Tag: mobil

  • Hampir Semua Mobil Punya Tombol Ini, tapi Banyak yang Tak Tahu Fungsinya



    Jakarta

    Tombol ini biasanya terletak tak jauh dari tombol untuk menghidupkan dan menyalakan AC. Apa sih fungsinya?

    Mobil-mobil kekinian dilengkapi dengan banyak teknologi canggih, yang umumnya bisa dilihat pada makin banyak tombol-tombol fitur yang terpampang di dashboard.

    Tapi tombol bergambar tanda panah memutar di dalam kabin ini sebenarnya sudah bisa ditemui juga pada mobil-mobil lama. Beberapa menyebutnya sebagai ‘air circulation button’. Alias tombol sirkulasi udara. Apa fungsi tombol ‘air circulation button’ dengan gambar panah berputar ini?


    Dikutip dari berbagai sumber, ketika tombol ini dipencet, maka mobil akan menyirkulasikan udara yang sudah berada di dalam kabin. Mobil tidak akan menyedot udara dari luar untuk disirkulasikan dalam kabin.

    Keuntungan utamanya akan sangat terasa ketika udara luar sedang tinggi/panas sementara kamu mau mendinginkan udara di dalam kabin. Fungsi ini akan membuat AC mobil mendinginkan kabin lebih cepat.

    Ini memungkinkan terjadi karena, alih-alih mesin menyedot udara dari luar untuk didinginkan lalu digunakan dalam kabin, sistem pendingin akan menggunakan udara yang ada di dalam kabin, yang tentunya punya suhu lebih rendah dan kuantitas lebih sedikit.

    Tombol sirkulasi udara ini juga diklaim akan membuat efisiensi kendaraan jadi lebih baik.

    Mobil umumnya lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar saat AC dipilih menggunakan mode sirkulasi dalam kabin. Ini memungkinkan terjadi karena menjaga udara (dalam kabin) tetap dingin membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding ketika mesin secara terus menerus mendinginkan udara panas dari luar. Demikian dikutip dari KTLA.

    Karena sistem menyirkulasikan udara di dalam kabin, fungsi ini juga bisa membantu mengurangi polutan masuk ke dalam mobil. Ketika terjebak kemacetan, fungsi ini disarankan untuk digunakan.

    (din/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Terbakar Gegara Pasang Dashcam



    Jakarta

    Kebakaran mobil bisa saja terjadi akibat berbagai sebab. Tapi, ada beberapa penyebab umum yang bisa bikin mobil terbakar. Apa saja?

    Seperti dikutip Kantor Berita Bernama, Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sarawak mengatakan ada beberapa penyebab yang berisiko bikin mobil terbakar. Sebagian besar kebakaran mobil terjadi akibat sistem kabel listrik yang kelebihan beban. Hal itu bisa terjadi akibat modifikasi sembarangan.

    Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sarawak Jamri Masran mengatakan, ketika sistem kabel listrik kelebihan beban, suhu dapat naik dengan cepat dan menyebar. Hal itu dapat menyebabkan kebakaran.


    “Berdasarkan statistik dan temuan kami, ketika sebuah mobil terbakar, itu biasanya karena masalah elektrikal. Jarang karena masalah mesin. Kalau karena mesin, itu biasanya karena kebocoran oli,” katanya.

    “Pemilik kendaraan memodifikasi kendaraannya, menambahkan aksesori seperti sound system dan radio yang membutuhkan power tinggi. Jika mereka membuat klaim (garansi) ke pabrikan, tidak akan diterima karena kendaraan dimodifikasi,” sebutnya.

    Pemilik kendaraan disarankan untuk tidak melakukan modifikasi sembarangan yang dapat menyebabkan kelebihan beban pada sistem kabel listrik yang akhirnya bisa menyebabkan kebakaran.

    Mobil Terbakar karena Kesalahan Pemasangan Dashcam

    Di Malaysia, belum lama ini terjadi kebakaran mobil Jaecoo J7. Pabrikan Jaecoo langsung melakukan investigasi terhadap kebakaran mobil tersebut.

