarta

    Stasiun Manggarai-Jakarta Kota ternyata memiliki keunikan yang mungkin tak disadari penumpang. Di balik padatnya penumpang KRL Bogor-Jakarta Kota, keunikan ini adalah ciri khas yang menandai tiap stasiun dan tentunya menjadi keindahan sendiri.

    KRL Bogor-Jakarta Kota melewati jalur layang yang diresmikan tahun 1992, dikutip dari akun Instagram commuterline. Rute ini melewati Stasiun Cikini, Gondangdia, Juanda, Sawah Besar, Mangga Besar, dan Jayakarta hingga sampai di Jakarta Kota.


    Warna-warni Stasiun Manggarai-Jakarta Kota

    detikTravel sempat mengunjungi stasiun di jalur KRL Bogor-Jakarta Kota yang ternyata memang punya warna keramik dan cat berbeda.

    1. Stasiun Cikini

    warna-warni stasiun arah maggarai-kotaStasiun Cikini (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Saat turun di peron kereta, detikers disajikan pemandangan stasiun yang berwarna serba coklat cerah. Dinding cokelat ini bukan sekadar estetika tanpa makna namun melambangkan elegansi, kehangatan, kegembiraan, dan energi.

    Stasiun di Menteng, Jakarta Pusat ini juga menggunakan kombinasi keramik abu-abu dari lobi hingga tangganya. Terkait fasilitas penumpang, stasiun dilengkapi empat lokasi tangga serta dua eskalator untuk naik dan turun penumpang.

    2. Stasiun Gondangdia

    warna warni stasiun manggarai-kotaStasiun Gondangdia Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Berikutnya adalah Stasiun Gondangdia dengan warna kuning telur pada dinding, keramik lantai, hingga tangganya. Warna kuning cerah dipadukan dengan abu-abu di lantai stasiun sebagai kombinasi sekaligus menegaskan kesan positif.

    Dikutip dari akun Instagram commuterline warna kuning melambangkan kebahagiaan, keceriaan, optimisme, dan energi positif. Semangat ini diharapkan ada pada tiap penumpang KRL, meski harus berjibaku dengan padatnya KRL dan waktu tempuh tidak sebentar.

    3. Stasiun Juanda

    warna warni stasiun manggarai-kotaStasiun Juanda Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Stasiun Juanda terletak di Gambir, Jakarta Pusat, dan diresmikan pada 1872. Saat turun dari KRL Commuter Line, detikers akan disajikan pemandangan serba biru langit mulai dari peron, tangga lobi, hingga pintu keluar berbeda dengan stasiun sebelumnya.

    Untuk lantai, Stasiun Juanda menggunakan keramik warna abu-abu putih yang tak sama dengan dinding. Dikutip dari Instagram @commuterline, warna biru pada dinding Stasiun Juanda memberikan kesan ketenangan, kedamaian, dan kesejukan bagi para pengguna.

    4. Stasiun Sawah Besar

    warna warni stasiun manggarai-kotaStasiun Sawah Besar (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

    Stasiun di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat ini menggunakan warna lilac (seperti keunguan) pada dindingnya. Warna yang sama digunakan untuk lantai yang dipadukan dengan keramik warna abu-abu.

    Warna ungu di Stasiun Sawah Besar memberikan kesan lembut dan nyaman dilihat penumpang. Terkait mobilitas penumpang, stasiun menyediakan empat tangga dengan masing-masing punya 52 anak tangga, serta dua eskalator untuk naik dan turun.

    5. Stasiun Mangga Besar

    warna warni stasiun manggarai-kotaStasiun Mangga Besar (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Warna oranye mendominasi stasiun yang terletak di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat sejak dibangun pada 1992. Oranye memberi kesan cerah, modern, dan energik yang diharapkan bisa dirasakan para penumpang KRL.

    Dinding Stasiun Mangga Besar dilapisi keramik oranye, dan di samping jendelanya diletakkan tanaman hias yang menambah kesan elegan. Lantainya berwarna cokelat, berjajar dari pintu masuk hingga keluar dengan 42 anak tangga.

    6. Stasiun Jayakarta

    warna warni stasiun manggarai-kotaStasiun Jayakarta (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Jayakarta adalah stasiun terakhir sebelum KRL berhenti di Jakarta Kota. Ciri khas stasiun ini adalah penggunaan panel warna pink dan kuning muda pada bangunannya. Warna merah muda begitu mendominasi, hingga Stasiun Jakarta sekilas seperti serba pink.

