Blog

  • Warga Baleendah Kaget, Pekarangan Rumahnya Ditumbuhi Bunga Bangkai

    Warga Baleendah Kaget, Pekarangan Rumahnya Ditumbuhi Bunga Bangkai



    Bandung

    Warga Baleendah di Bandung terkaget-kaget melihat pekarangan rumahnya ditumbuhi bunga Bangkai. Warga yang penasaran pun ikut berkerumun ke rumah itu.

    Bunga bangkai atau suweg tumbuh di pekarangan rumah warga Kampung Cilebak, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

    Tumbuhnya tanaman berbau menyengat tersebut membuat geger warga sekitar. Pantauan di lokasi, tanaman itu tumbuh dan mekar di antara permukiman rumah warga.


    Tanaman itu tumbuh dengan diameter 15 sentimeter dan tingginya 20 sentimeter. Beberapa warga sekitar kerap datang untuk melihat dan mengabadikan bunga itu melalui kamera ponselnya. Rumah warga itu pun berubah jadi ‘wisata dadakan’.

    “Jadi awal ketahuan pas mekarnya itu kira-kira 2 hari yang laluan. Sekitar, Sabtu 11 Oktober 2025 lalu,” ujar Aneng Yunengsi (52) saat ditemui, Senin (13/10/2025).

    Peristiwa tersebut bermula saat warga sekitar melakukan kerja bakti bersih-bersih. Setelah itu, warga kemudian mencium bau yang tidak sedap dan langsung menemukan tanaman tersebut.

    “Iya kebetulan kemarin (Sabtu) kan lagi beres-beres, terus aja nengok ke sini ada semacam bau bunga bangkai, yang mau mekar gitu. Tapi waktu itu masih kucup. Nah ditunggu beberapa hari alhamdulillah sekarang udah mekar,” katanya.

    Tanaman tersebut mengeluarkan bau tidak sedap selama beberapa hari. Bahkan kata Aneng, para warga langsung mendekat untuk melihat tanaman tersebut dan sempat menjadi tontonan warga.

    “Soalnya baunya itu lebih bau lebih menyengat dari bangkai tikus, kemarin itu sangat bau akhirnya tetangga pada penuh ke sini pada lihatin, pada bilang bau-bau, tapi semuanya itu pada pada lihatin,” jelasnya.

    “Sudah dibilang bau, tapi tetap pada mau lihat soalnya kan jarang-jarang itu ada di sini ada bunga bangkai gitu,” tambahnya.

    Aneng mengungkapkan, tanaman serupa pernah tumbuh di lokasi yang sama. Kemudian tanaman tersebut langsung layu dengan sendirinya.

    “Iya, waktu itu sekitar setahun ke belakang mungkin. Pernah kejadian ada juga tumbuh di sana. Sekarang tumbuh lagi di sana. Di tempat yang sama, itu tumbuh lagi. Kalau dari bentuk besaran sekarang. Kalau yang dulu itu agak-agak kecil. Baunya juga ini lebih bau lagi. Iya, lebih bau dari waktu itu,” bebernya.

    Dia menambahkan tidak ada tanaman serupa yang tumbuh di wilayah tersebut. Makanya bunga bangkai saat ini tumbuh di lokasi yang sama kala satu tahun yang silam.

    “Satu sampai tiga hari pas mekar aja kecium baunya. Terus hari-hari selanjutnya sudah enggak begitu bau. Udah ya baunya biasa-biasa aja gitu, kaya sekarang aja ini sudah agak hilang baunya,” pungkasnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    Lihat juga Video ‘2 Bunga Bangkai Mekar di Batam, Sempat Jadi Tontonan Warga’:

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Prabowo Minta UI Masuk Top 100 Universitas Terbaik Dunia, Rektor Sorot PR Ini

    Prabowo Minta UI Masuk Top 100 Universitas Terbaik Dunia, Rektor Sorot PR Ini


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi capaian Universitas Indonesia (UI) sebagai universitas dalam negeri pertama yang masuk peringkat 200 besar dalam QS World University Rankings 2026. Ia menilai capaian ini sebagai kemajuan pendidikan tinggi nasional.