    Setelah penyelidikan menyeluruh, kebakaran mobil tersebut ternyata disebabkan oleh pemasangan dashcam yang tidak tepat di bengkel pihak ketiga di luar jaringan Jaecoo.

    “Kami sangat menyarankan kepada pelanggan agar demi keselamatan, hindari melakukan modifikasi di pusat layanan yang tidak resmi yang dapat membatalkan garansi kendaraan JAECOO Anda. Pastikan semua pekerjaan perawatan dan perbaikan hanya dilakukan oleh pusat layanan yang resmi,” tulis Jaecoo dalam pernyataannya.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Komponen Mobil yang Perlu Dicek Setelah Dipakai Mudik



    Jakarta

    Mobil perlu diperiksa sebelum dan setelah digunakan untuk mudik. Menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer, mesin mobil bekerja lebih keras. Oleh karena itu, perlu pengecekan ekstra untuk menjaga performa dan keamanan mobil sebelum mengalami kerusakan atau keausan lebih lanjut.

    Dijelaskan oleh jaringan dealer Hyundai Gowa, berikut 6 komponen mobil yang perlu dicek setelah digunakan untuk mudik:

    1. Oli


    Lakukan pengecekan oli pada mesin mobil. Saat melakukan pemeriksaan melalui dipstick, pastikan mobil berada di permukaan yang rata. Mesin bekerja paling efisien jika oli terisi di level ‘Max’, jangan sampai berada di bawah level ‘Min’.

    2. Rem

    Setelah perjalanan jauh, wajib untuk periksa sistem rem agar tetap aman berkendara. Anda perlu memeriksa minyak rem, sebab minyak rem yang kotor akan berpengaruh ke kinerja rem. Selain itu, cek kondisi kampas rem untuk menghindari rem blong dan kecelakaan.

    3. Wiper

    Selain oli, cairan wiper juga tidak kalah penting untuk diperiksa. Pastikan botol cairan wiper terisi penuh dengan komposisi campuran pencuci kaca yang tepat. Anda juga perlu memastikan kondisi bilah-bilah wiper untuk menghindari adanya keretakan saat berada di jalan.

    4. Tekanan Ban

    Kebutuhan tekanan ban depan dan belakang bisa berbeda, pengendara perlu mengetahui ‘pound per inci persegi’ (PSI) tekanan ban yang bisa dilihat di bagian pintu pengemudi bagian bawah atau panduan pemilik.

    Pasang pengukur tekanan di batang katup ban yang sudah dilepas, tekan dengan keras sehingga desis menghilang dan terlihat hasil pengukurannya. Dengan pengukur standar, tekanan udara akan mendorong bilah kecil dari bagian bawah pengukur. Untuk pengukur digital, hasil pengukuran akan ditampilkan di layar.

    5. Tapak Ban

    Untuk pemeriksaan kedalaman tapak ban, bisa dengan cara sisipkan koin ke dalam salah satu lekukan melingkar utama ban. Jika tapak ban kurang dari 3 mm, maka itu sudah waktunya mengganti ban agar tetap aman di jalan.

    6. Aki

    Aki atau battery adalah sumber utama kelistrikan mobil. Jaga supaya tegangan aki terisi hingga 12 volt, sesuai tegangan yang ideal. Jika berada di bawah level ini, kinerja dan masa pakainya akan menurun. Ambil voltmeter dan hubungkan kabel positif (merah) ke terminal positif aki dan kabel negatif (hitam) ke terminal negatif. Tahan selama beberapa detik dan tunggu hingga voltmeter menampilkan hasil. Jangan sampai aki mobil bermasalah, yang mengakibatkan mesin tidak bisa dihidupkan.

    Setelah pengecekan di rumah, tentu jangan lupa tetap lakukan servis berkala untuk mobil Anda. Pelanggan bisa langsung datang ke bengkel resmi atau bengkel-bengkel umum langganan.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lakukan 5 Hal Ini Setelah Mobil Dipakai Perjalanan Mudik


    Jakarta

    Servis mobil umumnya dilakukan sebelum perjalanan jauh, misalnya mudik. Namun perawatan mobil sebaiknya juga dilakukan usai melakukan perjalanan.

