Jakarta –
Banyak orang mengandalkan kopi sebagai minuman yang dikonsumsi harian. Penelitian mengungkap beberapa risiko kesehatan jika kebanyakan minum kopi.
Mereka yang sudah terbiasa minum kopi setiap hari mungkin akan sulit lepas dari kebiasaan tersebut. Memang minum kopi memberikan banyak efek baik, mulai dari meningkatkan energi hingga meningkatkan kesehatan otak. Namun, kamu juga perlu waspada dengan risikonya.
Para ahli yang disebut oleh situs Report Eros Del Sur mengungkap bahwa orang yang mengonsumsi kafein lebih dari batasan harian, yaitu sekitar 400 miligram, bisa meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan.
Para profesional juga menyatakan kekhawatiran mereka dengan orang yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi sehari. Pasalnya, kebiasaan ini bisa menimbulkan efek negatif, mulai dari masalah pencernaan hingga peningkatan detak jantung.
Selain itu, kafein dalam kopi juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Karenanya memperparah efek samping atau mengurangi efektivitasnya.
Oleh karena itu, para penikmat kopi sebaiknya lebih waspada pada asupan kafein dalam kopi ini.
Punya kebiasaan ngopi tidak masalah, asalkan dosisnya tidak berlebihan. Jika berlebihan, bisa menimbulkan risiko efek samping seperti yang dilansir dari reporterosdelsur.com (28/12/2024).
1. Meningkatkan kecemasan dan stres
Minum Kopi bisa sebabkan efek samping gangguan kecemasan. Foto: Getty Images |
Menurut penelitian terkini ada risiko kesehatan signifikan terkait konsumsi kafein berlebihan.
Para pakar setuju bahwa asupan kafein harian hanya sampai 400 miligram atau setara dengan empat cangkir kopi berukuran 8 ons (237 ml). Umumnya batasan tersebut aman bagi kebanyakan orang dewasa, tetapi tetap tergantung dari kesehatan setiap individu.
Jika kafein yang dikonsumsi setiap hari lebih dari batasan tersebut, bisa jadi memperparah perasaan cemas.
Orang yang rentan terhadap gangguan kecemasan mungkin mengalami gejala lebih parah, termasuk serangan panik dan kegelisahan.
2. Gangguan tidur
Minum kopi berlebihan di waktu tidak tepat juga bisa sebabkan gangguan tidur. Foto: Getty Images/AsiaVision |
Konsumsi kopi, terutama di sore atau malam hari bisa menganggu pola tidur dan menyebabkan pola tidur yang tidak normal.
Efek segar dari kafein biasanya muncul sekitar 30 menit setelah kopi diminum, dan pengaruhnya bisa bertahan sekitar 5-6 jam. Namun, ini bisa bervariasi pada setiap orang.
Jika kopi baru diminum sore atau malam hari bisa jadi efek kafein tersebut memengaruhi kualitas tidur. Kualitas tidur yang tidak baik akhirnya bisa menimbulkan dampak kesehatan lainnya, mulai dari sulit konsentrasi, mudah lupa, mudah sakit, hingga mudah stres.
Efek kebiasaan minum kopi lainnya bisa dibaca pada halaman selanjutnya!
3. Menimbulkan masalah kardiovaskular
Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah tinggi. Terutama, pada mereka yang punya masalah jantung.
Beberapa penelitian yang disebut situs kemenkes.go.id juga menyebut bahwa kafein dapat menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan adrenalin, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit jantung atau hipertensi.
4. Gangguan pencernaan
Dalam dosis berlebih kopi juga bisa sebabkan gangguan pencernaan. Foto: iStock |
Minum kopi terlalu banyak juga berpotensi terkena masalah pencernaan.
Kafein di dalam kopi bisa menyebabkan penyakit diare, meningkatkan asam lambung, serta iritasi pada usus.
Risiko ini juga semakin tinggi jika kamu sering minum kopi dalam keadaan perut kosong.
5. Meningkatkan kadar gula darah
Penelilian yang disebut alodokter.com menyatakan bahwa konsumsi kafein berlebihan berbahaya bagi penderita diabetes tipe-2.
Kondisi ini berbahaya karena penderita diabetes bisa mengalami peningkatan kadar gula darah usai konsumsi kafein. Kafein mampu menurunkan proses penyerapan gula darah ke dalam sel tubuh.
Jika kebiasaan minum kafein berlebihan ini dibiarkan begitu saja, lama kelamaan mampu meningkatkan risiko lebih parah. Mulai dari menyebabkan kerusakan saraf atau penyakit jantung.
