Blog

  • Sejarah Pulau Nusakambangan, Tempat Penjahat Kelas Kakap Ditahan

    Sejarah Pulau Nusakambangan, Tempat Penjahat Kelas Kakap Ditahan



    Cilacap

    Nama Pulau Nusakambangan terdengar kembali setelah pesinetron Ammar Zoni dijebloskan ke sana gegara narkoba. Bagaimana sejarah penjara ‘angker’ ini?

    Nama Nusakambangan memang sudah tersohor ‘angker’ bagi penjahat kelas kakap. Lokasinya yang terpencil dan terisolir di lepas pantai selatan Cilacap, Jawa Tengah membuatnya jadi lokasi yang sempurna bagi tempat untuk memenjarakan tahanan kelas berat.

    Mulai dari bandar narkoba, teroris, hingga terpidana mati akan dipenjara di pulau Nusakambangan. Yang terbaru adalah Ammar Zoni, pesinetron yang diduga ikut terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba.


    Ammar Zoni sempat ditahan di Lapas Kelas 1 Cipinang pada Juni 2025. Namun setelah dilakukan evaluasi dan mempertimbangkan risiko, Ditjen Pemasyarakatan memutuskan memindahkan Ammar Zoni dan 5 orang lainnya ke Lapas Nusakambangan.

    Sejarah Pulau Nusakambangan

    Di balik citra angkernya, Nusakambangan menyimpan jejak sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Pulau yang kini dikenal sebagai ‘Alcatraz-nya Indonesia’ ini dulunya bukan penjara sama sekali.

    Dahulu, Nusakambangan sempat ditetapkan sebagai monumen alam oleh pemerintah Hindia Belanda, sebelum akhirnya berubah fungsi menjadi penjara.

    Berdasarkan artikel ilmiah Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan Kabupaten Cilacap oleh Muchamad Sulton dkk, serta Sejarah Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan Cilacap 1998-2015 oleh Ratri Radhitya Ningrum dkk, berikut sejarah pulau Nusakambangan:

    Sebelum dikenal sebagai pulau penjara, Nusakambangan awalnya ditetapkan sebagai ‘monumen alam’ oleh Pemerintah Hindia Belanda. Penetapan itu tercantum dalam Staatsblad van Nederlandsch-Indie tahun 1923 No. 382, yang menyebutkan batas wilayahnya mulai dari Teluk Penyu di utara hingga Samudra Hindia di timur.

    Kawasan ini semula dijaga karena dianggap memiliki nilai alam yang penting dan menjadi wilayah tertutup bagi kepentingan umum. Namun, status tersebut ternyata tidak bertahan lama.

    Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengubah peruntukannya setelah melakukan kajian ulang terhadap potensi pulau ini. Pada 24 Juli 1922, Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengeluarkan keputusan baru yang dimuat dalam Berita Negara Hindia Belanda tahun 1928 No. 381.

    Dalam keputusan itu disebutkan bahwa seluruh wilayah Pulau Nusakambangan ditetapkan sebagai tempat penghukuman bagi orang-orang yang dijatuhi pidana. Sejak itu, berakhirlah statusnya sebagai monumen alam dan awal dari fungsi barunya sebagai pulau bui atau penal colony.

    Menurut Unggul Wibowo dalam bukunya Nusakambangan dari Poelaoe Boei Menuju Pulau Wisata, keberadaan narapidana di Nusakambangan bermula pada tahun 1861, ketika Pemerintah Hindia Belanda memanfaatkan tenaga napi untuk membangun benteng pertahanan di wilayah pulau.

    Lokasinya Terpencil dan Punya Potensi Agraris

    Dari proyek itu, pemerintah kolonial menyadari bahwa kondisi pulau yang terpencil sangat mendukung pengawasan dan pengamanan terhadap para tahanan. Keberhasilan tersebut menjadi dasar bagi Belanda untuk menetapkan Nusakambangan sebagai tempat penampungan tetap bagi orang-orang hukuman atau penal colony.

    Selain karena faktor keamanan, tanah Nusakambangan yang subur juga dinilai potensial untuk kegiatan agraris. Pemerintah kolonial kemudian menjadikan para narapidana sebagai tenaga kerja di perkebunan karet, membuka hutan, serta membangun infrastruktur pendukung.

    Untuk mendukung sistem itu, Belanda menerapkan pola open gesticht atau penjara terbuka. Para napi dilatih keterampilan agraris dan dipekerjakan dari pagi hingga sore di luar sel. Tujuannya bukan hanya sebagai hukuman, tetapi juga agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa berguna setelah masa hukuman berakhir.

    Mulai 1908 Ditetapkan Sebagai Pulau Penjara

    Sebelum menetapkan Nusakambangan sebagai pulau penjara, Pemerintah Hindia Belanda melakukan penelitian terhadap beberapa pulau lain yang dipertimbangkan, seperti Pulau Nusa Barung di Jawa Timur, Prinsen Eiland di Ujung Kulon, dan Krakatau di Selat Sunda.

    Setelah melalui kajian, pilihan akhirnya jatuh pada Nusakambangan karena dinilai paling memenuhi syarat sebagai lokasi pembuangan narapidana. Pada tahun 1908, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Nusakambangan sebagai bijzonderestraf gevangenis atau penjara khusus.

    Seluruh pengawasan administratif kemudian diserahkan kepada Raad van Justitie (Departemen Kehakiman). Berdasarkan Ordonansi Staatsblad Nomor 25 tahun 1912 dan Nomor 34 tahun 1937, wilayah ini secara resmi menjadi zona tertutup dan area penjara nasional.

