Tag: universitas

  • Dari Buruh Pengupas Mete Jadi Wisudawan Terbaik UB, Ini Kisah Annes

    Dari Buruh Pengupas Mete Jadi Wisudawan Terbaik UB, Ini Kisah Annes



    Jakarta

    Senyum bangga dan bahagia terlihat di wajah gadis ini saat momen wisuda di Universitas Brawijaya (UB). Namanya adalah Try Bhuwaneswari yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik prodi Pendidikan Teknologi Informasi UB.

    Perempuan yang akrab disapa Annes ini bukan datang dari keluarga berada. Ia berhasil meraih prestasi tersebut berkat perjuangannya dan keteguhan hati.

    “Saya bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Sejak ayah meninggal saat saya berusia sembilan tahun, saya harus berjuang bersama keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tutur Annes dikutip dari laman UB, Selasa (14/10/2025).


    Sudah Terbiasa Bekerja dari Kecil

    Sejak kecil, Annes sudah terbiasa menanggung tanggung jawab besar. Di usia ketika sebagian anak sibuk bermain, ia justru harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Semasa SMA, Annes menghabiskan hari-harinya sebagai buruh kacip-pekerja pengupas mete-sembari tetap berjuang menuntaskan sekolah. Ketekunannya tak berhenti di situ. Berbekal kecerdasan dan semangat belajar tinggi, ia membuka les privat bagi anak-anak di sekitar rumahnya.

    “Pekerjaan itu memang berat, tapi saya jalani dengan ikhlas,” tutur Annes. “Saya tahu, satu-satunya jalan keluar dari keterbatasan adalah pendidikan.”

    Dari Jerih Payah Kini Jadi Prestasi

    Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Annes berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan IPK 3,94 dan resmi menyandang gelar Wisudawan Terbaik Universitas Brawijaya Periode IV.

    Hal yang jauh lebih membanggakan adalah kini dirinya sudah bekerja di bidang yang sejalan dengan jurusannya. Dari sana ia kemudian semakin yakin bahwa perjuangan dan konsistensi tak pernah sia-sia.

    “Awalnya saya hanya ingin kuliah di bidang pendidikan saja, karena sejak SMA saya sudah sering menjadi asisten mengajar dan guru les. Tapi setelah masuk jurusan ini, saya justru jatuh cinta pada dunia teknologi,” kata Annes.

    Pekerjaan sekarang bagi Annes sangat membuatnya tertarik. Ia merasa sudah cukup banyak belajar selama 4 tahun di kampus untuk menjalankannya.

    “Butuh waktu hampir empat tahun untuk benar-benar bisa menikmati dunia baru ini,” tambahnya.

    Cita-Cita Sederhana, Semangat Luar Biasa

    Annes sudah melewati masa-masa sulitnya selama SMP, SMA dan kuliah. Setelah lulus, ia ingin memaksimalkan apa yang sudah dia peroleh dari bangku kuliah.

    Harapan Annes sekarang adalah ingin meraih kebebasan finansial (financial freedom). Besar harapan, Annes ingin menjadi orang yang memberikan inspirasi bagi banyak orang.

    “Cita-cita saya sederhana saya ingin anak-anak saya nanti tidak merasakan kesulitan seperti yang saya alami dulu,” harapnya.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja 2025 untuk Lulusan S1-S2 , Cek Syaratnya!

    Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja 2025 untuk Lulusan S1-S2 , Cek Syaratnya!



    Jakarta

    Kabar gembira bagi detikers, terutama yang baru lulus kuliah atau tengah mencari tantangan baru. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk kembali membuka rekrutmen untuk lulusan strata satu (S1) hingga strata dua (S2).

    Dalam keterangan resminya, Bank Mandiri menyebutkan bahwa peluang karier ini terbuka bagi kandidat fresh graduate maupun profesional berpengalaman.

    Rekrutmen kali ini difokuskan pada posisi-posisi strategis yang berperan penting dalam mendukung transformasi digital serta memperkuat layanan kepada nasabah.


    Sejumlah posisi yang dibuka meliputi Officer Development Program (ODP), Teller, Customer Service, serta Business Banking Officer di berbagai wilayah Indonesia.

    Batas pendaftaran lowongan ini dibuka hingga Oktober 2025. Apa saja posisi yang tersedia?

    Daftar Posisi dan Syarat Loker Bank Mandiri 2025

    1. Officer Development Program Regional Business

    Posisi ini bisa dilamar sebelum 31 Oktober 2025. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk daftar posisi ini antara lain:

    • Lulusan Sarjana (S1) atau Magister/Pascasarjana (S2) dari universitas terkemuka lokal atau internasional di bidang studi yang relevan
    • IPK untuk lulusan S1 minimal 3,00
    • IPK untuk lulusan S1 minimal 3,20
    • Usia maksimal saat daftar untuk lulusan S1 25 tahun sedangkan lulusan S2 27 tahun
    • Memiliki sikap profesional dengan keterampilan jaringan dan komunikasi yang baik
    • Lancar berbahasa Inggris, baik komunikasi tertulis maupun lisan
    • Tidak ada anggota keluarga inti yang saat ini bekerja di Bank Mandiri (yaitu orang tua, saudara kandung)
    • Lajang, belum pernah menikah, dan bersedia untuk tetap melajang selama tahun pertama perjalanan program
    • Bersedia direlokasi ke seluruh Indonesia

    2. Banking Staff

    Posisi ini bisa dilamar sebelum 31 Oktober 2025. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk daftar posisi ini antara lain:

    • Pendidikan minimal Sarjana (S1), dengan IPK minimal 2,75 dari bidang studi yang relevan
    • Usia maksimal saat melamar 24 tahun untuk fresh graduate dan 26 tahun untuk yang telah memiliki pengalaman bekerja minimal 2 tahun
    • Berpenampilan menarik dengan kemampuan komunikasi yang baik, baik lisan maupun tertulis
    • Untuk kandidat fresh graduate, diutamakan masih lajang dan belum pernah menikah
    • Tidak ada anggota keluarga inti yang saat ini bekerja di Bank Mandiri (yaitu orang tua atau saudara kandung)

    Cara Lamar Lowongan Kerja Bank Mandiri 2025

    Proses rekrutmen Bank Mandiri terdiri dari pendaftaran online, penyaringan profil, tes psikometri, wawancara, tes kesehatan hingga penawaran. Pendaftaran bisa dilakukan secara online pada link https://www.bankmandiri.co.id/en/mandiri-career

    Dalam proses seleksi, detikers harus berhati-hati atas dari penipuan yang bisa terjadi. Informasi penerimaan hanya akan diinformasikan oleh email yang berdomain @bankmandiri.co.id

    Untuk Officer Development Program (ODP) akan mendapatkan pelatihan sebelum mulai bekerja. Sementara itu, untuk posisi lainnya, pelatihan akan dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan karyawan dan diberikan setelah bergabung dengan Bank Mandiri.