Cara menyeimbangkan asupan kopi
Beberapa hal bisa diperhatikan untuk seimbangkan asupan kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/stock_colors |
Jika tidak mau terkena efek samping minum kopi, kamu bisa memperhatikan beberapa cara.
Mulai dari membatasi asupan kafein harian, tidak lebih dari empat cangkir kopi per hari.
Hindari juga konsumsi kopi di sore dan malam hari supaya kualitas tidur tetap terjaga. Cari informasi jelas terkait interaksi kopi dengan obat tertentu.
(aqr/odi)
![]() |
Source : unsplash.com / Dan Gold
7 Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Perut Kosong, Bisa Asam Lambung
Jakarta – Saat memulai hari dengan perut kosong, asupan minuman yang masuk ke dalam tubuh tidak boleh sembarangan. Salah pilih bisa berdampak pada kesehatan tubuh, misal meningkatkan risiko asam lambung dan gangguan pencernaan lainnya. Beberapa jenis minuman yang bisa memberi efek segar ternyata tidak berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa minuman yang sebaiknya dikonsumsi ketika sudah makan. Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Perut KosongKopi, teh berkafein, hingga minuman bersoda tidak baik dikonsumsi di pagi hari saat perut kosong. Ini alasannya:
1. KopiMungkin banyak pecinta kopi yang mengawali hari dengan menyeruput minuman ini. Namun, jangan meminumnya saat perut kosong. Menurut Real Simple, kafein dalam kopi mendorong pelepasan gastrin atau hormon yang mengeluarkan asam lambung. Dampaknya bisa menyebabkan gejala refluks, seperti mual, kembung, dan regurgitasi. Efek ini bahkan sebenarnya bisa terjadi saat perut sudah terisi makanan. Tapi menurut ahli gastroenterologi, Dr. Robynne Chutkan, MD., FASGE., ketika perut kosong efeknya bisa lebih mengganggu. Untuk menghindari masalah ini, kamu bisa mengonsumsi camilan sebelum minum kopi. Makanan ini sebaiknya berprotein atau lemak tinggi, misal telur rebus atau selai kacang. 2. Minuman BersodaMinuman bersoda bisa menyebabkan gangguan gastrointestinal seperti kembung dan bersendawa, terutama saat perut kosong. Menurut Dr. Chutkan, gelembung karbon dioksida dari minuman berkarbonasi bisa menciptakan banyak tekanan di perut sehingga menyebabkan ketidaknyamanan dan sendawa. Hal lainnya yang perlu diwaspadai adalah kandungan gula dalam minuman bersoda yang dimaniskan. Minuman tersebut bisa menyebabkan lonjakan kadar gula. Seperti makanan manis, minuman manis yang dikonsumsi saat perut kosong bisa meningkatkan gula darah lebih cepat dan berpotensi menyebabkan penurunan energi. 3. Minuman BerenergiMinuman berenergi mengandung kafein dan gula yang tinggi. Menurut Healthline, minuman ini bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka pendek. Jika mengonsumsinya saat perut kosong, maka isinya akan diserap ke aliran darah dengan sangat cepat. Hal ini bisa meningkatkan risiko negatif dari minuman tersebut. Risiko kesehatan dari minuman berenergi adalah overdosis kafein, masalah kardiovaskular, dehidrasi, sakit kepala, sakit perut dan pencernaan lainnya, hingga masalah ginjal atau hati. Tak hanya itu, minuman ini juga dapat menyebabkan stres, gelisah, dan insomnia. 4. Teh BerkafeinTeh dengan kandungan kafein tinggi berpotensi menyebabkan masalah pencernaan, misal teh hitam. Karena itu, disarankan untuk mengonsumsi camilan sebelum menyeduh dan minum teh dengan kandungan kafein. Selain teh hitam, ada teh hijau yang mengandung kafein lebih banyak dibanding minuman sejenis lainnya. Sama seperti teh hitam, minum teh hijau memicu gejala gangguan gastrointestinal dengan intensitas lebih rendah. 5. YoghurtKandungan probiotik dan asam laktat yang tinggi membuat yoghurt sangat baik untuk usus. Namun, beberapa orang sensitif terhadap asam laktat. Dalam kasus ini, mengonsumsi yoghurt ketika perut kosong bisa meningkatkan produksi asam lambung. Selanjutnya, asam lambung bisa menghancurkan beberapa probiotik bermanfaat dalam yoghurt itu sendiri. Dengan pertimbangan ini, yoghurt lebih baik dikonsumsi saat perut sudah kenyang. Dengan begitu, sebagian asam laktatnya bisa diserap dan tidak merusak beberapa komponen bermanfaat lainnya. 6. Jus JerukJika kamu mempunyai riwayat masalah pencernaan atau perut yang sensitif, maka sebaiknya hindari minuman ini saat perut kosong. Perlu diketahui, jeruk mengandung asam sitrat yang bisa mengiritasi lapisan saluran pencernaan. 