Jakarta –
Banyak orang mengandalkan kopi sebagai minuman yang dikonsumsi harian. Penelitian mengungkap beberapa risiko kesehatan jika kebanyakan minum kopi.
Mereka yang sudah terbiasa minum kopi setiap hari mungkin akan sulit lepas dari kebiasaan tersebut. Memang minum kopi memberikan banyak efek baik, mulai dari meningkatkan energi hingga meningkatkan kesehatan otak. Namun, kamu juga perlu waspada dengan risikonya.
Para ahli yang disebut oleh situs Report Eros Del Sur mengungkap bahwa orang yang mengonsumsi kafein lebih dari batasan harian, yaitu sekitar 400 miligram, bisa meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan.
Para profesional juga menyatakan kekhawatiran mereka dengan orang yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi sehari. Pasalnya, kebiasaan ini bisa menimbulkan efek negatif, mulai dari masalah pencernaan hingga peningkatan detak jantung.
Selain itu, kafein dalam kopi juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Karenanya memperparah efek samping atau mengurangi efektivitasnya.
Oleh karena itu, para penikmat kopi sebaiknya lebih waspada pada asupan kafein dalam kopi ini.
Punya kebiasaan ngopi tidak masalah, asalkan dosisnya tidak berlebihan. Jika berlebihan, bisa menimbulkan risiko efek samping seperti yang dilansir dari reporterosdelsur.com (28/12/2024).
1. Meningkatkan kecemasan dan stres
Minum Kopi bisa sebabkan efek samping gangguan kecemasan. Foto: Getty Images |
Menurut penelitian terkini ada risiko kesehatan signifikan terkait konsumsi kafein berlebihan.
Para pakar setuju bahwa asupan kafein harian hanya sampai 400 miligram atau setara dengan empat cangkir kopi berukuran 8 ons (237 ml). Umumnya batasan tersebut aman bagi kebanyakan orang dewasa, tetapi tetap tergantung dari kesehatan setiap individu.
Jika kafein yang dikonsumsi setiap hari lebih dari batasan tersebut, bisa jadi memperparah perasaan cemas.
Orang yang rentan terhadap gangguan kecemasan mungkin mengalami gejala lebih parah, termasuk serangan panik dan kegelisahan.
2. Gangguan tidur
Minum kopi berlebihan di waktu tidak tepat juga bisa sebabkan gangguan tidur. Foto: Getty Images/AsiaVision |
Konsumsi kopi, terutama di sore atau malam hari bisa menganggu pola tidur dan menyebabkan pola tidur yang tidak normal.
Efek segar dari kafein biasanya muncul sekitar 30 menit setelah kopi diminum, dan pengaruhnya bisa bertahan sekitar 5-6 jam. Namun, ini bisa bervariasi pada setiap orang.
Jika kopi baru diminum sore atau malam hari bisa jadi efek kafein tersebut memengaruhi kualitas tidur. Kualitas tidur yang tidak baik akhirnya bisa menimbulkan dampak kesehatan lainnya, mulai dari sulit konsentrasi, mudah lupa, mudah sakit, hingga mudah stres.
Efek kebiasaan minum kopi lainnya bisa dibaca pada halaman selanjutnya!
3. Menimbulkan masalah kardiovaskular
Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi. Terutama, pada mereka yang punya masalah jantung.
Beberapa penelitian yang disebut situs kemenkes.go.id juga menyebut bahwa kafein dapat menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan adrenalin, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit jantung atau hipertensi.
4. Gangguan pencernaan
Dalam dosis berlebih kopi juga bisa sebabkan gangguan pencernaan. Foto: iStock |
Minum kopi terlalu banyak juga berpotensi terkena masalah pencernaan.
Kafein di dalam kopi bisa menyebabkan penyakit diare, meningkatkan asam lambung, serta iritasi pada usus.
Risiko ini juga semakin tinggi jika kamu sering minum kopi dalam keadaan perut kosong.
5. Meningkatkan kadar gula darah
Penelilian yang disebut alodokter.com menyatakan bahwa konsumsi kafein berlebihan berbahaya bagi penderita diabetes tipe-2.
Kondisi ini berbahaya karena penderita diabetes bisa mengalami peningkatan kadar gula darah usai konsumsi kafein. Kafein mampu menurunkan proses penyerapan gula darah ke dalam sel tubuh.
Jika kebiasaan minum kafein berlebihan ini dibiarkan begitu saja, lama kelamaan mampu meningkatkan risiko lebih parah. Mulai dari menyebabkan kerusakan saraf atau penyakit jantung.