    Keuntungan Bekerja di Bank Mandiri

    Selain mendapat gaji pokok, pegawai Bank mandiri juga akan memperoleh:

    1. Bonus kerja
    2. Cuti sakit berbayar
    3. Asuransi jiwa
    4. Asuransi kesehatan dan medis
    5. Rancana manfaat pensiun
    6. Tunjangan hari raya
    7. Tunjangan perjalanan cuti
    8. Sertifikat
    9. Pelatihan dan pengembangan profesional
    10. Rencana medis, resep, gigi atau penglihatan

    Tunggu apalagi, segera coba lowongan ini detikers. Semoga beruntung ya!

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • IPK Sempurna 7 Semester, Tegar Anak Kedokteran UGM Terapkan Strategi Belajar Ini

    IPK Sempurna 7 Semester, Tegar Anak Kedokteran UGM Terapkan Strategi Belajar Ini



    Jakarta

    Tekad kuat dan kerja keras menjadi kunci kesuksesan Tegar Inang Pratama, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) yang konsisten meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dari semester 1 hingga 7.

    Di balik prestasinya tersebut, Tegar menyimpan kisah inspiratif dalam berjuang untuk hidup dan kuliah. Sejak kecil, Tegar diasuh oleh kakek dan neneknya.

    Namun, kondisi ekonomi keluarga yang terbatas tak pernah menjadi alasan baginya untuk menyerah pada keadaan. Ia berhasil menembus Fakultas Kedokteran UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan mendapat beasiswa KIP Kuliah (KIP-K).


    “Cara belajarnya adalah manajemen waktu sih. Jadi setiap minggu tuh kita harus tahu mau ngapain aja terus kalau belajar mau di mana,” ungkap Tegar dikutip dari unggahan Instagram @kemdiktisaintek.ri, Selasa (14/10/2025).

    Ingin Jadi Dokter gegara Suka Anime

    Kemauannya menjadi seorang dokter saat kecil berangkat dari alasan sederhana. Tegar senang menonton anime dengan tema medis.

    “Menonton anime medis, di sana berkembang rasa kepedulian saya untuk bisa berguna, dan bermanfaat untuk banyak orang, saya suka untuk menolong sesama,” katanya dikutip dari laman Kemendiktisaintek.

    Selama ini, Tegar tumbuh dengan prinsip kerja keras dan doa. Ia yakin dan sudah membuktikan kedua hal itu sudah membawanya sejauh ini.

    “Saya bukan orang yang punya privilege. Jadi saya belajar untuk tidak menyerah. Kalau bukan saya yang berjuang untuk masa depan saya, siapa lagi,” katanya.

    Tips Pertama, Pilih Pertemanan Positif di Kampus!

    Tegar menekankan pentingnya konsistensi dan lingkungan pertemanan yang positif. Ia mengaku beruntung karena memiliki teman-teman yang ingin saling bertumbuh.

    “Pertemanan menentukan prestasi. Pilih circle yang positif yang saling dukung untuk belajar. Jadi setiap ketemu itu yang ngomonginnya ‘udah belajar sampai mana?’ terus yang ‘paham materi apa?’,” katanya.

    Konsisten & Manajemen Waktu Tak Kalah Penting

    Menurut Tegar, kesadaran sosial menjadi motivasi terbesarnya dalam menuntut ilmu. Tak lupa, Tegar juga senantiasa konsisten dalam menjalani kuliah.

    “Terus konsisten aja selama 7 semester, insyaallah dapat 4,” katanya.

    Menurut Tegar, kuliah kedokteran memang cukup menantang. Ritme akademiknya cukup padat.

    Setiap dua pekan, ia harus mengikuti ujian. Belum ditambah tumpukan bahan belajar yang harus dipahami, membuat Tegar akhirnya membuat strategi manajemen waktu.

    “Biasanya saya langsung fokus pada jadwal kuliah saya, kemudian setelah itu saya akan menuliskan pada seminggu ke depan, saya ingin melakukan kegiatan apa, dan saya mau belajar di mana,” ungkap Tegar.

    Bagi Tegar, KIP-K adalah Nyawa Selama Kuliah

    Tegar mengaku sadar bahwa ia bisa berkuliah dengan bantuan beasiswa KIP-Kuliah. Di mana beasiswa tersebut berasal dari pemerintah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari rakyat.

    “Terus belajar dan sadar bahwa semua pembiayaan kalian di kuliah itu dari rakyat, jadi kalian harus belajar dan punya mimpi untuk mengembalikan itu kepada negara,” tuturnya.

    Baginya, beasiswa tersebut adalah nyawa. Ia bisa melanjutkan kuliah kedokteran tanpa harus dibebani biaya yang fantastis.

    “Ketika lolos KIP Kuliah, ya enggak nyangka juga sih, soalnya siapa yang nyangka kuliah kedokteran gratis, sampai jadi dokter, dan enggak cuma saya, mungkin orang-orang di sekitar saya pun juga kaget,” ujar Tegar dalam laman Kemendiktisaintek.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Masjid dan Pesantren, Cikal Bakal Lembaga Pendidikan Tertua di Dunia

    Masjid dan Pesantren, Cikal Bakal Lembaga Pendidikan Tertua di Dunia



    Jakarta

    Rekor dunia Guinness atau Guinness World Record mencatat, lembaga pendidikan tertua di dunia yang masih ada adalah Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Institusi ini berawal dari masjid dan pembelajaran serupa pesantren. Ada sejak kapan?

    Al-Qarawiyyin didirikan pada 859 M oleh seorang cendekiawan wanita muslim bernama Fatima al-Fihri. Ia membangun kompleks Masjid Al-Qarawiyyin, yang kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan hingga universitas terkemuka di dunia.