    Seiring penetapan itu, sebagian besar penduduk asli Nusakambangan dipindahkan ke daerah Kampung Laut, Jojok, dan Cilacap. Hanya sebagian kecil yang bertahan, dan mereka bekerja membantu pembangunan benteng dan fasilitas kolonial. Setelah penduduk dipindahkan, seluruh pulau secara resmi dianggap sebagai wilayah penghukuman bagi para narapidana.

    Setelah Indonesia merdeka, fungsi Nusakambangan sebagai tempat pemasyarakatan tetap dipertahankan. Pada 1983, Menteri Kehakiman Ismail Saleh menetapkan Nusakambangan sebagai tempat pembinaan bagi narapidana yang sulit dibina di lapas lain. Sejak saat itu, pulau ini dikenal luas sebagai lokasi penahanan bagi terpidana kasus berat, termasuk korupsi besar, terorisme, dan hukuman mati.

    Wisata ke Pulau Nusakambangan

    Meski berstatus sebagai pulau penjara, tapi Nusakambangan ternyata bisa dikunjungi untuk wisata. Kunjungan ke Nusakambangan dibuka pada 1975.

    “Baru dibuka tahun 1975-an, sebelumnya pulau tertutup,” ujar Kartum, pemandu dari komunitas Jelajah Budaya yang menemani detikTravel ke Nusakambangan pada 2020 silam.

    Hanya, cara ke Nusakambangan memang sedikit berbeda. Ada dua akses menuju Pulau Nusakambangan. Yang pertama adalah melalui Dermaga Cilacap yang diperuntukkan untuk para napi, dan yang kedua adalah melalui Pantai Teluk Penyu yang terbuka untuk umum.

    Liburan ke Nusakambangan, Alcatraznya IndonesiaLiburan ke Nusakambangan, Alcatraznya Indonesia Foto: Johanes Randy

    Di pantai Teluk Penyu, ada sejumlah nelayan yang menawarkan paket ke Nusakambangan dengan harga terjangkau. Butuh waktu 15 menit naik kapal untuk menyeberang ke Nusakambangan

    “Rp 30 ribu sekali jalan dan Rp 50 ribu untuk keliling pulau,” ujar salah satu pemandu wisata yang menyewakan kapal cadik.

    Liburan ke Nusakambangan, Alcatraznya IndonesiaLiburan ke Nusakambangan, Alcatraznya Indonesia Foto: Johanes Randy

    Apabila berangkat dari Pantai Teluk Penyu, biasanya traveler akan diajak singgah ke kawasan Cagar Alam Nusakambangan Timur. Di sana dapat dijumpai sejumlah objek wisata sejarah berupa benteng peninggalan penjajah hingga pantai buat menikmati sunset.

    Sementara itu, untuk lembaga pemasyarakatan Nusakambangan, memang tidak terbuka untuk umum. Diperlukan izin khusus dari pihak terkait untuk dapat masuk ke dalamnya.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Air Terjun Ini Ada Batu Purba yang ‘Menjaga’ Laut Selatan

    Di Air Terjun Ini Ada Batu Purba yang ‘Menjaga’ Laut Selatan



    Sukabumi

    Di tengah air terjun yang mengalir dengan derasnya di geopark Ciletuh, ada sebuah batu yang konon ‘menjaga’ Laut Selatan pulau Jawa. Bagaimana kisahnya?

    Di lembah hijau Geopark Ciletuh, dua aliran air terjun kembar jatuh berdampingan dari tebing purba. Di antara gemuruhnya, berdiri sebongkah batu besar yang tak pernah bergeser.

    Bagi warga, batu itu bukan sekadar batuan karang tua, tapi “penjaga” yang dipercaya memberi tanda sebelum laut selatan murka.


    Siang itu, matahari menembus sela-sela pepohonan di tebing Curug Sodong. Suara air jatuh menggema ke seluruh lembah, memantul di dinding batu yang licin dan berlumut.

    Dari bawah, bongkahan batu itu tampak menonjol di tepi tebing seolah menggantung di udara. Tak ada penyangga yang jelas, tapi batu itu tetap kokoh di tempatnya, menantang waktu dan arus.

    “Dari dulu orang sini percaya, kalau batu itu sampai jatuh, laut bakal naik ke darat,” kata Anwar, warga Desa Ciwaru yang akhir pekan lalu sedang duduk di bebatuan pinggir curug.

    “Makanya kami anggap itu bukan batu sembarangan. Tapi ya, bukan buat ditakuti juga. Itu cuma tanda alam,” sambungnya.

    Cerita Anwar hidup turun-temurun di kampung ini. Warga menyebut batu itu batu penjaga, penanda yang dipercaya bisa memberi isyarat ketika laut selatan mulai bergolak.

    Mitos itu bahkan diakui secara resmi oleh pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Di area pandang Curug Sodong, sebuah papan besar bertuliskan #GeoMyth berdiri tak jauh dari lokasi air terjun.

    Dalam papan itu dijelaskan bahwa kepercayaan tersebut bukan sekadar tahayul, tetapi bisa dibaca melalui sudut pandang geologi.

    Mitos Batu Curug Sodong

    Dikutip dari panel informasi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, tertulis bahwa jika arus sungai sederas apa pun tak mampu menjatuhkan bongkah batu tersebut, maka hal lain yang bisa menggoyahkannya adalah guncangan besar atau gempa bumi.

