Tag: universitas

  • Viral Gorila Ngamuk, Bikin Retak Kaca Pembatas Bonbin

    Viral Gorila Ngamuk, Bikin Retak Kaca Pembatas Bonbin



    San Diego

    Seekor gorila membuat pengunjung Kebun Binatang San Diego kaget dan ketakutan. Dia mengamuk dan menghantam kaca pembatas hingga retak.

    Diberitakan CBS8, Selasa (14/10/2025) gorila jantan bernama Denny ini mengamuk pada hari Sabtu lalu, memecahkan satu lapis panel kaca di di habitat hutan gorila Kebun Binatang San Diego dengan menghantamnya. Netizen pun dibuat kaget dan bertanya-tanya, kenapa gorilanya bisa marah.

    Erin Riley, seorang profesor antropologi di Universitas Negeri San Diego, mengatakan ada banyak hal yang dapat memicu perilaku gorila ini.


    “Gorila, terutama yang jantan, sering melakukan apa yang kami sebut ‘unjuk gigi’, sebagai semacam tindakan pamer,” katanya.

    “Yang saya tidak tahu, tentu saja, karena saya tidak ada di sana, adalah apakah ada sesuatu yang memicu perilaku tersebut. Salah satu hal yang sebenarnya tidak disukai gorila adalah ditatap langsung di mata, dan itu bukan sesuatu yang selalu dipahami pengunjung kebun binatang,” lanjutnya.

    Dr Riley mengatakan mungkin saja Denny sedang bermain dan bersenang-senang. Namun, karena perhatiannya tertuju pada kaca, hal itu bisa jadi menunjukkan ada sesuatu terjadi pada penonton yang membuatnya tidak nyaman.

    “Mengingat kaca itu diarahkan ke jendela, tempat para pengunjung berada, saya tidak tahu apakah mereka merasa terancam, apakah ada banyak orang di sana saat itu yang membuat Denny merasa sedikit terancam,” tambahnya.

    Bulan Agustus lalu, Denny kehilangan saudaranya yang mati karena serangan jantung. Riley menduga bisa jadi Denny masih berduka atas kehilangan saudaranya, dan kematiannya mungkin masih mempengaruhinya.

    Kebun Binatang San Diego menyatakan bahwa Denny tidak terluka dan kedua gorila yang tinggal di habitat tersebut akan dirawat di balik layar hingga panel diganti. Belum ada informasi terkait apa yang memicu insiden tersebut.

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com

  • Prabowo Minta UI Masuk Top 100 Universitas Terbaik Dunia, Rektor Sorot PR Ini

    Prabowo Minta UI Masuk Top 100 Universitas Terbaik Dunia, Rektor Sorot PR Ini


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi capaian Universitas Indonesia (UI) sebagai universitas dalam negeri pertama yang masuk peringkat 200 besar dalam QS World University Rankings 2026. Ia menilai capaian ini sebagai kemajuan pendidikan tinggi nasional.

    Prabowo meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) beserta wakil menterinya (wamen) untuk memastikan UI ke depannya bisa masuk 100 besar universitas terbaik dunia. Upaya ini menurutnya bisa memicu perguruan tingi lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ikut melaju pada pemeringkatan universitas global.

    “Tapi Menteri Dikti, Wamen, saya minta top 100. Bisa? Bisa? Pasti nanti akan disusul oleh ITB, UGM, ITS, dan sebagainya,” ucap Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025).


    Berdasarkan QS WUR 2026, UI menduduki peringkat 186 pada pemeringkatan universitas global tersebut. Posisi ini naik dari capaian UI pada 2025, yang menduduki peringkat 206.

    Merespons ucapan Prabowo, Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan pengakuan dan tantangan ini menjadi PR bersama perguruan tinggi dan pemerintah.

    “Ini PR kita bersama. MWA (Majelis Wali Amanat) memberikan target 160, Presiden ternyata 100. Jadi mari kita bergerak bersama,” ucapnya dalam sambutan peresmian Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) UI di Balai Sidang UI, Rabu (22/10/2025).

    PR UI untuk Masuk 100 Universitas Terbaik Dunia

    Pendanaan, Ekosistem, dan Gaji-Remunerasi Dosen

    Heri menilai UI dan perguruan tinggi lain bisa mencapai peringkat 100 besar universitas terbaik dunia jika didukung pendanaan dukungan untuk program dan sistem rekrutmen untuk merekrut dosen berkualitas tinggi, yang diimbangi dengan salary dan remunerasi yang baik bagi dosen bertalenta.

    “Kalau tidak, mereka kabur ke luar negeri semua,” kata Heri usai peresmian SPPB UI.

