Blog

  • Salju di Puncak Gunung Fuji Telah Muncul, Datang Lebih Cepat dari Tahun Lalu

    Salju di Puncak Gunung Fuji Telah Muncul, Datang Lebih Cepat dari Tahun Lalu



    Tokyo

    Puncak Gunung Fuji, Jepang, diselimuti salju untuk pertama kali di musim dingin ini pada Kamis (23/10/2025). Lebih cepat dari turunnya di tahun lalu.

    Dilansir dari Reuters, Jumat (25/10) fenomena tersebut menurut Badan Meteorologi Jepang terjadi 21 hari lebih awal dibandingkan 2024. Tahun lalu, salju baru menutupi gunung setinggi 3.776 meter tersebut pada 7 November, catatan paling lambat sejak awal pencatatan.


    Gunung suci itu tidak hanya menjadi ikon alam Jepang, tetapi juga sumber inspirasi seni. Puncaknya yang tertutup salju muncul dalam karya-karya terkenal, termasuk lukisan legendaris Great Wave off Kanagawa’ karya Katsushika Hokusai, yang kini menghiasi bagian belakang uang kertas 1.000 yen.

    Meski salju pertama beberapa tahun terakhir datang lebih lambat, penyebabnya belum sepenuhnya jelas.

    “Musim panas Jepang beberapa tahun terakhir sangat panas, termasuk Agustus lalu yang mencatat suhu hingga 41,8 derajat Celsius di Kota Isesaki, barat laut Tokyo,” ujar Mamoru Matsumoto dari Observatorium Kofu Badan Meteorologi Jepang, dalam wawancara dengan Reuters tahun lalu.

    Menurut kantor observatorium Kofu, hujan salju pertama Fuji dihitung sebagai momen ketika seluruh atau sebagian gunung terlihat tertutup salju, atau muncul presipitasi padat berwarna putih saat diamati dari kaki gunung.

    Fenomena itu selalu dinanti, baik oleh pendaki maupun para pecinta alam, sebagai pertanda awal musim dingin yang menakjubkan di Jepang.

    Dan menurut Japan Today, suhu di sana bisa turun hingga -6 derajat Celcius di titik dekat puncak gunung pada pukul sekitar 01.00 waktu setempat.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menyusuri Labirin Bawah Tanah Misterius

    Menyusuri Labirin Bawah Tanah Misterius



    Budapest

    Budapest dikenal sebagai kota yang sarat sejarah dan budaya. Bar, museum, tempat pemandian air panas, serta kuliner lezat menjadi daya tarik utama ibu kota Hungaria ini.

    Namun, di balik gemerlap destinasi populer seperti Kastil Buda, tersimpan sebuah dunia bawah tanah yang tak kalah menakjubkan: Labirin Buda, jaringan gua bersejarah yang menyimpan banyak kisah tersembunyi.

    Mengutip Express, Kamis (23/10/2025) labirin yang berada tepat di bawah Kastil Buda itu merupakan bagian dari sistem gua dan terowongan sepanjang hampir enam mil. Kawasan tersebut masuk ke dalam situs Warisan Dunia UNESCO dan kini dibuka untuk wisatawan melalui tur kota.


    Setiap dinding batu di dalamnya seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang Budapest, mulai dari masa kekuasaan Turki Utsmani hingga fungsinya sebagai bunker militer saat Perang Dunia II.

    Begitu menuruni tangga menuju labirin, pengunjung akan langsung disambut suasana gelap dan suhu dingin yang lembap. Walau tak ada efek tambahan seperti asap atau patung vampir, suasana remang-remang di dalam gua bisa terasa menegangkan, terutama bagi anak-anak.

    Ada beberapa jenis tur yang ditawarkan di situs tersebut, di antaranya Labirin di Bawah Bukit Kastil, Sistem Gua Kastil Buda, dan Tur Sejarah Labirin. Bagi wisatawan yang mencari sensasi petualangan dengan nuansa misteri dan gotik, Labirin Buda menjadi pilihan yang paling populer.

    Panjang labirin ini mencapai kurang lebih 2,5 kilometer, bagian dari jaringan gua bawah tanah yang totalnya membentang sekitar 9 kilometer lebih.