    Gempa di laut selatan, tulis panel itu, berpotensi menghasilkan tsunami. Dengan kata lain, mitos tentang batu yang akan jatuh sebelum laut naik bukan hanya legenda, melainkan bentuk kearifan lokal yang memuat pengetahuan alam.

    “Batu itu sudah ada sejak zaman kakek buyut saya,” lanjut Anwar. Ia menunjuk ke arah tebing di atas.

    Curug Sodong di Kabupaten Sukabumi.Batuan di Curug Sodong Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    “Dari dulu ya begitu saja, nggak pernah bergeser. Jadi banyak yang percaya kalau itu memang batu penjaga,” sambungnya.

    Warga Ciletuh pun seakan-akan punya ‘batu penjaga’ sebagai simbol kewaspadaan terhadap perubahan bumi.

    Bagi pengelola Geopark Ciletuh, kisah semacam ini bukan sesuatu yang harus disangkal. Sebaliknya, ia dijaga dan dipakai sebagai alat edukasi. Cerita rakyat semacam itu dikenal dengan istilah geomyth legenda lokal yang ternyata menyimpan catatan geologi masa lalu.

    Cara Menuju ke Curug Sodong

    Curug Sodong sendiri berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sekitar 45 kilometer dari Pelabuhanratu.

    Air terjun ini termasuk destinasi utama dalam kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang sudah diakui UNESCO. Tiket masuknya tergolong murah, hanya Rp12.000 per orang, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap hari.

    Dari area parkir, Curug Sodong terlihat utuh. Dua tirai air jatuh sejajar dari tebing setinggi hampir dua puluh meter, mengalir deras ke kolam alami di bawahnya.

    Di sisi kiri curug, jalan kecil dari tanah basah membawa pengunjung ke tepi air. Dari sana, batu besar di atas tebing tampak lebih jelas: menonjol, sedikit miring, tapi seolah ditahan oleh kekuatan tak terlihat.

    Kabut air membentuk pelangi kecil di sela dua aliran curug. Di latar belakang, batu “penjaga” itu tampak sendirian di tepi jurang.

    Di bawahnya, pengunjung sibuk berfoto, sementara beberapa orang berdiri diam, menatap ke arah batu itu antara kagum dan waspada.

    “Kalau dilihat lama-lama, memang kayak ada yang jaga,” kata Anwar sambil tersenyum. “Tapi kalau buat saya, itu cuma cara alam ngasih tahu kita supaya jangan sombong,” ucapnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Asyik! Purbaya Kasih Diskon PPN Tiket Pesawat Selama Libur Nataru

    Asyik! Purbaya Kasih Diskon PPN Tiket Pesawat Selama Libur Nataru



    Jakarta

    Kabar baik di akhir tahun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi memberikan diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat selama libur Nataru.

    Diskon PPN sebesar 6% itu bisa dimanfaatkan traveler untuk pembelian tiket pesawat selama periode liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru.

    Kebijakan itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2025 tentang Pajak Penambahan Nilai atas Penyerahan Jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Ekonomi Pada Periode Libur Natal dan Tahun Baru yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2026.


    Dalam aturan yang diteken 15 Oktober 2025 itu, diterangkan bahwa diskon PPN yang ditanggung pemerintah ini berlaku bagi penerbangan domestik saja.

    Diskon PPN jasa angkutan udara kelas ekonomi yang ditanggung pemerintah untuk tahun anggaran 2026 hanya sebesar 6 persen.

    “Penggantian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) meliputi tarif dasar (base fare), fuel surcharge, dan biaya-biaya lain yang dibayar oleh penerima jasa yang merupakan objek PPN dan merupakan jasa yang diberikan oleh Badan Usaha Angkutan Udara,” tulis pasal 2 ayat 5 dikutip dari aturan tersebut, Sabtu (18/10/2025).

    Sedangkan PPN yang terutang atas penyerahan jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi yang ditanggung oleh penerima jasa sebesar 5%.

    Lebih lanjut, diskon PPN hanya diberikan pada periode-periode tertentu. Diskon PPN tiket pesawat hanya berlaku untuk periode pembelian tiket dan penerbangan yang dilakukan sejak tanggal 22 Oktober 2025 sampai dengan tanggal 10 Januari 2026.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikFinance.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mau Keliling Dunia, Cukup ke The Great Asia Africa Saja

    Mau Keliling Dunia, Cukup ke The Great Asia Africa Saja

    Bandung

    Mau keliling dunia tidak perlu susah sekarang, tinggal liburan ke The Great Asia Africa di Bandung sudah bisa.

    Seperti nama tempatnya sendiri, tempat wisata ini mencakup negara di Asia dan Afrika. Di antaranya adalah negara kita yaitu Indonesia, diikuti oleh India, Thailand, Turki, Afrika, Jepang, dan yang terakhir Korea.

    Tempat ini memiliki suasana yang tenang, namun terasa ramai dikarenakan tempat ini tidak hanya memiliki bangunan-bangunan yang mewakilkan negaranya, tetapi tempat ini juga meliputi keindahan alam.


    Selain sebagai tempat wisata yang menyenangkan, tempat ini juga menjadi tempat wisata yang dapat mengedukasi pengunjungnya, dengan berbagai pengalaman kultural dari berbagai negara, seperti budaya, hingga kuliner.

    Tempat wisata ini berlokasi di Jl. Raya Lembang Bandung No.71, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, 40391.