7. AlkoholMakanan yang masuk ke tubuh akan mencegah alkohol masuk usus halus dengan cepat. Alkohol akan diproses perlahan sehingga tidak terlalu cepat memengaruhi sistem tubuh. Sehingga, risiko terjadinya keracunan alkohol juga ikut menurun. Konsumsi alkohol dalam jumlah tertentu dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengendalikan gerakan tubuh, dan otak, jantung, hati, serta pankreas. Mengawali hari dengan perut kosong sebetulnya adalah kebiasaan yang tidak sehat. Detikers sebaiknya tetap mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan nutrisi, meski dalam porsi terbatas. Apalagi jika hendak menikmati minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat perut kosong.pada otak, jantung, hati, hingga pankreas. (row/row) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Selalu Merasa Lelah Usai Minum Kopi? Inilah Penyebabnya Jakarta – Kafein pada kopi berperan sebagai stimulan yang bisa menyebabkan berbagai efek di tubuh. Salah satunya, rasa lelah setelah mengonsumsi kopi. Ini penjelasannya! Kopi identik dengan kandungan kafein. Kafein merupakan senyawa perangsang yang memiliki efek langsung pada sistem saraf pusat. Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin. Dalam kondisi tersebut, kafein akan memberikan berbagai efek untuk tubuh. Namun, efeknya bisa berbeda di setiap individu. Bagi penikmat kopi mungkin efeknya bisa mendorong energi.
Namun, bagi yang intoleran terhadap kafein bisa memberikan efek tak nyaman. Seperti rasa lelah dan ngantuk setelah minum kopi. Kondisi itu terjadi karena beberapa faktor. Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya!1. Adenosin di otak terblokir
Dikutip dari News Medical (25/10/24) alasan tubuh menjadi lelah setelah minum kopi karena kafein telah memblokir reseptor adenosin di otak. Adenosin merupakan senyawa kimiawi otak yang mempengaruhi siklus pola tidur. Kadar adenosin akan meningkat ketika kamu terjaga dan menurun di waktu kamu tidur. Dalam kondisi ini, kafein menghalangi otak ketika merespon adenosin, sehingga membuat kamu tetap fokus dan terjaga. Dan kafein tidak menghentikan produksi senyawa tersebut. Artinya, ketika efek kafein hilang, maka akan terjadi penumpukan adenosin yang akhirnya menyebabkan tubuh menjadi lelah dan lemas. 2. Kafein menyebabkan resisten insulinResistensi insulin adalah kondisi dimana sel-sel tubuh tidak dapat mengatur kadar gula darah secara efektif. Dan bagi sebagian orang, kafein bisa memberikan efek ini. Jika kadar gula darah tidak teratur, maka dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap gula atau karbohidrat yang terkandung pada makanan dan minuman. Dengan begitu, kamu akan merasakan lonjakan gula darah sementara dalam tubuh. Sementara itu, tubuh memproses gula jauh lebih cepat dibandingkan kafein. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan energi dan merasa kelelahan setelah minum kopi. Apalagi jika gula darah tidak mencapai tingkat tinggi secara klinis. Alasan tubuh merasa lelah setelah minum kopi ada di halaman selanjutnya.3. Kafein bersifat diuretik
Dilansir dari Mayo Clinic, kafein pada kopi bersifat diuretik. Artinya, dapat menyebabkan produksi urine lebih banyak. Kamu akan sering buang air kecil. Kondisi tersebut bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi. Ketika dehidrasi, maka tubuh akan terasa lelah. Selain itu, dehidrasi juga memicu banyak hal. Mulai dari menurunkan kinerja kognitif, merusak memori, dan meningkatkan kecepatan dan ketegangan. Dehidrasi juga bisa mengganggu respon sistem kardiovaskular. Khususnya dalam menjaga tekanan dan aliran darah. Pada akhirnya bisa meningkatkan detak jantung dan menurunkan tekanan darah. 4. Tips minum kopi agar tidak merasa lelahAgar mengurangi efek negatif dari minum kopi, sebaiknya perhatian porsi yang sudah dianjurkan oleh badan kesehatan. Dalam beberapa studi telah menunjukkan bahwa orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat disarankan mengasup 400 miligram kafein per harinya. Atau setara dengan 2-4 cangkir. Selain itu, usahakan tidak menambahkan pemanis apapun ke seduhan kopi. Mulai dari gula, susu kental manis, krimer, dan lainnya. Perbanyak juga minum air putih agar tubuh tidak dehidrasi. (raf/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Apakah Kopi Mengandung Karbohidrat? Begini Penjelasannya Jakarta – Kopi mengandung kafein adalah hal umum yang diketahui banyak orang. Namun apakah kopi mengandung karbohidrat? Begini penjelasannya. Kafein menjadi salah satu kandungan paling populer di dalam kopi. Faktanya, kopi juga mengandung senyawa atau bahan lain yang tidak kalah penting. Misalnya karbohidrat yang identik terkandung dalam bahan makanan pokok. Sebenarnya, kopi juga mengandung karbohidrat secara alami. Namun jumlahnya bisa bertambah, tergantung dari jenis kopi, cara menyeduh, dan bahan tambahan lainnya.