    Perawatan diperlukan agar kinerja kembali maksimal, apalagi setelah mesin mobil bekerja keras. Simak hal apa saja yang mesti dicek setelah kendaraan digunakan mudik pada uraian ini.

    Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Pakai Mobil Buat Perjalanan Jauh

    Mulai dari pencucian mobil, ganti oli, hingga perawatan bagian kaki-kaki mobil dapat dilakukan setelah mobil dipakai mudik. Dalam catatan detikcom, berikut penjelasannya:


    1. Cuci Mobil

    Mobil yang dipakai mudik biasanya akan lebih kotor akibat debu dan pasir yang menempel. Kotoran makin tebal seiring jauhnya perjalanan dan pergantian cuaca.

    Kotoran yang dibiarkan menumpuk, makin sulit untuk dihilangkan. Karena itu, pemilik mobil sebaiknya langsung mencuci mobilnya usai digunakan. Cuci mobil meliputi bagian eksterior, interior, karpet, dan jok mobil.

    2. Cek Kondisi Mesin

    Apabila mesin mobil dirasa tidak nyaman, segera bawa kendaraan ke bengkel terpercaya. Periksa keadaan mesin secara menyeluruh, mulai dari oli, gearbox, dan komponen penting lainnya. Bisa ganti oli jika diperlukan.

    Penting mengecek mesin kendaraan setelah mudik sebab selama perjalanan jauh biasanya komponen-komponen terus-menerus bergesekan. Hal ini membuat oli lebih cepat kotor dan kualitas fungsinya dapat menurun.

    3. Periksa Sistem Pendingin Mesin

    Sistem pendingin mesin mobil juga perlu dicek. Periksa apakah komponen tersebut bekerja dengan baik dalam menjaga suhu mesin tetap stabil pada temperatur ideal sehingga mencegahnya overheat.

    Pemeriksaan komponen sistem pendingin dapat diawali dengan mengecek volume air di tabung reservoir hingga coolant radiator. Pastikan kipas radiator, selang pendingin, sampai thermostat dalam kondisi optimal agar berfungsi dengan baik.

    4. Perhatikan Kondisi Ban

    Mobil umumnya mengangkut banyak penumpang selama mudik. Beban kendaraan semakin bertambah saat banyaknya beban saat perjalanan pulang. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kondisi ban.

    Pemilik mobil bisa memeriksa keadaan semua ban termasuk tekanan anginnya. Tambah tekanan angin jika berkurang. Ukuran rujukan umumnya dapat dilihat di pintu mobil pengemudi.

    Cek juga apakah kondisi ban sudah aus atau bocor. Jika terjadi keausan atau kebocoran, sebaiknya ganti ban dengan yang baru agar tidak mengancam keselamatan selama berkendara.

    5. Lakukan Spooring dan Balancing

    Jika mobil terasa bergetar atau tidak stabil saat digunakan, pemilik dapat melakukan spooring dan balancing. Spooring dilakukan untuk mengembalikan setelan kaki-kaki mobil. Sementara balancing berfungsi untuk menjaga keseimbangan pada titik atas, bawah, kiri, dan kanan roda.

    Kaki-kaki mobil yang tidak seimbang bisa memicu kecelakaan. Perubahan sudut toe dan chamber dapat menyebabkan ban aus di bagian dalam atau luar. Oleh sebab itu, perlu adanya penyesuaian kembali posisi roda mobil supaya berkendara dengan nyaman dan mencegah hal-hal tak diinginkan.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Beli Mobil Kredit Biar Nggak Pusing Cicilan



    Tangerang

    Bagi kamu yang ingin memiliki mobil pertama dengan cara mencicil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya tidak menyesal.