    Karena di area Lembang suasananya cukup dingin, sehingga kamu tidak perlu begitu khawatir akan hawa yang panas. Tempat wisata ini juga dapat kita kunjungi setiap hari, baik hari kerja maupun hari libur, dari jam 09.00-18.00 WIB untuk weekday, dan 08.00-19.00 WIB untuk hari weekend.

    Harga tiket sendiri cuma Rp50.000 per orang. Anak yang berusia di bawah 2 tahun tidak akan dikenakan biaya masuk.

    Dari gerbang masuk dan berjalan lurus, kamu dapat menemukan foodcourt yang meliputi berbagai kuliner yang cukup beragam. Pada saat membeli tiket kamu akan mendapat sebuah voucher untuk mendapat 1 minuman gratis per tiket yang kamu beli. Voucher ini dapat kamu tukarkan di area foodcourt.

    Korea

    Ketika masuk dan mengikuti jalan, kamu akan disambut oleh negara Korea. Di kanan akan ada sebuah booth di mana kamu dapat menyewa baju tradisional Korea dan kamu juga dapat memasuki rumah tradisionalnya.

    Dengan turun ke bawah kamu dapat melihat cara proses fermentasi sebuah makanan yang sempat terkenal di Indonesia, yaitu kimchi. Selain dapat melihat proses pembuatan kimchi kamu juga dapat melihat jenis-jenis kimchi lainnya.

    Thailand

    Dengan turun mengikuti jalan ke bawah kamu dapat melihat area Thailand. Bagian ini hanya berfokus pada arsitektur di dinding yang mencerminkan arsitektur Thailand. Jika kamu mengikuti jalan lagi kamu akan menelusuri jembatan yang menuju ke bawah.

    Untuk yang memiliki kebutuhan khusus, seperti orang yang menggunakan kursi roda atau ibu hamil, lansia, kalian dapat menggunakan lift gondola yang berada di atas untuk turun ke bawah. Dengan gondola sendiri kamu dapat melihat pemandangan area bawah The Great Asia Africa secara menyeluruh.

    Turki dan India

    Saat menuju ke bawah kamu akan melihat sebuah gedung berwarna-warni yang cukup mencolok, yaitu gedung miniatur khas Turki yang sangat berwarna. Tempat ini cocok sekali jika ingin berfoto-foto dan kamu juga dapat menyewa kostum.

    Saat melanjutkan perjalanan dan sampai ke bawah kamu akan melihat India. Tempat ini mencangkup replika bangunan dari Jaipur yang dikenal sebagai The Pink City. Selain dapat berfoto di bangunan ini, kamu juga dapat menyewa baju tradisional India.

    Di dekat area ini kamu dapat menemukan wahana sky ride, dengan konsep yang cukup unik. Wahana ini mengharuskan kita mengayuh pedal untuk berjalan di rel yang berada di langit-langit dan mengelilingi area yang telah disediakan.

    Jepang

    Tidak jauh dari sana kamu dapat berkunjung ke negara Jepang dengan melewati sebuah jalan dari India. Disini kamu dapat menyaksikan arsitektur bangunan Jepang dan sebuah kolam ikan koi dengan jembatan merah di tengah yang menyambungkan satu sisi dengan sisi yang lainnya.

    Di area ini kamu dapat melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Terdapat area terapi ikan, memberi makan ikan, bumper boat, face painting, sewa baju tradisional Jepang, booth souvenir dan kamu juga dapat membuat sebuah permohonan dengan menulisnya dan menggantungkannya atau membawanya pulang.

    Afrika

    Lalu terdapat area Afrika yang meliputi patung, mural, dan rumah-rumah tradisional Afrika. Di area ini juga kamu dapat berfoto dengan hewan-hewan reptil seperti iguana dan yang lain-lainnya.

    Indonesia

    Setelah menelusuri negara yang banyak sekali, tentu kita pasti akan lelah. Karena itu terdapat foodcourt yang berfokus pada Indonesia. Di sini kamu dapat menemukan jajanan luar seperti tanghulu, es krim, dan cheese koin.

    Ketika mengikuti jalan melewati sebelah sungai kamu dapat menemukan makanan seperti batagor, bakso, dan makanan khas yang ada di area Bandung yaitu mie tek tek dan tahu susu Lembang.

    Di dekat sana juga terdapat wahana river train, dimana kita dapat menaiki sebuah kereta kecil dan mengelilingi sungai. Tempat ini juga menyediakan fasilitas yang bervariatif. Seperti toilet yang sudah disediakan di berbagai titik, ada mushola bagi umat muslim, juga playground dan tempat bersantai gazebo.

    The Great Asia Africa adalah tempat yang cocok untuk kamu yang mungkin tertarik mempelajari negara-negara dengan cara yang fun dan juga untuk berlibur dengan keluarga. Tempat ini menyediakan berbagai tempat menarik yang belum pernah dilihat sebelumnya dengan menggabungkan aspek wisata alam dengan wisata kekinian.

    Bisa diketahui jika kamu tidak harus mengelilingi tempat secara berurutan seperti urutan yang ada di pembahasan ini. Kamu dapat menembus dari satu negara ke negara yang lainnya, kecuali untuk negara Korea yang dipastikan akan ditemui paling pertama.

    Hal ini membuat tempat ini cukup fleksibel untuk dijelajah. Tetapi disarankan kamu menjelajahi Negara India dan Turki paling terakhir supaya menjadi mudah jika kamu benar-benar ingin menjelajahi melewati jalan awal hingga akhir.