Cara menyeimbangkan asupan kopi
Beberapa hal bisa diperhatikan untuk seimbangkan asupan kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors |
Jika tidak mau terkena efek samping minum kopi, kamu bisa memperhatikan beberapa cara.
Mulai dari membatasi asupan kafein harian, tidak lebih dari empat cangkir kopi per hari.
Hindari juga konsumsi kopi di sore dan malam hari supaya kualitas tidur tetap terjaga. Cari informasi jelas terkait interaksi kopi dengan obat tertentu.
(aqr/odi)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Kopi Berkhasiat untuk Mikrobioma Usus, Ini Cara Konsumsinya Jakarta – Penelitian terbaru mengungkap adanya hubungan potensial antara konsumsi kopi dengan komposisi mikrobioma di usus. Kondisi ini menguntungkan karena bisa mendukung kesehatan secara keseluruhan. Kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi secara global. Mengonsumsi kopi tak hanya memberi rasa nikmat, tapi juga sejuta manfaat sehat. Mengutip Medical News Today (4/12/2024), penelitian terbaru mengungkap konsumsi kopi juga mungkin memiliki hubungan langsung dengan mikrobioma usus seseorang.
Untuk lebih memahami dampaknya, tim peneliti menganalisis data diet dan medis dari lebih dari 22.800 orang di Amerika Serikat dan Inggris Raya, selain informasi yang sudah dikumpulkan dari hampir 54.200 orang di seluruh dunia. Mereka membandingkan data sampel tinja yang dikumpulkan dari peminum kopi dan bukan peminum kopi untuk mengidentifikasi perbedaan bakteri usus. Penelitian tersebut mengamati beberapa korelasi, dengan yang terkuat adalah antara asupan kopi dan L. asaccharolyticus. Peminum kopi memiliki kadar bakteri hingga delapan kali lebih tinggi daripada bukan peminum kopi. Pola ini terlihat di seluruh dunia. Meskipun efek kesehatan pasti dari bakteri ini masih belum diketahui, tapi peneliti percaya bahwa hal itu dapat dikaitkan dengan efek yang dikaitkan dengan minum kopi. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Microbiology. Dampak kopi untuk mikrobioma usus
Mikrobioma adalah keseluruhan mikroorganisme baik bakteri, fungi, archaea, protista, serta materi genetiknya dalam suatu ekosistem usus. Mikrobioma punya peran penting untuk kesehatan karena membantu pencernaan, menghancurkan bakteri berbahaya, dan membantu mengendalikan sistem kekebalan tubuh. Para peneliti juga mengadakan studi terbesar untuk melihat hubungan antara konsumsi kopi dengan mikrobioma usus manusia. Mereka menganalisa lebih dari 22.000 sampel DNA. Peneliti juga melihat kebiasaan makan partisipan melalui kuesioner. Baru kemudian dikategorikan dalam 3 tingkatan konsumsi kopi yaitu mereka yang tidak pernah mengonsumsi kopi (tak lebih dari 20 gram kopi sehari), konsumen sedang (21-599 gram kopi), dan konsumen tinggi (600 gram kopi atau lebih). Sebanyak 5.730 orang dikategorikan sebagai peminum kopi “tidak pernah”, 14.647 sebagai peminum kopi “sedang”, dan 2.490 sebagai peminum kopi “tinggi”. Penelitian ini juga memasukkan data publik tentang materi genetik mikroba (metagenomik) dari sampel tinja dari 211 kelompok, yang berjumlah 54.198 sampel di berbagai negara. Selain itu, penelitian ini menggunakan data gen aktif dari 364 sampel tinja dan data metabolit darah dari 438 sampel, baik dari kelompok MBS maupun MLVS. Para peneliti kemudian menggunakan pembelajaran mesin untuk melihat bagaimana konsumsi kopi berhubungan dengan jenis dan tingkat bakteri dalam usus. Mereka melatih program komputer untuk mengidentifikasi perbedaan bakteri usus pada orang yang tidak pernah minum kopi, mereka yang meminumnya secukupnya, dan mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Cara konsumsi kopi untuk kesehatan usus ada di halaman selanjutnya. Berapa banyak kopi yang harus diminum untuk menyehatkan usus?Peneliti menyimpulkan konsumsi kopi melebihi jumlah “sedang” yaitu 600 gram per hari, mungkin tidak berdampak kuat pada mikrobioma. Jadi, kamu tidak perlu minum kopi terlalu banyak untuk dapat melihat perubahan pada mikrobioma usus. Peneliti juga menemukan bahwa kopi mengubah komposisi mikrobioma usus, dengan L. asaccharolyticus sangat responsif terhadap asupan kopi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mekanisme hubungan ini dan implikasi kesehatan potensial. Selain itu, mengingat konsumsi kopi sudah dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, penulis penelitian menyarankan studi selanjutnya harus menyelidiki apakah L. asaccharolyticus dapat memengaruhi hubungan ini. Cara konsumsi kopi demi manfaat maksimal bagi usus