    Ia menambahkan, kampus juga perlu didukung penguatan ekosistem, bukan semata pendanaan. Sebab, ekosistem pendidikan tinggi perlu dapat menerobos bottleneck sistemik di pemeringkatan dunia.

    Heri menjelaskan, pemeringkatan QS antara lain mengukur kinerja perguruan tinggi berdasarkan kualitas riset dan inovasi, publikasi ilmiah, dan sitasi.

    “Itu proporsional dengan kualitas dosen karena publikasi ilmiah dan sitasi itu dimiliki oleh para dosen ini. Nah, jadi kita harus melakukan improvement dengan merekrut dosen-dosen yang berkualitas tinggi,” ungkapnya.

    Pembenahan Sistem Rekrutmen Dosen

    Ia mencontohkan, terkait SDM, sistem rekrutmen dosen harus memungkinkan talenta terbaik dari dalam maupun luar negeri mau mengajar di UI dan perguruan tinggi Indonesia lainnya.

    Praktik merekrut diaspora dan dosen dari luar negeri contohnya dipraktikkan di China. Diketahui, sejumlah akademisi AS pindah ke kampus-kampus China tahun ini.

    “Yang mereka rekrut itu adalah talent-talent terbaik berdasarkan kompetensi di bidang pendidikan dan inovasinya. Sementara sistem rekrutmen di universitas di Indonesia itu belum sampai ke sana,” sambungnya.

    Ia menambahkan, diaspora atau dosen berkualitas dari luar negeri juga terhambat administrasi untuk mengajar di perguruan tinggi dalam negeri.

    “Di kita kan nggak bisa orang masuk ke sini (sebagai) profesor lagi, tapi mulai lagi dari bawah. Nah, sistem ini harus diubah, di sini artinya (diubah) Dikti (Kemdiktisaintek), Pemerintah,” imbuhnya.

    Permudah Administrasi Mahasiswa Internasional

    Ia menambahkan, pemeringkatan juga mengukur reputasi perguruan tinggi. Dalam hal ini, ketika sebuah universitas ini dipandang berkualitas atau bereputasi baik, maka salah satu indikasinya adalah banyak orang asing menjadikannya kampus tujuan studi dan kampus tujuan kerja.

    Untuk itu, Heri menilai UI harus menjadi pilihan pelajar dalam negeri maupun calon mahasiswa internasional untuk lanjut studi dengan nyaman.

    Terkait tantangan ini, Heri menyorot perlu ada perbaikan yang memudahkan calon mahasiswa internasional dapat studi di dalam negeri. Termasuk di dalamnya one stop service atau layanan satu pintu yang mempermudah pemenuhan syarat-syarat dokumen, imigrasi dan visa mahasiswa asing, seperti yang disediakan di negara tetangga: Australia, Malaysia, dan Singapura.

    “Tapi kalau yang orang asing mau belajar di Indonesia itu susah sekali dapat visa. Harus datang dulu ke sini, ngurus lagi ke Kemendagri, Kesbangpol, untuk dapat surat-surat itu. Nah artinya, harus ada terobosan-terobosan juga untuk mengeluarkan visa mahasiswa,” imbuhnya.

    Ia mengatakan, UI sendiri kini tengah agresif untuk mendatangkan mahasiswa asing agar mau belajar dengan biaya sendiri. Hal ini menurutnya bagian dari upaya membangun reputasi.

    Ia menjelaskan, sejumlah bidang studi di Indonesia yang menarik bagi mahasiswa asing antara lain kedokteran, sosial humaniora, kesehatan masyarakat, lingkungan, demokrasi, hingga kebudayaan.

    “Kalau mahasiswa asing datang ke sini, itu adalah sumber devisa,” sambungnya.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Eks Direktur SIL Sebut SPPB UI Tanpa Payung Hukum, Begini Respons Kemdiktisaintek

    Eks Direktur SIL Sebut SPPB UI Tanpa Payung Hukum, Begini Respons Kemdiktisaintek



    Jakarta

    Mantan Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) Tri Edhi Budhi Soesilo ungkap kehadiran Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) UI dibentuk saat ketiadaan regulasi resmi terkait restrukturisasi unit akademik. Ia juga menyebut kehadiran SPPB dilakukan tanpa dasar hukum yang memadai.

    UI dinilai belum memiliki aturan yang jelas tentang penggabungan atau pembubaran program studi, fakultas, atau sekolah. Budhi bahkan menyatakan surat pembubaran SIL belum pernah diterimanya.

    Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemdiktisaintek) Togar Mangihut Simatupang mencoba menjawabnya. Menurut Togar, proses merger baik tingkat program studi (prodi), fakultas, maupun universitas adalah hal yang biasa.