    Prabowo meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) beserta wakil menterinya (wamen) untuk memastikan UI ke depannya bisa masuk 100 besar universitas terbaik dunia. Upaya ini menurutnya bisa memicu perguruan tingi lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ikut melaju pada pemeringkatan universitas global.

    “Tapi Menteri Dikti, Wamen, saya minta top 100. Bisa? Bisa? Pasti nanti akan disusul oleh ITB, UGM, ITS, dan sebagainya,” ucap Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).


    Berdasarkan QS WUR 2026, UI menduduki peringkat 186 pada pemeringkatan universitas global tersebut. Posisi ini naik dari capaian UI pada 2025, yang menduduki peringkat 206.

    Merespons ucapan Prabowo, Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan pengakuan dan tantangan ini menjadi PR bersama perguruan tinggi dan pemerintah.

    “Ini PR kita bersama. MWA (Majelis Wali Amanat) memberikan target 160, Presiden ternyata 100. Jadi mari kita bergerak bersama,” ucapnya dalam sambutan peresmian Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) UI di Balai Sidang UI, Rabu (22/10/2025).

    PR UI untuk Masuk 100 Universitas Terbaik Dunia

    Pendanaan, Ekosistem, dan Gaji-Remunerasi Dosen

    Heri menilai UI dan perguruan tinggi lain bisa mencapai peringkat 100 besar universitas terbaik dunia jika didukung pendanaan dukungan untuk program dan sistem rekrutmen untuk merekrut dosen berkualitas tinggi, yang diimbangi dengan salary dan remunerasi yang baik bagi dosen bertalenta.

    “Kalau tidak, mereka kabur ke luar negeri semua,” kata Heri usai peresmian SPPB UI.

    Ia menambahkan, kampus juga perlu didukung penguatan ekosistem, bukan semata pendanaan. Sebab, ekosistem pendidikan tinggi perlu dapat menerobos bottleneck sistemik di pemeringkatan dunia.

    Heri menjelaskan, pemeringkatan QS antara lain mengukur kinerja perguruan tinggi berdasarkan kualitas riset dan inovasi, publikasi ilmiah, dan sitasi.

    “Itu proporsional dengan kualitas dosen karena publikasi ilmiah dan sitasi itu dimiliki oleh para dosen ini. Nah, jadi kita harus melakukan improvement dengan merekrut dosen-dosen yang berkualitas tinggi,” ungkapnya.

    Pembenahan Sistem Rekrutmen Dosen

    Ia mencontohkan, terkait SDM, sistem rekrutmen dosen harus memungkinkan talenta terbaik dari dalam maupun luar negeri mau mengajar di UI dan perguruan tinggi Indonesia lainnya.

    Praktik merekrut diaspora dan dosen dari luar negeri contohnya dipraktikkan di China. Diketahui, sejumlah akademisi AS pindah ke kampus-kampus China tahun ini.

    “Yang mereka rekrut itu adalah talent-talent terbaik berdasarkan kompetensi di bidang pendidikan dan inovasinya. Sementara sistem rekrutmen di universitas di Indonesia itu belum sampai ke sana,” sambungnya.

    Ia menambahkan, diaspora atau dosen berkualitas dari luar negeri juga terhambat administrasi untuk mengajar di perguruan tinggi dalam negeri.

    “Di kita kan nggak bisa orang masuk ke sini (sebagai) profesor lagi, tapi mulai lagi dari bawah. Nah, sistem ini harus diubah, di sini artinya (diubah) Dikti (Kemdiktisaintek), Pemerintah,” imbuhnya.

    Permudah Administrasi Mahasiswa Internasional

    Ia menambahkan, pemeringkatan juga mengukur reputasi perguruan tinggi. Dalam hal ini, ketika sebuah universitas ini dipandang berkualitas atau bereputasi baik, maka salah satu indikasinya adalah banyak orang asing menjadikannya kampus tujuan studi dan kampus tujuan kerja.

    Untuk itu, Heri menilai UI harus menjadi pilihan pelajar dalam negeri maupun calon mahasiswa internasional untuk lanjut studi dengan nyaman.