Peneliti menekankan bahwa meski masih terlalu dini untuk merekomendasikan asupan kopi secara khusus untuk kesehatan usus, konsumsinya dalam jumlah sedang dapat menjadi pilihan sehat untuk mayoritas orang. Konsumsi kopi menawarkan manfaat untuk mikrobioma usus, di samping sifat metabolik dan antiinflamasi yang memang dimiliki kopi. Untuk manfaat paling potensial, nikmati kopi hitam atau dengan tambahan minimal seperti susu nabati dan tanpa pemanis. Kalaupun mau pemanis, bisa pilih yang alami dan rendah kalori seperti stevia. Pastikan juga tetap mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang. Jumlahnya 1-3 cangkir setiap hari. Kemudian pilih kopi organik berkualitas tinggi untuk mengurangi paparan pestisida dan memaksimalkan manfaat kesehatannya. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Minum Kopi Sebelum Olahraga, Apakah Pengaruhi Performa? Jakarta – Kopi kerap diandalkan sebagai asupan minuman sebelum olahraga. Dari sisi kesehatan, apakah ada efeknya untuk performa ketika olahraga? Begini kata pakar. Sebelum olahraga, banyak orang mencari dorongan semangat. Salah satunya dengan minum kopi yang dipercaya dapat meningkatkan energi karena kafein di dalamnya. Namun, tak semua orang merasa cocok minum kopi sebelum olahraga. Ada yang perutnya mulas dan jantungnya justru berdebar kencang. Lantas, sebenarnya baguskah minum kopi sebelum olahraga? Berikut faktanya:
1. Manfaat minum kopi sebelum olahragaMengutip Healthline (12/11/2024), kafein dalam kopi diandalkan untuk menambah energi dan membantu seseorang mencapai performa maksimal ketika olahraga. Faktanya, hasil penelitian menunjukkan kafein memang bersifat sebagai asam ergogenik yang efektif. Fungsinya sebagai peningkat performa, baik dalam latihan kekuatan maupun kardio. Kafein juga bersifat meningkatkan daya tahan, tenaga, kewaspadaan, dan tingkat energi selama seseorang berolahraga. Menariknya, manfaat kafein ini bisa dirasakan oleh atlet maupun nonatlet alias mereka yang olahraga sesekali saja. 2. Waktu dan takaran kopi yang dianjurkan
Banyak hasil penelitian menyarankan minum kopi sekitar 45-60 menit sebelum olahraga. Durasi ini memungkinkan kafein menyerap ke aliran darah dan mencapai puncak efektivitas manfaatnya untuk tubuh. International Society of Sports Nutrition (ISSN) menyimpulkan asupan kafein merupakan bentuk bantuan ergogenik yang efektif jika dikonsumsi dalam dosis 2-6 miligram (mg) per kilogram (kg) berat badan. Contoh, seseorang dengan berat badan 68 kg dapat mengonsumsi 135-405 mg kafein kopi. Sebagai komparasi, secangkir kopi mengandung sekitar 100 mg kafein. Karenanya minum 1-2 cangkir kopi dalam durasi 45-60 menit sebelum olahraga dinilai efektif untuk membuat kafein berfungsi sebagai pendukung performa ketika olahraga. 3. Efek samping minum kopi sebelum olahragaMeski kopi merupakan minuman menyehatkan, ada beberapa efek samping yang mungkin timbul jika diminum sebelum olahraga. Sebab selama olahraga, tubuh mengalirkan darah ke otot yang aktif dan menjauhi sistem pencernaan yang pada akhirnya memperlambat proses pencernaan. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan. Untuk menghindarinya, ikuti aturan di atas yaitu minum kopi 45-60 menit sebelum olahraga agar tubuh punya waktu untuk menyerapnya. Sebagai alternatif, coba minum 1-2 teguk espresso yang volumenya lebih sedikit, tapi lebih tinggi kafeinnya. Dua teguk espresso (60 ml) mengandung sekitar 130 mg kafein. Selain itu, efek samping minum kopi sebelum olahraga juga bisa dialami mereka yang memang sensitif terhadap kafein. Gejalanya muncul rasa gelisah, cemas, sakit perut, dan detak jantung yang meningkat. Jenis kopi terbaik untuk diminum sebelum olahraga ada di halaman selanjutnya. 4. Jenis kopi terbaik untuk diminum sebelum olahraga