    Dalam acara Daihatsu Kumpul Sahabat di Alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/5/2025), Kepala Wilayah DKI 1 PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation Michael Hendro mengatakan konsumen mobil Daihatsu mayoritas berasal dari pembeli mobil pertama.

    “Ya, jadi kalau kita bicara Daihatsu, kita lebih fokusnya membantu teman-teman pertama kali beli mobil baru. Apakah mau upgrade dari sepeda motor, ataupun used car (mobil bekas) ke mobil baru,” kata Michael dalam Cerita Berkendara bersama pakar otomotif di Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (18/5/2025).


    “Hampir 70 sampai 80 persen konsumen kita membeli mobil secara kredit,” ujar dia.

    Supaya nyaman sejak awal, setelah menentukan kebutuhan. Langkah selanjutnya menentukan anggaran terlebih dahulu.

    “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau membeli kredit, yang pertama, uang muka, DP ini akan menentukan sebenarnya cicilan kita akan berapa besar,” kata Michael.

    “DP cuma sekali bayar, tapi cicilannya 3, 4, 5 tahun kita tanggung (ke depan). Hari ini Daihatsu bisa 15 sampai 20 persen untuk DP,” jeaslnya lagi.

    “DP sekali bayar, tapi cicilan yang harus diperhatikan 3 sampai 5 tahun,” ungkapnya.

    Artinya langkah yang dapat dilakukan sebelum mengajukan kredit mobil adalah memahami besaran bunga dan uang muka yang akan berpengaruh pada nilai cicilan dan tenor pinjaman. Perlu juga diperhatikan biaya lain seperti provisi, administrasi, dan biaya terkait lainnya.

    Perkirakan pendapatan dan pengeluaran bulanan.Pastikan cicilan mobil yang aman adalah 30 persen dari penghasilan bersih.

    “Cicilan alangkah baiknya setengah atau sepertiga dari total penghasilan keluarga tersebut,” ujar Michael.

    “Antara 33 sampai 50 persen maksimal dari keluarga tersebut. Ini penghasilan gabungan,” jelas dia.

    “Karena leasing sendiri pada saat rekomendasi approval, salah satunya adalah apakah cicilan ini memberikan beban atau tidak.”

    “Sehingga buat kita sendiri, kita mau mobil ini mau bikin bahagia. Jadi DP harus diperhitungkan, dan cicilannya diperhitungkan,” kata Michael.

    “DP sendiri komposisinya ada bunga, asuransi, ada administrasi kredit, ini juga kita mesti cukup smart menyikapi ini semua. Belum tentu yang mahal itu jelek, belum tentu yang murah itu harus kita pilih. Cover seperti apa, emergency assistance apakah ada atau tidak, klaimnya, pengambilan BPKB apakah mudah atau sulit,” ungkapnya lagi.

    (riar/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Aman Tinggalkan Mobil Listrik Berhari-hari di Garasi



    Jakarta

    Pakar kendaraan listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi membagikan tips atau cara aman meninggalkan mobil listrik berhari-hari di garasi rumah. Harapannya, insiden BYD Seal keluar asap di Palmerah, Jakarta Barat, tak terulang lagi di masa depan.

    Agus menjelaskan, ketika mobil listrik mau ditinggal lama, maka pastikan ruang garasinya tak panas atau lembab. Maka, pilihlah tempat yang sejuk dan berventilasi baik. Hal tersebut untuk menjaga suhu kendaraan tetap ideal.

    “Terkait tips umum agar lebih aman bila ingin EV (electric vehicle) ingin ditinggal cukup lama maka perlu diperhatikan kondisi area penyimpanan tidak panas maupun lembab tapi sejuk dan berventilasi baik,” ujar Agus Purwadi saat dihubungi detikOto, Kamis (15/5).


    Selain itu, kata Agus, ada satu komponen mobil listrik yang perlu mendapat perhatian lebih, yakni baterai. Dia mengingatkan, pastikan baterai tidak kosong atau terlalu penuh saat kendaraan ditinggal berhari-hari di garasi.