    Terkait tantangan ini, Heri menyorot perlu ada perbaikan yang memudahkan calon mahasiswa internasional dapat studi di dalam negeri. Termasuk di dalamnya one stop service atau layanan satu pintu yang mempermudah pemenuhan syarat-syarat dokumen, imigrasi dan visa mahasiswa asing, seperti yang disediakan di negara tetangga: Australia, Malaysia, dan Singapura.

    “Tapi kalau yang orang asing mau belajar di Indonesia itu susah sekali dapat visa. Harus datang dulu ke sini, ngurus lagi ke Kemendagri, Kesbangpol, untuk dapat surat-surat itu. Nah artinya, harus ada terobosan-terobosan juga untuk mengeluarkan visa mahasiswa,” imbuhnya.

    Ia mengatakan, UI sendiri kini tengah agresif untuk mendatangkan mahasiswa asing agar mau belajar dengan biaya sendiri. Hal ini menurutnya bagian dari upaya membangun reputasi.

    Ia menjelaskan, sejumlah bidang studi di Indonesia yang menarik bagi mahasiswa asing antara lain kedokteran, sosial humaniora, kesehatan masyarakat, lingkungan, demokrasi, hingga kebudayaan.

    “Kalau mahasiswa asing datang ke sini, itu adalah sumber devisa,” sambungnya.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Pakai Tali, Sekdes Jadi Viral Usai Tangkap Buaya di Muara Air Inggris

    Cuma Pakai Tali, Sekdes Jadi Viral Usai Tangkap Buaya di Muara Air Inggris



    Kupang

    Seorang Sekretaris Desa (Sekdes) di NTT viral usai menangkap seekor buaya ditangkap di Muara Air Inggris hanya dengan menggunakan tali.

    Peristiwa itu terjadi di desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (13/10) kemarin.

    Video penangkapan buaya itu pun viral di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 23 detik itu terlihat ada seekor reptil yang diikat di bagian lehernya dengan seutas tali nilon. Lokasi buaya yang masih anak-anak itu terlihat berlumpur.


    Kepala Desa Soliu, Markus Akulas, membenarkan video tersebut. Menurutnya, buaya berukuran sekitar 40-50 sentimeter (cm) itu ditangkap oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Soliu, Elia Hois.

    “Sekdes Soliu yang tangkap di Muara Air Inggris. Saya belum tahu buaya itu jantan atau betina,” ujar Markus ketika dihubungi, Selasa (14/10/2025).

    Markus mengatakan saat ini buaya tersebut diamankan di kantor Desa Soliu. Rencananya akan diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT untuk dibawa ke lokasi penangkaran.

    “Kami ada taruh di dalam ember di kantor desa. Nanti kami koordinasikan dengan BBKSDA NTT agar datang untuk mengevakuasi ke tempat penangkaran,” jelas Markus.

    Menurut Markus, Muara Air Inggris merupakan habibat buaya. Ternak milik warganya seperti sapi, babi, dan kambing yang dilepasliarkan kerap dimangsa oleh reptil pemakan daging itu.

    “Kami takut karena sudah sering ternak kami dimangsa buaya. Di lokasi itu juga anak buaya terlalu banyak,” pungkas Markus.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Eks Direktur SIL Sebut SPPB UI Tanpa Payung Hukum, Begini Respons Kemdiktisaintek

    Eks Direktur SIL Sebut SPPB UI Tanpa Payung Hukum, Begini Respons Kemdiktisaintek



    Jakarta

    Mantan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) Tri Edhi Budhi Soesilo ungkap kehadiran Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) UI dibentuk saat ketiadaan regulasi resmi terkait restrukturisasi unit akademik. Ia juga menyebut kehadiran SPPB dilakukan tanpa dasar hukum yang memadai.

    UI dinilai belum memiliki aturan yang jelas tentang penggabungan atau pembubaran program studi, fakultas, atau sekolah. Budhi bahkan menyatakan surat pembubaran SIL belum pernah diterimanya.

    Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemdiktisaintek) Togar Mangihut Simatupang mencoba menjawabnya. Menurut Togar, proses merger baik tingkat program studi (prodi), fakultas, maupun universitas adalah hal yang biasa.


    Walaupun UI belum memiliki payung hukum terkait penggabungan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Togar menyebut ada aturan serupa. Salah satunya terkait aturan merger universitas.