Sebagian besar penelitian yang menganalisis efek kopi pada performa olahraga menggunakan kopi instan atau kopi seduh biasa. Meski begitu, kopi yang dibuat dengan metode penyeduhan lain, seperti French press atau espresso, kemungkinan memberikan manfaat serupa. Menambahkan susu sapi atau susu nabati ke kopi juga boleh, tapi tidak akan memengaruhi performa olahraga. Namun jika berencana kardio atau olahraga sebelum makan, lebih baik minum kopi hitam saja yang tidak mengandung karbohidrat. Hindari kopi yang mengandung sirup tambahan dan perasa karena tinggi kalori dan gula. Minuman ini tak hanya berpotensi menghalangi tujuan bugar dari olahraga, tapi juga lebih sulit dicerna. 5. Batas konsumsi kafein harianPerlu diingat ketika kamu minum kopi sebelum olahraga, maka itu juga masuk dalam jatah batas konsumsi kopi harian. Pada setiap orang berbeda tergantung kondisi, tapi kebanyakan orang dewasa dapat menoleransi hingga 400 mg kafein per hari atau sekitar 3-4 cangkir kopi (710-945 ml). Jika melebihi dosis tersebut, bukan tidak mungkin alami gejala seperti cemas, gugup, denyut jantung cepat, mudah tersinggung, tremor, rasa tidak nyaman di perut, dan gangguan tidur atau insomnia. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, asupan kafein ekstrem lebih dari 1.000 mg yang dipadukan dengan olahraga berlebih dapat menyebabkan rhabdomyolysis, suatu kondisi yang memecah otot tubuh dan berakibat gagal ginjal. Bagi ibu hamil juga perlu diwaspadai. Asupan kafein harian tak boleh lebih dari 200 mg per hari. Konsultasi kepada tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kopi atau sumber kafein lain sebelum olahraga sangat disarankan. (adr/odi) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
5 Tips Meracik Kopi Kurang Enak Jadi Lebih Baik Rasanya Jakarta – Ketika membuat kopi sendiri di rumah, seringkali rasanya tidak seenak kopi di kafe. Tenang saja, kopi itu bisa dibuat lebih enak, dengan 5 tips ini. Membuat kopi sendiri di rumah memang lebih menghemat waktu dan pengeluaran. Terutama bagi mereka yang setiap hari punya kebiasaan minum kopi. Sayangnya, racikan kopi yang dibuat di rumah kerap menghasilkan rasa yang tidak seenak kopi di kafe. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari salah menyeduh kopi, menggunakan peralatan kotor, sampai menggunakan biji kopi yang sudah tidak segar.
Faktor-faktor tersebut bisa memengaruhi rasa kopimu. Namun, jangan berkecil hati dan membiarkan kopi terbuang sia-sia. Sebab, racikan kopi yang buruk bisa dibuat lebih enak dengan menambahkan bahan-bahan tertentu. Melansir Food & Wine (19/10/2024), berikut 3 tips yang bisa dilakukan untuk memperbaiki rasa kopi yang kurang enak. 1. Tambah sejumput kayu manis
Tambahkan sejumput kayu manis bubuk atau jenis rempah-rempahan lainnya ke dalam kopimu. Namun, jangan memasukkan kayu manis langsung ke dalam cangkir kopi. Tambahkan kayu manis ke bubuk kopi sebelum diseduh. Cara mudah ini dapat membuat kopi lebih beraroma dan kaya rasa. Sebenarnya tidak hanya kayu manis, tetapi jenis rempah lainnya seperti pala, bunga lawang, hingga kapulaga juga bisa ditambahkan ke dalam kopi. Hanya perlu menambahkan satu sampai dua jumput rempah ke kopi bubuk, aduk rata, lalu seduh seperti biasa. 2. Tambahkan sedikit busa susu
Racikan kopi juga bisa dibuat seperti kopi dari kedai kopi ternama dengan hanya menambahkan foam susu di atasnya. Bisa menambahkan buih atau busa susu yang dihasilkan dari susu hangat yang dikocok hingga menjadi buih halus. Tambahan susu kocok ini akan menambah rasa lembut dan creamy pada minuman. Caranya hanya perlu menuangkan sedikit susu ke wadah yang bisa ditutup rapat, seperti stoples. Akan lebih enak jika susu yang digunakan adalah susu hewani karena bisa lebih berbusa. Susu dalam stoples tersebut dapat di microwave sampai hangat. Setelahnya, susu hangat ini tinggal di kocok selama kurang lebih 30 detik sampai menghasilkan busa susu yang kental. Tuangkan busa susu itu di atas racikan kopi. Tips lain yang bisa dilakukan supaya kopi lebih enak dapat dilihat pada halaman selanjutnya!3. Ubah racikan kopi jadi mocha
Salah satu cara terbaik mengubah racikan kopi menjadi lebih baik yaitu dengan menambah lebih banyak gula. Supaya lebih enak, bisa menambahkan cokelat ke dalam cangkir. Tambahan cokelat dapat membuat racikan kopi berubah menjadi minuman mocha. Kombinasi antara gula dan susu bubuk bisa menyeimbangkan rasa pahit kopi. Pastikan untuk menambahkan bubuk kakao yang bisa dilarutkan ke dalam air. 4. Taburi sedikit garamMenurut pembuktian ilmu pengetahuan, garam maupun gula dapat menghilangkan rasa pahit dari kopi. Namun, karena gula mungkin sudah biasa dan terkadang membuat rasa kopi malah semakin buruk, coba gunakan garam. Tambahkan sedikit garam, sekitar setengah jumputan jari ke dalam bubuk kopi sebelum diseduh. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat keasaman dan rasa kopi yang terlalu kuat. 5. Tambahkan sedikit jeruk
