Blog

  • Ikan Kembung vs Ikan Salmon, Mana Lebih Tinggi Protein dan Omega 3?

    Ikan Kembung vs Ikan Salmon, Mana Lebih Tinggi Protein dan Omega 3?


    Jakarta

    Ikan kembung dan ikan salmon enak diolah menjadi beragam hidangan. Keduanya juga memiliki keunggulan nutrisi masing-masing. Namun dalam hal kandungan protein dan omega 3, mana yang lebih unggul?

    Di pasaran, kamu bisa memilih sumber protein hewani berdasarkan harga dan rasa yang sesuai selera. Contohnya pada ikan kembung dan ikan salmon.

    Bagi mereka yang mencari sumber protein dengan harga lebih terjangkau dan mudah didapat, ikan kembung kerap jadi pilihan utama. Namun bagi mereka yang tak terlalu mempersoalkan harga, ikan salmon juga jadi favorit karena tekstur dagingnya lembut dan rasanya khas.


    Lantas, dari segi nutrisi, bagaimana perbandingan ikan kembung vs ikan salmon?

    Nutrisi Ikan Kembung

    Dikutip dari Instagram RSAB Harapan Kita, @rsabhk pada 29 Januari 2022, dalam 100 gram ikan kembung mengandung 167 kalori, 19.32 gram protein, 9.36 gram lemak, 2.6 gram omega 3, 64 mg kolesterol, dan 0.9 mg zat besi.

    Halodoc (29/11/2024) menulis konsumsi ikan kembung yang kaya asam lemak omega 3 bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan mendukung kesehatan otak. Tingginya protein pada ikan kembung juga membuat konsumsinya bagus untuk membantu usaha diet. Sebab akan menghasilkan rasa kenyang lebih lama.

    Selain berkat nutrisinya, ikan kembung juga jadi primadona di Indonesia karena mudah didapat. Harganya relatif murah, sekitar Rp 25 ribuan hingga Rp 65 ribuan per kilogram (kg). Ikan kembung enak diolah dengan cara dibakar atau dimasak bersama kuah asam segar.

    Nutrisi Ikan Salmon

    Akun Instagram @rsabhk mengungkap, dalam 100 gram ikan salmon mengandung 146 kalori, 21.62 gram protein, 5.93 gram lemak, 1.4 gram omega 3, 45 mg kolesterol, dan 0.77 mg zat besi.

    Dikutip dari Halodoc (26/2/2025), konsumsi ikan salmon bermanfaat untuk kesehatan jantung, fungsi otak, hingga kesehatan mata. Tak hanya itu, ikan salmon kaya vitamin D yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan tulang.

    Di pasaran, ikan salmon tergolong mahal di Indonesia. Harganya bisa mencapai lebih dari Rp 150 ribu per kg. Ikan salmon paling populer dipanggang dengan sedikit bumbu. Rasanya yang minimalis dengan kandungan kalori yang sedikit tapi tinggi protein, membuat konsumsi ikan ini juga jadi andalan pelaku diet.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    Kandungan protein dan omega 3 pada ikan kembung vs ikan salmon

    Ikan kembung dan ikan salmon sejatinya sama-sama menyehatkan. Dua nutrisi andalannya adalah protein dan asam lemak omega 3 yang tinggi.

    Pada 100 gram ikan kembung mengandung 2.6 gram omega 3. Sementara salmon mencapai 1.4 gram omega 3. Jadi, bisa dibilang, ikan kembung sedikit lebih unggul dalam kandungan omega 3.

    Untuk protein, dalam 100 gram ikan kembung mengandung 19.32 gram protein. Jumlah ini hanya berbeda sedikit dari ikan salmon yang lebih tinggi yaitu 21.62 gram protein.

    Namun dilihat dari faktor ketersediaan, harga, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan dari 2 jenis ikan ini, dapat disimpulkan kalau konsumsi ikan kembung menjadi pilihan yang lebih bijak.

    Klik Dokter (16/3/2024) mencatat ikan kembung lebih mudah ditemukan di pasar-pasar lokal Indonesia dan cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan ikan salmon yang harus diimpor.

    Selain itu, mengonsumsi ikan lokal seperti kembung mendukung keberlanjutan lingkungan dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari pengiriman ikan dari jarak jauh.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kampung Dongeng Tangsel, Wisata Keluarga Tempat Anak Bebas Berimajinasi

    Kampung Dongeng Tangsel, Wisata Keluarga Tempat Anak Bebas Berimajinasi


    Jakarta

    Kampung Dongeng Tangsel di Ciputat adalah pilihan liburan bagi keluarga Jabodetabek dan sekitarnya. Di sini, anak bisa berimajinasi melalui dongeng dan beragam kegiatan seru. Keluarga tentunya bisa ikut serta dalam dunia fantasi anak yang penuh warna dan cerita.

    Seperti namanya, Kampung Dongeng menghidupkan kembali tradisi mendongeng dalam keluarga. Tradisi dihidupkan dalam berbagai kegiatan misal Kampung Dongeng Pekan Ceria, Kampung Dongeng Keliling, Kemah Dongeng, dan aktivitas menarik lainnya.

    Kampung Dongeng TangselKampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Di Kampung Dongeng, anak tak hanya mendengarkan tapi juga belajar menuturkan dongeng sesuai imajinasinya. Seluruh kegiatan di Kampung Dongeng dilakukan di tengah alam yang asri dan hijau. Lingkungan sejuk dan terbuka membebaskan anak serta keluarganya bebas beraktivitas.


    Kampung Dongeng juga punya banyak koleksi buku yang bisa dibaca tiap saat. Buku-buku ini tersusun rapi dalam tiap rak yang terdapat di sanggar Kampung Dongeng. Kegiatan di tiap sanggar dan Kampung Dongeng bisa diupdate di media sosial Instagram kampungdongeng, Pengunjung juga bisa menghubungi nomor admin yang tercantum di medsos.