    Walaupun UI belum memiliki payung hukum terkait penggabungan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), Togar menyebut ada aturan serupa. Salah satunya terkait aturan merger universitas.

    “Ya tentunya bisa aja (penggabungan SIL dan SKSG), kita bilang belum ada ininya (payung hukum) ya, tapi kan mereka sudah punya intensi, dan payung hukumnya itu bisa kita dapatkan dari yang lain, bahkan untuk merger universitas juga sudah ada, jadi itu hal yang biasa,” tutur Togar.

    Hal itu disampaikan Togar usai acara Peluncuran Program Beasiswa Atlet Berprestasi Tahun 2025 di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025).

    Togar menyatakan akan ada masa transisi dalam proses kehadiran SPPB UI yang juga akan dipantau Kemdiktisaintek. Jika ada kekurangan terkait masalah hukum, pihaknya akan meminta UI untuk memenuhinya.

    “Jadi kalau nanti masih ada kekurangan di sana, kita akan penuhi. Sehingga, kepatuhan atau compliance itu tetap bisa kita jaga,” sambungnya.

    Rektor UI Terbuka Akan Kritik

    Tidak hanya tentang payung hukum, kehadiran SPPB UI diiringi dengan sejumlah poin kritik. Salah satunya yakni kurangnya dialog dengan mahasiswa, tenaga pendidik, dan alumni, yang meminta ada forum terbuka sebelum peresmian. Rektor UI Heri Hermansyah telah menjawab hal ini.

    Tidak terjadi satu pihak, kehadiran SPPB UI dilakukan melalui rapat empat organ UI selama berbulan-bulan. Sehingga, pembentukkan sekolah ini sudah memenuhi seluruh regulasi yang ditetapkan.

    “Kita sudah melalui semua proses dengan baik, dengan melibatkan empat organ UI. Ada paniti yang dibentuk pihak universitas, yang menjalankan ini. Kemudian juga di-quality control oleh Senat Akademik, itu ibaratnya mirip DPR dan kolega kita di situ ada perwakilan seluruh fakultas yang terdiri dari guru besar dan rektor kepala. Jadi ini sudah melalui proses yang proper sesuai dengan regulasi yang ada di Universitas Indonesia,” kata Heri dikutip dari arsip detikEdu.

    Heri menegaskan juga terbuka berkomunikasi dengan mahasiswa, termasuk soal pendirian SPPB UI. Pintu ruangannya di gedung rektorat juga terbuka untuk memudahkan proses komunikasi.

    “Jadi tidak benar saya tidak bisa diajak komunikasi. Justru any time pintu rektor bisa diakses. Bukan hanya mahasiswa, tapi seluruh stakeholder bisa dengan mudah berkomunikasi dengan saya karena saya yakin komunikasi merupakan awalan yang baik untuk kesuksesan. Seluruh aktivitas, komunikasi dengan baik. Tak kenal maka tak sayang. Nanti diinfokan saja ke mahasiswanya, any time Rektor nunggu,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • UNS Buka Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025, Dana Rp 52 Juta

    UNS Buka Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025, Dana Rp 52 Juta


    Jakarta

    Universitas Sebelas Maret (UNS) tengah membuka kesempatan emas bagi peneliti post-doctoral lewat program Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025. Program ini terbuka untuk peneliti dari dalam maupun luar negeri.

    Ajang ini diluncurkan sebagai bagian dari inisiatif Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY). Program ini digagas UNS untuk meningkatkan daya saing riset dan reputasi global perguruan tinggi Indonesia, salah satunya melalui Times Higher Education (THE) Impact Rankings dan QS World University Rankings.

    Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan yakni Januari-Juni 2026. Para peserta wajib memiliki gelar doktor (S3) dan diutamakan berkolaborasi dengan peneliti internasional.


    Tertarik melakukan riset dengan bantuan ini? Mengutip pedoman resmi, berikut informasi selengkapnya.

    Fokus Riset: SDGs & Kolaborasi Internasional

    Penelitian harus mengangkat tema yang selaras dengan United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), seperti SDG 2 (Zero Hunger), SDG 6 (Clean Water dan Sanititation), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 16 (Peace, Justice & Strong Institutions), dan SDG 17 (Partnership for the Goals).

    Selain itu, program ini menargetkan peningkatan kerja sama riset internasional untuk mendongkrak International Research Network (IRN) dan reputasi akademik global UNS.