    Mengutip World History, Fatima merupakan anak dari pedagang Arab kaya bernama Muhammad al-Fihri al-Qayrawwani. Usai ayah dan saudara laki-lakinya meninggal dunia, Fatima dan saudara perempuannya mendapatkan warisan kekayaan yang sangat besar.


    Karena tidak tertarik dengan perdagangan, Fatima dan saudarinya memilih untuk menggunakan hartanya dengan membangun masjid. Berawal dari sini Fatima kemudian membangun lembaga pendidikan tertua di dunia, kompleks Masjid Al-Qarawiyyin.

    Lembaga Pendidikan Tertua Berawal dari Masjid dan Madrasah

    Pada hari pertama Ramadan tahun 859, Fatima dan saudarinya meletakkan fondasi pertamanya. Ia akan membangun masjid dan madrasah dalam satu kompleks.

    Madrasah, dalam bahasa Arab merujuk pada segala jenis lembaga pendidikan, baik sekuler maupun keagamaan, dasar maupun menengah. Definisi ini juga ditemukan dalam bahasa Indonesia.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), madrasah berkaitan dengan pesantren. Dalam KBBI, pesantren adalah asrama tempat santri atau murid-murid belajar mengaji, dsb.. Makna lain pesantren dalam KBBI yaitu madrasah.

    Di dunia muslim, masjid telah lama menjadi pusat peradaban keilmuan dan komunitas. Masjid tidak hanya untuk tujuan spiritual, tapi juga pertemuan sosial, layanan amal, ruang pendidikan, hingga demonstrasi politik.

    Fatima, tak hanya menjadi sosok sentral dalam pembangunan peradaban pendidikan di Al-Qarawiyyin, ia juga mengawasi setiap arsitekturnya. Fatima merekrut insinyur dan pengrajin paling terampil di Maroko pada masanya.

    Alhasil, kompleks Masjid Al-Qarawiyyin memiliki halaman luas berlantai keramik, air mancur, dan tata letak yang indah. Selain itu, juga ada menara untuk adzan, perpustakaan, hingga ruang terpisah untuk wanita.

    Menjadi Pusat Ilmu Pengetahuan dari Abad ke-9 hingga ke-14

    Fatima bukan kelahiran asli Maroko. Ia lahir di kota Qairouan (Kairouan), Tunisia dan bermigrasi ke Maroko utara yakni Fez, saat remaja.

    Di kota Fez ini, Fatima membangun peradaban yang maju di bidang ilmu pengetahuan. Dengan membangun Masjid Al-Qarawiyyin dan madrasah di lingkungan sekitarnya, perlahan terbentuk institusi pendidikan untuk cendekiawan dari seluruh dunia.

    Sistem ‘pesantren’ ini, seiring waktu terus berkembang. Sejarah mencatat, konsep pembelajaran melingkar di madrasah Al-Qarawiyyin sudah diterapkan pada abad ke-10.

    Konsep itu disebut Halaqas, yang berarti lingkaran pembelajaran, merujuk pada pengaturan ruang kelas madrasah tempat para siswa duduk setengah lingkaran mengelilingi guru mereka.

    Sejarawan dan duta besar Maroko, Abdelhadi Tazi (1921-2015), berpendapat bahwa catatan tertulis paling awal tentang pengajaran Al-Qarawiyyin itu berasal dari tahun 1141

    Kompleks Al-Qarawiyyin sendiri, tak hanya menghidupkan peradaban keilmuan, tapi juga lingkungan sekitarnya. Selama abad ke-9, kota Fez berkembang menjadi pusat perdagangan, budaya, hingga komunitas.

    Fez mencapai puncaknya sebagai pusat intelektual, budaya, dan perdagangan pada abad ke-13 dan ke-14, di bawah kekuasaan Dinasti Berber Marinid (1248-1465).

    Berkembang Menjadi Universitas

    Sejarawan Maroko, Mohammed Al-Manouni, menyebutkan bahwa Masjid Al-Qarawiyyin berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi formal. Al-Qarawiyyin, bahkan memberikan sertifikat kualifikasi kepada para ‘sarjana’, antara tahun 1040-1147, pada masa pemerintahan Almoravid.

    Sebagian besar sejarawan sepakat, bahwa Al-Qarawiyyin merupakan lembaga pemberi gelar pertama di dunia, sekaligus pusat terkemuka perdebatan dan beasiswa ilmiah yang di kemudian hari disebut sebagai universitas.

    Sejak saat itu, Al-Qarawiyyin menetapkan standar yang akan menjadi titik acuan bagi lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia, menarik pengunjung, mahasiswa, dan dosen dari seluruh dunia.

    Kurikulum di Al-Qarawiyyin tak hanya mencakup ilmu-ilmu sekuler dan filsafat. Ada juga bidang yurisprudensi Islam, aljabar, astronomi, botani, kartografi dan geografi, tata bahasa, sejarah, sastra, logika, matematika, kedokteran, fisika, dan berbagai bahasa asing termasuk Yunani dan Latin.

    Meski telah lama menjadi institusi yang memberi gelar kepada ‘siswa’, tapi baru pada 1947, Al-Qarawiyyin diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan negara. Kompleks yang dibangun oleh Fatima al-Fihri itu akhirnya bergabung dengan sistem universitas negeri modern melalui dekrit kerajaan pada 1963, setelah berakhirnya era protektorat Prancis di Maroko.

    Pada 1965, nama resminya diubah menjadi Universitas Al-Karaouine, yang sebelumnya hanya disebut Al-Qarawiyyin (Al-Karaouine), demikian melansir BBC.