    “Kemudian (yang harus diperhatikan lagi), kondisi muatan baterai kendaraan tidak kosong ataupun terisi penuh. Pastikan muatan baterai di angka sekitar 50 persen atau sesuai rekomendasi dari pabrikannya,” ungkapnya.

    Proses pemadaman mobil listrik BYD Seal yang terbakar di dalam garasi rumah di Jakbar.BYD Seal mengeluarkan asap. Foto: Dok. istimewa

    Di kesempatan yang sama, Agus Purwadi juga menyampaikan analisisnya mengenai kasus BYD Seal yang mengeluarkan asap di Palmerah, Jakarta Barat. Dia mengira, ada tiga pemicu utama di balik insiden tersebut.

    Pertama, kata Agus, kepulan asap tersebut berasal dari baterai kendaraan. Sebab, komponen itu mudah bermasalah ketika overheat atau terlalu panas. Kerusakan pada baterai tak melulu memunculkan api, melainkan bisa hanya kepulan asap.

    Kedua, lanjut dia, ada kerusakan di sistem kelistrikan seperti hubung singkat. Kondisi tersebut bisa memicu panas berlebih dan menyebabkan asap atau kebakaran.

    “Lalu yang ketiga, komponen elektronika daya. Kerusakan pada komponen elektronika daya seperti inverter atau charger bisa juga menyebabkan masalah (di kendaraan),” ungkapnya.

    Meski punya analisis pribadi, namun Agus menyarankan agar publik menunggu hasil pemeriksaan tim BYD Indonesia. Sebab, perusahaan asal China itu berjanji akan melakukan investigasi secara menyeluruh.

    “Untuk lebih jelasnya maka sebaiknya bisa tunggu hasil investigasi Tim BYD yang pasti sedang menangani secara serius dan mendalam karena saat ini merupakan market leader baik di Indonesia maupun dunia,” kata dia.

    (sfn/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jalan Jauh Pakai Mobil Listrik? Lakukan Ini Biar Gak Abis Baterai di Jalan!



    Jakarta

    Bepergian jarak jauh dengan mobil listrik kini bukan lagi hal yang sulit. Teknologi dan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang membuat perjalanan jadi lebih praktis.

    Meski begitu, ada satu hal yang tetap penting diperhatikan yakni kondisi baterai dan jangan sampai kehabisan baterai di tengah jalan. Karena itu, perencanaan rute dan pengisian daya jadi kunci utama untuk memastikan perjalanan tetap lancar.

    Menurut Aldi Ruvian dari After Sales Department AION Indonesia, sekarang udah ada fitur bernama trip planner yang bisa bantu perhitungan titik-titik charging selama perjalanan.


    “Ada yang namanya trip planner gitu ya. Jadi trip planner itu bisa dipakai dari aplikasi-aplikasi untuk pengisian daya (charging) seperti yang saya contohkan dari PLN Mobile misalkan, dia sudah ada semacam trip planner. Jadi misalkan pelanggan ingin melakukan perjalanan ke suatu kota, di titik mana aja sih yang nanti sebaiknya dilakukan charging,” jelas Aldi.

    Di sisi lain, Marketing Communications dan Public Relations AION Indonesia, Valdo Prahara, juga menyebutkan bahwa pengguna mobil listrik sekarang umumnya sudah paham dengan kondisi mobilnya serta tantangan yang mereka hadapi saat perjalanan jauh.

    AION Indonesia sudah berulang menguji mobilnya untuk perjalanan jauh, bahkan mengajak awak media untuk tes mobil listriknya dari Jakarta ke Semarang tanpa mengecas. Terbukti aman tanpa perlu khawatir.

    “Tabiatnya orang-orang yang pakai mobil listrik itu yang sekarang pasti udah bisa banget nge-plan dan juga gak perlu khawatir lagi ya karena produk AION sendiri kan jaraknya cukup jauh,” kata Valdo.