    Labirin Buda di jantung Kota Budapest yang jadi pengalaman menarik tur wisata di Hungaria.Labirin Buda di jantung Kota Budapest yang jadi pengalaman menarik tur wisata di Hungaria. (Picasa/wikimedia commons)

    Sejarahnya diyakini bermula sejak abad ke-15. Di sinilah seorang tahanan terkenal, Vlad Sang Penusuk, sosok yang menginspirasi legenda Count Dracula pernah ditahan. Popularitas Labirin Buda juga terlihat dari ulasan wisatawan di TripAdvisor.

    “Salah satu tur gua paling menarik yang pernah saya ikuti. Mulai dari peninggalan abad pertengahan, fosil mamut, hingga kisah kelam Perang Dunia II dan pesta rave. Titik kumpulnya pun mudah ditemukan. Sangat direkomendasikan bagi siapa pun yang ingin melihat sisi bawah tanah Buda,” tulis pengguna TripAdvisor.

    “Sistem gua yang menakjubkan menampilkan berbagai periode sejarah. Pemandunya luar biasa, sangat berpengetahuan, dan mampu menjawab semua pertanyaan. Ini adalah puncak perjalanan saya,” ungkap pengguna lainnya.

    Setelah menjelajahi dunia bawah tanah tersebut, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan bersantai di Pemandian Szechenyi, mengunjungi Basilika Santo Stefanus, atau menelusuri sejarah kelam Hongaria di House of Terror Museum.

    Tur gua di bawah Kastil Buda tersedia setiap hari, dengan durasi antara 40 menit hingga 1,5 jam. Harga tiket berkisar 17 euro (Rp 330 ribu) untuk tur panjang dan 15 euro (Rp 290 ribu) untuk tur singkat berdurasi 40 menit.

    Untuk tiket pelajar dan lansia lebih terjangkau yakni 15 euro (Rp 290 rib) untuk tur 1,5 jam dan 12 euro (Rp 230 ribu) untuk 40 menit. Pemesanan dapat dilakukan langsung melalui situs resmi mereka.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Polusi yang Tak Berkesudahan di India

    Polusi yang Tak Berkesudahan di India



    Delhi

    New Delhi konsisten menduduki peringkat di antara ibu kota paling tercemar di dunia, dengan kabut asap pekat menyelimuti cakrawala setiap musim dingin. Udara yang lebih dingin memerangkap polutan di dekat tanah, menciptakan campuran emisi mematikan dari pembakaran lahan, pabrik, dan lalu lintas yang padat.

    Selama beberapa hari terakhir, udara di Delhi dan kota-kota sekitarnya berada di antara kategori ‘buruk’ dan ‘sangat buruk’. Polusi meningkat minggu ini setelah kembang api diluncurkan selama berhari-hari untuk memperingati Diwali, festival cahaya Hindu, yang membuat kadar PM2.5 mencapai lebih dari 56 kali batas.

    Dilansir dari BBC, Jumat (24/10/2025) media melaporkan bahwa ini adalah kualitas udara pasca Diwali terburuk yang pernah dialami kota ini dalam empat tahun terakhir. Dan penyebab polusi selalu oleh masalah yang sama, meskipun tahun ini banyak laporan yang saling bertentangan.


    Laporan media India, mengutip sebuah perusahaan riset iklim, menyebutkan telah terjadi penurunan 77% dalam insiden pembakaran jerami tahun ini karena banjir besar yang sebelumnya menghancurkan sebagian besar tanaman di wilayah tersebut. Perusahaan tersebut menyalahkan petasan sebagai penyebab utama buruknya udara Delhi selama periode perayaan.

    Namun, data resmi dari Punjab menunjukkan hal yang berbeda. Menurut badan pengendalian polusi regional, insiden pembakaran jerami di negara bagian tersebut telah meningkat tiga kali lipat dalam 10 hari terakhir, dengan lebih dari 350 kasus dilaporkan, naik dari hanya 116 yang tercatat hingga 11 Oktober.

    Beberapa tahun terakhir, pihak berwenang telah meluncurkan kampanye terarah untuk menyoroti dampak buruk pembakaran jerami dan mempromosikan penggunaan mesin sebagai alternatif. Dan upaya-upaya ini telah menunjukkan beberapa hasil di lapangan.