Lantas, jenis kopi apa saja yang mengandung karbohidrat? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari cafely.com (01/10/2024). 1. Kopi hitam punya kandungan karbohidrat terendah
Semakin sedikit bahan yang digunakan, maka semakin sedikit total karbohidrat dalam kopi. Kopi hitam memiliki karbohidrat paling rendah dibandingkan jenis kopi lainnya. Dalam satu cangkir kopi, hanya terkandung sekitar 2 gram karbohidrat. Kopi hitam, espresso, dan Americano semuanya mengandung bahan yang sangat sedikit, sehingga karbohidrat di dalamnya bisa diabaikan. Namun, kandungannya akan berubah ketika kopi hitam diseduh atau ditambah dengan bahan lainnya. Sedangkan, untuk cold brew mengandung karbohidrat lebih tinggi sekalipun secara teknis sama-sama kopi hitam. Hal ini karena proses penyeduhan yang lama dan lambat, sehingga kopi mengeluarkan gula alami yang berkontribusi pada jumlah karbohidratnya. 2. Bahan tambahan kopi memengaruhi karbohidrat
Bahan tambahan, seperti gula, sirup, dan krimer dapat meningkatkan total karbohidrat dalam minuman kopi. Saat bertanya berapa banyak karbohidrat yang terkandung dalam kopi, penting untuk melihat semua bahan yang digunakan. Jika memakai susu sapi murni, maka ada tambahan 5 gram karbohidrat untuk tiap pemakaian 100 ml susu sapi. Krimer juga akan menambah 4.17 gram karbohidrat di dalam 100 ml krimer yang dipakai. Sementara untuk sirup perasa mengandung karbohidrat lebih tinggi, sekitar 21,67 gram per 100 ml sirup perasa. Berbagai jenis susu, baik yang berbahan dasar hewani atau nabati juga akan memengaruhi karbohidrat kopi secara berbeda. Namun, tambahan gula, sirup, atau pemanis buatan lainnya memiliki dampak paling besar. Alternatif lainnya jika ingin minum kopi karbohidrat rendah bisa lihat pada halaman selanjutnya!3. Alternatif racikan kopi rendah karbohidratJika tidak mau minum kopi tinggi karbohidrat, ada beberapa racikan yang bisa dibuat. Misalnya, mengganti pemanis, seperti gula atau sirup dengan pemanis alami. Pemanis alami bisa membuat kopi lebih manis tanpa menambahkan karbohidrat lebih banyak ke dalamnya. Namun, kamu juga perlu menambahkannya dalam jumlah sedikit, Lebih baik pilih susu nabati yang karbohidratnya lebih rendah daripada susu sapi. Misalnya susu almond, susu kelapa, atau susu kedelai. Terlepas dari alternatif tersebut, pilihan terbaik memang minum kopi hitam saja tanpa tambahan apapun. Kopi hitam, termasuk espresso secara alami rendah karbohidrat dan ideal untuk asupan karbohidrat minimal. Tidak perlu banyak bahan untuk menghasilkan kopi yang nikmat. Bisa dimulai dengan memilih biji kopi premium dan mengikuti teknik penyeduhan kopi yang tepat, kamu bisa menghasilkan kopi lezat. 4. Cara menghitung karbohidrat kopi
Memperkirakan jumlah karbohidrat dalam secangkir kopi dapat dilakukan dengan mencatat bahan-bahan dan jumlah yang digunakan dalam setiap minuman. Memang butuh waktu ekstra untuk mencatatnya, tetapi ini adalah cara sederhana dan efektif untuk melacak kandungan karbohidratnya. Untuk menghindari karbohidrat berlebihan, lebih baik membuat kopi sendiri di rumah. Sebab, kamu bisa mengatur bahan-bahan apa saja yang masuk ke dalam kopi, sehingga memudahkan pemantauan kandungan karbohidratnya. (aqr/adr) |
![]() |
Source : unsplash.com / Dan Gold
7 Efek Samping Kopi Hitam Tanpa Gula yang Perlu Diwaspadai
Jakarta – Kopi hitam tanpa gula memiliki aneka manfaat, seperti mencegah diabetes hingga membantu penurunan berat badan. Meski demikian, kopi hitam juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Di bawah ini akan kita ulas 7 efek samping kopi hitam tanpa gula jika dikonsumsi berlebihan. Simak juga tips minum kopi agar tetap aman dan terhindar dari efek sampingnya. Efek Samping Kopi Hitam Tanpa GulaDilansir dari Healthline dan Lo! Foods, berikut ini 7 efek samping kopi hitam tanpa gula yang perlu diwaspadai.