    Dana dan Fasilitas Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025

    • Dana penelitian utama: Rp 52 juta
    • Pembiayaan gaji post doctoral researcher: Rp 30 juta untuk 3 bulan
    • Fasilitas bagi peneliti dari luar negeri termasuk biaya transportasi dan visa di luar honor
    • UNS menyediakan ruangan dan fasilitas pendukung penelitian dan kegiatan akademik

    Syarat Daftar Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025

    • Calon post-doctoral researcher dapat berasal dari dalam atau luar negeri
    • Calon post-doctoral researcher telah menyelesaikan studi doktoral/S3 dengan tanggal kelulusan setelah 1 Januari 2020 (dibuktikan dengan salinan ijazah yang menunjukkan tanggal kelulusan)
    • Calon post-doctoral researcher memiliki rekam jejak penelitian serta publikasi ilmiah minimal 1 artikel di jurnal internasional bereputasi, yang dibuktikan dengan lampiran proposal disertai tangkapan layar artikel tersebut pada pangkalan data Scopus
    • Membuat proposal disertai surat pernyataan kesediaan penelitian dari calon post-doctoral researcher
    • Apabila calon post-doctoral researcher telah memiliki institusi asal, maka wajib melampirkan surat izin institusi yang ditandatangani oleh atasan langsung
    • Artikel hasil penelitian wajib membahas salah satu SDGs yang menjadi target utama
    • Artikel wajib mencantumkan kata kunci “SDGs” serta kata-kata kunci relevan dengan salah satu SDG di atas
    • Setiap luaran publikasi ilmiah wajib mencantumkan ucapan terima kasih (acknowledgement) kepada LPDP, dengan format berikut: This research is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. ##/##/##.##.##/2025).

    Cara Pengajuan Proposal Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025

    1. Pengusul mengisi data meliputi judul, identitas pengusul, dan target luaran melalui laman IRIS1103
    2. Usulan dituliskan dalam template substansi penelitian dengan huruf Arial ukuran 11 dengan jarak antar baris 1,5 spasi.
    3. Substansi proposal meliputi ringkasan (maksimal 500 kata), latar belakang (maksimal 700 kata), tinjauan pustaka (maksimal 1.000 kata), metode (maksimal 600 kata), jadwal, dan daftar pustaka
    4. Pengusul mengisi Rencana Anggaran dan Biaya melalui sistem IRIS1103, kemudian diunduh dalam format PDF
    5. Curriculum Vitae (CV) di-generate dari data yang ada di IRIS1103 dan dapat diunduh dari laman IRIS1103 dalam format PDF.
    6. Proposal disusun menjadi satu file dalam format PDF dengan urutan:

    – Bagian depan proposal (Cover, identitas pengusul, target luaran, ringkasan penggunaan anggaran)
    – Substansi proposal
    – Lampiran, meliputi:

    • Halaman pengesahan kegiatan oleh ketua program studi dan dekan
    • Rincian penggunaan anggaran
    • Curriculum vitae pengusul
    • Surat pernyataan dari calon post-doctoral researcher
    • Curriculum vitae dari post-doctoral researcher
    • Salinan paspor bagi post-doctoral researcher luar negeri atau KTP bagi yang berasal dari dalam negeri
    • Salinan ijazah
    • Surat pernyataan tidak menerima pendanaan ganda
    • Rancangan kegiatan post-doctoral researcher selama di UNS
    • Bukti korespondensi dengan calon post-doctoral researcher yang menyatakan kesediaannya berada di UNS selama kegiatan
    • Lampiran lain yang relevan (bukti publikasi, surat izin atasan, dll).
    • File proposal diunggah ke laman IRIS1103.

    Jadwal Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025

    • Pendaftaran: 6 Oktober-14 November 2025 melalui sistem IRIS1103 UNS.
    • Seleksi proposal: 6 Oktober-14 November 2025
    • Pengumuman proposal yang diterima: Akhir November 2025
    • Pelaksanaan kegiatan: Desember 2025-Juni 2026
    • Pelaporan kegiatan dan pengunaan anggaran: maksimal 20 Juli 2026

    Demikian informasi pengajuan Hibah Penelitian Post-Doctoral Researcher 2025. Selamat mencoba.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Siang Kuliah, Malam Jadi Pedagang Jagung Bakar

    Siang Kuliah, Malam Jadi Pedagang Jagung Bakar



    Jakarta

    Windy Syalwa Mutmainna bukan hanya mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Pattimura, biasa. Saat Matahari terbenam, Windy mulai mengeluarkan dagangannya yaitu membakar jagung.

    Meski wajah Windy terlihat lelah, tetapi sepasang matanya selalu memancarkan tekad membara. Sejak mentari terbit hingga terbenam, Windy adalah mahasiswi hukum yang rajin.


    “Saya ingin menjadi Hakim atau Jaksa. Bukan sekadar mengejar jabatan, tapi karena saya tahu betul bagaimana rasanya ketidakadilan dan keterbatasan. Saya juga ingin memberantas korupsi,” ujarnya dalam laman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dikutip Jumat (24/10/2025).