    Misalnya, kebakaran lahan di Punjab turun menjadi 10.909 kasus tahun lalu dibandingkan dengan 36.663 kasus pada tahun 2023. Meskipun menurun, hal ini terus berlanjut karena alasan sederhana yaitu keterjangkauan. Pembakaran jerami tetap menjadi cara termurah untuk membersihkan lahan.

    Penyumbang utama polusi Delhi lainnya pada musim ini adalah petasan. Beberapa hari sebelum festival Diwali, pengadilan tinggi India melonggarkan larangan lima tahun atas penjualan dan peledakan petasan di Delhi dan sekitarnya.

    Pengadilan mengizinkan penggunaan ‘petasan hijau’ yang kurang berpolusi selama enam jam selama dua hari selama festival. Para ahli mengkritik perintah tersebut dengan mengatakan bahwa ‘petasan hijau’ hanya 20- 30% lebih rendah polusinya dan tetap melepaskan partikel berbahaya yang menurunkan kualitas udara.

    Selain itu, kenyataan di lapangan jauh dari yang diamanatkan pengadilan dan pembatasan tersebut dilanggar secara terbuka.

    Udara tercemar yang mau tak mau dihirup, membuat warga mengeluh batuk, mata berair, dan sesak napas. Dokter mengatakan paparan jangka panjang secara bertahap melemahkan pertahanan alami tubuh, membuat orang lebih rentan terhadap berbagai penyakit serius.

    Atasi polusi dengan hujan buatan

    Dilansir dari France24, pemerintah kota New Delhi bekerja sama dengan Institut Teknologi India Kanpur meluncurkan uji coba pada Kamis sore menggunakan pesawat ringan Cessna di atas wilayah Burari di utara kota. Mereka melakukan penyemaian awan untuk memicu hujan.

    “Penerbangan uji coba penyemaian telah dilakukan… di mana suar penyemaian awan ditembakkan. Penerbangan ini merupakan uji coba untuk memeriksa kemampuan penyemaian awan, kesiapan dan daya tahan pesawat, penilaian kemampuan perlengkapan dan suar penyemaian awan, serta koordinasi antar semua instansi terkait,” ujar Menteri Delhi, Manjinder Singh Sirsa, dalam sebuah pernyataan, Kamis malam.

    Hal ini dilakukan menjelang peluncuran skema yang direncanakan. Kepala Menteri Delhi, Rekha Gupta, mengatakan bahwa jika kondisi tetap kondusif, Delhi akan mengalami hujan buatan pertamanya pada 29 Oktober.

    Belum jelas bahan kimia apa yang digunakan dalam uji coba untuk memicu hujan tersebut.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Phuket Kebanjiran, Bule Viral Berenang di Jalanan

    Phuket Kebanjiran, Bule Viral Berenang di Jalanan



    Phuket

    Viral video yang memperlihat seorang bule berenang dengan pelampung di tengah banjir Phuket. Warga pun mengkritik pemerintah yang tak becus menanggulangi banjir tahunan ini.

    Diberitakan thaiger, Jumat (24/10/2025) video yang viral ini merekam aksi seorang pria asing yang duduk di atas pelampung sembari tertawa, menari dan berputar-putar di air. Video yang direkam di Jalan Bangla, Phuket ini dibagikan di Facebook pada tanggal 23 Oktober.

    Video tersebut dengan cepat menarik perhatian netizen Thailand dan media lokal. Beberapa pengguna internet menyatakan kekhawatiran tentang air banjir yang kotor, sementara yang lain menganggap perilaku pria asing tersebut lucu.


    Banyak netizen mengkritik pemerintah Phuket karena membiarkan kawasan wisata populer banjir setiap tahun. Bahkan netizen menyarankan agar para pejabat memanfaatkan video viral tersebut untuk mempromosikan pariwisata Thailand dengan mengundang warga asing untuk ‘menikmati kolam renang kotor di tengah jalan’.

    Menurut laporan dari Departemen Meteorologi Thailand, hujan deras akibat badai tropis Fengshen menyebabkan banjir di beberapa ruas jalan di Phuket. Warga lokal dan wisatawan diperingatkan akan hujan deras hingga sangat deras mulai 23 hingga 26 Oktober.