    Sumber : travel.detik.com

  • Maskapai yang Aneh, Penumpang Mau Rebahkan Kursi Malah Disuruh Bayar

    Maskapai yang Aneh, Penumpang Mau Rebahkan Kursi Malah Disuruh Bayar



    Vancouver

    Maskapai penerbangan WestJet akan segera mengumumkan kebijakan baru. Penumpang yang merebahkan kursi akan kena biaya tambahan!

    Maskapai penerbangan asal Kanada ini akan melakukan perombakan kabin besar-besaran di seluruh armadanya. Kalau sebelumnya hanya punya kelas ekonomi, maskapai ini akan mempromosikan kelas premium.

    Inovasi ini punya efek samping pada kelas ekonomi, kursi yang biasanya bisa direbahkan tidak akan tersedia lagi pada Boeing 737-8 MAX dan 737-800.


    Renovasi ini akan menghadirkan 43 pesawat dengan desain kabin baru. Pesawat pertama yang dikonfigurasi ulang diperkirakan akan mulai beroperasi bulan ini, sementara sisanya akan selesai awal tahun depan, dikurip dari USA Today, Jumat (17/10).

    Maskapai terbesar kedua di Kanada itu mengatakan bahwa desain ‘sandaran tetap’ membantu menjaga ruang pribadi penumpang kelas ekonomi. Nantinya, perbaikan kursi juga akan mencakup sandaran kepala, bantalan kursi, dan penyangga punggung.

    “Sepanjang pengujian pengguna oleh tamu kami, separuhnya menyatakan bahwa mereka lebih menyukai sandaran tetap untuk menghindari rasa terganggu oleh penumpang lain yang mengganggu ruang mereka,” kata maskapai tersebut.

    Kursi yang dapat direbahkan akan tetap ditawarkan bagi penumpang di kabin premium baru dan kursi nyaman yang diperluas, yang harganya lebih mahal.

    Tak hanya kursi penumpang, fasilitas seperti kamar mandi dan dapur juga akan diperbarui. Seluruh armada WestJet juga akan menerima Wi-Fi berkecepatan tinggi yang ditingkatkan, yang gratis bagi anggota WestJet Rewards. Peningkatan Wi-Fi diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2025.

    “Kabin ini telah dirancang dengan cermat untuk menawarkan layanan WestJet yang ramah di setiap anggaran,” kata Samantha Taylor, wakil presiden eksekutif dan kepala bagian pengalaman WestJet.

    “Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan setiap aspek pengalaman perjalanan dan memenuhi permintaan tamu akan penawaran produk yang lebih beragam.”

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dear Traveler, Bukit Kukusan yang Viral itu Bukan Tempat Wisata!

    Dear Traveler, Bukit Kukusan yang Viral itu Bukan Tempat Wisata!



    Jogja

    Bertebaran di TikTok para traveler yang melipir ke kawasan Bukit Kukusan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Taman mengimbau untuk tidak main ke sana karena bukan tempat wisata dan lokasinya juga berbahaya.

    Dalam akun Instagramnya yang dilihat detikTravel, Minggu (19/10/2025) Taman Nasional Gunung Merapi mengingatkan para pendaki, Bukit Kukusan sangat berbahaya karena topografinya yang curam dan bukanlah area yang dimanfaatkan untuk berwisata.

    “Dalam beberapa waktu terakhir ini bermunculan akun media sosial terutama di TikTok yang mengunggah aktivitas wisata tidak pada lokasi yang diperkenankan. Salah satu yang sedang menjadi sorotan adalah tempat yang biasanya disebut dengan nama Bukit Kukusan (secara administrasi masuk Kabupaten Klaten),”


    “Lokasi tersebut bukan berada pada zona pemanfaatan (area yang boleh untuk kegiatan wisata alam) dan pada radius 2 Km dari puncak Merapi. Aktvitas di Bukit Kukusan sangat berbahaya karena topografinya yang curam (terdapat jurang di sisi kiri, kanan, dan bagian depan),” tulis akun tersebut.

    Viralnya foto dan video para TikToker yang ke Bukit Kukusan, TNGM pun mengambil beberapa langkah tegas.

    “Mendapati fakta-fakta di media sosial tersebut, Balai TNGM melakukan langkah-langkah sebagai berikut : (1) menginventarisir akun-akun yang mengunggah konten di Bukit Kukusan; (2) memberikan sosialisasi bahwa Bukit Kukusan bukan area wisata dan beraktivitas di lokasi ini berbahaya; (3) meminta agar menghapus (take down) konten di Bukit Kukusan,” lanjutnya.

    Empat pendaki terciduk dan diberikan sosialisasi

    Dalam keterangan lebih lanjut, TNGM mengatakan pada Kamis (16 Oktober 2025) petugas pada Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Kemalang dan RPTN Wilayah Cangkringan melakukan patroli di Bukit Kukusan dan menjumpai 4 (empat) orang yang melakukan trekking dengan inisial RD, FP, S, dan WL. Petugas pun memberikan sosialisasi larangan trekking di Bukit Kukusan, radius aman beraktivitas, dan lokasi yang boleh dikunjungi oleh wisatawan.

    “Keempat orang ini juga bersedia menghapus dokumentasi yang sempat diambil. Setelahnya petugas melanjutkan pemasangan papan larangan trekking,” tambahnya.