    SPKLU PLNSPKLU PLN Foto: 20detik

    Tips Berkendara Jauh dengan Mobil Listrik

    Agar perjalanan jarak jauh dengan mobil listrik tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips yang disarankan oleh PLN:

    1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

    Periksa seluruh komponen kendaraan, termasuk tekanan ban, sistem kelistrikan, dan kondisi rem. Pastikan juga baterai dalam keadaan terisi penuh sebelum memulai perjalanan.

    2. Manfaatkan Fitur Trip Planner

    Gunakan aplikasi seperti PLN Mobile untuk merencanakan rute perjalanan sekaligus melihat lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Perencanaan ini penting untuk menghindari risiko kehabisan daya di tengah perjalanan.

    3. Hindari Akselerasi dan Kecepatan Berlebih

    Jaga kecepatan agar tetap stabil dan hindari akselerasi mendadak. Kebiasaan berkendara yang agresif dapat mempercepat konsumsi daya baterai.

    4. Maksimalkan Fitur Regenerative Braking

    Aktifkan mode berkendara hemat seperti ECO Mode atau E-Pedal untuk mengoptimalkan fitur regenerative braking. Fitur ini memungkinkan daya listrik dikembalikan ke baterai saat kendaraan melambat.

    5. Siapkan Kabel Charging Pribadi

    Saat ini, penyebaran SPKLU belum merata di seluruh daerah. Lantas penting juga bagi pemilik mobil listrik untuk membawa kabel charging sendiri untuk berjaga-jaga baterai lemah di jalan atau untuk mengecas saat di penginapan di kota tujuan.

    6. Hindari Jalur dengan Kemacetan Parah

    Meski daya yang termakan lebih banyak saat melaju kencang, mobil listrik tetap mengkonsumsi daya saat berhenti apalagi jika sistem AC menyala. Oleh sebab itu, efisiensi akan lebih optimal saat melintasi jalan yang bebas dari kemacetan. Gunakan aplikasi navigasi untuk memantau lalu lintas dan memilih jalur yang lebih lancar.

    7. Siapkan Rencana Cadangan

    Sebaiknya tentukan titik SPKLU alternatif di sepanjang rute perjalanan. Hal ini berguna apabila lokasi pengisian utama tidak tersedia atau sedang antre.

    (mhg/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tips Merawat Mobil, Kapan Sebaiknya Ganti Ban?



    Jakarta

    Merawat mobil menjadi suatu keharusan, sebab kondisi ini akan menentukan kondisi mobil dalam jangka panjang.

    Hasil studi yang dilakukan oleh Automotive Aftermarket Industry Association, kendaraan yang dirawat secara rutin dapat menempuh jarak hingga 300.000 kilometer, sedangkan sedangkan kendaraan yang diabaikan biasanya hanya mencapai sekitar 100.000 km.

    Hankook Tire membagikan insight perawatan mobil yang sebaiknya diketahui setiap pengendara baru.


    “Merawat mobil seharusnya sudah dilakukan sejak awal pembelian, bukan menunggu ada masalah, karena kebiasaan ini akan menentukan kondisi mobil jangka panjang, menekan risiko kecelakaan, sekaligus menghindarkan dari biaya perbaikan yang tidak perlu,” kata National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono.

    Berikut ini tips merawat mobil:

    Pertama, rutin ganti oli mesin.

    Oli berfungsi melumasi komponen mesin agar tidak cepat aus, membantu menjaga suhu mesin tetap stabil saat macet, hingga membersihkan kotoran logam dan sisa pembakaran. Untuk mencegah kerusakan pada mesin, sebaiknya ganti oli setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Jika mesin mengeluarkan suara kasar atau indikator oli pada speedometer menyala, segera lakukan penggantian oli untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

    Kedua, cek air radiator dan sistem pendinginan.

    Air radiator berperan penting dalam menjaga kestabilan suhu mesin. Dengan sirkulasi yang terus-menerus menyerap dan melepaskan panas, cairan ini mencegah terjadinya overheat, yang dapat merusak komponen mesin secara permanen. Idealnya, kuras air radiator setiap 2 tahun atau 40.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Jika warnanya mulai keruh atau kecokelatan, tandanya air radiator sudah terkontaminasi dan perlu segera diganti. Hindari penggunaan air biasa karena dapat menyebabkan karat pada sistem pendingin.