    Gubernur Phuket, Sarayut Srikrueanet, memimpin tim untuk memeriksa situasi banjir di Kanal Bang Yai dekat persimpangan Chartered Bank di Kotamadya Phuket, di mana air meluap dan membanjiri jalan-jalan di sekitarnya di tengah hujan yang terus berlanjut dan kekhawatiran tentang naiknya permukaan air laut.

    Permukaan air laut dilaporkan mencapai puncaknya sekitar pukul 23.00 kemarin, 23 Oktober, sebelum surut setelah tengah malam. Para pejabat memperkirakan ketinggian air banjir akan kembali normal hari ini, 24 Oktober, jika tidak ada hujan lebih lanjut.

    Terkait kondisi banjir dan cuaca ekstrem ini, ramai juga video yang menunjukkan para wisatawan mengungsi dari hotel-hotel yang terendam banjir, membawa barang-barang dan anak-anak mereka melewati jalanan yang tergenang air.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Percaya Nggak Percaya! Turis Jerman Kembalikan Batu Curian yang Bikin Sial

    Percaya Nggak Percaya! Turis Jerman Kembalikan Batu Curian yang Bikin Sial



    Tenerife

    Seorang turis Jerman mencuri batu vulkanik dari Kepulauan Canary sebagai suvenir. Alih-alih kenangan indah, ia malah mendapat ‘kutukan’.

    Taman Nasional Timanfaya di Kepulauan Canary, Spanyol membagikan sebuah surat dengan tulisan tangan. Surat itu datang dari seorang turis Jerman yang mengaku telah mencuri batu-batu vulkanik, seperti dikutip dari The People pada Jumat (23/10).

    “Saya pernah mendengar legenda bahwa pemindahan batu vulkanik dari sumbernya membawa nasib buruk dan saya khawatir ini telah menimpa saya.”


    Si turis mengaku bahwa sebuah tragedi besar telah menimpanya. Ia khawatir bahwa itu semua terjadi karena aksi pencurian yang dilakukannya.

    “Setelah tragedi pribadi yang besar, saya merasa terdorong untuk mengembalikan beberapa gram batu ini ke Fine Mountain,” lanjutnya.

    Kalau biasanya turis-turis enggan untuk mem-publish perbuatan buruknya, turis ini malah ingin dijadikan contoh.

    “Saya akan sangat berterima kasih jika Anda menyebarkannya di luar pusat pengunjung tempat saya mengambilnya, di tempat ‘bara panas’.”

    Tempat yang ia maksud terletak di luar pusat Montañas del Fuego, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Timanfaya.

    Surat itu sebenarnya telah dikirim beberapa tahun lalu, tapi baru dirilis oleh taman nasional. Bersamaan dengan publikasi surat itu, pihak taman nasional juga menerbitkan imbauan agar pengunjung tidak mencuri benda atau elemen apa pun dari taman nasional. Pelakunya akan mendapat denda sekitar USD 3.400 atau Rp 56,4 jutaan.

    Insiden ini bukan hal yang baru bagi taman nasional tersebut. Sudah sejak lama, batu dan pasir dari taman nasional tertangkap di koper-koper turis yang terbang dari Bandara Cesar Manrique.

    Aksi pencurian elemen-elemen tersebut tanpa sadar menjadi faktor rusaknya ekosistem taman nasional. Pihak taman nasional menjelaskan bahwa batu-batu yang diambil seringkali menjadi rumah bagi tanaman kecil, jamur, serangga atau spesies lainnya. Setelah batu-batu itu diambil, ekosistem otomatis melemah yang dapat menyebabkan erosi.

    Taman nasional juga memperingatkan bahwa mengambil batu atau pasir dapat menyebabkan efek domino yang berbahaya,tanpa batu serangga tidak akan memiliki tempat berlindung dan berkembang biak, sehingga mengakibatkan kekurangan makanan bagi predator mereka seperti kadal dan burung.

    “Batu itu tak berarti apa-apa di etalase Anda, bukan suvenir atau bahan baku liontin. Batu itu milik alam. Batu itu menopang kehidupan dan budaya pulau kita. Mencuri alam sama saja dengan mencuri masa depan,” kata pihak taman dalam sebuah pernyataan.