    Lokasi dan Tiket Masuk Kampung Dongeng Tangsel

    Kampung Dongeng Tangsel beralamat di Jl. Musyawarah nomor 99 RT 04/RW 01, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat. Pengunjung tak perlu membayar tiket masuk, namun sebaiknya daftar lebih dulu sebelum mengikuti program dan kegiatan Kampung Dongeng.

    Jam buka Kampung Dongeng adalah pukul 07.00-17.00 WIB saat hari libur dan kerja, sehingga pengunjung bisa datang bersama anak dan keluarga setiap saat. Bangunan Kampung Dongeng terdiri dari dua lantai dengan bagian bawah terdiri dari sanggar dan ruang terbuka, sementara ruang atas adalah editorial serta operasional.

    Kampung Dongeng TangselKampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Menurut Sekretaris Umum Komunitas Kampung Dongeng Indonesia, Meta, Kampung Dongeng Tangsel bisa menampung 50 anak saat ada kegiatan. Biasanya, kegiatan dilakukan pada Sabtu dan Minggu sehingga pengunjung bisa datang dab menikmati kegiatan bersama keluarga.

    “Usia yang sering datang mulai dari TK usia 5 tahun, bahkan anak SMP usia 13 tahun pun masih banyak yang ikut,” kata Meta.

    Dengan berbagai programnya, Kampung Dongeng Tangsel patut dipertimbangkan sebagai alternatif liburan keluarga bagi warga Jabodetabek. Apalagi wisata edukatif ini tersebar di banyak tempat seluruh Indonesia yang dibangun bersama komunitas dongeng.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kampus Kecil di Tengah Arus Besar Pendidikan Tinggi

    Kampus Kecil di Tengah Arus Besar Pendidikan Tinggi



    Jakarta

    Pendidikan tinggi di Indonesia, dalam idealitasnya, didesain untuk menjadi lokomotif perubahan sosial. Ia adalah kawah candradimuka tempat anak bangsa dididik dan dipersiapkan menjadi pemimpin, inovator, dan pejuang kemanusiaan.

    Dalam visi besar nasional, perguruan tinggi ditempatkan sebagai garda depan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Namun, di balik narasi gemerlap pendidikan tinggi, terdapat potret lain yang jarang terangkat, yakni pergumulan perguruan tinggi kecil yang tersebar di pelbagai daerah, jauh dari hiruk pikuk universitas besar yang terus mengukir prestasi global.

    Ketika universitas besar berlomba memperluas jejaring internasional dan meraih akreditasi unggul, perguruan tinggi kecil justru sibuk memastikan roda akademik tetap berputar. Situasi ini menimbulkan paradoks: tuntutan nasional dan global semakin tinggi, tetapi daya dukung kelembagaan justru semakin rapuh.


    Persoalan Mendasar

    Salah satu problem krusial di perguruan tinggi kecil adalah aspek kemahasiswaan. Jumlah mahasiswa yang relatif kecil serta latar belakang sosial-ekonomi yang homogen membuat dinamika akademik berjalan datar. Banyak lulusan sekolah menengah di daerah memilih langsung bekerja untuk menopang ekonomi keluarga. Pendidikan tinggi belum sepenuhnya dipandang sebagai investasi jangka panjang, melainkan sebagai beban tambahan yang sulit ditanggung.

    Padahal, John Dewey dalam Democracy and Education (1916), pernah menegaskan bahwa pendidikan adalah sarana utama untuk memastikan demokrasi tetap hidup. Melalui pendidikan, individu dipersiapkan untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial. Pandangan ini memberi pesan penting bahwa ketika akses pendidikan tinggi masih dianggap barang mewah, maka partisipasi sosial pun terancam pincang. Paradoks inilah yang setiap tahun dihadapi perguruan tinggi kecil.

    Masalah lain yang kerap muncul adalah aspek manajemen pengelolaan. Tidak jarang konflik internal terjadi antara pimpinan yayasan, rektorat, dan unit-unit kerja di bawahnya. Perselisihan ini sering berakar pada perbedaan kepentingan, transparansi keuangan, atau perebutan posisi strategis. Alih-alih menjadi motor penggerak kemajuan, konflik manajerial justru menyita energi kelembagaan. Akibatnya, pengambilan keputusan berjalan lambat, program akademik terhambat, dan suasana organisasi menjadi tidak kondusif bagi tumbuhnya iklim akademik yang sehat.

    Selain mahasiswa dan tata kelola, persoalan mendasar lainnya adalah sumber daya manusia. Dosen sebagai jantung kehidupan kampus sering kali tidak mudah direkrut dan dipertahankan. Honorarium yang terbatas membuat banyak dosen muda terbaik menjadikan kampus daerah sebagai batu loncatan sebelum pindah ke perguruan tinggi besar yang menawarkan kesejahteraan lebih baik. Situasi ini menciptakan kerentanan berlapis, karena tanpa dosen yang stabil dan berkualitas, sulit menciptakan proses akademik yang sehat dan berkesinambungan.

    Problem lain yang tak kalah serius adalah ihwal pembinaan karier dosen. Jalur kenaikan pangkat dan pengembangan jabatan akademik di perguruan tinggi kecil kerap terhambat oleh pelbagai keterbatasan. Minimnya dukungan riset, sulitnya menghasilkan publikasi di berkala ilmiah bereputasi, serta akses yang sempit terhadap jejaring akademik membuat proses karier berjalan jauh lebih lambat dibandingkan rekan sejawat mereka di perguruan tinggi besar. Tidak mengherankan bila dosen dengan jabatan lektor kepala, apalagi guru besar, masih menjadi sesuatu yang langka sekaligus mahal di lingkungan perguruan tinggi kecil.