    Stasiun Jayakarta yang terletak di Mangga Dua Selatan, Jakarta Pusat ini bernuansa modern dengan warna yang tak pernah diubah sejak awal berdiri. Jayakarta dilengkapi dengan empat tangga untuk naik turun penumpang dari peron, masing-masing terdiri atas 47 anak tangga.

    Seiring waktu, banyak stasiun memiliki renovasi untuk perbaikan layanan dan kemudahan penumpang. Perbaikan stasiun memang tidak meninggalkan bangunan asli atau cagar budaya setempat, meski desainnya cenderung nyaris sama.

    Detik travel sempat menanyakan kemungkinan serupa terjadi pada stasiun di sepanjang rute Manggarai-Jakarta Kota dengan warna-warninya yang khas. Menurut perwakilan PT KAI, kemungkinan tersebut bergantung sepenuhnya pada kebijakan pemerintah.

    “Pembangunan dan pengembangan stasiun dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. KAI Commuter hanya operator,” kata Humas PT Kereta Commuter Indonesia, Leza Arlan, dalam keterangan tertulis yang diterima detikTravel.

    Menelusuri stasiun-stasiun warna-warni di jalur layang Manggarai-Kota bisa jadi pengalaman unik tersendiri bagi para pengguna KRL. Selain fungsinya sebagai transportasi, tiap stasiun juga menghadirkan nuansa visual dan makna warna yang berbeda.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dua Kelompok Ini Paling Rentan Paparan Radioaktif di Cikande, Menurut Pakar IPB

    Dua Kelompok Ini Paling Rentan Paparan Radioaktif di Cikande, Menurut Pakar IPB


    Jakarta

    Paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Cikande, Banten belakangan jadi sorotan publik. Pasalnya, zat radioaktif dapat mengancam hingga jangka panjang.

    Radiasi memang tidak memiliki bau, rasa, ataupun warna. Namun, menurut dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Laila Rose Foresta, SpRad (K) NKL, apabila jumlahnya sangat tinggi, maka tubuh dapat langsung memberi sinyal.

    Sinyal yang dimaksud misalnya luka bakar pada bagian kulit yang terkena. Juga ada rasa mual, hingga muntah, dan lemas dalam beberapa jam setelah terpapar.


    Gejala tersebut, ia mengatakan, disebut sebagai acute radiation syndrome (ARS). Meski begitu, jika jumlahnya kecil dan berulang, tubuh tidak langsung memberikan sinyal bahaya.

    Laila mengatakan, zat radioaktif dapat diam-diam mengendap di organ, kemudian merusak sel-sel sedikit demi sedikit. Terlebih, efek paparan bisa berbeda pada setiap orang. Inilah yang disebut dengan efek stokastik.

    “Dalam jangka pendek, paparan radiasi tinggi bisa menyebabkan gangguan saluran cerna hingga menurunkan sel darah putih. Namun dalam jangka panjang, risikonya lebih serius: kanker, katarak, hingga menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang yang menimbulkan anemia, leukopenia, hingga leukemia,” terangnya, dikutip dari laman IPB University pada Minggu (5/10/2025).

    Siapa Kelompok Paling Rentan?

    Laila menyebut ibu hamil dan anak-anak adalah kelompok paling rentan terkena paparan radioaktif ini. Sebab, sel dalam tubuh anak-anak masih dalam proses pertumbuhan.

    Paparan radiasi berulang pada anak dapat menyebabkan gangguan proses pertumbuhan, keterlambatan perkembangan otak, hingga masalah hormonal, menurut Laila.

    Radiasi juga menyebabkan masalah pada sistem reproduksi. Ia mengatakan radiasi dapat menurunkan kesuburan akibat kerusakan produksi sperma atau ovum.

    Pada trimester pertama ibu hamil, paparannya bisa meningkatkan risiko lahir prematur, cacat bawaan, hingga retardasi mental pada bayi.

    “Kalau radiasi mengenai sel germinal, mutasi DNA bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Jadi risikonya bukan hanya untuk pasien, tapi juga keturunannya,” jelasnya.

    Apa yang Dilakukan Jika Terpapar Radiasi Tinggi?

    Laila menerangkan apabila seseorang terkena radiasi tinggi, hal pertama yang harus dilakukan adalah dekontaminasi eksternal, yaitu melepaskan pakaian dan mencuci tubuh secara menyeluruh dengan sabun dan air mengalir.

    Namun, apabila pasien sudah menunjukkan gejala, maka dapat dilakukan perawatan yang suportif seperti memberi cairan, obat antimual, sampai antibiotik profilaktik jika jumlah sel darah putih menurun.