    Ini bukan pertama kalinya seorang pengunjung mengambil batu dari taman nasional dan mengembalikannya. Taman Nasional Haleakalā di Hawaii mengungkapkan melalui Facebook mereka pada tahun 2022, bahwa mereka menerima beberapa batu dari seorang pengunjung, yang kemudian mengembalikannya beserta sebuah catatan melalui pos.

    “Saya sangat meminta maaf karena telah mengambil batu-batu ini dari tanah adat. Saya ingin mengembalikannya ke tempat asalnya. Terima kasih,” tulis pelaku.

    Taman nasional tersebut juga menyatakan bahwa melakukan tindakan ilegal dan tidak pantas untuk mengambil batu-batu tersebut dari area tersebut.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pengalaman Beli Barang ‘Made in China’ Original di Negaranya Langsung

    Pengalaman Beli Barang ‘Made in China’ Original di Negaranya Langsung



    Jakarta

    Selama ini China dikenal sebagai pabrik dunia tempat lahirnya berbagai produk teknologi, fesyen, hingga kebutuhan rumah tangga yang tersebar ke seluruh penjuru bumi. Bagaimana saat belanja langsung barang-barang made in China langsung di lokasi?

    Ternyata, ada satu hal yang tak banyak disadari oleh wisatawan saat belanja Made in China di negeri asalnya. Ada sensasi yang berbeda.


    Di China, traveler bisa menemukan barang-barang orisinal buatan pabrikan besar dengan kualitas terbaik dan harga jauh lebih murah dibandingkan di negara lain. detikcom mengunjungi Kota Wuhu beberapa waktu lalu. Di kota ini banyak yang menjual smartphone, gadget, dan aksesori elektronik dengan inovasi terkini.

    “Wah, ini kita beli barang ‘Made in China’ original ya, beli langsung di negaranya,” celetuk seorang rekan detikcom yang seperti orang Indonesia lain selama ini beli barang Made in China ya di Indonesia.

    Kini, banyak merek lokal China yang tak kalah kualitasnya dari brand global. Produk fashion seperti Peacebird, Li-Ning, atau Anta sudah mendunia. Merek yang terakhir merupakan merek sepatu yang lagi banyak dibeli orang Indonesia, termasuk rombongan yang diikuti detikcom.

    Di sisi teknologi, nama-nama seperti Lenovo, Huawei, dan Xiaomi telah menjadi simbol inovasi dan efisiensi khas China.

    Di mal Wuhu anda bisa melihat aneka produk yang dijual oleh produsen ini, bahkan produsen mobil seperti Chery juga sering terlihat memamerkan mobilnya, termasuk mobil amfibi Chery Jetour G700.

    Selain pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional di China juga menawarkan pengalaman yang unik dengan kuliner yang khas.

    Namun saat belanja, ingat kartu kredit yang Anda bawa dari Indonesia, biasanya tidak akan berlaku di China, pembayarannya selalu ditolak.

    Sebagai penggantinya anda bisa menggunakan uang tunai Yuan atau menyambungkan kartu kredit/debit anda dengan aplikasi pembayaran China seperti Alipay atau WeChat Pay. Sebelum bisa menggukanannya, anda diwajibkan melakukan verifikasi paspor terlebih dulu.

    Hampir semua toko di Wuhu sudah menggunakan transaksi QR code, jadi tinggal sorot saja QR code menggunakan aplikasi, maka pembayaran bisa dilakukan. Pastikan koneksi seluler di HP anda aktif.

    (ddn/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bahasa Indonesia dan Portugis Mirip, Ini Kata Serapannya

    Bahasa Indonesia dan Portugis Mirip, Ini Kata Serapannya


    Jakarta

    Portugis mewarnai sejarah bangsa Indonesia sejak datang di bumi Nusantara pada 1509 di Malaka. Menghabiskan waktu selama kurang lebih 132 tahun sebelum angkat kaki pada 1641, budaya Portugis telah mengalami akulturasi dengan kebiasaan bangsa Indonesia.