    Ketiga, cek kondisi kampas rem.

    Kampas rem memiliki ukuran minimum yang aman yaitu 3 mm untuk bagian depan dan 2 mm untuk bagian belakang. Secara umum, kampas rem sebaiknya diganti setelah mobil menempuh 60.000-70.000 km untuk transmisi manual, sementara pada transmisi otomatis sebaiknya dilakukan lebih cepat, yakni setelah 35.000-40.000 km. Selain jarak tempuh, tanda-tanda kampas rem perlu segera diganti antara lain muncul suara berdecit dan berkurangnya daya cengkeram saat pengereman. Penggantian kampas rem sebelum habis penting untuk menjaga efektivitas pengereman dan keselamatan.

    Keempat, periksa ban mobil.

    Posisi ban yang kurang presisi bisa menyebabkan mobil terasa tidak stabil, keausan ban menjadi tidak merata, hingga mengurangi kenyamanan berkendara. Untuk itu, lakukan spooring dan balancing secara rutin agar performa ban tetap optimal. Spooring adalah penyetelan sudut roda agar kembali sejajar sesuai standar pabrik sehingga ban mobil tetap stabil dan lurus. Sedangkan balancing adalah menyeimbangkan bobot kendaraan pada ban dan velg, fungsinya mengurangi getaran, serta memperpanjang umur ban dan suspensi. Tanda kendaraan membutuhkan spooring dan balancing umumnya terasa dari getaran pada setir saat melaju di kecepatan tertentu, mobil cenderung menarik ke satu sisi, atau terasa kurang stabil saat dikendalikan. Lakukan spooring & balancing setiap 10.000 km hingga maksimal 20.000 km.

    Kelima, isi tekanan angin ban yang sesuai.

    Tekanan angin yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar. Tekanan yang kurang bisa membuat ban cepat aus di bagian samping, sedangkan tekanan berlebih berisiko membuat ban lebih keras dan daya cengkeram berkurang. Tekanan angin ideal bervariasi sesuai jenis mobil, yakni MPV (33-36 Psi), City Car (30-36 Psi), Sedan (30-33 Psi), dan SUV (35-40 Psi), atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

    “Salah satu aspek penting dalam preventive maintenance adalah memperhatikan kondisi ban, sebagai satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Banyak pengendara menganggap ban masih layak pakai selama belum bocor atau rusak parah, padahal usia dan jarak tempuh juga menentukan. Idealnya, ban diganti setiap 2-3 tahun atau setelah menempuh 40.000 km, dan saat pola telapak sudah mencapai batas thread wear indication (TWI).” jelas Apriyanto.

    (riar/lua)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Matic Jangan Pakai Gigi ‘N’ pada Kondisi Ini, Pokoknya Jangan!



    Jakarta

    Tuas transmisi di mobil matic memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya saat tuas transmisi berada di posisi ‘N’ atau Netral, sebaiknya tidak dilakukan pada kondisi berikut.

    Ada beragam huruf di tuas transmisi mobil matic. Ada P, ada N, ada D, ada L, ada juga R. Masing-masing punya fungsinya tersendiri. Misalnya tuas transmisi P, digunakan untuk mobil dalam posisi parkir. Selanjutnya ada R, digunakan saat mobil hendak mundur. Untuk menjalankan mobil, posisi tuas transmisi ada di D alias Drive. Pada posisi D, transmisi akan secara otomatis dan terus menerus mengubah rasio gigi tergantung pada kondisi jalan dan pengemudian.


    Selanjutnya ada ‘N’ atau Netral. Pada posisi ini, transmisi dibebaskan sama seperti posisi netral pada mobil bertransmisi manual. Dikutip dalam laman buku panduan manual Mitsubishi Xpander, gigi N ini hanya digunakan saat kendaraan diam dalam waktu yang lama selama mengemudi, contohnya saat jalanan macet.