    “Kalau dekontaminasi internal, kami memberikan obat-obatan yang dapat mengikat zat radioaktif dalam tubuh agar bisa dikeluarkan lewat ekskresi. Contohnya, tablet KI untuk mengikat I-131 supaya tidak menumpuk di tiroid, atau prussian blue dan Zn-DTPA untuk jenis zat tertentu,” ungkapnya.

    Maka, seseorang yang terpapar radiasi perlu segera mandi dan berganti pakaian untuk membersihkan sisa radiasi, mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter, dan secepatnya mencari perawatan medis.

    “Yang paling penting adalah pencegahan. Karena itu, kewaspadaan terhadap radiasi dan penanganan sejak awal sangat penting,” tegasnya.

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Benar Konsumsi Kaldu Tulang Baik untuk Kesehatan? Ini Faktanya

    Apa Benar Konsumsi Kaldu Tulang Baik untuk Kesehatan? Ini Faktanya


    Jakarta

    Belakangan, popularitas kaldu tulang meroket. Banyak yang meyakini manfaat sehat konsumsi kaldu tulang, seperti untuk kesehatan kulit dan pencernaan. Benarkah klaim ini?

    Kaldu tulang sedang digandrungi pelaku hidup sehat. Di balik rasanya yang gurih, kaldu tulang mengandung sejumlah nutrisi, seperti protein, kolagen, dan asam amino yang berdampak positif untuk kesehatan jika dikonsumsi rutin.

    Kini banyak netizen membagikan pengalamannya minum kaldu tulang, baik di TikTok maupun Instagram. Mereka mengklaim kulitnya jadi lebih sehat dan glowing, pencernaannya lebih lancar, kembung berkurang, dan asupan protein hariannya jadi mudah terpenuhi.


    Banyak yang menyarankan kaldu tulang dikonsumsi pagi hari untuk mendapat manfaat maksimal. Lantas, apakah benar semua klaim positif mengenai efek konsumsi kaldu tulang?

    Apa itu kaldu tulang?

    Mengutip Food & Wine (27/42025), kaldu tulang didapat dengan merebus tulang hewan dalam air, seperti ayam atau sapi. Kemudian ditambah bahan penyedap dan bumbu lain. Proses perebusannya lama, bisa sampai beberapa jam.

    Kaldu tulang memiliki cairan yang lebih kental dan rasa lebih kaya. Ini karena lebih banyak kolagen yang terekstrak dari tulang, ketimbang kaldu yang didapat dari rebusan daging. Ini juga menjadi alasan mengapa kaldu tulang bakal menjadi seperti gelatin ketika didinginkan.

    3 nutrisi kaldu tulang

    Manfaat Kaldu Tulang untuk Kesehatan KulitKaldu tulang mengandung kolagen, asam amino, dan protein. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kaldu tulang mengandung kolagen yang penting untuk menjaga kesehatan kulit, terutama mencegah keriput. Ahli gizi Lisa Moskovitz mengungkap, penelitian menunjukkan asupan kolagen efektif dalam melambatkan proses penuaan dan sedikit meningkatkan kualitas, tekstur, dan warna kulit

    “Kaldu tulang sapi cenderung memiliki kandungan kolagen dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaldu tulang lainnya,” jelas Moskovitz. Namun, jumlah kolagen pada kaldu tulang buatan rumahan atau produk jadi sering kali tidak terdeteksi.

    Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism menemukan bahwa kaldu tulang mungkin tidak dapat diandalkan untuk menyediakan kolagen sebanyak suplemen kolagen. Jadi, mengandalkan hanya minum kaldu tulang saja untuk mendapatkan efek kolagen, bukan hal efektif.

    Selain kolagen, kaldu tulang juga mengandung asam amino. Ahli gizi Kathleen Garcia-Benson mengungkap, “Kaldu tulang menyediakan berbagai asam amino, termasuk kolagen, yang merupakan protein struktural utama yang ditemukan dalam jaringan ikat seperti kulit, sendi, dan tendon.”

    Asam amino punya banyak peran penting bagi kesehatan, termasuk memperbaiki jaringan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan menyediakan energi. Sumber asam amino sejatinya sangat banyak. Jadi tidak hanya dari konsumsi kaldu tulang saja.

    Nutrisi lain yang terkandung dalam kaldu tulang adalah protein. Dalam 1 cangkir kaldu tulang diperkirakan mengandung 9 gram protein. Jumlahnya bervariasi, tergantung pada resepnya.