1. Risiko Sakit MaagSalah satu risiko menikmati kopi hitam tanpa gula adalah adanya mengalami maag pada beberapa orang. Keasaman kopi hitam terkadang bisa menyebabkan ketidaknyamanan dalam bentuk maag, perut mulas, terutama bagi mereka yang memiliki perut sensitif. 2. Merusak GigiKonsumsi kopi juga berpengaruh pada kesehatan gigi. Pigmen gelap dalam kopi dapat menodai gigi dari waktu ke waktu, sehingga mempengaruhi estetika senyuman kita. Jika mengkonsumsi kopi hitam secara teratur mungkin harus memerlukan perawatan gigi ekstra agar mencegah risiko pewarnaan serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. 3. Refluks Asam LambungEfek lain dari kopi hitam adalah terjadinya refluks asam lambung. Keasaman kopi terkadang dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan, terutama pada saat perut kosong atau bagi mereka yang memiliki sensitivitas pencernaan. Beberapa orang bisa mengatasi hal ini dengan mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum minum kopi. 4. Efek DiuretikKopi juga memiliki efek diuretik, yang berarti kopi dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urin. Kopi juga bisa menarik cairan ke dalam saluran pencernaan. Hal ini juga bisa menyebabkan efek pencahar pada beberapa orang. 5. KecemasanKafein dalam kopi hitam dapat meningkatkan kewaspadaan dengan cara memblokir efek adenosin, zat kimia otak yang membuat kita merasa lelah. Pada waktu yang sama, zat ini memicu pelepasan hormon adrenalin yang berefek pada peningkatan energi. Namun, minum kopi hitam tanpa gula secara berlebihan justru dapat menyebabkan kecemasan. Selain itu, kopi juga bisa menyebabkan napas cepat dan meningkatkan stres. 6. InsomniaKemampuan kafein untuk membantu orang tetap terjaga adalah salah satu efek yang diharapkan banyak orang. Namun ketika terlalu banyak kafein, maka akan berefek samping membuat insomnia atau kesulitan untuk tidur. 7. Kerusakan OtotEfek samping kopi hitam tanpa gula lainnya adalah risiko terjadinya rhabdomyolysis atau kondisi serat otot yang rusak masuk ke dalam aliran darah, yang menyebabkan gagal ginjal dan masalah lainnya. Penyebab umum rhabdomyolysis adalah trauma, infeksi, penyalahgunaan obat, ketegangan otot dan gigitan ular atau serangga berbisa. Namun ada beberapa laporan yang menghubungkan rhabdomyolysis dengan asupan kafein yang berlebihan. Tips Menikmati Kopi dengan AmanDikutip dari situs RS Pusat Pertamina, berikut ini sejumlah tips mengkonsumsi kopi agar tetap aman:
Nah, meski kopi hitam tanpa gula dikenal memiliki sejumlah manfaat, tetap ada efek samping kopi hitam yang perlu diwaspadai. Konsumsilah kopi dalam batas wajar. Jika perlu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui batas konsumsi kopi yang tepat untukmu. (row/row) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Duduk Terlalu Lama Jakarta – Sebuah penelitian menemukan bahwa rutin minum kopi dapat mengurangi risiko kematian yang diakibatkan karena duduk terlalu lama. Ini kata peneliti! Duduk dapat mengistirahatkan tubuh sejenak. Namun, jika keseringan duduk terlalu lama justru dapat meningkatkan risiko kematian. Ini menjadi hal yang harus diwaspadai karyawan kantor. Risiko tersebut terjadi, karena dalam posisi duduk yang terlalu lama dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Aliran darah pun melambat sehingga otot tak bisa membakar kalori.