    Tak berhenti di situ, keterbatasan infrastruktur semakin memperberat keadaan. Minimnya laboratorium, gedung belajar yang serba terbatas, hingga fasilitas teknologi yang tertinggal membuat pembelajaran lebih banyak berhenti pada transfer pengetahuan. Mahasiswa tidak mendapat ruang yang cukup untuk mengalami proses riset dan eksplorasi ilmiah. Padahal, di era digital yang berkembang cepat, kemampuan bereksperimen dan menghasilkan inovasi justru semakin dibutuhkan.

    Keterbatasan yang berlapis ini akhirnya membuat perguruan tinggi kecil rawan terjebak pada fungsi formalitas, yakni sekadar menyelenggarakan kuliah rutin tanpa benar-benar menjadi pusat penciptaan ilmu. Alih-alih menjadi motor perubahan sosial, kampus justru dipaksa sibuk bertahan hidup dari tahun ke tahun.

    Tri Dharma yang Tereduksi

    Perguruan tinggi lahir dengan mandat besar yakni mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat. Namun, di banyak perguruan tinggi kecil, mandat ini kerap menyusut. Sekali lagi, orientasi lebih banyak berhenti pada aspek pengajaran semata. Paradigma yang terbentuk adalah learning oriented, bukan research oriented atau community oriented. Situasi ini bukan semata-mata pilihan sadar, melainkan keterpaksaan akibat keterbatasan anggaran dan dukungan kelembagaan.

    Padahal, penelitian dan publikasi ilmiah merupakan roh perguruan tinggi. Dari situlah ilmu diperbarui, pengetahuan dikembangkan, dan masyarakat memperoleh manfaat nyata. Seperti diingatkan Ernest Boyer dalam Scholarship Reconsidered: Priorities of the Professoriate (1990), persoalan akademik tidak boleh dipersempit hanya pada pengajaran. Ia mencakup empat dimensi penting: penemuan, integrasi, penerapan, dan pengajaran. Penekanan Boyer ini relevan, bahwa penelitian tidak hanya untuk memenuhi tuntutan birokratis, melainkan untuk memperkaya kehidupan sosial dan memberi makna lebih luas bagi keberadaan perguruan tinggi.

    Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Banyak kampus yang sulit mengalokasikan dana riset, apalagi publikasi bereputasi. Keterbatasan keuangan membuat penelitian hanya sekadar formalitas, atau bahkan dikesampingkan. Akibatnya, Tri Dharma yang seharusnya berjalan seimbang, tereduksi hanya menjadi satu: mengajar.

    Dampaknya jelas. Perguruan tinggi kehilangan energi pembaruan pengetahuan. Dosen tidak terdorong menghasilkan riset bermutu. Mahasiswa pun hanya dijejali materi tanpa kesempatan cukup untuk mengalami proses penciptaan ilmu. Perguruan tinggi yang mestinya menjadi pusat inovasi, berubah sekadar ruang penyampaian pengetahuan.

    Jika dirunut lebih jauh, problem ini membentuk lingkaran yang saling mengikat. Jumlah mahasiswa yang sedikit membuat pemasukan terbatas. Dana yang minim berdampak pada kesejahteraan dosen dan sarana prasarana yang tertinggal. Kualitas akademik pun merosot, reputasi kampus menurun, hingga pada akhirnya makin tidak diminati oleh calon mahasiswa. Lingkaran ini berputar terus-menerus, sulit diputus tanpa adanya intervensi kebijakan yang nyata.

    Padahal, pendidikan yang sehat seharusnya mampu menumbuhkan imajinasi, empati, dan daya kritis. Perguruan tinggi idealnya menjadi ruang subur bagi tumbuhnya kualitas-kualitas tersebut. Namun, realitas menunjukkan bahwa perguruan tinggi kecil kerap terjebak dalam pola bertahan hidup, sehingga energi yang seharusnya dipakai untuk pengembangan akademik lebih banyak tersita untuk sekadar menjaga keberlangsungan lembaga.

    Keberpihakan dan Kolaborasi

    Apakah berarti kampus kecil ditakdirkan untuk selamanya berada di pinggiran? Tidak. Keterbatasan tidak selalu identik dengan kebuntuan. Ada sejumlah langkah strategis yang bisa ditempuh.

    Pertama, keberpihakan negara dalam pembinaan perguruan tinggi kecil perlu terus diperkuat. Program hibah dan bantuan pemerintah harus benar-benar menyentuh kebutuhan kampus kecil, tidak hanya berfokus pada kampus besar. Wujud keberpihakan itu dapat berupa langkah afirmatif maupun kebijakan klasterisasi perguruan tinggi swasta, sehingga setiap institusi memperoleh dukungan yang proporsional sesuai kapasitas dan tantangannya. Pada akhirnya, pendidikan tinggi harus dipahami sebagai urusan kebangsaan yang menuntut kolaborasi dan pemerataan, bukan semata kompetisi antar lembaga.

    Kedua, kampus kecil harus membangun kolaborasi. Di era digital, jarak bukan lagi penghalang. Jejaring riset lintas kampus, baik nasional maupun internasional, bisa membuka akses publikasi dan inovasi. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membangun ‘ekosistem belajar’ yang saling menopang.

    Ketiga, transformasi pembelajaran. Perguruan tinggi kecil harus berani meninggalkan metode tradisional yang hanya mengandalkan ceramah. Mereka perlu mengadopsi blended learning, problem-based learning, atau pendekatan partisipatif lain yang memberi ruang kreativitas mahasiswa. Dengan demikian, keterbatasan fisik bisa diimbangi oleh inovasi pedagogi.