Beberapa kopi memiliki sedikit sentuhan rasa cokelat yang cocok dipadukan dengan jeruk. Jika kopi kurang enak, bisa coba diselamatkan dengan tambahan jeruk. Parut kulit buah jeruk lemon atau navel dan tambahkan sekitar satu sendok teh kulit jeruk parut ke dalam bubuk kopi. Pastikan untuk mengaduknya secara merata sebelum kopi diseduh. (aqr/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Apakah Kopi Mengandung Karbohidrat? Begini Penjelasannya Jakarta – Kopi mengandung kafein adalah hal umum yang diketahui banyak orang. Namun apakah kopi mengandung karbohidrat? Begini penjelasannya. Kafein menjadi salah satu kandungan paling populer di dalam kopi. Faktanya, kopi juga mengandung senyawa atau bahan lain yang tidak kalah penting. Misalnya karbohidrat yang identik terkandung dalam bahan makanan pokok. Sebenarnya, kopi juga mengandung karbohidrat secara alami. Namun jumlahnya bisa bertambah, tergantung dari jenis kopi, cara menyeduh, dan bahan tambahan lainnya.
Lantas, jenis kopi apa saja yang mengandung karbohidrat? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari cafely.com (01/10/2024). 1. Kopi hitam punya kandungan karbohidrat terendah
Semakin sedikit bahan yang digunakan, maka semakin sedikit total karbohidrat dalam kopi. Kopi hitam memiliki karbohidrat paling rendah dibandingkan jenis kopi lainnya. Dalam satu cangkir kopi, hanya terkandung sekitar 2 gram karbohidrat. Kopi hitam, espresso, dan Americano semuanya mengandung bahan yang sangat sedikit, sehingga karbohidrat di dalamnya bisa diabaikan. Namun, kandungannya akan berubah ketika kopi hitam diseduh atau ditambah dengan bahan lainnya. Sedangkan, untuk cold brew mengandung karbohidrat lebih tinggi sekalipun secara teknis sama-sama kopi hitam. Hal ini karena proses penyeduhan yang lama dan lambat, sehingga kopi mengeluarkan gula alami yang berkontribusi pada jumlah karbohidratnya. 2. Bahan tambahan kopi memengaruhi karbohidrat
Bahan tambahan, seperti gula, sirup, dan krimer dapat meningkatkan total karbohidrat dalam minuman kopi. Saat bertanya berapa banyak karbohidrat yang terkandung dalam kopi, penting untuk melihat semua bahan yang digunakan. Jika memakai susu sapi murni, maka ada tambahan 5 gram karbohidrat untuk tiap pemakaian 100 ml susu sapi. Krimer juga akan menambah 4.17 gram karbohidrat di dalam 100 ml krimer yang dipakai. Sementara untuk sirup perasa mengandung karbohidrat lebih tinggi, sekitar 21,67 gram per 100 ml sirup perasa. Berbagai jenis susu, baik yang berbahan dasar hewani atau nabati juga akan memengaruhi karbohidrat kopi secara berbeda. Namun, tambahan gula, sirup, atau pemanis buatan lainnya memiliki dampak paling besar. Alternatif lainnya jika ingin minum kopi karbohidrat rendah bisa lihat pada halaman selanjutnya!3. Alternatif racikan kopi rendah karbohidratJika tidak mau minum kopi tinggi karbohidrat, ada beberapa racikan yang bisa dibuat. Misalnya, mengganti pemanis, seperti gula atau sirup dengan pemanis alami. Pemanis alami bisa membuat kopi lebih manis tanpa menambahkan karbohidrat lebih banyak ke dalamnya. Namun, kamu juga perlu menambahkannya dalam jumlah sedikit, Lebih baik pilih susu nabati yang karbohidratnya lebih rendah daripada susu sapi. Misalnya susu almond, susu kelapa, atau susu kedelai. Terlepas dari alternatif tersebut, pilihan terbaik memang minum kopi hitam saja tanpa tambahan apapun. Kopi hitam, termasuk espresso secara alami rendah karbohidrat dan ideal untuk asupan karbohidrat minimal. Tidak perlu banyak bahan untuk menghasilkan kopi yang nikmat. Bisa dimulai dengan memilih biji kopi premium dan mengikuti teknik penyeduhan kopi yang tepat, kamu bisa menghasilkan kopi lezat. 4. Cara menghitung karbohidrat kopi