    Kepala Balai TNGM kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk kegiatan wisata telah disediakan 5 (lima) OWA yaitu Jurang Jero (Magelang), Telogo Muncar (Sleman), Plunyon dan Kalikuning Park (Sleman), Kalitalang (Klaten), dan Deles Indah (Klaten). Wisata minat khusus dengan sistem reservasi juga telah tersedia di OWA Sapuangin (Klaten).

    Selain itu masyarakat diminta tetap menaati rekomendasi dari BPPTKG terkait batas aman aktivitas mengingat Gunung Merapi saat ini statusnya adalah Level III (SIAGA).

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jajan Kue Balok Kekinian dan Tempat Nongkrong Asyik di Bandung

    Jajan Kue Balok Kekinian dan Tempat Nongkrong Asyik di Bandung

    Bandung

    Libur akhir pekan bisa traveler manfaatkan dengan ke Bandung. Kalian bisa coba jajan kue balok kekinian sambil asyik nongkrong minum kopi di daerah Antapani.

    Siapa yang tidak tahu dengan cemilan khas Jawa Barat yaitu kue balok? Rasanya belum lengkap bila berada di Bandung tidak mencicipi cemilan ini.

    Cemilan ini terbuat dari campuran tepung terigu, gula, telur, dan margarin. Kue balok ini memiliki tekstur yang agak kenyal.


    Kue berbentuk persegi panjang dan tebal ini memiliki cita rasa manis dan enak dimakan ketika panas, karena lembut di mulut dan lumer di lidah.

    Berlokasi di Jalan Subang No 43, Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, ada Kue Balok Sikomo yang hadir dengan memberikan variasi rasa yang kekinian.

    Tidak seperti kue balok pada umumnya yang hanya menyuguhkan dua varian rasa, yaitu rasa original dan coklat, di Kue Balok Sikomo ada berbagai macam topping yang disuguhkan.

    Kue Balok Sikomo menghadirkan berbagai banyak varian rasa, mulai dari keju, coklat kacang, blueberry dan masih banyak lainnya. Tidak hanya kue balok, Sikomo ini juga menghadirkan varian minuman yang sangat kekinian, mulai dari kopi kemudian non kopi seperti milk shake, varian yakult dan masih banyak lagi.

    Didukung dengan tempat yang unik dengan coffe bar yang berbentuk mobil, dan suasana yang nyaman, tempat ini asyik banget untuk dipakai berkumpul kawula muda.

    “Kue balok ini sangat unik yah, banyak varian toping dan sangat murah hanya mulai dari tiga ribu saja,” tutur Rizki, salah satu pelanggan di kue Balok Sikomo.

    Sikomo ini buka dari pukul 15.00 sore sampai pukul 21.00 malam, dengan rate harga dimulai dari Rp3.000 sampai Rp25 ribu saja, traveler sudah bisa menikmati kue balok yang kekinian dengan minuman yang begitu banyak variannya.



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Pendaki Kepergok Trekking di Bukit Kukusan Merapi, Dihukum Hapus Konten

    4 Pendaki Kepergok Trekking di Bukit Kukusan Merapi, Dihukum Hapus Konten



    Klaten

    Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menindak tiga cewek dan satu cowok yang kepergok trekking di Bukit Kukusan. Mereka dihukum untuk menghapus konten yang sudah dibuat.

    Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, mengatakan beberapa waktu terakhir ini bermunculan akun media sosial terutama di TikTok yang mengunggah aktivitas wisata tidak pada lokasi yang diperkenankan. Salah satunya di Bukit Kukusan yang masuk lereng Gunung Merapi wilayah Klaten.

    “Salah satu yang sedang menjadi sorotan adalah tempat yang biasanya disebut dengan nama Bukit Kukusan yang secara administrasi masuk Kabupaten Klaten,” kata Wahyudi dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025)


    Wahyudi menyatakan pihaknya telah mengidentifikasi dan menindaklanjuti penyebaran konten wisata ilegal tersebut.

    “Langkah itu mencakup menginventarisir akun-akun yang mengunggah konten di Bukit Kukusan, memberikan sosialisasi bahwa Bukit Kukusan bukan area wisata dan beraktivitas di lokasi ini berbahaya, meminta agar menghapus konten di Bukit Kukusan,” jelas dia.

    Sebagai tindak lanjut di lapangan, petugas dari Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Kemalang dan RPTN Wilayah Cangkringan menggelar patroli pengamanan di kawasan Bukit Kukusan pada Kamis, 16 Oktober 2025.

    Dalam patroli tersebut, petugas menjumpai empat orang yang sedang melakukan aktivitas trekking. Keempat orang tersebut diidentifikasi berinisial RD, FP, dan S yang berasal dari Sleman, serta WL dari Klaten.

    “Petugas menyampaikan sosialisasi larangan trekking di Bukit Kukusan, radius aman beraktivitas, dan lokasi yang boleh dikunjungi oleh wisatawan. Keempatnya juga bersedia menghapus dokumentasi yang sempat diambil,” ujarnya.

    Setelah memberikan arahan kepada para pengunjung, petugas melanjutkan kegiatan dengan memasang papan larangan trekking di beberapa titik strategis untuk mempertegas status terlarang kawasan Bukit Kukusan bagi kegiatan wisata.

    Dia menjelaskan, pelarangan itu dilakukan karena Bukit Kukusan berada di luar zona pemanfaatan wisata dan memiliki topografi curam yang membahayakan keselamatan pengunjung.