    “Ya tentunya bisa aja (penggabungan SIL dan SKSG), kita bilang belum ada ininya (payung hukum) ya, tapi kan mereka sudah punya intensi, dan payung hukumnya itu bisa kita dapatkan dari yang lain, bahkan untuk merger universitas juga sudah ada, jadi itu hal yang biasa,” tutur Togar.

    Hal itu disampaikan Togar usai acara Peluncuran Program Beasiswa Atlet Berprestasi Tahun 2025 di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

    Togar menyatakan akan ada masa transisi dalam proses kehadiran SPPB UI yang juga akan dipantau Kemdiktisaintek. Jika ada kekurangan terkait masalah hukum, pihaknya akan meminta UI untuk memenuhinya.

    “Jadi kalau nanti masih ada kekurangan di sana, kita akan penuhi. Sehingga, kepatuhan atau compliance itu tetap bisa kita jaga,” sambungnya.

    Rektor UI Terbuka Akan Kritik

    Tidak hanya tentang payung hukum, kehadiran SPPB UI diiringi dengan sejumlah poin kritik. Salah satunya yakni kurangnya dialog dengan mahasiswa, tenaga pendidik, dan alumni, yang meminta ada forum terbuka sebelum peresmian. Rektor UI Heri Hermansyah telah menjawab hal ini.

    Tidak terjadi satu pihak, kehadiran SPPB UI dilakukan melalui rapat empat organ UI selama berbulan-bulan. Sehingga, pembentukkan sekolah ini sudah memenuhi seluruh regulasi yang ditetapkan.

    “Kita sudah melalui semua proses dengan baik, dengan melibatkan empat organ UI. Ada paniti yang dibentuk pihak universitas, yang menjalankan ini. Kemudian juga di-quality control oleh Senat Akademik, itu ibaratnya mirip DPR dan kolega kita di situ ada perwakilan seluruh fakultas yang terdiri dari guru besar dan rektor kepala. Jadi ini sudah melalui proses yang proper sesuai dengan regulasi yang ada di Universitas Indonesia,” kata Heri dikutip dari arsip detikEdu.

    Heri menegaskan juga terbuka berkomunikasi dengan mahasiswa, termasuk soal pendirian SPPB UI. Pintu ruangannya di gedung rektorat juga terbuka untuk memudahkan proses komunikasi.

    “Jadi tidak benar saya tidak bisa diajak komunikasi. Justru any time pintu rektor bisa diakses. Bukan hanya mahasiswa, tapi seluruh stakeholder bisa dengan mudah berkomunikasi dengan saya karena saya yakin komunikasi merupakan awalan yang baik untuk kesuksesan. Seluruh aktivitas, komunikasi dengan baik. Tak kenal maka tak sayang. Nanti diinfokan saja ke mahasiswanya, any time Rektor nunggu,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Geger Kemunculan 2 Harimau di Jalur Lintas Sumatera, BKSDA Sumbar Patroli 3 Hari

    Geger Kemunculan 2 Harimau di Jalur Lintas Sumatera, BKSDA Sumbar Patroli 3 Hari



    Agam

    Kemunculan dua ekor harimau Sumatera di jalur lintas Sumatera bikin gegar. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat langsung turun tangan.

    Mereka telah menurunkan tim untuk berpatroli selama 3 hari guna menangani kemunculan harimau Sumatera di Muaro Batu Gadang, Jorong Batu Gadang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

    Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra, mengatakan tim yang turun melakukan penanganan berasal dari BKSDA Sumbar, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Pagari Baringin, Pagari Salareh Aia dan mahasiswa Kehutanan Universitas Negeri Riau (UNRI).


    “Kita menurunkan kekuatan penuh pada Minggu (12/10) dan melakukan koordinasi dengan Kapolsek Palupuh. Jalur tersebut merupakan jalan lintas Sumatera menghubungkan Bukittinggi menuju Medan, Sumatera Utara,” kata Ade di Lubuk Basung, dilansir Antara.

    Kemunculan harimau Sumatera tersebut sempat mengkagetkan warga. Petugas telah melakukan wawancara dengan warga yang berjumpa langsung dengan harimau itu.