    Sejak peradaban kompleks masjid dan madrasah Al-Qarawiyyin maju, ada banyak cendekiawan yang belajar di sana. Mereka di antaranya:

    1. Al-Biruni (973-1048), seorang polymath yang memberikan kontribusi besar bagi matematika, fisika, astronomi, dan geografi

    2. Al-Idrisi (1100-1165) kartografer yang petanya dipelajari dengan penuh semangat oleh para ahli geografi Renaisans

    3. Ibn Tufayl (wafat 1185) yang menulis novel fiksi ilmiah pertama di dunia serta risalah tentang pembelajaran mandiri yang disebut Hayy ibn Yaqzan

    4. Ibn Rushd (1126-1198) penerjemah dan komentator Aristoteles yang dikenal di Eropa sebagai Averroes

    5. Sarjana Yahudi dan mistikus Maimonides (1138-1204) yang akan memiliki pengaruh yang mendalam pada filsafat dan teologi Yahudi

    6. Astronom Al-Bitruji (w. 1204) yang dikenal di Eropa sebagai Alpetragius

    7. Ibn Al-Arabi (1165-1240) adalah seorang mistikus sufi, filsuf dan penyair

    8. Sejarawan Ibn Khaldun (1332-1406) yang karyanya meletakkan dasar bagi sosiologi modern, sejarah ekonomi politik

    Jadi, sebelum Eropa menyentuh puncak peradaban ilmu pengetahuan era Renaisans (abad ke-14 hingga ke-17), seorang wanita muslim bernama Fatima al-Fihri telah lebih dulu membangun kompleks peradaban ilmu pengetahuan pada 859 M. Itu ada kompleks yang bermula dari masjid dan madrasah, yang pada akhirnya melahirkan cendekiawan penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Penerimaan Mahasiswa Baru S2-S3 Sekolah Pascasarjana UNY, Ada Jalur Reguler dan PJJ

    Penerimaan Mahasiswa Baru S2-S3 Sekolah Pascasarjana UNY, Ada Jalur Reguler dan PJJ


    Jakarta

    Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun akademik 2025/2026, buka pendaftaran mahasiswa baru. Pendaftaran dibuka hingga 21 Oktober 2025 melalui tautan https://daftarpmb.uny.ac.id/.

    Sebagai informasi Sekolah Pascasarjana UNY membuka dua program yakni reguler dan juga pendidikan jarak jauh (PJJ). Program PJJ memungkinkan mahasiswa bekerja sambil kuliah dengan 16 minggu masa pembelajaran.

    Dikutip dari postingan Instagram Sekolah Pascasarjana dan laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNY, Rabu (15/10/2025) berikut informasinya.


    Syarat PMB S1-S2 Sekolah Pascasarjana UNY

    Syarat Umum

    1. Pendaftar program magister (S2) berkualifikasi sarjana (S1) dengan IPK minimal 3,00.
    2. Pendaftar program doktor (S3) berkualifikasi magister (S2) dengan IPK minimal 3,00.
    3. Peserta adalah lulusan program studi yang terakreditasi.
    4. Peserta mendapat izin dari atasan (bagi yang sudah bekerja).
    5. Calon mahasiswa program doktor dapat memilih metode kuliah by course, by research, atau mixed. Peserta jalur mixed diwajibkan mengambil mata kuliah sebanyak 12-15 SKS untuk mendukung disertasi yang ditulisnya.
    6. Calon mahasiswa program Magister dan Doktor by Course mendapat rekomendasi dari 2 (dua) dosen pembimbing studi jenjang sebelumnya.
    7. Peserta program doktor telah memiliki rancangan/proposal disertasi, khusus yang memilih by research atau mixed mendapat rekomendasi dari 2 (dua) dosen calon pembimbing disertasi.
    8. Biaya pendaftaran program magister sebesar Rp450.000,00 dan program doktor sebesar Rp700.000,00 dibayar melalui bank penyalur.
    9. Prosedur pendaftaran dan pembayaran dapat dilihat di http://pmb.uny.ac.id.
    10. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran secara lengkap melalui laman http://pmb.uny.ac.id.Peserta Program Doktor by Research atau Mixed wajib memiliki skor
    11. TOEFL minimal 500, publikasi internasional bereputasi, dan rekam jejak penelitian sesuai dengan topik penelitian yang akan dijadikan topik disertasi.

    Ketentuan PMB Metode CBT di Domisili

    1. Peserta mengikuti computer based test (CBT) secara daring dengan materi tes potensi akademik dan kemampuan bahasa Inggris.
    2. Peserta program doktor menyiapkan rancangan disertasi dengan template diunduh di http://pmb.uny.ac.id dan diunggah di dalam sistem pendaftaran.
    3. Peserta program doktor setelah CBT wajib mengikuti ujian wawancara secara daring.
    4. Peserta harus memiliki dan memenuhi persyaratan teknis CBT di domisili yang dapat diunduh di laman http://pmb.uny.ac.id.

    Ketentuan PMB Metode Portofolio

    1. Seleksi calon mahasiswa program magister dan doktor dari dalam maupun luar negeri.
    2. Peserta melengkapi dan mengunggah dokumen portofolio yang berisi skor TOEFL/ITP, skor tes potensi akademik, karya akademik, piagam prestasi atau piagam lain yang relevan,
    3. Peserta program doktor menyiapkan rancangan disertasi dengan template yang dapat diunduh di template proposal disertasi dan diunggah di dalam sistem pendaftaran.
    4. Peserta program doktor wajib mengikuti ujian wawancara secara daring.

    Ketentuan PJJ Sekolah Pascasarjana UNY

    1. Kuliah umum dilakukan secara online.

    2. Minggu ke 1, 5, dan 15: Perkuliahan dengan interaksi langsung atau pembelajaran dengan dosen secara daring

    3. Minggu 2-4, 6-9, 11-14: Perkuliahan dengan LMS BeSmart tanpa interaksi langsung atau pembelajaran secara online tanpa bersama dosen.

    4. Minggu ke-8: Ujian tengah semester (UTS) daring.

    5. Minggu ke-10: Perkuliahan luring ke kampus induk.

    6. Minggu ke-16: Ujian akhir semester (UAS) daring.

    Pascasarjana UNY menyediakan fasilitas menginap gratis selama 3 hari 2 malam di Hotel UNY untuk kegiatan luring pada minggu ke-10.

    Daftar Prodi PMB S1-S2 Sekolah Pascasarjana UNY

    Prodi Reguler S3

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK)
    • Ilmu Pendidikan (IP)

    Prodi Reguler S2

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK)
    • Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
    • Ilmu Lingkungan (IL)

    Prodi PJJ S3

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP PJJ)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK PJJ)
    • Ilmu Pendidikan (IP PJJ)

    Prodi PJJ S2

    • Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP PJJ)
    • Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK PJJ)

    Biaya Kuliah Pascasarjana UNY

    S2

    • Reguler: Rp 8,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Beasiswa: Rp 9,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama/luar negeri: Rp 11 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • PJJ: Rp 12,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama dalam/luar negeri (PJJ): Rp 13,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 2,5 juta dibayar hanya semester 1

    S3

    • Reguler: Rp 10,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Beasiswa: Rp 12 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama/luar negeri: Rp 13 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • By Research: Rp 15 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • PJJ: Rp 15 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1
    • Kerjasama dalam/luar negeri (PJJ): Rp 16,5 juta/semester dan IPI sebesar Rp 3,5 juta dibayar hanya semester 1

    Alur Pendaftaran PMB Sekolah Pascasarjana UNY

    1. Mengambil kode pendaftaran: Kode pendaftaran dan Virtual Account diambil di laman https://pmb.uny.ac.id/ dengan mengisi nama, alamat, email, dan nomer telepon.