    Kaldu tulang memang menyediakan protein, tapi Garcia-Benson menekankan bahwa jenis kaldu ini bukanlah sumber protein lengkap.

    “Kaldu tulang dapat berkontribusi pada asupan protein Anda secara keseluruhan, tetapi tidak boleh diandalkan sebagai sumber protein utama Anda,” ujarnya.

    Lantas kapan waktu terbaik minum kaldu tulang dan adakah efek sampingnya?

    Waktu terbaik minum kaldu tulang

    Ternyata minum kaldu tulang tidak harus pagi hari. Moskovitz menjelaskan, “Waktu tidak akan membuat perbedaan besar dalam cara penyerapan dan pemanfaatannya. Minum kaldu tulang dapat bermanfaat untuk berbagai alasan sepanjang hari.”

    Jika diminum pagi hari, kaldu tulang dapat menjadi cara bagus untuk rehidrasi tubuh usai puasa semalaman. Lalu jika diminum malam hari sebelum tidur, kaldu tulang hangat bakal bikin rileks dan meningkatkan kualitas tidur.

    Efek samping minum kaldu tulang

    kaldu tulang sapi makin mahalWaspadai kandungan natrium tinggi pada kaldu tulang. Foto: Fox News

    Garcia-Benson menegaskan meski kaldu tulang kaya nutrisi, asupan kaldu ini tidak dapat menggantikan seluruh makanan.

    “Jika seseorang secara teratur minum kaldu tulang alih-alih makan makanan lengkap (seperti menggunakannya sebagai sarapan), mereka mungkin kehilangan nutrisi penting lainnya seperti serat, lemak sehat, dan berbagai macam vitamin dan mineral,” ungkapnya.

    Kekhawatiran lain adalah kandungan natrium pada kaldu tulang. Beberapa merek produk kaldu tulang mengandung natrium tinggi yang berefek pada peningkatan tekanan darah. Jadi, penderita hipertensi perlu waspada.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Masuk Gerbang Indonesia Harus Pakai Aplikasi All Indonesia

    Masuk Gerbang Indonesia Harus Pakai Aplikasi All Indonesia



    Jakarta

    Mulai 1 Oktober 2025, setiap penumpang internasional yang masuk Indonesia wajib mengisi aplikasi All Indonesia sebagai syarat perjalanan.

    Seluruh penumpang pesawat/kapal yang masuk melalui bandara/pelabuhan internasional diharuskan mengisi formulir kedatangan (arrival card) secara digital melalui Aplikasi All Indonesia.


    All Indonesia merupakan sebuah aplikasi digital terpadu yang mengintegrasikan layanan imigrasi, kepabeanan, karantina, dan kesehatan di pintu masuk internasional, baik di bandara maupun pelabuhan.

    Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa All Indonesia hadir sebagai jawaban atas meningkatnya arus lalu lintas penumpang di Indonesia.

    “Ini bukan hanya kepentingan satu kementerian, melainkan bagian dari agenda pembangunan nasional untuk menciptakan pelayanan publik berkualitas dan keamanan perbatasan yang kuat,” ujar Agus.

    Berdasarkan data keimigrasian, jumlah perlintasan penumpang meningkat signifikan dari 20 juta orang pada 2023 meningkat sekitar 20% menjadi 24 juta orang pada 2024, dan dari Januari hingga September 2025 sudah menyentuh 20 juta orang.

    “Mudah-mudahan masih bersisa 3 bulan lagi, Ini akan melampaui daripada kedatangan warga negara asing, dan WNI kita yang akan melakukan perlintasan ke dalam Indonesia,” ujar Agus.

    Agus menambahkan, bandara adalah etalase bangsa. Pengalaman pertama wisatawan mancanegara di pintu masuk akan membentuk citra Indonesia di mata dunia.

    “Sistem deklarasi lintas batas yang modern, ramah, dan efisien adalah cermin sebuah bangsa yang besar dan percaya diri. Melalui digitalisasi, kita membongkar sekat birokrasi yang berbelit dan menghadirkan pelayanan optimal bagi masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa peluncuran All Indonesia merupakan tindak lanjut dari uji coba yang telah dilakukan di tiga bandara besar Soekarno-Hatta, Juanda, dan Ngurah Rai sejak Juli 2025.

    “Selama dua bulan uji coba berjalan baik, dan hari ini kita resmikan All Indonesia. Tapi layanan publik sifatnya dinamis-harus terus diperbaiki dan disempurnakan. Karena seringkali impresi pertama wisatawan di bandara menjadi kesan terakhir yang mereka bawa pulang,” ujar AHY.