    Selain itu, petugas juga mencari tanda keberadaan satwa, seperti jejak kaki, cakaran dan kotoran. Setelah itu, memasang kamera trap atau kamera jebak beberapa titik di lokasi kemunculan satwa

    Petugas juga melakukan patroli di lokasi kemunculan harimau di jalan lintas sumatera menghubungkan Bukittinggi menuju Medan, Sumatera Utara. Sejak Minggu (13/10) malam, Patroli akan dilakukan selama 3 hari.

    “Kita akan melakukan patroli selama tiga hari setiap malam sesuai dengan standar operasional prosedur,” katanya.

    Kronologi Kemunculan Harimau

    Awalnya petugas BKSDA mendapatkan laporan dari Wali Nagari (Kepala Desa) Koto Rantang terkait warga setempat melihat beberapa ekor harimau, Sabtu (11/10) sekitar pukul 16.30 WIB.

    Mendapatkan laporan itu, Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar mendatangi Tim Pagari Pasia Laweh, Pagari Baringin dan Pagari Salareh Aia untuk melakukan verifikasi awal, Minggu (12/10).

    Setelah itu Wali Jorong Batu Gadang, melaporkan bahwa ada beberapa pengendara mobil yang melihat dua ekor harimau melintas di jalan lintas sumatera Bukittinggi-Medan, Minggu (12/10) sekitar pukul 00.30 WIB.

    Pada Minggu (12/10) pada pukul 10.30 WIB, Wali Jorong melaporkan ada beberapa warga di sawah tidak jauh dari jalan lintas melihat dua ekor harimau dan mengabadikan dengan telepon genggam miliknya.

    “Saat melakukan verifikasi lapangan, kami dan warga sempat berinteraksi langsung dengan harimau dan satwa menghindar ke kawasan hutan,” katanya.

    Ia mengimbau pengendara untuk berhati-hati saat melintasi jalan lintas Sumatera tersebut. Bagi warga, mereka diminta untuk tidak beraktivitas ke kebun sendirian, membatasi aktivitas di kebun pada sore, malam hari, mengandangkan ternak dan lainnya.

    Harimau Sumatera dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Orang China Kuno Jadikan Tulang Tengkorak Cawan dan Topeng

    Orang China Kuno Jadikan Tulang Tengkorak Cawan dan Topeng



    Jakarta

    Kehidupan di China pada zaman batu lima ribu tahun lalu menyimpan fakta unik. Tanpa teknologi, tanpa kota besar, tapi dengan sistem sosial dan kepercayaan yang mulai terbentuk.

    Di masa itulah, sebuah temuan arkeologis di China mengungkap sisi gelap dan kompleks kehidupan orang China kuno, mereka menjadikan tulang tengkorak orang yang sudah meninggal menjadi cawan dan topeng.

    Temuan ini berasal dari situs peninggalan budaya Liangzhu, sebuah peradaban kuno yang berkembang di delta Sungai Yangtze di China selatan sekitar tahun 3.000 SM. Para peneliti menemukan lebih dari 183 fragmen tulang manusia. Setidaknya 52 di antaranya menunjukkan tanda-tanda telah dipahat dan dibentuk. Ada yang menjadi cawan dari tengkorak, potongan datar dari tulang lengan, hingga topeng yang dibuat dari tulang wajah.


    Namun, di balik temuan yang terdengar menyeramkan ini, para ilmuwan melihat sesuatu yang jauh lebih menarik, tentang perubahan cara manusia memahami kematian dan hubungan sosial.

    Dari Ritual Penghormatan ke Simbol Perubahan Sosial

    Bertahun-tahun lamanya para arkeolog menganggap praktek ini adalah bagian dari ritual dan simbol penghormatan terhadap leluhur. Namun, penelitian terbaru yang dikutip dari Science News Today dan LiveScience mengungkapkan terdapat kemungkinan lain.

    Tulang-belulang tersebut ditemukan pada kanal parit yang mengelilingi pemukiman, dan bukan di pemakaman bagaimana seharusnya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa bagi orang China kuno saat itu, tulang-tulang orang yang sudah meninggal bukanlah hal yang dianggap sakral dan harus dilindungi, melainkan hanya sebagai material yang dapat diolah, dipakai, bahkan dibuang begitu saja.