Namun, risiko kematian akibat duduk terlalu lama itu dapat diturunkan dengan minum kopi. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian di Universitas Soochow di China. Dikutip dari Science Alert (24/06/24) berikut penjelasannya:1. Hasil penelitian
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 10.000 orang di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang minum kopi setiap hari mungkin terlindungi dari dampak negatif duduk selama 6 jam lebih dalam sehari. Dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi dan terlalu banyak duduk, peminum kopi yang tidak banyak duduk memiliki kemungkinan 1,58 kali lebih kecil untuk meninggal dunia. Peneliti menemukan bahwa peserta yang duduk lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian akibat segala sebab sebesar 46% lebih tinggi. Juga risiko mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai 79% dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari empat jam per hari. 2. Tujuan penelitianPara peneliti di Universitas Soochow mengatakan bahwa studi ini adalah yang pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi manfaat kopi dalam mengatasi risiko kematian akibat duduk terlalu lama. Peneliti menemukan bahwa minum kopi pada dasarnya menghilangkan hubungan antara gaya hidup, kematian akibat kardiovaskular, dan penyebab kematian dini lainnya. Temuan itu dilakukan dengan menganalisis data kesehatan jangka panjang yang representatif secara nasional di Amerika Serikat. Ini membuktikan bahwa dengan olahraga saja mungkin tidak sepenuhnya melindungi dari dampak buruk kesehatan jangka panjang akibat duduk terlalu lama. Manfaat kopi untuk kesehatan ada di halaman selanjutnya.3. Manfaat kopi untuk kesehatan jantung
Para peneliti juga menyoroti manfaat kopi untuk kesehatan jantung. Dikutip dari Medical News Today, rutin minum kopi memang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, juga kematian karena sebab lain jika dibandingkan dengan orang yang jarang minum kopi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut disarankan minum 2-3 cangkir kopi per hari. Minum kopi dengan porsi tersebut juga terbukti dapat menurunkan risiko aritmia. Aritmia adalah kondisi di mana jantung berdetak terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur. Ini karena peran kafein yang dapat menghambat reseptor adenosin di dalam sel jantung, sehingga akan membuat jantung semakin sehat. 4. Manfaat kopi pada metabolisme tubuhDuduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh. Sementara itu, minum kopi dapat memperlancar metabolisme tubuh, karena kandungan antioksidan pada kopi. Antioksidan itu berperan membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi peradangan. Senyawa tertentu dalam secangkir kopi juga dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif, seperti Parkinson. Namun, porsi minum kopi harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Penelitian yang sama menyarankan untuk minum 3-5 cangkir kopi per hari untuk menurunkan risiko kematian. “Mengingat kopi merupakan senyawa yang kompleks, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi senyawa ajaib ini,” peneliti di Soochow menyimpulkan,” tutup peneliti. (raf/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Bolehkah Penderita Diabetes Minum Kopi? Ini Penjelasannya Jakarta – Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Diminum saat sarapan atau sore hari. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes, apakah boleh minum kopi? Banyak orang memulai harinya dengan minum secangkir kopi. Minuman berkafein ini digemari karena efeknya yang dapat membangkitkan energi hingga membuat otak lebih konsentrasi. Meskipun kopi tidak masalah diminum oleh orang dengan kondisi kesehatan normal, tetapi apakah minuman ini bisa dikonsumsi penderita diabetes?
Mereka yang berjuang melawan kadar gula darah mungkin akan bertanya-tanya tentang hal ini. Jawabannya terletak pada fakta bahwa kopi mengandung bahan kimia tertentu selain kafein, yang mungkin bisa menimbulkan efek samping menguntungkan bagi penderita diabetes. Untuk memahami apakah kopi bisa dikonsumsi penderita diabetes, simak penjelasannya seperti dilansir dari healthshots.com (08/08/2024). 1. Efek kandungan kopi terhadap diabetes
Di dalam kopi sebenarnya tidak hanya ada kafein, tetapi banyak juga zat kimia lainnya, termasuk polifenol. Polifenol memengaruhi tubuh seseorang dengan cara berbeda. Polifenol merupakan molekul yang dapat meningkatkan sifat antioksidan. Antioksidan ini diketahui dapat melawan radikal bebas hasil dari stres oksidatif dalam tubuh. Kopi yang kaya antioksidan dapat membantu melawan peradangan dan stress oksidatif tersebut. Menurut ahli gizi Avni Kaul, kedua kondisi itu telah dikaitkan dengan diabetes dan komplikasinya. Sehingga secara tidak langsung, kopi dapat memberi efek baik bagi penderita diabetes. Selain itu, antioksidan juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung. Orang dengan kondisi diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung dan stroke. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan, dapat membantu mengurangi risiko tersebut. 2. Kopi dapat menekan risiko terkena diabetes