    Selain itu, Bukit Kukusan terletak dalam radius berbahaya, yakni hanya 2 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Lokasinya yang dikelilingi jurang di sisi kiri, kanan, dan depan menjadikannya area rawan kecelakaan.

    “Lokasi tersebut (Bukit Kukusan) bukan berada pada zona pemanfaatan atau area yang boleh untuk kegiatan wisata alam dan pada radius 2 kilometer dari puncak Merapi. Aktivitas di Bukit Kukusan sangat berbahaya karena topografinya yang curam, terdapat jurang di sisi kiri, kanan, dan bagian depan,” jelas dia.

    Wahyudi mengingatkan masyarakat bahwa TNGM telah menyediakan destinasi wisata alam (OWA) yang aman dan resmi untuk dikunjungi.

    Di antara destinasi yang sudah populer dan dikelola dengan baik adalah Jurang Jero di Magelang, serta Telogo Muncar, Plunyon dan Kalikuning Park di Sleman.

    Untuk wilayah Klaten, destinasi resmi yang sedang diminati adalah Kalitalang dan Deles Indah. Selain itu, TNGM juga menyediakan paket wisata minat khusus dengan sistem reservasi di OWA Sapuangin, Klaten.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tradisi Adu Kepala Warisan Sultan Bima yang Masih Terjaga

    Tradisi Adu Kepala Warisan Sultan Bima yang Masih Terjaga



    Bima

    Di Kabupaten Bima, NTB, ada sebuah tradisi unik, yaitu adu kepala manusia lawan manusia. Tradisi ini merupakan warisan dari Sultan Bima. Bagaimana kisahnya?

    Hidup sebuah tradisi unik bernama Ntumbu Tuta di Bima, NTB. Tradisi ini secara harfiah berarti adu kepala.

    Tradisi ini bukan sekadar tontonan ekstrem, tetapi bagian dari sejarah panjang dan nilai budaya dari masyarakat Bima yang dilakukan turum temurun..


    Ntumbu Tuta berasal dari kesenian bela diri tarekat atau dabus pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid, Sultan Bima ke-11 yang memimpin antara tahun 1773 hingga 1817 Masehi.

    “Dulu adik dari Sultan adalah Khalifah Dabus Tarekat Rifaiyah. Itu yang saya tahu,” kata sejarawan Bima, Fahru Rizki, Sabtu (18/10/2025).

    Hingga kini, tradisi Ntumbu Tuta masih dilestarikan di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Wilayah ini dulunya merupakan tempat pemulihan jiwa bagi prajurit Kesultanan Bima usai Perang Makassar pada 1680-an.

    “Dulu oleh Sultan Bima ke-II, Abdul Khair Sirajuddin, yang memerintah pada 1640-1682 Masehi, veteran prajuritnya ditempatkan di Wawo,” jelasnya.

    Dari penempatan itu, muncul berbagai bentuk kesenian adu fisik. Meski masyarakat pegunungan umumnya dikenal dengan budaya berdendang, Wawo justru mengembangkan tradisi beradu tenaga seperti Ntumbu Tuta.

    Fahru menilai, Ntumbu Tuta dan kesenian serupa seperti Manca, Gantao, dan Lanca berfungsi sebagai bentuk terapi untuk memulihkan trauma perang.

    “Ntumbu bisa dikatakan sebagai obat penyembuhan trauma pasca perang, atau istilahnya sekarang PTSD (Post Traumatic Stress Disorder),” katanya.

    Warisan Budaya yang Masih Terus Dijaga

    Kesenian ekstrem ini tetap dilestarikan warga Desa Ntori, Kecamatan Wawo, dan kini menjadi agenda budaya tahunan. Pada 2025, Event Ntumbu Tuta digelar selama tiga hari, yaitu pada 17-19 Oktober di kawasan wisata alam Ina Hami, Desa Ntori.

    Acara ini dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Bima, Fatahullah. Menurut Fatahullah, Ntumbu Tuta bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan simbol warisan seni dan jati diri masyarakat Bima.

    “Tradisi ini menyimpan nilai-nilai luhur, seperti keberanian, kehormatan, solidaritas, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pelestarian tradisi seperti Ntumbu Tuta penting untuk memperkuat identitas dan hubungan sosial di tengah masyarakat.

    “Saya percaya, acara budaya seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan jati diri masyarakat Bima,” tambahnya.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Duh! Viral Terumbu Karang di Pantai Sukabumi Dihantam Alat Berat, Warga Geram

    Duh! Viral Terumbu Karang di Pantai Sukabumi Dihantam Alat Berat, Warga Geram



    Sukabumi

    Sebuah video viral menampilkan alat berat berupa ekskavator menghantam terumbu karang di pantai Minajaya, Sukabumi. Warga setempat pun geram!

    Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang beredar viral, tampak satu unit ekskavator berwarna oranye bekerja di atas hamparan karang yang sebagian tergenang air laut. Di sekitarnya terlihat beberapa orang pekerja.

    Alat berat itu tampak aktif menghantam permukaan terumbu karang. Alat yang digunakan bukan bucket penggali biasa, melainkan breaker hammer, peranti hidrolik yang berfungsi memecah material keras seperti batu atau beton.


    Dalam video, ujung besi alat tersebut berulang kali menghantam permukaan karang yang kering, karena air laut sedang surut. Setiap hentakan menghasilkan suara dentuman pendek yang menunjukkan adanya aktivitas pemecahan karang di tepi pantai.