    Namun, setiap langkah strategis harus disertai analisis risiko. Bidang kemahasiswaan berisiko kehilangan calon mahasiswa jika tidak ada diversifikasi strategi penerimaan. SDM berisiko stagnan jika insentif tidak diperbaiki. Infrastruktur pembelajaran berisiko tertinggal jika kebijakan anggaran tidak berpihak. Riset dan publikasi berisiko macet jika jejaring tidak dibangun. Pendidikan berisiko melahirkan lulusan tidak kompetitif jika metode pembelajaran tidak berubah.

    Dengan risk mapping yang jelas, perguruan tinggi kecil bisa menyiapkan mitigasi yang realistis, misalnya: beasiswa daerah, insentif kinerja, shared facilities, konsorsium riset, dan digitalisasi pembelajaran. Langkah-langkah ini bukan sekadar teknis, tetapi strategi bertahan hidup sekaligus melangkah maju.

    Kampus kecil di daerah ibarat lilin kecil di tengah gelapnya malam. Cahayanya mungkin redup, tetapi ia tetap memberikan arah bagi anak-anak bangsa yang haus ilmu. Lilin itu bisa padam jika dibiarkan berjuang sendiri, tetapi bisa pula semakin terang bila ditiup angin keberpihakan dan dilindungi kaca kolaborasi.

    Menyulam asa kampus kecil adalah bagian dari menyulam masa depan bangsa. Indonesia tidak akan maju hanya dengan menonjolkan kampus besar di kota-kota utama. Kekuatan bangsa justru akan lahir jika kampus di pelosok pun mendapat ruang tumbuh yang sama. Di situlah sejatinya keadilan pendidikan, yakni menghadirkan cahaya pengetahuan di setiap sudut negeri.

    *) Ahmad Tholabi Kharlie
    Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
    Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek RI

    *) Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Tawar Putih, Ini Cara Pilihnya

    Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Tawar Putih, Ini Cara Pilihnya


    Jakarta

    Roti gandum tergolong lebih sehat dari roti tawar putih. Dari beberapa produk di pasaran, begini tips memilih roti gandum yang kualitasnya paling baik. Kenali mulai dari label hingga teksturnya.

    Banyak orang suka mengawali hari dengan makan roti. Jenisnya bisa roti gandum atau roti tawar putih. Mereka yang lebih peduli kesehatan, umumnya akan memilih roti gandum, meski harganya sedikit lebih mahal.

    Roti gandum memang tergolong lebih sehat dari roti tawar putih. Roti gandum mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral. Indeks glikemiknya juga lebih rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah sesaat setelah dikonsumsi.


    Very Well Fit (13/4/2023) mengungkap roti gandum juga bagus dikonsumsi sehari-hari sebagai sumber serat. Selain itu, terkandung juga zat besi dan potassium.

    Dari sisi nutrisi, dalam 1 lembar roti gandum (43 gram) biasanya terdiri dari 80 kalori, 20 gram karbohidrat, 3 gram serat, 5 gram protein, 95 milligram potasium, dan lainnya.

    Roti gandum cocok buat diet, karena kalorinya rendah. Hanya sebesar 80 kcal dan bisa dikonsumsi saat sarapan.

    Manfaat lainnya, konsumsi roti gandum dapat meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah studi tahun 2016 yang dimuat di British Medical Journal mengungkap konsumsi 3 porsi atau biji-bijian utuh per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan jantung koroner.

    Lantas, bagaimana memilih roti gandum berkualitas terbaik? Berikut ciri-cirinya:

    1. Label gandum utuh

    Pilih produk roti gandum yang hanya dibuat dari 100% “gandum utuh” atau “bijian utuh”. Dalam bahasa Inggris istilahnya adalah “100% whole wheat” atau “100% whole grain”.

    Produsen biasanya akan mencantumkan tepung gandum utuh sebagai bahan utama di informasi nilai gizi roti. Hindari roti gandum yang hanya dibuat dengan “tepung gandum” atau “diperkaya tepung yang diputihkan”.

    Tips Memilih Roti Gandum yang Sehat dan Cocok Buat DietRoti gandum lebih sehat dari roti tawar putih karena kaya serat dan memiliki indeks glikemik rendah. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    2. Perhatikan kandungan sodium

    Pada label kemasan, perhatikan juga kandungan sodium roti gandum. Sebab beberapa produsen menggunakannya untuk mengontrol aktivitas ragi dan membuat roti lebih enak.

    Hindari roti gandum yang kandungan sodiumnya tinggi. Di pasaran, ada roti gandum yang selembarnya bisa mengandung 200 gram!

    3. Lihat ciri fisiknya

    Pilih roti gandum yang teksturnya agak padat, bukan lembut atau lembek. Jika rotinya padat, besar kemungkinan dibuat dengan tepung gandum utuh. Sebaliknya, jika terlalu lembut bisa jadi ditambahkan bahan kimia untuk mengurangi penggunaan tepung.

    Dalam hal menyimpan roti gandum, simpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari. Lebih baik jika disimpan di kotak roti. Kamu bisa juga membekukan roti gandum dalam freezer lalu memanggangnya hanya ketika kamu ingin menikmatinya.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rute Menuju Kampung Dongeng Tangsel dengan KRL dan Kendaraan Pribadi

    Rute Menuju Kampung Dongeng Tangsel dengan KRL dan Kendaraan Pribadi


    Jakarta

    Kampung Dongeng Tangsel bisa jadi alternatif liburan keluarga warga Jabodetabel dan sekitarnya. Di sini, anak dan orang tua bisa ikut berbagai kegiatan yang diselenggarakan komunitas dongeng, Tak hanya mendengarkan, anak juga bisa bebas bercerita sesuai imajinasinya.

    Kampung Dongeng Tangerang Selatan berlokasi di Jalan Musyawarah nomor 99, RT 04/RW 01, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. detikTravel sempat mengunjungi destinasi liburan ini pada Kamis (9/10/2025) ketika suasana Kampung Dongeng tidak terlalu ramai.