    Salah satunya dalam bahasa sehari-hari masyarakat yang ternyata diwariskan antar generasi. Kata-kata serapan ini terus bertahan menjadi jejak sejarah masa pendudukan Portugis di Indonesia

    Kata Serapan dari Bahasa Portugis

    Dikutip dari arsip berita detikcom, berikut kata-kata hasil serapan bahasa Portugis


    A

    1. Agustus (agusto)
    2. ambulans (ambulância)
    3. akun (a conta)
    4. asisten (assistente)
    5. animasi (animacao)
    6. akta (acta)

    B

    1. bangku (banco)
    2. batako (bataco)
    3. bendera (bandeira)
    4. boneka (boneca)
    5. balon (balao)

    C

    1. celana
    2. cile (chile)

    D

    1. dansa (danca)
    2. dua (dois)
    3. deterjen (detergente)
    4. diamond (diamante)
    5. deodoran (desodorante)

    E

    1. ekspor (exportar)
    2. eksplor (explorar)

    F

    1. famili (familia): keluarga
    2. film (filme)
    3. Februari (fevereiro)
    4. favorit (favorito)
    5. fiksi (ficcao)

    G

    1. garpu (garfo)
    2. gereja (igreja)
    3. gudang (gudão)
    4. gorden (cortina)
    5. gitar (guitarra)

    H

    1. hamburger (hamburger)
    2. hotel (hotel)
    3. histori (historia)

    I

    1. Inggris (inglês)
    2. Italia (itália)
    3. India (índia)
    4. Islandia (islândia)
    5. ide (ideia)

    J

    1. jendela (janela)
    2. jurnal (jornal)
    3. jurnalis (jornalista)
    4. Juni (junho)
    5. Juli (julho)

    Bahasa Portugis jadi sorotan setelah kunjungan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva ke Indonesia pada 22-24 Oktober 2025. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan tentang pengajaran Bahasa Portugis di sekolah hingga perguruan tinggi.

    “Sebagai bukti kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” kata Prabowo.

    Arahan tersebut nantinya akan diberikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuniarto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Pengajaran ini diharapkan bisa meningkatkan keterampilan berbahasa murid dan mahasiswa, sekaligus meningkatkan hubungan baik Indonesia dan Brazil.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Aktivis Lingkungan yang Semprotkan Cat Oranye ke Stonehenge Diadili

    Aktivis Lingkungan yang Semprotkan Cat Oranye ke Stonehenge Diadili



    Jakarta

    Juni tahun lalu, dua aktivis dari kelompok Just Stop Oil melancarkan aksi protes dengan cara menyemprotkan cat bubuk berwarna oranye ke situs Stonehenge. Di pengadilan mereka mengatakan ingin menyampaikan pesan dengan cara spektakuler.

    Dilansir dari Daily Mail, Jumat (24/10/2025) dalam sidang yang digelar hari Kamis, salah satu aktivis Rajan Naidu (74) mengatakan bahwa tabung yang digunakan untuk menyemprotkan bubuk oranye sama dengan yang digunakan dalam festival warna Hindu. Dia membela diri, aksinya bersama mahasiswa Universitas Oxford, Niamh Lynch (23 tahun) bukanlah aksi yang mengancam.

    Dalam aksinya, mereka berdua ditemani oleh Luke Watson, 36. Ketiganya menyangkal tuduhan sengaja menyebabkan gangguan publik dan merusak monumen kuno yang dilindungi.


    Pada hari Senin, pengadilan mendengar bahwa Watson mengantar mereka berdua ke Stonehenge dengan Ford Fiesta, sementara Lynch dan Naidu menggunakan alat pemadam kebakaran untuk menyemprotnya dengan tepung maizena dan bedak talk yang ‘bernoda’ oranye.

    “Stonehenge dipilih sebagai target oleh aktivis Just Stop Oil untuk memberikan dampak maksimal,” kata jaksa penuntut.

    Naidu mengatakan kepada pengadilan ia menggunakan bubuk oranye itu hanya untuk menimbulkan efek spektakuler saja, tanpa mengurangi pesan yang ingin mereka sampaikan.

    “Kami ingin melakukannya dengan cara yang spektakuler, seperti trik sulap, tetapi tidak akan menimbulkan kerusakan atau kerugian apa pun. Akan terlihat spektakuler, tetapi ketika debu mereda, semuanya akan bersih,” katanya.

    Naidu mengatakan bahwa tabung yang digunakan adalah merek yang digunakan di India sebagai bagian dari perayaan festival warna Hindu, Holi. Dan bubuk warna itu aman dan mudah dibersihkan.