    Perlu dicatat, di kondisi tertentu, sebaiknya tuas transmisi mobil tak diposisikan pada Netral. Misalnya saat sedang berkendara, jangan pindahkan tuas transmisi ke N.

    “Kecelakaan serius dapat terjadi karena Anda dapat secara tidak sengaja menggerakkan tuas selektor ke posisi ‘P’ atau ‘R’ atau Anda akan kehilangan pengereman mesin,” demikian dicuplik dari buku panduan manual tersebut.

    Begitu juga pada jalan miring, tuas transmisi sebisa mungkin ada di posisi ‘P’ jangan di posisi N.

    “Pada jalan miring, mesin sebaiknya dihidupkan pada posisi ‘P’ jangan pada posisi “N’. Pastikan menahan kaki Anda pedal rem ketika kendaraan di posisi ‘N’ atau ketika memindahkan ke atau dari posisi ‘N’” begitu penjelasannya.

    Selain itu diingatkan juga untuk mencegah kerusakan transmisi, jangan pernah memindahkan tuas transmisi ke posisi ‘D’ dari posisi ‘R’ ketika kendaraan masih berjalan.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ada Gigi L di Mobil Matic, Kapan Dipakai?


    Jakarta

    Ada gigi ‘L’ di transmisi mobil matic. Kapan dipakainya ya?

    Tuas transmisi mobil matic terdiri dari beberapa fungsi. Masing-masing fungsinya berbeda dan disimbolkan dengan huruf di sisinya. Paling atas biasanya huruf P yang berarti Park digunakan saat kendaraan parkir. Pada posisi ini, transmisi dikunci untuk mencegah kendaraan bergerak. Mesin juga dapat dihidupkan saat tuas transmisi berada di posisi ini.


    Gigi L di Mobil Matic, Kapan Dipakai?

    Di bawah P, biasanya ada R yang berarti Reverse. Pindahkan tuas transmisi kamu ke R saat memundurkan mobil. Selanjutnya ada N alias Neutral. Pada posisi N, posisi transmisi dibebaskan. Selanjutnya ada D yang berarti Drive. Tuas transmisi D digunakan saat mobil dikendarai dengan normal. Pada posisi ini, gigi akan diatur secara otomatis menyesuaikan dengan kecepatan kendaraan.

    Nah di beberapa mobil, di bawah D ada juga gigi L. Salah satunya di Mitsubishi Xpander. Tapi tahu nggak kamu L ini artinya apa dan kapan harus digunakan? Dikutip dari buku panduan manual Xpander, gigi L atau Low digunakan saat mengemudi di jalanan menanjak yang sangat curam. Selain itu bisa juga digunakan untuk pengereman mesin atau engine brake pada kecepatan rendah saat berkendara menuruni jalanan yang curam. Namun diingatkan agar tak memindahkan tuas transmisi ke L secara mendadak.

    “Pengereman mesin secara mendadak dapat menyebabkan ban slip. Pilih posisi ini sesuai dengan kondisi jalan dan kecepatan kendaraan,” demikian peringatannya.

    Laman JDPower juga menjelaskan posisi L pada mobil matic bisa digunakan dalam kondisi tertentu sebagai berikut:

    – Saat menarik beban berat
    – Mengemudi di jalan menanjak
    – Mengemudi di jalan menurun
    – Bermanuver pada kecepatan rendah
    – Kondisi jalan buruk

    Jangan Pakai Gigi L saat Berkendara Normal

    Perlu digarisbawahi, saat tuas transmisi berada di posisi L itu jangan digunakan untuk berkendara di kondisi normal. JDPower menyebut, memposisikan transmisi pada gigi rendah akan membuat mesin berputar lebih cepat dan menghasilkan RPM yang lebih tinggi. Alhasil, bahan bakar jadi lebih boros. Tak cuma itu, mesin dan transmisi juga jadi lebih cepat aus.

    “Jika kondisi tidak memerlukan mode ‘L’ selalu kembalikan transmisi ke posisi ‘D’” demikian penjelasannya.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com