Memperkirakan jumlah karbohidrat dalam secangkir kopi dapat dilakukan dengan mencatat bahan-bahan dan jumlah yang digunakan dalam setiap minuman. Memang butuh waktu ekstra untuk mencatatnya, tetapi ini adalah cara sederhana dan efektif untuk melacak kandungan karbohidratnya. Untuk menghindari karbohidrat berlebihan, lebih baik membuat kopi sendiri di rumah. Sebab, kamu bisa mengatur bahan-bahan apa saja yang masuk ke dalam kopi, sehingga memudahkan pemantauan kandungan karbohidratnya. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Hobi Minum Kopi Usai Makan Siang? Begini Kata Ahli Jakarta – Beberapa orang suka minum kopi sehabis makan siang. Biasanya untuk menyegarkan kembali tenggorokan hingga membantu meningkatkan semangat siang hari. Namun, apakah aman? Penikmat kopi mungkin tidak hanya sekali menikmati minuman kafein ini. Beberapa memang suka meminumnya di pagi hari, tetapi tidak sedikit juga yang suka meminumnya setelah makan siang. Setelah perut kenyang usai makan siang, biasanya timbul rasa kantuk. Untuk menyegarkan kembali tenggorokan dan membangkitkan energi, beberapa orang memilih minum kopi.
Meskipun dapat memberi efek dorongan energi, tetapi apakah minum kopi habis makan siang aman? Seorang dokter memberi penjelasan terkait hal tersebut. 1. Kata ahli soal minum kopi habis makan siang
Dr. Poonam Desai melalui akun TikToknya @doctoranddancer berbagi langkah-langkah untuk mencegah penyakit. Dalam klip TikTok, ia mengungkap, “Saya seorang dokter dan berikut adalah lima hal yang tidak saya lakukan, atau tidak lagi saya lakukan, demi kesehatan saya.” Menurut penjelasannya, ia tidak minum alkohol karena tidak ada jumlah alkohol yang aman bagi kesehatan. Tindakan kedua yang tidak dia lakukan yaitu membeli Tupperware. Menurutnya, wadah makanan plastik, terutama saat dipanaskan, dapat melepaskan zat pengganggu endokrin. Bahan kimia pengganggu endokrin (EDC) ini dapat meniru, memblokir, atau mengganggu hormon tubuh. Ia juga menghindari penerbangan rutin di malam hari karena dapat mengganggu kesehatan. Terakhir, Dr. Desai mengklaim bahwa ia menghindari mengonsumsi kafein setelah pukul 12 siang. Menurutnya, kafein memiliki waktu lima hingga enam jam dan masih dapat bertahan dalam sistem tubuh menjelang waktu tidur. Sehingga, minum kopi setelah pukul 12 siang dapat mencegah seseorang tidur atau setidaknya membuat tidur kurang lelap. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal Science Translational Medicine juga mengungkap jika minum double espresso tiga jam sebelum tidur akan memutar balik jam tubuh hampir satu jam. 2. Alasan lain tidak minum kopi siang hari
Indian Council of Medical Research (ICMR) memperingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman kafein, seperti teh dan kopi dengan jarak satu jam sebelum atau sesudah makan. Alasannya karena kafein yang berlebihan dapat merangsang sistem saraf dan mengakibatkan ketergantungan fisiologis, lapor healhshots.com (27/05/2024). Teh, kopi, atau minuman berkafein lainnya juga mengandung tanin, senyawa yang dapat mengikat zat besi ke lambung. Sehingga, menghindari minum minuman ini sebelum dan sesudah makan mampu memberi kesempatan tubuh menyerap zat besi lebih baik. Anjuran minum kopi yang baik bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Menyeimbangkan konsumsi kopi
Meskipun beberapa ahli meminta untuk menghindari minum kopi usai makan siang, tetapi menurut Dr. Chris Zavos, anggapan tersebut sebenarnya tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Bagi kebanyakan orang, konsumsi kopi dalam jumlah sedang setelah makan aman dan tidak akan berdampak signifikan pada penyerapan atau pencernaan nutrisi, lapor peptiko.gr (26/09/2023). Namun, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan tingkat toleransi dan menjaga pola makan seimbang untuk memastikan kesehatan secara keseluruhan. Jika memang ragu, bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis yang dapat memberikan panduan personal tepat. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Bolehkah Penderita Diabetes Minum Kopi? Ini Penjelasannya Jakarta – Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Diminum saat sarapan atau sore hari. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes, apakah boleh minum kopi? Banyak orang memulai harinya dengan minum secangkir kopi. Minuman berkafein ini digemari karena efeknya yang dapat membangkitkan energi hingga membuat otak lebih konsentrasi. Meskipun kopi tidak masalah diminum oleh orang dengan kondisi kesehatan normal, tetapi apakah minuman ini bisa dikonsumsi penderita diabetes?