    “Saya berharap tidak ada biaya, tetapi kami telah menyampaikan pesan kami,” ujarnya.

    Pengadilan sebelumnya telah mendengar bahwa biaya pembersihannya adalah £620. Naidu menambahkan bahwa ia dan Lynch akan dengan senang hati membersihkan batu-batu itu sendiri dengan alat yang tepat jika polisi meminta mereka.

    Para aktivis ini pun membela diri dan membantah tuduhan merusak situs Stonehenge.

    “Stonehenge adalah sesuatu yang begitu kuat, bahkan pikiran untuk merusaknya pun tidak muncul, itu adalah tempat suci, tempat yang sangat istimewa bagi semua manusia,” kata Naidu.

    Rekaman ponsel yang diputar di pengadilan sebelumnya menunjukkan Lynch menyemprotkan bubuk oranye ke monumen tersebut, lalu beberapa detik kemudian Naidu bergabung dengannya dan mulai melakukan hal yang sama.

    Klip video lainnya menunjukkan Lynch dan Naidu mengabaikan seorang petugas polisi ketika ditanya mengapa mereka melakukan demonstrasi, beberapa saat setelah mereka diduga melakukan vandalisme terhadap Stonehenge. Terdapat juga rekaman saat keduanya ditangkap dan diborgol di depan Stonehenge. Sidang kasus ini masih berlanjut.

    (sym/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kutablang, Stasiun Paling Barat Indonesia, dan Relasi Erat dengan KA Cut Meutia

    Kutablang, Stasiun Paling Barat Indonesia, dan Relasi Erat dengan KA Cut Meutia



    Jakarta

    Stasiun Kutablang hidup lagi. Stasiun kereta api yang berada di ujung barat Indonesia itu, berdenyut setelah layanan Kereta Api (KA) Perintis Cut Meutia beroperasi kembali.

    KA Cut Meutia melayani lintas Krueng Geukueh – Kutablang di Provinsi Aceh. Jalur itu menjadi simbol keterhubungan masyarakat sekaligus bagian penting dari sistem pertahanan nasional berbasis rel.

    Sepanjang Januari-September 2025, KA Cut Meutia melayani 31.412 pelanggan. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.


    “KA Cut Meutia menjadi alat transportasi dan lambang semangat Aceh untuk kembali bangkit melalui infrastruktur yang memperkuat konektivitas dan pertahanan wilayah barat Indonesia,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam rilis kepada detikTravel, Jumat (24/10/2025).

    Stasiun KA Kutablang AcehStasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

    Terletak di Gle Putoh, Kabupaten Bireuen, Stasiun Kutablang kini menjadi stasiun aktif paling barat di Indonesia. Dari sinilah perjalanan KA Cut Meutia berakhir setelah melintasi jalur sepanjang 21,45 kilometer dari Stasiun Krueng Geukueh. Kutablang menjadi penanda batas geografis perkeretaapian nasional dan simbol kedaulatan transportasi di wilayah Aceh.

    “Kutabalang mewakili semangat menjaga wilayah terluar bangsa. Saat ini, selain untuk pertahanan juga menjadi fasilitas yang menghubungkan masyarakat, pendidikan, serta wisata,” kata Anne.

    Dari Rel Perang ke Jalur Pertahanan dan Harapan

    Sejarah perkeretaapian Aceh dimulai tahun 1876, ketika jalur pertama dari Ulee Lheue ke Kutaraja (Banda Aceh) sepanjang 5 kilometer dibangun untuk kepentingan militer. Rel ini digunakan sebagai jalur logistik dan mobilisasi pasukan dalam Perang Aceh. Dalam dua dekade berikutnya, jalur terus diperluas hingga mencapai 502 kilometer, menghubungkan Banda Aceh – Sigli – Lhokseumawe – Langsa – Pangkalan Susu (Sumatera Utara).

    Sejak awal, rel di Aceh berperan strategis bagi keamanan dan pertahanan. Jalur ini memungkinkan pasokan logistik dan pergerakan personel secara cepat di kawasan perbatasan barat. Setelah Indonesia merdeka, peran itu berlanjut sebagai infrastruktur dasar untuk membangun konektivitas nasional.