Selain membantu mengurangi risiko penyakit komplikasi akibat diabetes, kopi juga dapat menekan risiko terkena diabetes. Kopi mengandung mineral, seperti magnesium dan kromium. Meningkatkan asupan magnesium dapat membantu menekan risiko terkenal diabetes tipe-2. Namun, kopi hanya mengandung sejumlah mineral jika dibandingkan makanan lain. Sehingga, jangan hanya mengandalkan kopi untuk asupan vitamin atau mineral harian. Menurut penelitian yang disebut Health Shots, minum 3 hingga 4 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menekan risiko seseorang terkena diabetes tipe-2. Dalam penelitian tahun 2014, orang yang menambah asupan kopi lebih dari 1 cangkir per hari selama 4 tahun, memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena diabetes tipe-2 daripada mereka yang mengonsumsi kopi seperti biasa. Jika ingin tahu efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin, bisa lihat pada halaman selanjutnya!3. Efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin
Kopi hitam tawar tidak menyebabkan lonjakan gula darah atau kadar glukosa darah. Hal ini menjadi kabar baik bagi penderita diabetes yang suka minum kopi hitam. Namun, menurut penelitian, kafein dalam kopi dapat menghambat sensitivitas insulin, yang akhirnya membuat kopi menjadi pilihan tidak ideal. Meski demikian, kopi mengandung senyawa bioaktif tertentu, seperti asam klorogenat, polifenol, kromium, atau magnesium yang dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Sehingga, senyawa bioaktif lainnya ini dapat mengimbangi efek dari kafein. 4. Kopi yang paling pas untuk penderita diabetesPenderita diabetes bisa mengonsumsi kopi tawar tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Selain memengaruhi lonjakan gula darah, minum kopi dengan pemanis juga akan menghilangkan manfaat kopi. Zat tambahan ini dapat meningkatkan asupan kalori dan berdampak negatif pada kontrol gula darah. Ahli gizi Avni Kaul menekankan kepada penderita diabetes untuk memantau respon mereka terhadap kopi dan menghindari zat tambahan yang mengandung kopi. Penderita diabetes juga lebih disarankan minum kopi rendah kafein atau tanpa kafein supaya mendapatkan manfaat maksimal. Mereka pun dapat mengandalkan kopi sebelum berolahraga, untuk menurunkan risiko lonjakan gula darah. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Saat Menikmati Kopi, Bagusnya Cepat atau Pelan-pelan? Jakarta – Penikmat kopi biasanya punya cara tersendiri untuk menikmati secangkir kafein mereka. Ada yang diminum cepat, tapi ada pula yang diseruput perlahan. Mana yang lebih baik? Minum kopi sudah jadi bagian rutinitas banyak orang. Mulai dari pagi hari sebelum beraktivitas hingga sore hari setelah lelah beraktivitas seharian. Tak sekadar minuman, kopi sering diandalkan untuk meningkatkan energi dan fokus. Mengingat kafein pada kandungan kopi dapat memberikan manfaat tersebut.
Namun, cara menikmati kopi masih sering menjadi perdebatan. Khususnya dalam durasi menikmati kopi, ada yang cepat-cepat dan ada pula yang diseruput perlahan. Kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, seperti yang dikutip dari Black Insomnia (30/03/22), berikut penjelasannya: 1. Minum kopi cepat-cepat
Minum kopi cepat-cepat bisa memungkinkan kamu mendapatkan rasa dan suhu terbaik saat menikmati kopi, khususnya pada kopi yang diseduh panas. Mengingat, jika diminum lebih lama, maka suhu kopi akan menurun. Dan tak ada yang suka menikmati kopi bersuhu ruangan dari cangkir yang dibuat satu jam yang lalu. Namun, minum kopi cepat-cepat bisa berisiko menyebabkan sakit perut, karena tegukan yang cepat itu akan mengganggu pencernaan. Kondisi ini disebut juga aerophagia. 2. Minum kopi secara perlahanJika kamu minum kopi secara perlahan, memungkinkan kafein akan dilepas ke dalam sistem tubuh lebih lambat. Ini dapat memperkecil kemungkinan terjadi ‘kecelakaan’ kafein yang tidak diinginkan. Cara minum kopi seperti ini juga dapat membuat tubuh meluangkan waktu untuk memproses kafein. Kamu pun bisa merasakan tingkat energi perlahan meningkat dengan lembut. Menurut ahli gizi Maddie Pasquariello, minum kopi secara perlahan selama satu jam akan menghasilkan efek yang bertahap. Paling tidak kopi dinikmati dalam waktu 15-30 menit. Jika lebih dari itu, memungkinkan rasa kopi sudah tidak enak. Selain itu, juga paparan yang terlalu lama ke permukaan gigi bisa menyebabkan gigi berlubang. Mana yang lebih bagus, minum kopi cepat atau pelan-pelan? Penjelasannya ada di halaman selanjutnya.3. Mana yang lebih bagus?