    Kampung Dongeng TangselPapan penunjuk arah menuju Kampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Lokasi dan lingkungan sekitar Kampung Dongeng Tangsel tentunya sangat sejuk, asri, dan menyenangkan. Berikut pilihan transportasi dan akses menuju Kampung Dongeng Tangsel

    1. KRL

    Pengguna KRL bisa turun di Stasiun Cisauk atau Rawa Buntu lalu transportasi online menuju Kampung Dongeng Tangsel. Lokasi Kampung Dongeng Tangsel agak jauh dari jalan utama, sehingga anak dikhawatirkan capai atau rewel jika harus jalan jauh.

    2. Kendaraan pribadi

    Pengunjung dari arah Kecamatan Ciputat Timur bisa mengarahkan kendaraannya menuju Jl. WR Supratman, lalu belok kiri menuju Jl. Menjangan Raya

    Selanjutnya, pengunjung bisa lurus terus menuju pertigaan dan Jl. Merpati Raya kemudian Jl. Elang Raya lalu Jl. Elang IV. Di sini, pengunjung akan menemukan petunjuk jalan menuju Kampung Dongeng Tangsel.

    3. Angkutan kota (angkot)

    Pengunjung bisa naik angkot D 08 jurusan BSD dan turun di seberang Jalan Cici. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 850 meter menuju Kampung Dongeng. Angkot yang sama bisa diakses dari Stasiun Pondok Ranji.

    Saat detikTravel berkunjung, suasana Kampung Dongeng Tangsel sangat tenang dan rindang. Sangat berbeda dengan kondisi Ciputat yang sangat panas dan riuh dengan berbagai kegiatan manusia.

    Kondisi ini mungkin sedikit berbeda pada akhir pekan saat ramai pengunjung. Perbedaan ini tak mengurangi pesona Kampung Dongeng Tangsel sebagai pilihan liburan akhir pekan bersama keluarga.

    Konsep dan Program Kampung Dongeng Tangsel

    Konsep utama Kampung Dongeng Tangsel adalah pembangunan karakter anak melalui kegiatan storytelling. Awam Prakoso selaku Founder Kampung Dongeng Indonesia berharap perkembangan sifat dan hubungan anak-orang tua dapat diperkuat melalui dongeng.

    Kegiatan mendongeng yang jadi bagian dari keseharian selanjutnya bisa terus lestari antar generasi. Di Kampung Dongeng Tangsel, berbagai kegiatan terus dilakukan untuk memasyarakatkan dongeng. Salah satunya program Kampung Dongeng Keliling di seluruh Indonesia.

    Kampung Dongeng TangselKampung Dongeng Tangsel (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    “Program Kampung Dongeng Keliling ini tersebar di beberapa titik, baik dari program sendiri atau dengan undangan. Kegiatan kelilingnya bisa lintas pulau, seperti ke Gorontalo, Kalimantan, bahkan Papua, juga ke daerah-daerah sekitar dengan menggunakan mobil Kampung Dongeng Keliling,” kata Awam.

    Berdiri sejak 18 Mei 2009, Kampung Dongeng Indonesia telah menjadi alternatif anak mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Proses ini tentu akan lebih menyenangkan jika ditemani orang tua di lingkungan yang teduh, tenang, dan nyaman seperti Kampung Dongeng Indonesia.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bahasa Inggris Bakal Jadi Mapel Wajib SD Kelas 3-6, Akan Ada Pelatihan buat Guru

    Bahasa Inggris Bakal Jadi Mapel Wajib SD Kelas 3-6, Akan Ada Pelatihan buat Guru


    Jakarta

    Pemerintah akan menerapkan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib bagi jenjang SD/sederajat mulai kelas 3-6. Bagaiamana persiapannya?

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia tengah melakukan transformasi. Hal ini disampaikannya pada The 71st TEFLIN International Conference Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) hari kedua, Kamis (9/10/2025) lalu.

    Hadir sebagai keynote speaker, Mu’ti menyebutkan bila pemerintah akan memprioritaskan pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris di seluruh Indonesia. Pelatihan ini perlu digelar mengingat penerapan bahasa Inggris di sekolah masih memiliki sejumlah tantangan.


    “Tahun depan, kami akan mengadakan pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris. Tantangan terbesar kita adalah meningkatkan kompetensi dan menjadikan pembelajaran bahasa Inggris menarik, mendalam, dan menyenangkan bagi pelajar kita,” ujarnya dikutip dari rilis yang diterima detikEdu, Selasa (14/10/2025).

    Sebagai bahasa kedua, penerapan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari murid Indonesia juga menjadi tantangan. Untuk menghadapi hal itu, Menteri Mu’ti sudah menyiapkan jawaban.

    Ke depan, kemampuan membaca, menulis, dan berbicara harus diintegrasikan dalam pembelajaran. Dengan begitu kemampuan murid bisa meningkat dan mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Penerapan Bahasa Inggris di SD

    Rektor UB Prof Widodo menyambut baik arah kebijakan Mendikdasmen yang ingin memperkenalkan pelajaran bahasa Inggris sejak murid SD. Ia juga menyatakan UB siap mendukung peningkatan kapasitas guru bahasa Inggris melalui kolaborasi akademik dan program pengabdian masyarakat.

    Nada positif juga disampaikan Presiden The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN), Prof Utami Widiati. Utami membocorkan kebijakan ini akan diterapkan pada 2027.

    “Mulai tahun 2027, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib untuk siswa SD kelas 3 hingga 6. Kehadiran Pak Menteri di konferensi ini diharapkan memberi motivasi bagi kita semua dalam menyambut kebijakan tersebut,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Utami menyebut kini akses belajar bahasa Inggris jauh lebih mudah dibanding masa lalu. Tak perlu dihindari, teknologi dan AI masa kini bisa jadi peluang untuk memperkaya metode pembelajaran.