    2. Melakukan pembayaran: Pembayaran melalui Virtual Account bank penyalur.

    3. Melengkapi pendaftaran: Login di https://daftarpmb.uny.ac.id/ menggunakan kode pendaftaran dan tanggal lahir. Isi seluruh form sesuai panduan.

    4. Finalisasi data: Setelah semua data pendaftaran diisi lengkap, lakukan finalisasi. Data yang sudah difinalisasi tidak dapat diubah.

    5. Cetak kartu peserta: Peserta wajib mencetak kartu peserta sebagai bukti keikutsertaan Seleksi Mandiri UNY.

    6. Mengikuti tes: Peserta mengikuti tes CBT atau penilaian Portofolio.

    7. Pengumuman hasil seleksi: Pengumuman dilakukan melalui laman https://pmb.uny.ac.id/.

    8. Registrasi ulang jika peserta dinyatakan lolos melalui laman http://registrasi.uny.ac.id/.

    Jadwal Seleksi PMB Pascasarjana UNY 2025

    Gelombang 1

    • Pendaftaran: hingga 21 Oktober 2025
    • Waktu ujian: 25 Oktober 2025
    • Pengumuman: 31 Oktober 2025

    Gelombang 2

    • Pendaftaran: 21 Oktober-2 Desember 2025
    • Waktu ujian: 6 Desember 2025
    • Pengumuman: 12 Desember 2025

    Informasi PMB S2 dan S3 UNY lainnya bisa dilihat melalui laman https://pmb.uny.ac.id/ . Selamat mendaftar!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Tanda Orang dengan IQ Rendah yang Jarang Disadari

    9 Tanda Orang dengan IQ Rendah yang Jarang Disadari

    Jakarta

    Banyak orang percaya kecerdasan membantu seseorang bisa maju dalam kehidupan, baik secara profesional maupun pribadi. Orang yang cerdas dianggap memiliki Intelligence Quotient atau IQ, sehingga dihormati di tempat kerja dan lingkungan sosialnya.

    Namun, beberapa orang mungkin tidak secerdas yang mereka yakini, yang didukung indikasi nyata yang membuktikan hal tersebut. Dikutip dari Your Tango, ini 9 tanda seseorang memiliki IQ rendah yang mungkin kerap tak disadari:

    1. Lebih Banyak Bicara Dibanding Mendengarkan

    Seseorang yang memiliki IQ rendah dan berpura-pura cerdas akan mencoba menjadi pusat perhatian dalam percakapan apapun yang mereka ikuti. Bahkan, mereka tidak mengakui bahwa interaksi yang sukses membutuhkan jeda dan diam.


    Sebuah studi tahun 2020 tentang komunikasi mendefinisikan mendengarkan sebagai tindakan yang memiliki pengaruh kuat pada kesehatan dan kesejahteraan. Sangat mungkin seseorang yang lebih banyak bicara daripada mendengarkan merasa tidak yakin dengan tingkat kecerdasan mereka yang sebenarnya, sehingga mereka mencoba terlihat cerdas dan terus-menerus mengoceh.

    “Mendengarkan secara aktif adalah ketika seseorang dapat mendengarkan Anda dengan saksama, benar-benar memahami apa yang Anda katakan, dan tidak menyela,” kata psikoterapis Jenny Maenpaa.

    “Orang yang berpura-pura pintar mungkin tidak terampil dalam mendengarkan secara aktif, karena yang mereka inginkan hanyalah menguasai percakapan untuk meningkatkan ego mereka sendiri,” sambungnya.

    2. Sering Menyombongkan Diri

    Tanda lain seseorang tidak secerdas yang mereka kira adalah sering menyombongkan diri, yang berkaitan juga dengan rasa tidak aman. Menurut penelitian dari University of Arizona, menyombongkan diri tentang kemampuan diri sendiri membuat orang kurang percaya.

    “Jika Anda menganggap diri Anda individu yang sangat cakap. Kurangi sedikit dalam menampilkan diri kepada orang lain atau mengelola kesan tentang apa yang dapat Anda lakukan,” kata penulis studi profesor Universitas Arizona, Martin Reimann.

    “Orang yang benar-benar cerdas tidak perlu membuktikan betapa pintarnya mereka. Sementara seseorang yang ingin orang lain berpikir mereka pintar, justru perlu membuktikannya.”

    3. Tidak Sadar Diri

    Indikasi utama kecerdasan seseorang bergantung pada seberapa sadar diri mereka. Seseorang yang memiliki pemahaman yang kuat tentang siapa mereka dan apa yang mendorong mereka kemungkinan besar mencapai titik mental itu dengan melakukan refleksi diri.

    Namun, seseorang yang tidak secerdas yang mereka katakan mungkin tidak mengenal diri mereka sendiri. Sebuah studi psikologi tahun 2016 mengukur dampak kesadaran diri terhadap kesejahteraan seseorang yang sadar dengan kondisinya.

    Studi ini menemukan bahwa refleksi diri dan wawasan merupakan aspek kunci dari efek positif kesadaran diri. Orang yang cerdas sering kali melihat ke dalam diri sendiri.

    Mereka mempertanyakan pola perilaku mereka sendiri dan berusaha memperbaiki cara mereka menunjukkan diri bagi diri sendiri dan orang lain. Sementara pada orang yang kurang cerdas, lebih menghindari menggali dunia batin mereka karena tidak memiliki kapasitas intelektual untuk melakukannya.

    Akibatnya, mereka tidak sepenuhnya memahami diri mereka sendiri, melampaui keinginan dan kebutuhan permukaan mereka.

    4. Kurang Rasa Ingin Tahu

    Orang yang benar-benar cerdas selalu mengeksplorasi ide-ide baru. Tetapi, orang yang berpura-pura cerdas tidak benar-benar menantang diri mereka sendiri.