    Takut Tidak Bisa Kuliah

    Windy dan kedua orang tuanya tinggal dengan menyewa dua kamar kos untuk ditinggali. Takut terkendala biaya, Windy selalu khawatir tidak akan bisa merasakan bangku kuliah.

    “Sebenarnya, saya takut untuk maju di dunia perkuliahan karena orang tua saya sudah lanjut usia. Bapak dulu nelayan, cuma karena memang sudah berusia 60 tahun jadi sudah enggak memungkinkan, juga cuaca yang tidak menentu. Akhirnya kami putuskan untuk jualan kecil kecilan. Karena kalo jadi nelayan risikonya juga besar,” jelas Windy.

    Namun takdir berkata lain, Windy menjadi salah satu dari ribuan penerima bantuan KIP Kuliah.

    Siang Kuliah, Malam Jualan Jagung Bakar

    Selama kuliah, Windy ulet menekuni pekerjaannya sebagai pedagang jagung bakar. Ia memulai shift malamnya tepat setelah kuliah usai.

    Windy menggelar dagangannya di sudut jalan yang ramai. Uang hasil dagangan bukan hanya untuk biaya hidup sehari-hari berkuliah, tetapi juga untuk membantu keluarganya.

    “Jam 8 pagi ada kuliah online. Dari jam 11 sampai jam dua siang itu free biasanya digunakan untuk persiapan dagang jagung bakar seperti menyiapkan bumbu untuk jagung bakar dan kebutuhan dagangan jasuke (jagung susu keju, red). Jam 4 kuliah offline biasanya selesainya jam setengah 6 atau setengah 7. Pulang, tidak ganti baju langsung bantu jualan,” tutur Windy.

    Ia mengaku kerap berjualan hingga hari berganti. Saat berjualan itu, sesekali ia membuka buku dan catatan perkuliahannya.

    “Jualan sampai jam 12 malam kadang jam 1 kalau sedang ramai, setelahnya merapikan peralatan dagang. Kalau lagi kosong saya gunakan untuk belajar,” terangnya.

    Beratnya berdagang sembari berkuliah tidak pernah dikeluhkan Windy. Ia selalu ingat jika perjuangan orang tua untuk membesarkannya, harus dibalas dengan prestasi.

    “Yang saya pikirkan adalah bagaimana saya bisa menyelesaikan pendidikan saya supaya orang tua saya bisa bangga dengan apa yang sudah mereka berikan kepada saya. Mengembalikan apa yang sudah diberikan kepada saya, dan membuat pembuktian kalau anak saya juga bisa loh menjadi seperti orang orang di luar sana,” tegas Windy.

    Lelah yang dirasakan Windy selalu hilang ketika ia mengingat sosok orang tuanya.

    “Kami mendapat cacian dan makian, saya melihat bagaimana mereka bersusah payah menghidupi saya, membuat mereka bangga, dan membuat mereka lebih dihargai oleh orang orang,” tutupnya.

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026, Gas Daftar!

    Ada Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026, Gas Daftar!



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren tahun 2026. Program itu merupakan wujud dukungan terhadap lembaga pendidikan pesantren.

    “Malam ini, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas, bahwa santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi,” kata Ahmad Luthfi dalam detikJateng, dikutip Jumat (24/10/2025).


    Dia menjelaskan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren adalah upaya Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren. Program itu diharapkan mampu melahirkan santri yang cakap dalam ilmu agama dan unggul dalam berbagai bidang strategis.

    Adapun program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) yakni lembaga yang anggotanya para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren.

    “Beasiswa tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal di dalam negeri tetapi termasuk di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi,” ujarnya.

    5 Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren tahun 2026

    1. S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah)
    Bidang: Kedokteran, Pertanian, Sains Teknologi, Teknik, Matematika, dan Kesilaman
    Beasiswa: Biaya perkuliahan (Uang Kuliah Tunggal) dari semester 1-8.

    2. Vokasi dan S1 Luar Negeri (Bidang Saintek)
    Negara: Turki, India, Jepang, Korea Selatan, China, dan Taiwan.
    Beasiswa: Biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket Pulang-Pergi.

    3. S1 Luar Negeri (Double Degree)
    Beasiswa: Untuk kuliah 4 semester di luar negeri semester 5-8 untuk program studi sains dan teknologi.

    4. S1 Luar Negeri (Bidang Keislamaan)
    Universitas Al Azhar (Mesir): Bantuan dukungan penyelesaian studi bagi mahasiswa di tahun ketiga.
    Al Ahqof (Yaman): Biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket Pulang-Pergi.