    “Dengan pemanfaatan AI secara bijaksana, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan personal,” imbuhnya.

    Konferensi TEFLIN ke-71 Tahun 2025

    Sebagai informasi, The 71st TEFLIN International Conference 2025 digelar selama tiga hari pada 8-10 Oktober 2025. Sebagai tuan rumah, UB menyiapkan berbagai lokasi konferensi internasional ini, seperti di Gedung Samantha Krida, Widyaloka, serta FIB A, dan FIB B.

    Dengan tema besar “Reimagining English Language Education in the Age of AI and Digital Transformation: Integrating Inclusive Education and Cultural Diversity”, konferensi ini dihadiri para pakar bahasa, pendidik, peneliti dan praktisi.

    Diketahui terdapat 13 negara dengan kurang lebih 650 peserta hadir pada acara ini. Perwakilan negara yang hadir berasal dari Malaysia, India, Pakistan, Australia, Vietnam, Mesir, Jepang, UK, Cina, USA, Canada, dan lainnya.

    Dalam konferensi ini, para pakar bahasa, pendidik, peneliti, dan praktisi akan mendiskusikan transformasi pembelajaran bahasa Inggris di era kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital. Selain Mendikdasmen, ada beberapa keynote speaker yang menyampaikan pandangan dalam acara ini.

    Mereka adalah Prof Gary Barkhuizen (University of Auckland, New Zealand) dan Prof Ju Seong Lee (University of Hong Kong) yang membahas narrative inquiry serta pengembangan keterampilan berbicara melalui Informal Digital Learning of English (IDLE).

    Selanjutnya, ada Assoc Prof Dennis Alonzo dari University of New South Wales yang mengulas Technological Progress and Social Resistance serta Assoc Prof Hamamah dari UB yang menyoroti AI in ELT in Indonesia: A Critical Review of Innovation, Ethics, and Equity.

    Konferensi ini juga turut dihadiri pembicara plenary internasional seperti Prof Kyria Rebeca Finardi (Universidade Federal do Espírito Santo, Brazil), Prof Young-Joo Jeon (Mokwon University, Korea Selatan), dan Assoc Prof Dennis Alonzo (University of New South Wales, Australia).

    TEFLIN 2025 didukung oleh berbagai lembaga internasional seperti British Council, RELO (Regional English Language Office), dan ALTI (Asosiasi Linguistik Terapan Indonesia), dengan publikasi prosiding dan jurnal yang terindeks Scopus, SINTA, serta ISBN proceedings.

    Dekan FIB UB, Sahiruddin menegaskan TEFLIN 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan riset dan inovasi pengajaran bahasa. Ia berharap konferensi ini bisa memberikan dampak positif bagai dosen dan guru bahasa Inggris.

    “Khususnya dalam memanfaatkan AI secara bijaksana. Kami juga berharap peserta mendapat inspirasi dari praktik terbaik para ahli internasional untuk diterapkan di Indonesia,” tandasnya.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Makanan Tersehat di Dunia, Ada yang dari Korea hingga Yunani

    5 Makanan Tersehat di Dunia, Ada yang dari Korea hingga Yunani


    Jakarta

    Kini pola makan sehat tak hanya untuk menjaga kesehatan tubuh saja. Tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang sudah melekat dan digemari orang-orang.

    Jika dulu makan sehat berarti menghindari banyak jenis makanan, kini pendekatannya lebih pada menambahkan bahan makanan bernutrisi serta mengurangi konsumsi makanan olahan yang secara ilmiah kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis hingga kematian dini.

    Dari makanan fermentasi hingga kebiasaan mengonsumsi yogurt secara rutin, banyak cara sederhana untuk membuat pola makan lebih sehat. Namun jika ingin menambahkan superfood ke dalam menu harian, beberapa negara seperti Korea, India, Jepang, hingga Yunani bisa menjadi rujukan.


    Berikut 5 makanan tersehat di dunia menurut The American Journal of Public Health, dilansir dari VOGUE UK (23/07/2025):

    1. Kimchi

    Ilustrasi kimchiIlustrasi kimchi Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak

    Kimchi tak terpisahkan dari menu makan harian orang Korea yang kini juga digemari di berbagai negara, termasuk di Amerika hingga Inggris. Makanan berupa sayuran fermentasi ini dikenal karena rasa asam pedasnya yang khas sekaligus khasiat kesehatannya.

    Kimchi membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang penting bagi kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, kimchi juga memiliki sifat anti kanker, antioksidan, antimikroba, serta baik untuk menjaga berat badan dan tekanan darah.

    Para ahli gizi menyarankan konsumsi enam porsi makanan fermentasi per hari. Masyarakat Korea yang memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dari Inggris, membuktikan bahwa menjadikan kimchi makanan rutin bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

    2. Kacang Lentil

    lentillentil pada makanan. Foto: iStock

    Sering digunakan dalam masakan khas India seperti dahl, lentil termasuk jenis kacang-kacangan yang kaya nutrisi dan harganya juga terjangkau. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lentil mampu mengurangi peradangan dalam tubuh, faktor yang berperan dalam berbagai penyakit kronis.

    Lentil juga mengandung antioksidan, zat antimikroba, dan polifenol yang diyakini dapat mencegah penyakit degeneratif. Selain itu, kandungan serat dan proteinnya baik untuk menjaga gula darah tetap stabil serta mendukung kesehatan pencernaan.

    Lentil tersedia dalam berbagai warna, bisa dibeli dalam bentuk matang maupun mentah dan mudah untuk dimasukkan dikombinasikan dengan makanan lain.