    Orang yang berpura-pura tahu mengetahui fakta atau hal sepele yang sangat spesifik agar tampak berpengetahuan. Tetapi, mereka tdak menyelami lebih dalam dari apa yang sudah mereka ketahui.

    5. Tidak Mengakui saat Salah

    Tanda kecerdasan tinggi adalah mampu mengatakan bahwa orang tersebut tidak tahu jawabannya. Sementara orang yang berpura-pura cerdas, terlalu sombong untuk mengakui ketika mereka salah.

    Sebuah studi psikologi tahun 2019 mengkaji konsep kerendahan hati intelektual, yang didefinisikan oleh para peneliti sebagai kesadaran akan kekeliruan intelektual seseorang.

    “Kerendahan hati intelektual dikaitkan dengan penilaian yang lebih akurat terhadap pengetahuan umum seseorang. Artinya, mengetahui dan mengakui apa yang tidak Anda ketahui mungkin merupakan langkah pertama untuk mencari pengetahuan baru,” terang psikolog dan peneliti utama Elizabeth J Krumrei-Mancuso.

    6. Mencari Validasi dari Luar

    Mengandalkan pujian dan sanjungan orang lain sebagai ukuran harga diri merupakan tanda bahwa seseorang adalah validator eksternal. Seseorang yang memvalidasi tindakannya sendiri, tanpa bertanya kepada orang lain.

    Seseorang yang berpura-pura cerdas membutuhkan aliran validasi dari luar yang konstan, karena sebenarnya mereka tidak mendasarkan rasa harga dirinya pada nilai-nilai mereka sendiri, melainkan pada bagaimana mereka dipersepsikan oleh orang lain.

    7. Kompetitif

    Seseorang yang sering membandingkan diri mereka dengan orang lain secara negatif menunjukkan dengan sangat jelas bahwa mereka hanya berpura-pura cerdas. Sebab mereka sebenarnya tidak yakin dengan diri mereka sendiri.

    Mereka akan bertanya berapa nilai orang lain dalam tugas akademik atau menuntut untuk mengetahui apa yang dikatakan orang lain secara empat mata. Semua ini karena mereka ingin meyakinkan diri sendiri bahwa mereka lebih baik dari Anda.

    8. Berpikir Dangkal

    Tanda lain bahwa mereka orang yang kurang cerdas adalah senang dengan kepalsuan. Mereka lebih mementingkan penampilan daripada membangun fondasi yang kokoh dalam hubungan.

    Mereka berpegang teguh pada standar kaku tentang ‘baik’ atau ‘buruk’, dan menghakimi siapa pun yang menyimpang dari norma. Berpura-pura lebih cerdas daripada yang sebenarnya adalah cara bagi mereka untuk meningkatkan rasa percaya diri, meskipun pada awalnya mereka mendasarkan harga diri mereka pada idealisme yang dangkal.

    9. Menekan Emosi Mereka

    Tidak memberi ruang bagi perasaan mereka sendiri merupakan indikasi bahwa seseorang memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Sementara orang yang cerdas tahu bahwa memiliki beragam emosi tidaklah masalah, orang yang berpura-pura cerdas berpikir bahwa mereka harus selalu sempurna.

    Oleh karena itu, mereka menolak untuk mengungkapkan atau mengeksplorasi perasaan mereka. Psikolog Nick Wignall menjelaskan bahwa orang yang tidak cerdas secara emosional sering kali menutupi emosi mereka dengan bahasa yang rumit, mencatat bahwa mereka mengintelektualisasikan emosi mereka, menggunakan bahasa abstrak dan konseptual untuk menghindari menggambarkan perasaan mereka yang sebenarnya.

    Sebab orang yang berpura-pura pintar kesulitan mengungkapkan perasaannya, mereka cenderung berputar-putar membicarakan topik emosional. Salah satu penanda kecerdasan sejati adalah kesediaan untuk terbuka terhadap semua emosi, bahkan yang menyakitkan atau sulit dijelaskan.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Jepang Bakal Ubah Sistem Kuliah, Gabungkan S1 dan S2 Jadi Satu Jalur!

    Jepang Bakal Ubah Sistem Kuliah, Gabungkan S1 dan S2 Jadi Satu Jalur!


    Jakarta

    Pemerintah Jepang berencana mengubah sistem Pendidikan tinggi secara massal. Perubahan yang dilakukan adalah dengan menerapkan program terpadu sarjana-magister (S1-S2) selama lima tahun guna meningkatkan jumlah mahasiswa pascasarjana dan juga melahirkan tenaga profesional unggul di tengah krisis tenaga kerja.

    Rencana ini disampaikan oleh Kementerian Pendidikan Jepang dalam sidang sub komisi Dewan Pendidikan Pusat pada Rabu (9/10/2025). Implementasinya ditargetkan mulai tahun ajaran 2026.

    Kuliah S1 dan S2 Hanya 5 Tahun

    Dalam sistem pendidikan Jepang saat ini, mahasiswa menempuh 4 tahun kuliah sarjana (S1) dan 2 tahun magister (S2).


    Namun, lewat reformasi baru di bidang pendidikan, total Waktu belajar bisa dipangkas menjadi 5 tahun. Mahasiswa mulai diizinkan mengambil mata kuliah tingkat magister saat masih berstatus sebagai mahasiswa S1, sehingga waktu studi lebih efisien.

    Program semacam ini sebenarnya sudah diuji coba di beberapa kampus ternama Jepang seperti Keio University dengan program S1-S2 4 tahun, Hitotsubashi University dengan program 5 tahun, dan University of Tokyo, yang berencana meluncurkan program “4+1” di College of Design pada 2027.

    Langkah ini diambil karena jumlah mahasiswa berusia 18 tahun di Jepang terus menurun, seiring populasi yang menua. Pemerintah menginginkan universitas dapat mencetak lebih banyak spesialis daripada generalis, agar tenaga kerja di masa depan memiliki keahlian dengan kualitas tinggi dan sesuai kebutuhan industri dan riset.

    Selain itu, pemerintah berharap sistem baru ini menarik lebih banyak mahasiswa internasional sehingga meningkatkan daya saing global Jepang, terutama di bidang teknologi dan inovasi.