Mereka yang berjuang melawan kadar gula darah mungkin akan bertanya-tanya tentang hal ini. Jawabannya terletak pada fakta bahwa kopi mengandung bahan kimia tertentu selain kafein, yang mungkin bisa menimbulkan efek samping menguntungkan bagi penderita diabetes. Untuk memahami apakah kopi bisa dikonsumsi penderita diabetes, simak penjelasannya seperti dilansir dari healthshots.com (08/08/2024). 1. Efek kandungan kopi terhadap diabetes
Di dalam kopi sebenarnya tidak hanya ada kafein, tetapi banyak juga zat kimia lainnya, termasuk polifenol. Polifenol memengaruhi tubuh seseorang dengan cara berbeda. Polifenol merupakan molekul yang dapat meningkatkan sifat antioksidan. Antioksidan ini diketahui dapat melawan radikal bebas hasil dari stres oksidatif dalam tubuh. Kopi yang kaya antioksidan dapat membantu melawan peradangan dan stress oksidatif tersebut. Menurut ahli gizi Avni Kaul, kedua kondisi itu telah dikaitkan dengan diabetes dan komplikasinya. Sehingga secara tidak langsung, kopi dapat memberi efek baik bagi penderita diabetes. Selain itu, antioksidan juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung. Orang dengan kondisi diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung dan stroke. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan, dapat membantu mengurangi risiko tersebut. 2. Kopi dapat menekan risiko terkena diabetes
Selain membantu mengurangi risiko penyakit komplikasi akibat diabetes, kopi juga dapat menekan risiko terkena diabetes. Kopi mengandung mineral, seperti magnesium dan kromium. Meningkatkan asupan magnesium dapat membantu menekan risiko terkenal diabetes tipe-2. Namun, kopi hanya mengandung sejumlah mineral jika dibandingkan makanan lain. Sehingga, jangan hanya mengandalkan kopi untuk asupan vitamin atau mineral harian. Menurut penelitian yang disebut Health Shots, minum 3 hingga 4 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menekan risiko seseorang terkena diabetes tipe-2. Dalam penelitian tahun 2014, orang yang menambah asupan kopi lebih dari 1 cangkir per hari selama 4 tahun, memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena diabetes tipe-2 daripada mereka yang mengonsumsi kopi seperti biasa. Jika ingin tahu efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin, bisa lihat pada halaman selanjutnya!3. Efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin
Kopi hitam tawar tidak menyebabkan lonjakan gula darah atau kadar glukosa darah. Hal ini menjadi kabar baik bagi penderita diabetes yang suka minum kopi hitam. Namun, menurut penelitian, kafein dalam kopi dapat menghambat sensitivitas insulin, yang akhirnya membuat kopi menjadi pilihan tidak ideal. Meski demikian, kopi mengandung senyawa bioaktif tertentu, seperti asam klorogenat, polifenol, kromium, atau magnesium yang dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Sehingga, senyawa bioaktif lainnya ini dapat mengimbangi efek dari kafein. 4. Kopi yang paling pas untuk penderita diabetesPenderita diabetes bisa mengonsumsi kopi tawar tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Selain memengaruhi lonjakan gula darah, minum kopi dengan pemanis juga akan menghilangkan manfaat kopi. Zat tambahan ini dapat meningkatkan asupan kalori dan berdampak negatif pada kontrol gula darah. Ahli gizi Avni Kaul menekankan kepada penderita diabetes untuk memantau respon mereka terhadap kopi dan menghindari zat tambahan yang mengandung kopi. Penderita diabetes juga lebih disarankan minum kopi rendah kafein atau tanpa kafein supaya mendapatkan manfaat maksimal. Mereka pun dapat mengandalkan kopi sebelum berolahraga, untuk menurunkan risiko lonjakan gula darah. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Kopi Bisa Mencerahkan ‘Mata Panda’, Ikuti Cara Ini! Jakarta – Tak hanya enak diminum, kopijuga bisa dijadikan racikan masker mata. Masker mata ini bisa mencerahkan lingkaran hitam di bawah mata atau ‘mata panda’. Kopi dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hal yang bermanfaat. Di antaranya untuk kesehatan kulit wajah, termasuk mencerahkan area bawah mata yang menghitam atau mata panda. ‘Mata panda’ ini kerap dialami oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan faktor kelelahan yang diakibatkan terlalu lama di depan laptop, kurang tidur, dan lainnya.