    AHY juga menekankan pentingnya digitalisasi yang aman, dengan menjaga privasi dan keamanan data penumpang. Ia berterima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Digital yang memastikan aspek keamanan sistem ini berjalan baik.

    Selain memperlancar perlintasan wisatawan mancanegara, AHY optimistis bahwa All Indonesia akan menjadi game changer bagi peningkatan arus investor, menarik talenta global, serta pertumbuhan pariwisata Indonesia.

    “Tugas berikutnya adalah, bagaimana mengkampanyekan, mensosialisasikan ini, agar semakin banyak yang menggunakan, All Indonesia. Bahkan sebetulnya bisa dilakukan, dan disarankan untuk dilakukan di negara asal, the country of origin, bisa H-3, Ini lebih memudahkan dan ada sebuah seamless experience yang bisa kita rasakan,” ujarnya.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Romantisnya, 2 Pasutri Ini Berhasil Lulus dan Wisuda Bareng di ITS

    Romantisnya, 2 Pasutri Ini Berhasil Lulus dan Wisuda Bareng di ITS


    Jakarta

    Wisuda ke-132 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak hanya diwarnai dengan toga dan pengukuhan gelar. Kali ini, ada kisah manis yang datang dari wisudawan.

    Dua pasangan suami istri (pasutri) berhasil menyelesaikan studi bersama di Departemen Teknik Sistem dan Industri, Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS. Bagaimana mereka bisa mengukir hidup dan pendidikan secara bersamaan?


    Dari Kampus ke Pelaminan

    Pasangan pertama adalah Bilqis Hanifah Inas dan Muhammad Bilal Teguh yang lulus magister (S2). Bilal dan Inas bercerita awalnya bertemu saat sama-sama melanjutkan studi S2 pada 2023. Inas adalah lulusan S1 Teknik Lingkungan ITS tahun 2022, sedangkan Bilal merupakan alumnus S1 Teknik Kelautan ITS tahun 2019.

    “Setelah itu kami sama-sama melanjutkan S2 di tahun 2023,” ujar Inas dikutip dari laman ITS, Minggu (5/10/2025).

    Mereka sudah dekat sejak kuliah dan ternyata berlanjut hingga ke pelaminan. Bilal dan Inas menikah pada Desember 2024 di tengah kesibukan perkuliahan.

    Inas mengaku sempat keteteran dalam mempersiapkan pernikahan karena saat itu dirinya juga harus menyelesaikan tesis. Meski begitu, akhirnya ia pun bisa lulus tepat waktu.

    “Waktu itu kami sempat terlambat untuk mulai penyusunan tesis, tapi alhamdulillah bisa dikejar dan akhirnya bisa lulus tepat waktu,” kata wanita kelahiran 1999 tersebut.

    Lulus Doktor dan Jadi Orang Tua Baru

    Pasangan lain, yakni Anindya Rachma Dwicahyani dan Benazir Imam Arif Muttaqin, memiliki kisah yang berbeda. Keduanya sudah bersama sejak kuliah S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) tahun 2011.

    Mereka menikah pada 2019 dan akhirnya sama-sama menempuh studi doktoral di ITS. Tak mudah, Benazir dan Anindya mengaku punya tantangan dalam menempuh keduanya.

    Tantangan itu terjadi saat putra pertama lahir pada 2022. Keduanya harus sama-sama menyelesaikan studi di tengah kesibukannya sebagai orang tua baru.

    Bahkan, pasangan yang menerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) ini sempat membawa sang anak yang belum genap setahun ke International Conference on Industrial, Mechanical, Electrical and Chemical Engineering (ICIMECE) 2023 di Lombok.

    Mereka juga aktif menulis di jurnal internasional Elsevier. Topik riset mereka berbeda, Anindya menekuni logistik dan supply chain management, sedangkan Benazir fokus pada rekayasa dan manajemen sistem manufaktur.

    “Tak jarang kami saling bertukar pikiran selama penyusunan disertasi,” ujar Benazir.

    Benazir dan Anindya saat ini pun sama-sama berprofesi sebagai dosen. Namun mereka bekerja di tempat berbeda.

    Cinta dan Ilmu Bisa Sejalan

    Inas-Bilal dan Anindya-Benazir membuktikan bahwa cinta bisa berjalan seiring dengan pencapaian akademik. Dalam perjalanan berumah tangga, mereka juga saling menyemangati dalam menempuh pendidikan.