    “Fakta bahwa banyak tulang manusia yang diolah tidak selesai dan dibuang di kanal menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap orang mati,” demikian pemimpin penulis studi ini, Junmei Sawada, antropolog biologi dari Niigata University of Health and Welfare, Jepang.

    Sawada menambahkan, tidak ada jejak bahwa tulang-tulang tersebut berasal dari orang yang mati karena kekerasan, atau tanda bahwa kerangka telah dipisah paksa. Itu berarti tulang-tulang kemungkinan besar diolah setelah mayat membusuk.

    Sawada juga menganggap hal ini menandakan adanya pergeseran sosial besar-besaran di masyarakat China kuno di Liangzhu dari komunitas kecil berbasis kekerabatan menuju masyarakat urban yang lebih kompleks dan terstratifikasi.

    Penelitian mencatat, ketika kota berkembang, hubungan sosial juga ikut berubah. Tidak semua orang dianggap bagian dari keluarga besar yang harus dihormati setelah meninggal.

    Wujud Refleksi Peradaban

    Walaupun tulang-tulang tersebut diolah sedemikian rupa, tetapi tidak ditemukan jejak bukti kanibalisme atau kekerasan. Tidak ditemukan bekas potongan yang menunjukkan pemotongan untuk dimakan, melainkan proses pemahatan yang rapi dan terencana.

    Bentuk-bentuk artefak ini mungkin digunakan untuk ritual keagamaan atau simbolik, tapi konteksnya kini dianggap berbeda. Di masyarakat yang semakin besar, kematian seseorang mungkin tak selalu diperingati secara personal, melainkan dijadikan bagian dari sistem simbol sosial yang lebih luas, seperti tanda kekuasaan, pengorbanan, atau bahkan penanda status.

    Sekilas, kisah ini terdengar kejam. Tapi jika ditelisik lagi, praktek ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana hubungan antara kemajuan dan nilai kemanusiaan.

    Ketika masyarakat Liangzhu berkembang menjadi salah satu peradaban paling maju di zamannya dengan sistem kanal, pertanian, dan organisasi sosial yang rumit namun mereka juga menghadapi perubahan dalam hal spiritual dan moral.

    Kematian yang dulunya bersifat personal dan penuh penghormatan berubah menjadi sesuatu yang lebih ‘sistemik’ dan simbolik.

    Pelajaran yang dapat diambil adalah, bahwa peradaban bukan hanya soal kemajuan teknologi, tapi juga bagaimana manusia mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan di tengah perubahan sosial.

    Seperti halnya Liangzhu lima ribu tahun lalu, masyarakat modern hari ini juga dihadapkan pada tantangan yang sama, jangan sampai kemajuan membuat kita kehilangan rasa hormat terhadap kehidupan dan kematian.

    Temuan arkeologi dan studi soal budaya Liangzhu ini sudah diterbitkan dalam Jurnal Natur Scientific Reports pada 26 Agustus 2025 dengan judul ‘Worked human bones and the rise of urban society in the neolithic Liangzhu culture, East Asia’.

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kompleks Taj Mahal Kebakaran!

    Kompleks Taj Mahal Kebakaran!



    Agra

    Kompleks Taj Mahal dilalap si jago merah pada Minggu (12/10), tepatnya pada gerbang sisi selatan. Bagaimana kronologinya?

    Informasi menyebutkan bahwa lokasi kebakaran berada 300 meter dari kubah utama, kepulan asap hitam terlihat mengepul di dekat gerbang selatan monumen itu, seperti dikutip dari India Tv News pada Selasa (14/10).

    Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 8 pagi pada hari Minggu. Namun, api segera dipadamkan dan tidak ada kerusakan parah di area monumen.


    Saksi mata mengatakan bahwa percikan api tiba-tiba muncul di dekat gerbang selatan, membuat warga panik sesaat.

    Menurut laporan, kebakaran disebabkan oleh korsleting pada saluran listrik tegangan rendah (LT) yang melewati ruang-ruang kecil di dekat gerbang selatan. Percikan api berasal dari sambungan plastik pada saluran tersebut yang menyebabkan percikan api singkat dan asap tebal.