    5. S2 Dalam Negeri
    Bidang: Keislaman, Humaniora, dan Saintek.
    Beasiswa: Berupa bantuan dalam penyelesaian studi bagi pengasuh pesantren.

    Syarat Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren tahun 2026

    1. Penduduk Jawa Tengah
    2. Pernah/sedang belajar atau mengabdi di pesantren di Jawa Tengah yang memiliki EMIS/IJOP Pesantren
    3. S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah): Diterima melalui SBUB/SNPMB/SNBT 2026
    4. Vokasi dan S1 Luar Negeri (Bidang Saintek): Memiliki Letter of Acceptance (LoA).
    5. S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman): Minimal tahun ketiga pada Universitas Al Azhar (Mesir) dan/atau Universitas Al Ahqof dan Imam Syafii (Yaman)
    6. S1 Dalam Negeri untuk Pengasuh Pesantren: Minimal semester kedua, IPK lebih dari atau sama dengan 3,0.

    Tahapan Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026

    Administrasi

    1. KTP
    2. Rekomendasi pesantren
    3. Bukti penerimaan atau kartu hasil studi
    4. S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah) melampirkan bukti penerimaan mahasiswa 2026
    5. S1 Luar Negeri (Bidang Keagamaan) melampirkan Kartu Hasil Studi

    Akademik dan Kepesantrenan

    1. Hafalan Al-Qur’an:
    -S1 Dalam Negeri (Jawa Tengah): Minimal 3 Juz
    -S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman): Minimal 5 Juz
    -S2 Dalam Negeri untuk Pengasuh Pesantren: Minimal 10 Juz
    2. Mampu membaca kitab kuning

    Wawancara

    Bahasa asing (untuk luar negeri) dan wawasan kebangsaan

    Waktu Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren tahun 2026

    Dilaksanakan pada awal tahun 2026 oleh Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP). Informasi pendaftaran Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren tahun 2026 dapat mengakses https://jatengprov.go.id/ atau Nafi (081249477772).

    (nir/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • BNI Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya

    BNI Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya


    Jakarta

    PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk atau BNI tengah membuka lowongan kerja untuk fresh graduate sarjana dan magister. Lowongan kerja dibuka hingga 31 Oktober 2025 mendatang.

    BNI membuka lowongan kerja melalui Office Development Program (ODP) Global Analyst Program (GAP). Program ini sejalan dengan visi BNI untuk menarik talenta berkualitas tinggi di seluruh negeri.

    “Anda akan berada dalam lingkungan kerja yang luar biasa dan menantang, dikelilingi oleh rekan kerja dan pemimpin yang bersemangat untuk membantu Anda mengembangkan dan meningkatkan keterampilan Anda,” tulis BNI, dikutip dari laman kariernya, Jumat (24/10/2025).


    ODP Global Analyst Program bertujuan untuk mempersiapkan peran kepemimpinan di berbagai fungsi dan level di BNI. Nantinya, peserta program akan mendapatkan pelatihan yang komprehensif. Program GAP sendiri akan mulai diterapkan pada 2026.

    Persyaratan Minimum

    Kualifikasi

    1. S1/S2 dari universitas terkemuka dengan bidang studi yang relevan dengan IPK minimum:

    – S1: 3,00 atau setara

    – S2: 3,25 atau setara

    2. Usia maksimum untuk mendaftar:

    – S1: 25 tahun

    – S2: 28 tahun

    3. Mahir berbahasa Inggris dan melampirkan skor TOEIC minimal 700/ TOEFL IBT 60/IELTS 6.0 dalam aplikasi. Skor yang diberikan harus dari lembaga resmi/berwenang dan valid.

    4. Tidak ada anggota keluarga inti yang saat ini bekerja di BNI (misalnya, orang tua, saudara kandung).

    5. Lajang, belum pernah menikah, dan bersedia untuk tidak menikah selama program ini berlangsung

    6. Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

    Keahlian yang Diperlukan

    – Proaktif dan sangat inisiatif

    – Sangat baik dalam interpersonal dan komunikasi

    – Berorientasi pada kepuasan pelanggan

    – Baik dalam berpikir kritis & analitis

    Fasilitas dan Tunjangan

    1. Cuti Liburan Berbayar

    2. Program Manfaat Pensiun

    3. Asuransi Kesehatan/Medis

    4. Asuransi Jiwa

    5. Lain-Lain

    Setelah berhasil menjadi ODP BNI, akan mendapatkan manfaat berikut (sesuai ketentuan perusahaan):