    3. Minyak Zaitun

    Caprese. Caprese salad. Italian salad. Mediterranean salad. Italian cuisine. Mediterranean cuisine. Tomato mozzarella basil leaves black olives and olive oil on wooden table. Recipe - IngredientsMinyak zaitun pada makanan Mediterania. Foto: Getty Images/MarianVejcik

    Kaya antioksidan dan anti peradangan, minyak zaitun terutama jenis extra virgin oil, merupakan komponen utama dari pola makan Mediterania yang dikenal sehat.

    Minyak ini telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, serta mengurangi risiko kerusakan hati dan penyakit neurodegeneratif seperti demensia.

    Cara mengonsumsinya pun beragam, bisa dituang di atas salad atau dicampur ke dalam makanan yang bernutrisi, bisa jadi cocolan untuk makan roti, atau diminum satu sendok setiap pagi seperti vitamin.

    4. Kedelai

    mao tofu, tahu berambut khas ChinaTahu dari kedelai. Foto: Getty Images/iStockphoto/elifranssens

    Beragam olahan kacang kedelai seperti tahu, tempe, edamame, dan miso merupakan bagian penting dalam pola makan orang Jepang.

    Kedelai mengandung protein, vitamin C, zat besi, magnesium dan folat yang tinggi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat membantu mencegah penyakit jantung, beberapa jenis kanker dan stroke, sekaligus menurunkan kolesterol dan memperkuat tulang.

    Meski dulu sempat dikhawatirkan dapat memicu pertumbuhan tumor berdasarkan penelitian terhadap hewan pada 1990-an. Studi terbaru justru menunjukkan bahwa kedelai bisa menurunkan risiko kanker serta membantu meredakan gejala pre-menopause. Penting dicatat bahwa produk makanan kedelai olahan tidak memberikan manfaat kesehatan yang sama dengan versi alaminya.

    5. Yoghurt

    homemade organic coconut greek yogurt in wooden bowl organic coconut greek yogurt. Foto: Getty Images/iStockphoto/ThitareeSarmkasat

    Baik disantap sebagai sarapan maupun dijadikan saus celup bersama rempah, yoghurt Yunani atau Greek yoghurt merupakan pilihan sehat yang mudah dijadikan bagian dari rutinitas harian.

    Menu yang satu ini kaya akan protein, kalsium, vitamin B12, dan probiotik. Yoghurt juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mendukung kesehatan tulang dan usus.

    Selain menyehatkan, yoghurt juga terjangkau. Tapi pastikan memilih varian alami tanpa tambahan gula untuk memperoleh manfaat vitamin yang maksimal.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • “Wisata Baru” Colosseum, Terowongan Bawah Tanah Berusia 2.000 Tahun

    “Wisata Baru” Colosseum, Terowongan Bawah Tanah Berusia 2.000 Tahun



    Roma

    Colosseum menjadi ikon wisata Roma, Italia. Bulan ini, ada ‘wisata baru’ yang bisa dinikmati turis di sana.

    Adalah Lorong Commodus atau Passage of Commodus, sebuah terowongan sepanjang 55 meter yang dibangun di bawah amfiteater oleh kaisar Romawi. Terowongan ini digunakan oleh kaisar dan tamu-tamunya untuk menyelinap ke Colosseum tanpa terlihat orang lain, alias jalan rahasia.

    Dikutip dari CNN pada Sabtu (11/10), lorong ini rencananya akan dibuka kembali untuk publik pada bulan ini. Pengunjung akan melihat bagaimana pemandangan di belakang panggung kekaisaran yang telah berusia 2.000 tahun tersebut.


    Nama terowongan ini diambil dari Kaisar Commodus, pemimpin tiran yang memerintah dari tahun 177 hingga 192 Masehi. Ia bahkan hampir dibunuh di lowong bawah tanah tersebut.

    Koridor tersembunyi ini pertama kali ditemukan antara tahun 1810 dan 1814 oleh para penggali Prancis di bawah arsitek Carlo Lucangeli, kemudian dibuka kembali pada tahun 1874 dan diteliti kembali pada tahun 1990-an. Selama restorasi seluruh situs pada tahun 2020-2021, para arkeolog memetakan terowongan secara menyeluruh dan memulai fase baru konservasi.

    Restorasi terbaru dilakukan untuk menghilangkan debu dan kotoran yang telah menumpuk selama berabad-abad, memasang kembali plester yang rapuh menggunakan alat laser, dan memperlihatkan dinding berlapis marmer yang diukir dengan lanskap dan adegan mitologis – termasuk kisah Dionysus, dewa anggur dan pesta pora. Di dekat pintu masuk, ukiran perburuan babi hutan, pertarungan beruang, dan akrobat mengingatkan kita pada tontonan yang pernah memenuhi arena tersebut.

    “Begitu lorong ini dibuka untuk umum, pengunjung akan menghargai bagaimana rasanya menjadi seorang kaisar,” kata arkeolog Barbara Nazzaro, yang memimpin pekerjaan tersebut.

    Massimo Osanna, direktur jenderal museum Italia, menyebut pembukaan kembali ini sebagai tonggak penting yang memadukan penelitian dan pelestarian. Fitur-fitur baru seperti peta taktil dan rekonstruksi video bertujuan untuk menjadikan situs ini benar-benar mudah diakses dan inklusif bagi semua pengunjung.

    Lorong berkubah, yang ditambahkan pada abad pertama dan kedua setelah pembangunan awal Colosseum, terdiri dari tiga cabang dengan dua membentang dari timur ke barat dan satu dari utara ke selatan.

    Restorasi ini mencakup pencahayaan yang menciptakan kembali cahaya matahari dari jendela atap yang telah lama tertutup rapat, ditambah panel kaca yang memungkinkan pengunjung menyaksikan para arkeolog bekerja. Penggalian baru yang dijadwalkan tahun depan akan menelusuri rute terowongan, kemungkinan menuju barak para gladiator. Proyek ini didanai oleh Taman Arkeologi Colosseum dan Rencana Pemulihan dan Ketahanan Nasional Italia (PNRR).