    Inas dan Bilal berharap bisa saling memahami dan mendukung dalam perjalanan meraih cita-cita. Sementara Anindya dan Benazir ingin ilmu yang mereka peroleh memberi manfaat luas, baik di dunia akademik maupun bagi keluarga kecil mereka.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Minum Air Dingin Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya

    Benarkah Minum Air Dingin Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Banyak mitos yang berkaitan dengan konsumsi air dingin. Salah satunya dianggap dapat membuat berat badan naik atau gemuk. Ini faktanya!

    Air dingin dapat memberikan efek menyegarkan dahaga ketika dikonsumsi saat cuaca panas. Meskipun ada sebagian orang yang juga mengonsumsi air dingin setiap hari, baik didiamkan dalam kulkas ataupun ditambah es batu.

    Dilansir dari Food NDTV (30/4), beberapa mitos yang terkait dengan mengonsumsi air dingin banyak beredar di masyarakat. Salah satu yang sering terdengar adalah air dingin dapat menimbulkan kenaikan berat badan yang signifikan.


    Jadi, apakah fakta tersebut benar adanya?

    Seorang ahli gizi, Amita Gadre menjelaskan soal fakta air dingin yang dapat menimbulkan kenaikan berat badan. Menurut Amita, justru mengonsumsi air putih merupakan manfaat baik untuk menurunkan berat badan.

    Konsumsi air dingin dapat menyimpan lemak dapat membekukan sel lemak ini hanyalah mitos. Faktanya, air putih dalam kondisi hangat dan dingin tidak akan membekukan sel lemak. Tujuan dari konsumsi air putih adalah agar tubuh terhidrasi.

    Pentingnya mengonsumsi air putih yang cukup untuk tubuh akan meningkatkan beberapa manfaat. Tubuh tak akan merasa lesu dan metabolisme juga lancar.

    Asupan air putih yang pas untuk setiap orang berbeda-beda takarannya. Menurut ahli gizi, Rupali Datta, sebaiknya mengonsumsi air putih 35 ml air per kilogram berat badan.

    Menurut Mayo Clinic, asupan air putih yang baik untuk pria dan wanita juga berbeda. Setidaknya 3,7 liter air untuk pria dan 2,7 liter air untuk wanita.

    Penting untuk mengetahui asupan air putih yang pas untuk tubuh, karena jika terlalu banyak juga dapat menyebabkan efek samping pada tubuh. Minum air dingin secara berlebihan pada beberapa kasus dapat menyebabkan masalah pencernaan, sakit tenggorokan, atau bahkan sakit kepala.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenapa Bisa Ada Macan Tutul dan Naga Jawa di Sanggabuana

    Kenapa Bisa Ada Macan Tutul dan Naga Jawa di Sanggabuana



    Jakarta

    Artikel terpopuler Rabu 1 Oktober 2025 masih seputar Gunung Sanggabuana yang menjadi saksi keberagaman hewan asli Indonesia yang merupakan kekayaan alam.
    Wilayah hutan di Karawang, Jawa Barat ini menjadi rumah bagi 20 macan tutul yang tertangkap kamera dalam ekspedisi Tim Macan Tutul Kostrad TNI AD dan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF).

    Sebelumnya dalam ekspedisi tahun 2022, tim SCF dan Fakultas Biologi Universitas Nasional (Unas) menemukan naga Jawa di balik bebatuan aliran sungai di Gunung Sanggabuana. Xenodermus javanicus ini adalah ular ramping dengan panjang 50 cm yang penampilannya mirip naga.

    Tentu ada alasan hewan eksotis tersebut hidup di gunung setinggi 1.300 mdpl ini. Apalagi, gunung yang tidak terlalu tinggi ini juga menjadi tempat tinggal satwa nyaris punah owa Jawa dan Elang Jawa seperti ditulis dalam akun Instagram gunungsanggabuana dari Sanggabuana Wildlife Ranger.


    Keberadaan Gunung Sanggabuana dan hewan eksotis nyaris punah, sebetulnya kontras bagi Karawang yang merupakan sentra industri. Keberadaannya memungkinkan kabupaten ini masih punya kantong air dan oksigen di hutan hujan tropis untuk melanjutkan kehidupannya. Tentu dengan catatan, asal hutan Sanggabuana tetap lestari.

    Situs Animalium BRIN menjelaskan, naga Jawa hidup di tempat bersih dan sejuk kurang lebih di ketinggian 1.000 mdpl. Ular ini hidup di balik bebatuan pinggir aliran sungai dengan airnya yang bening bebas polusi.