    Kementerian Pendidikan Jepang mencatat, hanya 12,6% mahasiswa S1 yang melanjutkan ke jenjang S2 pada tahun ajaran 2024, jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat.

    Tingkat lanjut studi juga bervariasi antar bidang:

    • Sains dan teknik: 40% mahasiswa S1 lanjut ke S2.
    • Humaniora: hanya 4,5%.
    • Ilmu sosial: sekitar 2,8% (data 2023).

    Angka ini menunjukkan masih minimnya minat studi lanjut di bidang nonsains.

    Khawatir Kurangi Kualitas Riset Tugas Akhir

    Walaupun dianggap solutif dan inovatif, para ahli mengingatkan supaya percepatan masa studi tidak serta merta menurunkan mutu akademik.

    Ada kekhawatiran jika nantinya mahasiswa kesulitan menyelesaikan dua penelitian (skripsi dan tesis) dalam waktu yang lebih singkat, sehingga menyebabkan menurunya kualitas riset.

    Selain itu, reformasi ini harus didukung perubahan pola rekrutmen kerja. Jika perusahaan tidak memberi nilai tambah bagi lulusan S2, mahasiswa akan tetap enggan menempuh studi lanjutan meskipun durasinya lebih singkat.

    Rencana penerapan program S1-S2 terpadu lima tahun di Jepang menandai langkah besar dalam modernisasi sistem pendidikan tinggi.

    Namun, kesuksesannya akan bergantung pada sinergi antara pemerintah, universitas, dan dunia industri, agar percepatan pendidikan tidak mengorbankan kualitas, serta benar-benar mampu melahirkan tenaga ahli unggul untuk masa depan Jepang.

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Otak Laki-laki Disebut Lebih Cepat Menyusut dari Wanita, Kok Bisa? Begini Penjelasan Studi

    Otak Laki-laki Disebut Lebih Cepat Menyusut dari Wanita, Kok Bisa? Begini Penjelasan Studi


    Jakarta

    Seiring bertambahnya usia, otak pria diduga menyusut lebih cepat dibandingkan wanita. Temuan ini terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

    Dikutip dari laman Science Alert, otak manusia secara alami memang akan menyusut seiring pertambahan usia. Pada penderita Alzheimer, penyusutan tersebut bahkan terjadi lebih drastis hingga menyebabkan kehilangan volume otak yang signifikan.

    Menariknya, meskipun perempuan dua kali lebih sering didiagnosis mengidap Alzheimer dibandingkan pria, informasi tentang bagaimana perbedaan jenis kelamin memengaruhi volume otak masih terbatas.


    Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa otak perempuan cenderung mengalami penyusutan materi abu-abu dan materi putih pada tingkat yang lebih lambat dibandingkan otak laki-laki.

    “Jika otak wanita mengalami penurunan lebih banyak, hal itu bisa jadi menjelaskan tingginya prevalensi Alzheimer,” ujar rekan penulis Anne Ravndal, seorang ahli saraf di Universitas Oslo di Norwegia.

    Ravndal beserta tim peneliti internasional mengumpulkan lebih dari 12.000 pemindaian otak yang dikumpulkan dari peserta berusia 17-95 tahun. Setiap orang menjalani setidaknya dua MRI otak dengan interval rata-rata sekitar 3 tahun di antara keduanya.

    Setelah menyesuaikan perbedaan ukuran otak berdasarkan jenis kelamin, tim menemukan bahwa pria menunjukkan penurunan di lebih banyak wilayah otak, termasuk banyak bagian korteks pada usia yang lebih tua.

    Sementara, wanita menunjukkan penurunan di lebih sedikit wilayah dan ketebalan korteks mereka tidak terlalu berubah seiring bertambahnya usia.

    Temuan ini menunjukkan bahwa ada perbedaan jenis kelamin yang nyata dalam ‘biology of aging’. Meski demikian, hasil tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati. Sebab, masih diperlukan lebih banyak penelitian.

    Meski penelitian tenang biologi otak yang menua sudah dilakukan secara luas, bidang ini masih menunjukkan ketimpangan besar besar berdasarkan jenis kelamin. Pada tahun 2019, hanya 5 persen studi yang dipublikasikan di bidang ilmu saraf atau psikiatri yang mempertimbangkan pengaruh jenis kelamin.

    Hasil penelitiannya pun masih tidak konsisten. Hingga kini belum jelas apakah pria dan wanita mengalami penurunan fungsi otak dengan tingkat atau kecepatan yang berbeda.

    Di sisi lain, beberapa studi menunjukkan pria mengalami penurunan lebih tajam pada materi abu-abu dan materi putih otak, sementara studi lain justru menemukan penurunan yang lebih besar pada wanita.

    Penelitian baru ini yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas Oslo, Norwegia berusaha memperjelas gambaran tersebut. Dari dua jenis kelamin, para peneliti menemukan perbedaan berdasarkan jenis kelamin dalam volume otak total, volume otak subkortikal, ketebalan korteks, dan luas permukaan, di antara puluhan pengukuran lainnya.

    Apa arti dari kehilangan ini bagi fungsi kognitif masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Para ilmuwan baru mulai memahami bagaimana bentuk otak terkait dengan penyakit serta beberapa stud i menunjukkan bahwa penyusutan otak terkadang bisa bermanfaat.

    Lokasi hilangnya volume tentu bisa memberi petunjuk penting. Tapi yang mengejutkan, Ravndal dan tim tidak menemukan perbedaan dalam perubahan volume di hippocampus, pusat saraf untuk memori dan pembelajaran yang berperan erat dalam demensia.

    Dalam penelitian baru ini, perempuan mulai menunjukkan penurunan hippocampus yang lebih cepat pada usia yang lebih tua, setelah harapan hidup mereka diperhitungkan. Tapi, hal ini mungkin hanya merupakan penundaan penuaan, akibat perempuan yang hidup lebih lama dari laki-laki. Belum tentu hal ini merupakan tanda yang menjelaskan risiko demensia.

    Saat penulis membandingkan pria dan wanita yang diprediksi akan hidup dalam jangka waktu yang sama, sebagian penurunan otak antara kedua jenis kelamin seimbang.