    (bnl/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • 35 Siswa Sekolah Rakyat Bakal Dapat Beasiswa Kuliah

    35 Siswa Sekolah Rakyat Bakal Dapat Beasiswa Kuliah



    Jakarta

    Sebanyak 35 siswa Sekolah Rakyat akan mendapat beasiswa kuliah usai lulus pendidikan menengah. Tujuh di antaranya juga mendapat jaminan pekerjaan setelah lulus kuliah.

    Kabar tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam kegiatan di Sumedang, Jawa Barat, Senin (13/10/2025), melansir Antara.


    Gus Ipul mengatakan fasilitas kuliah tersebut di antaranya disediakan oleh satu kampus swasta di Jakarta. Siswa dipersiapkan kuliah pada penerimaan 2027.

    Ia menambahkan, para siswa yang akan mendapat beasiswa kuliah terpilih berdasarkan kemampuannya.

    Penyiapan Siswa Sekolah Rakyat untuk Kuliah dan Kerja

    Program pemerintah ini menyediakan pendidikan bagi anak dari keluarga tidak mampu hingga lulus SMA atau SMK. Para siswa juga tinggal di asrama sekolah.

    Selama sekolah, siswa menjalani pendidikan formal, penguatan mental dan sosial, dan pendidikan karakter. Pendidikan diampu guru yang diseleksi terpusat melalui rekrutmen guru Sekolah Rakyat.

    Sementara itu, anak-anak yang memiliki bakat di bidang bisnis juga diberi bimbingan untuk mengasah kemampuan wirausaha, memahami ilmu bisnis sscara teoretis, dan memperluas jejaring.

    Berdasarkan catatan Mensos, 165 Sekolah Rakyat sudah beroperasi di berbagai daerah. Total jumlah siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah mencapai 16.000 pelajar.

    (twu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Buah yang Kurang Bagus buat Sarapan Kata Ahli Gizi, Ada Pisang!

    3 Buah yang Kurang Bagus buat Sarapan Kata Ahli Gizi, Ada Pisang!


    Jakarta

    Sarapan buah terdengar sebagai ide bagus dan menyehatkan. Namun tak semua jenis buah cocok dikonsumsi pagi hari. Ahli gizi ungkap buah yang sebaiknya tidak dijadikan menu sarapan.

    Konsumsi buah sehari-hari memang disarankan karena berbagai manfaat sehat yang bisa didapat. Buah merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral alami yang mendukung fungsi tubuh.

    Buah, salah satunya, dapat dikonsumsi saat sarapan. Namun ada beberapa jenis yang tidak disarankan menurut ahli gizi Nichola Ludlam-Raine.


    Mengutip Daily Mail (26/7/2025), Ludlam-Raine membuat penilaian (rating) buah terbaik-terburuk untuk sarapan berdasarkan kandungan vitamin dan mineral, serat, serta gula alami pada tiap jenis buah.

    Ludlam-Raine menjelaskan, “Buah mengandung karbohidrat, utamanya dalam bentuk gula alami seperti fruktosa, bersama serat. Kandungan serat memperlambat pencernaan dan bantu cegah lonjakan gula darah.”

    Lantas, buah apa yang kurang bagus dikonsumsi saat sarapan?

    1. Melon

    Semua jenis melon, termasuk semangka, melon cantaloupe, hingga melon honeydew kurang disarankan untuk sarapan. Melon sebagian besar terdiri dari air, mengandung vitamin C, dan pada beberapa jenis mengandung vitamin A.

    Namun melon tergolong rendah kalori dan nilai gizinya secara keseluruhan. Ludlam-Raine berujar, “Melon rendah serat dan rendah nutrisi secara keseluruhan dibandingkan dengan buah-buahan lain. Kandungan gula alaminya dalam jumlah sedang.”

    2. Nanas

    makan nanas bikin lidah gatalSifat nanas yang asam membuatnya kurang ideal dijadikan menu sarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Nanas juga tidak ideal untuk sarapan. Ini karena nanas tinggi kandungan gula alami dan sari buahnya yang asam dapat menyebabkan iritasi pada gusi.

    Namun bukan berarti nanas tidak menyehatkan. Nanas tetaplah buah sehat dengan nutrisi vitamin C dan enzim bromelain. Keduanya membantu pencernaan dan mengurangi peradangan.

    3. Pisang

    Banyak orang mengawali hari dengan makan pisang, tapi sebenarnya pisang juga bukan pilihan yang terlalu ideal untuk sarapan. Bersama anggur, pisang disebut tinggi gula alami oleh Ludlam-Raine.

    Jika makan pisang, bukan tidak mungkin terjadi lonjakan gula darah yang cepat. Kondisi ini membuat seseorang akan merasa cepat lapar. Selain itu, pisang mengandung asam amino yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga berpotensi menyebabkan kantuk.

    Namun, tetap saja pisang buah yang bagus untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan cara tepat. “Pisang adalah sumber potassium yang bagus, vitamin B6, dan serat. Makan pisang memasok energi dengan cepat dan mendukung kesehatan jantung,” ujar Ludlam-Raine.

    Lantas, buah apa yang bagus dikonsumsi saat sarapan?

    Ludlam-Raine mengungkap jeruk, kiwi, dan buah berry adalah pilihan paling ideal. Buah penuh warna ini menyediakan antioksidan beragam. Ludlam-Raine beri skor 5/5 untuk jenis buah ini.

    Khusus untuk buah berry, nutrisinya memang tak main-main. Jenis buah ini juga kaya vitamin C. Konsumsinya dikaitkan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah, sehingga mencegah kerusakan sel dan jaringan.

    Kalau mau pilihan lain, bisa pilih yang skornya 4/5. Ludlam-Raine mengungkap jenisnya ada pir, apel, grapefruit, dan mangga.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com