    Video ini memicu berbagai tanggapan di media sosial. Narasi yang menyertai unggahan menyebut aktivitas tersebut dilakukan di lokasi proyek tambak udang milik PT Berkah Semesta Maritim (BSM). Warganet menilai penggunaan alat berat di area karang sama saja dengan merusak ekosistem laut yang masih alami.

    Warga Setempat Prihatin

    Pemuda Desa Buniwangi, Denda, yang juga anggota Forum Masyarakat dan Nelayan Minajaya Bersatu (FMNMB), menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai aktivitas tersebut menghancurkan struktur karang dan biota laut yang menempel di dalamnya.

    “Saya prihatin atas dugaan pengrusakan karang pesisir di wilayah Pantai Minajaya oleh PT BSM. Penggunaan alat berat untuk membuat jalur pipa langsung menghancurkan struktur karang dan organisme yang menempel, dengan dampak yang bisa bertahan puluhan hingga ratusan tahun. Apalagi seperti yang kita tahu bahwa karang di kawasan Pantai Minajaya itu berfungsi sebagai penahan gelombang, habitat berbagai organisme laut, serta pengendali sedimentasi pasir dan nutrien,” kata Denda, Selasa (21/10).

    Ia meminta agar kegiatan di pesisir Minajaya ditinjau ulang dan dihentikan bila terbukti menimbulkan kerusakan lingkungan.

    “Pembangunan harus sejalan dengan prinsip konservasi. Jalur pipa seharusnya menghindari karang atau menggunakan metode yang tidak merusak ekosistem. Saya mendesak pihak berwenang, pemerintah, instansi terkait, dan lain-lain untuk menindaklanjuti dugaan ini secara independen, menunda kegiatan yang merusak, dan memastikan pemulihan ekologis jika kerusakan telah terjadi. Karang pesisir adalah warisan ekologis yang vital bagi laut dan manusia,” ujarnya.

    Lebih jauh, Denda menambahkan bahwa kawasan pantai tersebut merupakan padang lamun (seagrass) yang penting bagi penyimpanan karbon laut.

    “Lebih jauh daripada itu, perlu diketahui juga bahwa kawasan pantai tersebut merupakan kawasan padang lamun (seagrass) yang hari ini oleh dunia sedang konsen terhadap apa yang disebut sebagai blue carbon sesuai SDGs 14,” ucapnya.

    PT BSM Buka Suara: Sudah Izin, Itu Karang Mati

    Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Perwakilan PT BSM, Muklis, membenarkan bahwa pihaknya melakukan kegiatan di kawasan pesisir Minajaya. Ia menyebut pekerjaan itu merupakan pemasangan pipa yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    “Sudah, jadi kan kita mulai UKL UPL, kemudian dari kementerian kelautan kemarin itu kami disurvey kembali, disurvey kami juga memastikan jadi bagaimana, nggak apa-apa selama di situ enggak ada mangrove kemudian enggak ada gresi, itu indikator kalau disitu ada suruh cari tempat lain,” kata Muklis.

    “Terus di situ karangnya sudah dinyatakan karang mati enggak apa-apa, selama pembobokannya tidak berlebihan. Kalau misalnya butuhnya 1 meter kali sekian ya sudah itu saja, sesuai yang kita mohonkan di perizinannya itu. Jadi sudah enggak ada masalah, sudah diizinkan kita. (Izin) dari kementerian kelautan,” sambung Muklis.

    Muklis menjelaskan survei lokasi dilakukan oleh pihak kementerian pekan lalu, dan kegiatan di lapangan dilakukan sesuai arahan hasil survei tersebut.

    “Iya tempo hari itu kita disurvey lagi, hari apa ya, minggu kemarin ya kamis atau rabu begitulah datang mereka survey ke sana dicek karang-karangnya, tumbuhan-tumbuhannya pakai drone segala macam. Makanya kami perintahkan vendornya untuk mengerjakan itu,” ujarnya.

    Menurutnya, pipa itu dipasang di dalam atau bawah karena nelayan setempat meminta agar pipa tidak mengganggu aktivitas melaut.

    “Itu nelayan mintanya enggak mau pipanya nongol, alasannya mengganggu apalah, makanya pipa untuk menyedot itu kita tanam di situ. Pipa untuk pengambilan air lautnya itu loh, kan kalau nongol mereka (nelayan) komplain, makanya kita tanya mau di atas atau di bawah. Dulu kan katanya enggak mau nongol,” tutur Muklis.

    DPMPTSP Sukabumi Klaim Belum Berizin

    Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, menyebut proyek tambak udang PT BSM belum memiliki seluruh perizinan di tingkat daerah.

    “Info dari DPTR, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) sudah terbit dari ATR/BPN. Selanjutnya menunggu persetujuan lingkungan, bisa dicek ke DLH. Di DPMPTSP belum ada permohonan PBG pada SIMBG,” kata Dede.

    Menegaskan hal itu, Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, menjelaskan bahwa persetujuan lingkungan proyek PT BSM sudah terbit.

    “Persetujuan lingkungan sudah terbit. Yang berisi pengelolaan dampak, termasuk persetujuan teknis baku mutu air limbah dan rincian teknis Lb3,” kata Arli saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2025).

    Namun, ketika ditanya terkait aktivitas alat berat di kawasan karang, Arli menyebut hal itu berada di luar kewenangan pemerintah daerah.

    “Hasil komunikasi dengan pimpinan sekaitan kegiatan pada ruang sepadan dan laut menjadi kewenangan KKP,” ujarnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com