    – Bonus tahunan

    – Pinjaman karyawan

    – Program untuk mendukung pengembangan diri yang berkelanjutan

    – Kesempatan beasiswa pascasarjana luar Negeri

    Cara Lamar Lowongan Kerja di BNI

    1. Pergi ke laman https://recruitment.bni.co.id

    2. Pilih dan klik lowongan kerja yang tersedia

    3. Baca semua persyaratannya

    4. Klik “Lamar Sekarang” dan selesaikan prosesnya

    BNI mengimbau kepada seluruh pelamar kerja untuk mewaspadai penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan BNI. Untuk bisa mengecek rekrutmen asli, bisa cek di laman bni.co.id (Berkarier di BNI) atau di media sosial resmi BNI.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Tantangan yang Sering Dihadapi Mobil China di Pasar Dunia

    Tantangan yang Sering Dihadapi Mobil China di Pasar Dunia



    Wuhu

    Sejak didirikan akhir ’90-an lalu, pabrikan asal China, Chery Automobile, kini sudah menjelma menjadi salah satu raksasa. Chery tercatat sudah mengirim 5 juta unit kendaraan ke seluruh dunia tahun ini.

    Punya banyak mobil yang dikirim ke luar China, pastinya ada tantangan yang harus dihadapi Chery.

    “Belakangan ini saya mengunjungi negara-negara di Eropa, ASEAN, semakin banyak mobil Tiongkok, terutama mobil listrik. Seiring perkembangan ini ada tantangan yang muncul yang memicu keluhan dari pengguna karena kondisi lokal di sebuah negara. Globalisasi tak hanya mengejar skala tapi juga harus berkelanjutan, karena itu untuk membangun mobil listrik, menjadi kunci untuk mewujudkan ini adalah apakah kita mempunyai inovasi,” ujar Chairman of Chery Automobile Co., Ltd Yin Tongyue di event Global Innovation Day, di Wuhu Yijuu International Expo Center, Wuhu, China, Sabtu (18/10/2025).


    Chery Innovation  Dayhairman of Chery Automobile Co., Ltd Yin Tongyue. Foto: Dadan Kuswaraharja/detikcom

    Ke depan, Chery, lanjutnya akan lebih serius untuk berinovasi melalui pengembangan dengan kecerdasan buatan (AI). “Sehingga Chery punya kemampuan untuk maju terus dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Untuk menciptakan inovasi baru di dunia otomotif, Chery mengembangkan laboratorium Kaiyang yang bekerja sama dengan universitas-universitas ngetop di China dan universitas di negara lainnya.

    Pada bulan Mei lalu, Kaiyang sudah bekerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan Sabtu 18 Oktober 2025 ini Kaiyang juga meneken kerja sama dengan beberapa universitas lainnya serta dengan perusahaan lainnya seperti Aopenlab dan AVL.

    Chery Innovation  DayKaiyang. Foto: Dadan Kuswaraharja/detikcom

    Laboratorium Kaiyang menurutnya akan berusaha menarik para talent global, sambil menjanjikan Chery akan menjadi tempat yang subur untuk inovasi. Chery akan menyediakan ide, pasar dan kemampuan managemen.

    “Saya ingat ada proyek CKD beberapa tahun lalu, dan ada produk yang mengalami cacat produksi. Kami kemudian memperbaikinya dan ada seorang insinyur yang sempat menangis, dia sadar dengan kualitasnya. Saya sering berpikir jika Chery punya karyawan seperti ini, maka kesadaran mengenai kualitas akan terus timbul,” ujarnya.

    Chery, lanjutnya, akan terus meningkatkan kualitas produk sesuai standar perusahaan top 500 dunia yang kini sudah direngkuh oleh Chery. “Untuk menjadi perusahaan global perusahaan harus memiliki organisasi yang lebih gesit, keputusan yang tepat dan integrasi budaya yang lebih mendalam, yang akan menjadikan Chery sebagai merek yang disukai dan dipercayai,” ujarnya.

    (ddn/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ide Fondasi Cakar Ayam Ternyata Terinspirasi dari Pohon Kelapa

    Ide Fondasi Cakar Ayam Ternyata Terinspirasi dari Pohon Kelapa



    Jakarta

    Fondasi cakar ayam merupakan salah satu jenis fondasi yang sering dipakai di Indonesia. Siapa sangka ternyata ide teknologi itu terinspirasi dari pohon kelapa lho.

    Kisah penemuan fondasi cakar ayam berawal dari sosok Prof. Ir. Sedijatmo. Ia berhasil menciptakan fondasi itu pada 1962 saat ia bekerja di Perusahaan Listrik Negara (PLN).

    Dalam buku berjudul Prof. Ir. Sedijatmo Karya dan Pengabdiannya yang ditulis oleh Mardasana Safwan dan diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional tahun 1984, disebutkan bahwa pada Mei 1962 Prof. Ir. Sedijatmo ditugaskan memimpin Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tanjung Priok. Ia bertanggung jawab atas pengaliran listrik dari sentral tersebut ke Gelora Senayan untuk keperluan Asian Games.