    Melihat ini, staf yang bertugas segera menghubungi petugas Survei Arkeologi India (ASI) dan Torrent Power, perusahaan yang bertanggung jawab atas pemeliharaan listrik. Tim teknis Torrent segera tiba dan melakukan perbaikan setelah pemadaman listrik selama dua jam di area tersebut.

    Hubungan arus pendek sempat mengganggu pasokan listrik ke Taj Mahal, sementara jalur yang sama juga mengalirkan listrik ke monumen tersebut. Untungnya, masalah tersebut teratasi dalam waktu dua jam.

    “Teknisi Torrent Power menyelesaikan pekerjaan perbaikan dalam waktu dua jam dan pasokan listrik pulih sepenuhnya,” kata para pejabat, yang memastikan bahwa bangunan cagar budaya tersebut tetap sepenuhnya aman.

    Gerbang selatan Taj Mahal bukanlah area publik, telah ditutup untuk wisatawan sejak tahun 2018 karena alasan keamanan. Hanya staf pemeliharaan dan ASI yang diizinkan masuk ke area tersebut. Para pejabat menegaskan kembali bahwa insiden kebakaran terjadi di zona terlarang dan tidak memengaruhi area mana pun yang dapat diakses oleh pengunjung.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ubah Ide Jadi Video Promosi Profesional Tanpa Ribet di Kelas Veo 3 NF Academy

    Ubah Ide Jadi Video Promosi Profesional Tanpa Ribet di Kelas Veo 3 NF Academy



    Jakarta

    Tren promosi bisnis kini bergerak ke arah visual yang serba cepat dan menarik. Di tengah persaingan konten yang makin padat, video menjadi media paling efektif untuk menarik perhatian audiens dalam hitungan detik.

    Tapi tenang, kamu nggak perlu jadi ahli videografi untuk bisa bikin video promosi yang terlihat profesional. Dengan hadirnya teknologi AI Video Generator Veo 3 dari Google Gemini/Flow, proses pembuatan video kini bisa dilakukan hanya dengan menulis deskripsi singkat dan menghasilkan video sinematik siap tayang!

    Buat kamu pelaku UMKM, content creator, atau digital marketer, kemampuan bikin video promosi secara instan dan menarik adalah skill penting yang bisa bantu meningkatkan visibilitas dan engagement produkmu. Kabar baiknya, semua itu bisa kamu pelajari langsung lewat kelas “Bikin Video Promosi Profesional Pakai AI Veo 3”.


    Materi kelas lengkap termasuk pengenalan teknologi Veo 3 & Video AI, belajar teknik menulis prompt agar ide bisa otomatis berubah jadi video, hingga memahami pengaturan elemen visual seperti warna, pencahayaan, dan angle kamera.

    Selain itu, kamu juga bakal belajar fitur image-to-video untuk mengubah gambar jadi video bergerak, menambahkan teks, efek, dan audio, supaya hasil akhir videomu terlihat lebih hidup dan profesional. Menariknya, semua proses ini bisa kamu lakukan tanpa kamera, tanpa editing rumit, cukup dari laptop atau smartphone!

    Dengan mengikuti kelas ini, kamu nggak cuma bisa menghasilkan video promosi keren dari prompt buatanmu sendiri, tapi juga memahami workflow pembuatan video AI dari awal sampai akhir. Hasilnya bisa langsung kamu gunakan untuk konten sosial media, atau bahkan materi presentasi bisnis. Semua jadi lebih cepat, hemat, dan tentunya lebih kreatif.

    Saatnya ubah ide jadi video sinematik yang memikat dengan bantuan AI. Kini kreativitas bukan lagi tentang seberapa canggih alatmu, tapi seberapa cepat kamu bisa beradaptasi dengan teknologi baru.

    Yuk, upgrade skill kamu dan daftar kelasnya sekarang di detikevent!