Banyak produk kecantikan wajah yang menawarkan khasiat mencerahkan area mata panda. Namun, kamu bisa juga mencerahkannya dengan cara alami, salah satunya menggunakan kopi. Kopi Untuk Perawatan Kulit
Dilansir dari Health Shots (19/7/2024), kopi diketahui dapat merawat kesehatan kulit. Mulai dari mengatasi bibir pecah-pecah hingga mengubah kulit yang kusam menjadi lebih cerah. Kopi bertindak sebagai eksfoliator alami dan membantu menghilangkan sel kulit mati. Kafein yang terdapat dalam kopi juga dapat mengencangkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah saat dioleskan. Kopi juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit. Kopi Baik untuk Cerahkan ‘Mata Panda’Sirkulasi yang buruk adalah penyebab utama dari munculnya lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata. Dr. Amit Bangia, seorang dokter kulit menjelaskan kalau kopi mungkin bermanfaat dalam menghilangkan lingkaran hitam karena meningkatkan sirkulasi darah. Kopi juga bersifat anti-inflamasi dan kaya antioksidan, yang berarti mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh kurang tidur pada kulit di sekitar mata. Selain itu, kafein dalam kopi memiliki kemampuan untuk menyerap air yang terkumpul dan sangat efektif dalam mengurangi bengkak dan bengkak di sekitar mata. Penelitian lain yang mendukung fakta ini terdapat dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. Penelitian ini menyatakan bahwa aplikasi kafein topikal dapat efektif dalam mengatasi lingkaran hitam. Cara Menggunakan Kopi untuk ‘Mata Panda’
Dalam mengatasi ‘mata panda’, kopi tidak diracik jadi minuman, melainkan diracik menjadi masker. Masker untuk mata ini dapat membantu mata panda lebih cerah. Racikan masker mata ini terdiri dari berbagai jenis. Campuran maskernya juga berbeda-beda, ada yang menambahkan vitamin E, minyak almond, dan minyak kelapa.
1. Racikan Kopi dan Vitamin EUntuk membuat racikan masker kopi satu ini, kamu memerlukan 1 sendok makan bubuk kopi, 1 sendok makan madu, dan 1 kapsul vitamin E. Kemudian, campur semua bahan menjadi satu hingga kental membentuk pasta, Lalu, oleskan masker secara merata pada area bawah mata. Biarkan mengering 10 menit, baru setelah itu digosokkan agar sel kulit mati terangkat. Kemudian, bilas muka dengan air dingin. 2. Racikan Kopi dan Minyak Almond atau Minyak KelapaCara membuat pasta dari kopi ini bisa ditambahkan minyak almond atau minyak kelapa. Siapkan 1 sendok makan bubuk kopi dan 10-15 tetes minyak almond atau minyak kelapa. Campur semua bahan dalam mangkuk hingga menjadi pasta yang halus. Pasta kopi dan minyak esensial ini harus didiamkan terlebih dahulu dalam kulkas selama 30 menit. Setelah dingin, oleskan di bawah mata yang menghitam dan diamkan 10 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air dingin. Lakukan hal ini setidaknya selama 3 kali seminggu agar terasa maksimal. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold
|




