    Naga Jawa ini seolah malu memperlihatkan dirinya, hingga memilih hidup sendiri di balik batu. Sedikit beda dengan naga Jawa, macan tutul adalah hewan yang sangat adaptif yang mampu hidup di hutan, padang rumput, pegunungan, dan gurun.

    Selain mengenai satwa di Gunung Sanggabuana, artikel terpopuler lainnya adalah mengenai persiapan MotoGP Mandalika yang akan berlangsung akhir pekan ini.

    Berikut daftar berita terpopuler lainnya:

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Laut Terdalam di Dunia: Misteri Challenger Deep

    Laut Terdalam di Dunia: Misteri Challenger Deep


    Jakarta

    Tahukah detikers, manusia baru menjelajahi kurang dari 20% dasar laut di Bumi? Padahal, lautan menutupi lebih dari 70% permukaan planet ini. Dari sekian luasnya samudera, terdapat satu titik yang menjadi “jurang terdalam” di Bumi yang dijuluki Challenger Deep, merupakan bagian paling misterius dari Palung Mariana.

    Challenger Deep terletak hampir 11 kilometer di bawah permukaan laut. Jika dibandingkan, kedalamannya melampaui ketinggian Gunung Everest jika dibalik. Meski penuh tekanan dan gelap gulita, penelitian menunjukkan ada kehidupan yang berlangsung di sana.


    Bagaimana kisah penemuan Challenger Deep dan apa saja rahasia yang tersimpan di dalamnya? Yuk simak selengkapnya!

    Apa Itu Challenger Deep?

    Challenger Deep adalah titik terdalam di lautan dunia yang terletak di Palung Mariana, Samudera Pasifik barat. Kedalaman lokasi ini diperkirakan mencapai 10.984 hingga 10.994 meter.

    Menurut Smithsonian Ocean, nama ini diambil dari kapal penelitian HMS Challenger tahun 1870-an. Kapal ini digunakan peneliti untuk melakukan survei laut, yang dalam sekaligus membuka jalan bagi penelitian oseanografi modern.

    Kondisi Ekstrem di Dasar Laut

    Gambaran kondisi Challenger Deep seperti gambaran kondisi dunia lain. Tekanan air di dalam sana lebih dari 1.000 kali lipat tekanan atmosfer di permukaan Bumi, cukup untuk menghancurkan baja. Suhu air berkisar antara 1°C-4°C, mendekati titik beku.

    UNESCO Ocean Literacy menyebut bahwa cahaya Matahari sama sekali tidak mampu menembus kedalaman ini sehingga membuat lingkungan benar-benar gelap. Kawasan ini dikenal sebagai zona hadal, wilayah laut di bawah 6.000 meter hingga titik terdalam di samudra.

    Kehidupan di Challenger Deep

    Walaupun demikian ekstrem, nyatanya masih ditemukan kehidupan di Challenger Deep. Hasil penelitian Mariana Trench Environment and Ecology Research (MEER) Project pada 2025 menunujukkan bahwa terdapat mikroorganisme unik yang mampu bertahan dalam tekanan luar biasa kuatnya di sana tanpa cahaya. Selain itu, ikan snailfish (Pseudoliparis) tercatat hidup di kedalaman lebih dari 8.000 meter.

    Temuan ini mencatat snailfish sebagai salah satu spesies ikan terdalam di dunia, menurut the Institute of Deep-sea Science and Engineering (IDSSE), Chinese Academy of Sciences.

    Tidak hanya itu, Associated Press melaporkan bahwa beberapa ekspedisi juga menemukan cacing tubeworm dan moluska di laut dalam. Mereka memanfaatkan energi dari bahan organik yang jatuh ke dasar laut.

    Kehidupan lain yang kerap dijumpai adalah amphipoda, sejenis udang kecil yang memiliki adaptasi luar biasa terhadap kondisi ekstrem. Kehidupan organisme-organisme ini menjadi bukti bahwa kehidupan mampu berlangsung bahkan di lingkungan yang tampak mustahil sekalipun.

    Misteri Challenger Deep

    Challenger Deep juga memiliki sejarah panjang eksplorasi manusia. Pada 1960, Jacques Piccard dan Don Walsh menjadi orang pertama yang mencapai dasar laut terdalam ini dengan kapal selam Trieste.

    Lebih dari lima dekade kemudian, sutradara James Cameron menyusul dengan penyelaman solo pada 2012. Kini, seperti dicatat Smithsonian Ocean, kapal selam robotik modern digunakan untuk meneliti dasar laut.