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Badai Alice Landa Spanyol, Aktivitas Wisatawan Jadi Terganggu

    Badai Alice Landa Spanyol, Aktivitas Wisatawan Jadi Terganggu



    Valencia

    Cuaca buruk mengancam kawasan timur Spanyol seiring Badai Alice yang terus menerjang pesisir Mediterania Spanyol. Hujan deras yang mengguyur sejak akhir pekan menyebabkan banjir bandang di wilayah Catalonia, mengubah sejumlah jalan di kawasan wisata menjadi aliran lumpur yang deras.

    Melansir Euronews, Selasa (14/10/2025) dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah kendaraan terseret arus air berwarna cokelat pekat. Layanan darurat pun dikerahkan untuk mengevakuasi para pengemudi yang terjebak di dalam mobil yang terendam banjir.

    Hingga kini, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan belum akan mereda. Badan Meteorologi Spanyol (Aemet) telah mengeluarkan peringatan merah untuk sebagian wilayah Valencia pada Senin (13/10), menyebutkan bahwa curah hujan bisa mencapai 100 milimeter hanya dalam waktu satu jam.


    Otoritas Perlindungan Sipil setempat mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah dan mewaspadai kemungkinan memburuknya situasi.

    “Situasinya rumit, dan diperkirakan akan ada lebih banyak hujan,” ujar Pejabat senior dari Badan Perlindungan Sipil Catalonia, Cristina Vicente.

    Meski belum ada laporan korban jiwa, tercatat 18 orang mengalami luka-luka, termasuk satu di antaranya mengalami luka serius. Badai Alice juga menyebabkan gangguan besar pada sistem transportasi, khususnya di sepanjang pesisir timur Spanyol.

    Layanan kereta api antara Barcelona dan Valencia terpaksa dihentikan di sepanjang koridor Mediterania, memengaruhi lebih dari 3.000 penumpang. Sementara itu, jalan tol AP-7 ditutup untuk sementara di ruas antara Freginals dan Ulldecona akibat banjir dan tumpukan puing.

    Militer pun diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan. Di Kepulauan Balearic, badai juga memicu gangguan perjalanan udara.

    Bandara Ibiza sempat menghentikan operasionalnya pada Minggu malam setelah landasan pacu dan sebagian area terminal terendam banjir. Akibatnya, setidaknya 24 penerbangan dibatalkan atau mengalami penundaan.

    Layanan darurat juga dilaporkan menyelamatkan sejumlah orang yang terjebak dalam kendaraan di pulau tersebut. Hingga Selasa, peringatan cuaca kuning dan oranye masih berlaku di Ibiza dan Formentera, dengan prakiraan hujan hingga 50 milimeter dalam satu jam.

    Aemet memperkirakan hujan lebat dan badai petir akan terus melanda kawasan timur Spanyol hingga akhir pekan. Peringatan oranye masih diberlakukan di wilayah pesisir Alicante, Valencia, dan Castellon. Beberapa lokasi bahkan diperkirakan menerima curah hujan hingga 300 milimeter sebelum badai diprediksi mulai mereda pada Sabtu (18/10).

    Badai Alice sendiri diklasifikasikan sebagai DANA (Depresion Aislada en Niveles Altos) yakni fenomena cuaca di mana kantong udara dingin terlepas dari aliran jet kutub dan menetap di atas wilayah Laut Tengah yang hangat.

    Fenomena tersebut biasanya terjadi satu hingga dua kali dalam satu dekade, namun dampaknya bisa sangat merusak karena kombinasi antara curah hujan ekstrem dan potensi banjir besar.
    Sebagai catatan, pada Oktober 2024 lalu, Valencia pernah dilanda salah satu badai DANA terdahsyat dalam sejarah modern.

    Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 200 orang dan menimbulkan kerusakan besar. Tragedi itu juga memicu kemarahan publik terhadap pemerintah karena dianggap lalai dalam penanganan bencana. Meskipun Badai Alice sejauh ini belum menimbulkan korban jiwa, pihak berwenang tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8173667/apa-itu-feodalisme-ini-sejarah-ciri-ciri-dan-contohnya?single=1

    https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8173667/apa-itu-feodalisme-ini-sejarah-ciri-ciri-dan-contohnya?single=1

    https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8173667/apa-itu-feodalisme-ini-sejarah-ciri-ciri-dan-contohnya?single=1



    Sumber : www.detik.com