Minum kopi cepat atau perlahan sebenarnya tergantung selera dan tergantung dengan kebutuhan kafein pribadi. Idealnya, kopi dinikmati dalam kecepatan standar, tidak terlalu cepat atau pun lambat. Namun, jika kamu memiliki kebutuhan khusus tentang bagaimana kafein seharusnya memengaruhi untuk memberikan manfaat maksimal, hanya tubuh kamu yang mengetahuinya. Jadi, kamu dapat memilihnya dengan segala pertimbangan kelebihan dan kekurangan seperti yang sudah dijabarkan di atas. (raf/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Kopi Bisa Mencerahkan ‘Mata Panda’, Ikuti Cara Ini! Jakarta – Tak hanya enak diminum, kopijuga bisa dijadikan racikan masker mata. Masker mata ini bisa mencerahkan lingkaran hitam di bawah mata atau ‘mata panda’. Kopi dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hal yang bermanfaat. Di antaranya untuk kesehatan kulit wajah, termasuk mencerahkan area bawah mata yang menghitam atau mata panda. ‘Mata panda’ ini kerap dialami oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan faktor kelelahan yang diakibatkan terlalu lama di depan laptop, kurang tidur, dan lainnya.
Banyak produk kecantikan wajah yang menawarkan khasiat mencerahkan area mata panda. Namun, kamu bisa juga mencerahkannya dengan cara alami, salah satunya menggunakan kopi. Kopi Untuk Perawatan Kulit
Dilansir dari Health Shots (19/7/2024), kopi diketahui dapat merawat kesehatan kulit. Mulai dari mengatasi bibir pecah-pecah hingga mengubah kulit yang kusam menjadi lebih cerah. Kopi bertindak sebagai eksfoliator alami dan membantu menghilangkan sel kulit mati. Kafein yang terdapat dalam kopi juga dapat mengencangkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah saat dioleskan. Kopi juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit. Kopi Baik untuk Cerahkan ‘Mata Panda’Sirkulasi yang buruk adalah penyebab utama dari munculnya lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata. Dr. Amit Bangia, seorang dokter kulit menjelaskan kalau kopi mungkin bermanfaat dalam menghilangkan lingkaran hitam karena meningkatkan sirkulasi darah. Kopi juga bersifat anti-inflamasi dan kaya antioksidan, yang berarti mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh kurang tidur pada kulit di sekitar mata. Selain itu, kafein dalam kopi memiliki kemampuan untuk menyerap air yang terkumpul dan sangat efektif dalam mengurangi bengkak dan bengkak di sekitar mata. Penelitian lain yang mendukung fakta ini terdapat dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. Penelitian ini menyatakan bahwa aplikasi kafein topikal dapat efektif dalam mengatasi lingkaran hitam. Cara Menggunakan Kopi untuk ‘Mata Panda’
Dalam mengatasi ‘mata panda’, kopi tidak diracik jadi minuman, melainkan diracik menjadi masker. Masker untuk mata ini dapat membantu mata panda lebih cerah. Racikan masker mata ini terdiri dari berbagai jenis. Campuran maskernya juga berbeda-beda, ada yang menambahkan vitamin E, minyak almond, dan minyak kelapa.
1. Racikan Kopi dan Vitamin EUntuk membuat racikan masker kopi satu ini, kamu memerlukan 1 sendok makan bubuk kopi, 1 sendok makan madu, dan 1 kapsul vitamin E. Kemudian, campur semua bahan menjadi satu hingga kental membentuk pasta, Lalu, oleskan masker secara merata pada area bawah mata. Biarkan mengering 10 menit, baru setelah itu digosokkan agar sel kulit mati terangkat. Kemudian, bilas muka dengan air dingin. 2. Racikan Kopi dan Minyak Almond atau Minyak KelapaCara membuat pasta dari kopi ini bisa ditambahkan minyak almond atau minyak kelapa. Siapkan 1 sendok makan bubuk kopi dan 10-15 tetes minyak almond atau minyak kelapa. Campur semua bahan dalam mangkuk hingga menjadi pasta yang halus. Pasta kopi dan minyak esensial ini harus didiamkan terlebih dahulu dalam kulkas selama 30 menit. Setelah dingin, oleskan di bawah mata yang menghitam dan diamkan 10 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air dingin. Lakukan hal ini setidaknya selama 3 kali seminggu agar terasa maksimal. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold
|





