    Meski begitu, sebagian besar Challenger Deep masih belum tersentuh. Penelitian menegaskan bahwa setiap ekspedisi selalu membuka wawasan baru tentang kehidupan dan geologi laut dalam. Studi lanjutan dapat mengungkap misteri Challenger Deep.

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Makan Santan? Ini 7 Cara Menetralisir Tubuh secara Alami

    Banyak Makan Santan? Ini 7 Cara Menetralisir Tubuh secara Alami

    Jakarta

    Makanan bersantan memang menggugah selera. Berbagai makanan khas Indonesia juga dibuat dengan santan, seperti rendang, opor, dan gulai.

    Meski demikian, mengonsumsi makanan bersantan terlalu banyak bisa membuat perut tidak nyaman. Tak perlu khawatir, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menetralisir tubuh setelah makan makanan dengan banyak lemak.

    7 Cara Menetralisir Tubuh setelah Makan Santan

    Minum air putih, makan buah-buahan, hingga menghindari makanan dingin merupakan sejumlah cara menetralisir tubuh setelah makan santan. Begini penjelasanya.


    1. Minum Air Putih

    Minum air putih membantu membuang racun, membantu pencernaan, dan menjaga tubuh berfungsi dengan lancar. Untuk mendapat manfaat tambahan, coba minum air hangat.

    Mengutip laman Reset, air hangat bisa membantu pencernaan melarutkan lemak lebih cepat. Kamu juga bisa menambahkan biji adas ke dalam satu liter air hangat dan meminumnya sepanjang hari. Biji adas dikenal dengan khasiatnya untuk pencernaan dan bisa mengurangi kembung dan rasa tidak nyaman.

    2. Makan Buah-buahan

    Enzim pencernaan berperan penting dalam memecah makanan yang masuk ke tubuh, terutama lemak dan minyak. Setelah makan makanan berat, tubuh mungkin memerlukan bantuan ekstra untuk mencernanya.

    Buah-buahan tertentu seperti nanas, pepaya, dan kiwi kaya akan enzim pencernaan. Masing-masing dari buah-buahan ini mengandung bromelain, papain, dan aktinidin, enzim yang membantu mencerna protein. Sehingga, mengonsumsi buah-buahan ini setelah makan berat bisa mendukung sistem pencernaan dan membantu tubuh merasa lebih baik.

    3. Lakukan Aktivitas Ringan

    Setelah makan berat, sebaiknya mulailah bergerak. Aktivitas fisik yang ringan seperti berjalan bisa mencegah penumpukan lemak. Berjalan juga membantu untuk merangsang pencernaan dengan meningkatkan aliran darah dan memperlancar pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.

    Tapi, tunggu setidaknya dua jam setelah makan. Hal tersebut memungkinkan tubuh untuk fokus pada pencernaan tanpa mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan. Jalan cepat selama 20-30 menit akan membantu tubuh menghindari rasa kembung.

    4. Konsumsi Makanan Kaya Serat

    Serat begitu penting untuk melancarkan pencernaan, terutama setelah mengonsumsi makanan yang berat. Serat membantu mengatur pergerakan usus, mencegah sembelit, dan memasikan kelancaran sistem pencernaan.

    Sayuran seperti yang berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan buah-buahan seperti apel dan pir mengandung banyak serat. Asupan ini bisa membantu tubuh membuang kotoran dengan lebih efisien dan mengurangi rasa tidak nyaman setelah makan berat.

    5. Konsumsi Makanan Kaya Probiotik

    Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme yang sehat dalam sistem pencernaan. Sehingga, probiotik sangat penting dikonsumsi setelah mengonsumsi makanan berminyak atau berat.

    Contoh dari makanan yang kaya probiotik di antaranya yogurt, kefir, dan sayuran fermentasi, seperti kimchi. Makanan-makanan ini bisa membantu menenangkan pencernaan dan mencegah kembung.

    6. Istirahat setelah Makanan

    Setelah makan makanan berat seperti yang bersantan, beri tubuh waktu untuk istirahat. Untuk santapan berikutnya, kamu bisa mengonsumsi sesuatu yang ringan, seperti buah-buahan segar, sayuran, salad, dan biji-bijian utuh. Makanan ini mudah dicerna dan tidak berbahaya untuk perut.

    7. Hindari Makanan Dingin

    Makanan dingin seperti es krim yang dikonsumsi tepat setelah mengonsumsi makanan berat bisa berdampak buruk pada hati, lambung, dan usus. Mengutip laman Healthsouth, jika mengonsumsi makanan dingin, proses pencernaan akan mengalami tekanan yang berlebihan. Hal tersebut bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan kembung yang parah.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com