    Membedakan pengaruh jenis kelamin terhadap otak dari faktor genetik dan lingkungan lainnya buka hal yang mudah. Terlebih, karena kurangnya penelitian jangka panjang yang mendalam.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Masih 1 SMA, 35 Siswa Sekolah Rakyat Bakal Berbeasiswa di Universitas Ary Ginanjar

    Masih 1 SMA, 35 Siswa Sekolah Rakyat Bakal Berbeasiswa di Universitas Ary Ginanjar



    Jakarta

    Ada dua jalur lulusan Sekolah Rakyat. Sebagian ada yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi, tetapi ada juga yang ingin bekerja.

    Bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, Kementerian Sosial (Kemensos) RI bakal bekerja sama dengan sejumlah kampus. Salah satu kampus yang dimaksud adalah Universitas Ary Ginanjar.

    Mensos Saifullah Yusuf mengatakan ada 35 anak yang saat ini masih kelas 1 SMA dan sudah akan mendapat beasiswa penuh di Universitas Ary Ginanjar.


    “Jadi, anak-anak yang ingin sekolah (kuliah) kita sedang kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Salah satunya dengan Universitas Ary Ginanjar. Ada 35 anak yang sekarang masih kelas 1 SMA sudah akan diterima dengan beasiswa penuh oleh Universitas Ary Ginanjar,” ungkap Mensos dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Banten pada Rabu (15/10/2025), dikutip melalui Kemensos RI.

    “Seluruh universitas negeri, insya Allah akan siap menerima lulusan-lulusan siswa Sekolah Rakyat yang memang potensial,” imbuhnya.

    Bagaimana dengan Siswa yang Ingin Bekerja?

    Bagi siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus, Mensos tidak mempersoalkan hal tersebut. Kemensos bakal bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk memberikan pendidikan keterampilan sesuai kemampuan siswa.

    Siswa yang ingin bekerja setelah lulus, juga akan dikoneksikan dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

    “Inilah hal yang sekarang sedang dikerjakan oleh Kementerian Sosial, bagaimana lulusan-lulusannya (Sekolah Rakyat) nanti juga bisa mendapatkan tempat yang terbaik sesuai dengan bakat dan minat mereka,” kata Mensos.

    Ia mengingatkan kepada kepala sekolah dan guru untuk mengawal pendidikan siswa-siswi Sekolah Rakyat. Mensos berpesan agar fasilitasi ini tidak berhenti pada memberikan ijazah, lalu anak-anak tersebut pulang ke rumah dan kembali tidak mampu.

    Hal ini dimaksudkan, agar setelah siswa-siswi itu lulus, maka dapat keluar dari kemiskinan dan mengangkat derajat orang tua.

    Ia berpesan, jangan sampai setelah lulus SMA, siswa Sekolah Rakyat menganggur dan miskin lagi. Sebab, artinya Sekolah Rakyat gagal.

    “Ibu kepala sekolah, ibu guru semua, tolong diperhatikan kalau sampai kita hanya cuma meluluskan anak-anak kita, hanya ngasih ijazah, setelah itu selesai, anak-anak pulang ke rumahnya, kemudian jadi loyo, tidak mampu lagi, itu menjadi gagal Sekolah Rakyat,” ujarnya.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Terobosan Medis, Ilmuwan Ciptakan Ginjal yang Cocok ke Semua Goldar

    Terobosan Medis, Ilmuwan Ciptakan Ginjal yang Cocok ke Semua Goldar


    Jakarta

    Setelah satu dekade melakukan penelitian, kini para peneliti semakin dekat dengan terobosan penting dalam transplantasi ginjal, yaitu mampu mentransfer ginjal dari pendonor golongan darah berbeda dari penerima. Hal ini secara signifikan bisa mempercepat waktu tunggu dan menyelamatkan banyak nyawa.

    Dikutip dari laman Science Alert, sebuah tim dari berbagai lembaga di Kanada dan China berhasil membuat ginjal ‘universal’. Secara teori, ginjal ini bisa diterima oleh pasien manapun.

    Organ uji mereka bertahan serta berfungsi selama beberapa hari dalam tubuh penerima yang mengalami kematian otak. Keluarganya menyetujui penelitian tersebut.


    “Ini pertama kalinya kami melihat hal ini terjadi pada model manusia,” kata ahli biokimia, Stephen Withers Universitas British Columbia di Kanada.

    “Ini memberi kami wawasan berharga tentang cara meningkatkan hasil jangka panjang,” tambahnya.

    Orang dengan golongan darah O yang membutuhkan ginjal biasanya harus menunggu ginjal golongan O tersedia. Jumlah tersebut sebenarnya mencakup lebih dari separuh orang dalam daftar tunggu, tapi karena golongan darah O bisa berfungsi juga untuk orang dengan golongan darah lain, kesediannya menjadi sangat terbatas.

    Meski saat ini memungkinkan untuk mentransplantasi ginjal dengan golongan darah yang berbeda, tentunya juga dengan melatih tubuh penerima agar tidak menolak organ tersebut, proses yang ada masih jauh dari sempurna. Proses ini memakan waktu, mahal, dan juga berisiko.

    Dalam studi, para peneliti mengubah ginjal tipe A menjadi ginjal tipe O. Mereka menggunakan enzim khusus yang telah diidentifikasi sebelumnya yang menghilangkan molekul gula (antigen) penanda golongan darah A.

    Mereka membandingkan enzim tersebut dengan gunting yang bekerja pada skala molekuler. Dengan “memotong” sebagian rantai golongan darah A, enzim itu bisa mengubahnya menjadi kondisi bebas antigen ABO, yang menjadi ciri khas dari golongan darah O.

    “Ini seperti melepas cat merah dari mobil dan membuka lapisan primer netralnya,” kata Withers.

    “Setelah itu, sistem kekebalan tubuh tidak lagi menganggap organ tersebut sebagai benda asing,” tuturnya.

    Kendati demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum uji coba pada manusia hidup bisa dipertimbangkan. Ginjal yang ditransplantasikan mulai menunjukkan tanda-tanda golongan darah A lagi pada hari ketiga. Kondisi tersebut menyebabkan respons imun dan ada tanda-tanda bahwa tubuh sedang mencoba menoleransi ginjal tersebut.

    “Beginilah jadinya ketika ilmu pengetahuan dasar yang telah bertahun-tahun diterapkan akhirnya terhubung dengan perawatan pasien,” kata Withers.

    “Melihat temuan kami semakin mendekati dampak nyata di dunia nyata adalah hal yang membuat kami terus maju.” ungkapnya.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com