    Pembangunan transmisi tersebut harus selesai pada Agustus 1962. Namun, yang jadi masalah adalah untuk memasang jaringan transmisi ini harus mendirikan tiang transmisi di Ancol yang tanahnya lunak atau lembek. Prof. Ir. Sedijatmo harus memutar otak agar proyek tersebut bisa selesai dalam waktu singkat.

    Ide brilian ini muncul justru saat ia sedang berpiknik dengan keluarganya di pantai Cilincing, Jakarta Utara. Ketika melihat pohon kelapa yang kokoh berdiri di tanah berpasir meski berakar serabut, ia mendapat inspirasi. Prof. Ir. Sedijatmo menyadari bahwa akar serabut yang ‘mencengkeram’ tanah secara luas ternyata lebih efektif menahan pohon daripada akar tunjang yang panjang dan langsung mencapai tanah keras.

    Dari situ lahirlah ide untuk membuat fondasi yang menyerupai akar serabut. Sistem ini menggunakan pipa-pipa beton yang ditanam tegak dalam tanah dengan pelat beton di atasnya, menciptakan fondasi kuat yang mampu menopang beban besar. Hasilnya, proyek transmisi listrik selesai tepat waktu, dan sistem fondasi cakar ayam pun menjadi solusi revolusioner.

    Penemuan pria kelahiran Jawa Tengah 1909 ini tidak hanya terbukti berhasil untuk proyeknya, hak paten penemuannya ini didaftarkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Prancis, Italia, hingga Jerman.

    Dilansir dari Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, sistem fondasi ini memiliki keunggulan seperti tidak memerlukan sistem drainase dan mampu menopang beban hingga 600 ton per kolom, serta bisa digunakan untuk fondasi pembangunan jalan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 700 Pengembang Belajar Bareng Cara Naikin Daya Saing di Sektor Properti

    700 Pengembang Belajar Bareng Cara Naikin Daya Saing di Sektor Properti



    Jakarta

    Persaingan bisnis properti semakin kompetitif, terutama dengan industri yang dinamis. Hal ini menjadi dorongan bagi pengembang untuk belajar meningkatkan kompetensi dan daya saing.

    Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) telah menggelar acara Apersi Training Center (ATC) di Kota Malang, Jawa Timur pada Jumat (17/10) lalu di Universitas Islam Malang (UNISMA). Acara ini diikuti sekitar 700 pengembang yang tergabung di APERSI Jawa Timur.

    Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas, profesionalisme, dan manajemen bisnis para pengembang di tengah ketatnya persaingan industri properti nasional. Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah dalam kesempatan itu mengatakan penguatan kapasitas pengembang menjadi hal mendesak di tengah kondisi pasar yang terus berubah. Menurutnya, saat ini persaingan di dunia properti sangat keras, bahkan bisa dibilang cukup kasar.


    “Karena itu, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan agar para pengembang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga terus berkembang secara profesional,” ucap Junaidi dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal Apersi Deddy Indra Setiawan menyatakan hal paling penting dalam menjalankan bisnis properti sebagai pengembang adalah pengelolaan keuangan yang disiplin, transparan, dan berbasis analisis. Lalu, hal sederhana yang juga harus dilakukan adalah pemisahan keuangan pribadi dan bisnis. Kemudian, pengembang perlu membuat dan menjaga cash flow projection serta penerapan analisis kelayakan finansial proyek.

    “Pengembang harus bisa mengelola keuangan secara profesional. Pisahkan keuangan pribadi dengan bisnis, buat proyeksi arus kas, dan selalu kendalikan biaya konstruksi. Jika tidak, proyek bisa berjalan tanpa arah dan kehilangan nilai profitabilitasnya,” kata Deddy.

    Melalui kegiatan ini, DPP APERSI akan terus berupaya mendorong peningkatan kualitas para pengembang di Indonesia. Adapun kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kementerian PKP, BP Tapera, dan SMF diharapkan bisa memperkuat ekosistem perumahan nasional yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

    Sebagai informasi, acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di sektor perumahan dan pembiayaan nasional, antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Komisaris BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

    Kemudian, Pelatihan ATC juga menghadirkan berbagai tokoh properti yang tergabung dalam pengurus Apersi. Tokoh tersebut ⁠CEO Imanan Holding Firman Budiman, Direktur Utama Pesona Kahuripan Group ⁠Angga Budi Kusuma, dan Ketua DPD Apersi Jawa Timur ⁠Makhrus Soleh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com