    Stasiun KA Kutablang AcehKA Cut Meutia hidupkan Stasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

    Meski operasional kereta api di Aceh sempat berhenti pada 1982 akibat kerusakan jembatan dan penurunan aktivitas ekonomi, semangat untuk menghidupkannya tidak pernah padam. Kini, melalui jalur Krueng Geukueh – Kutablang, rel yang dahulu dibangun untuk kepentingan militer kembali berfungsi sebagai jalur penguatan konektivitas dan pertahanan bangsa.

    Selain sebagai infrastruktur pertahanan dan transportasi publik, lintas KA Cut Meutia juga berkembang menjadi jalur wisata edukatif. Penumpang dapat menikmati panorama sawah, perdesaan, dan pantai yang membentang di sepanjang jalur.

    Beberapa sekolah dan komunitas di Aceh menjadikan perjalanan ini sebagai sarana belajar sejarah, mengenalkan generasi muda pada kisah perjuangan dan teknologi rel bangsa.

    Perintis untuk Pemerataan dan Ketahanan Wilayah

    KA Cut Meutia merupakan satu dari sembilan kereta api perintis di Indonesia. Bersama KA Datuk Belambangan di Sumatera Utara, KA Lembah Anai di Sumatera Barat, dan KA Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan, layanan ini memperluas pemerataan transportasi sekaligus memperkuat fondasi pertahanan wilayah dari barat hingga timur Nusantara.

    “Kereta api adalah infrastruktur strategis. Di Aceh, KA Cut Meutia menjadi penghubung masyarakat sekaligus bagian dari kesiapan bangsa menjaga dan membangun wilayah Indonesia,” kata Anne.

    (fem/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kepulauan Seribu yang Ternyata Tidak Seribu, Bisa Tetap Menarik Asal…

    Kepulauan Seribu yang Ternyata Tidak Seribu, Bisa Tetap Menarik Asal…



    Jakarta

    Kepulauan Seribu adalah satu-satunya wilayah kabupaten di Jakarta dengan potensi wisata yang sangat besar dengan pasir putih dan ombak tenang. Kelengkapan fasilitas tempat menginap, kuliner, dan water activity jadi faktor pendukung Kepulauan Seribu selalu masuk list destinasi liburan.

    Jumlah pulau di Kepulauan Seribu sendiri sebetulnya tidak seribu. Menurut pengamat pariwisata Prof Azril Azahari, nama tersebut sebetulnya bersifat simbolik saking banyaknya pilihan pulau dan pesona di wilayah tersebut. Sebutan Seribu telah melekat menjadi identitas kawasan tersebut.

    “Sejak awal bahwa Kepulauan Seribu jumlah pulaunya tidak seribu, namun karena jumlahnya banyak dan serupa gugusan pulau kecil, maka masyarakat menamainya demikian,” ujar Prof Azril kepada detikTravel pada Kamis (23/10/2025).


    Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui Berita Acara nomor 23.02/PP-PNR/BIG/IX/2020 tentang Penelaahan Nama Rupabumi Unsur Pulau Tingkat Pusat Tahun 2020 menjelaskan Kepulauan Seribu punya 113 pulau. Jumlah ini menjadi 110 akibat abrasi menurut data Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

    Kepulauan Seribu Tetap Menarik Asal…

    Menurut Prof Azril, penurunan jumlah pulau tidak lantas berefek pada minimnya niat mengunjungi Kepulauan Seribu. Tiap pulau dengan resort dan berbagai sarana liburan bisa tetap menarik asal bisa mempertahankan daya tarik dan keasliannya (otentik).

    “Bagi wisatawan, jumlah pulau bukan tujuan utama. Mereka datang karena keunikan, keotentikan, dan keeksotisan tiap pulau. Minat wisatawan bisa terus dijaga bila daya tarik wisata di setiap pulau dikembangkan,” kata Prof Azril.

    Seiring dengan usaha mempertahankan sekaligus mengembangkan wisata Kepulauan Seribu, keseimbangan lingkungan juga patut dipertimbangkan. Upaya rehabilitasi untuk mencegah abrasi tidak hanya menjaga kelangsungan (sustainability) pulau, tapi juga meningkatkan daya tarik destinasi wisata bagi para pengunjung.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com