Blog

  • Diskon 80% Bazar GlamLocal di Halal Indo Expo 2025, ICE BSD

    Tangerang Selatan

    Bagi kamu pencinta modest fashion, siapkan dirimu! Bazar modest fashion terbesar di Tanah Air, GlamLocal, kembali hadir. Mengusung tema “Back Two Warehouse Sale!”, kali ini GlamLocal berkolaborasi dengan Halal Indo Expo 2025.

    50 brand modest fashion pilihan siap membawamu ke dalam surga belanja dengan diskon menggiurkan dan koleksi eksklusif. Bazar GlamLocal yang bisa didatangi secara gratis, digelar mulai dari 25-28 September 2025 di Hall 6, ICE BSD City.

    Bazar modest fashion GlamLocal berkolaborasi dengan Halal Indo Expo 2025, 50 brand modest yang memberikan diskon menggiurkan dan koleksi eksklusif yang hanya bisa kamu temukan di sini. Bazar mulai dari 25-28 September 2025 di Hall 6, ICE BSD City.Bazar modest fashion GlamLocal berkolaborasi dengan Halal Indo Expo 2025, 50 brand modest yang memberikan diskon menggiurkan dan koleksi eksklusif yang hanya bisa kamu temukan di sini. Bazar mulai dari 25-28 September 2025 di Hall 6, ICE BSD City. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop


    “Saat ini GlamLocal bekerja sama dengan Halal Indo Expo 2025 dan Kementerian Perindustrian untuk menghadirkan brand fashion lokal. Kita bawa produk yang sesuai terjamin halalnya secara targetnya kan sama muslimah,” ujar Rizky Azhar sebagai koordinator GlamLocal saat ditemui Wolipop, Jumat (26/9/2025).

    Puluhan brand lokal turut serta dalam kemeriahan ini, menjanjikan berbagai promo menarik yang sulit untuk dilewatkan. Sebut saja Giyomi yang menawarkan semua item seharga 100 ribuan, atau Cottonary dengan diskon hingga 20% dan defect sale hanya Rp 98 ribu.

    Meskipun persiapannya hanya sekitar tiga minggu, kurasi untuk 50 brand modest fashion yang terlibat telah matang. Rizky menjelaskan bahwa keterlibatan kementerian bukan hal baru; Kemendag dan Kemenperin sebelumnya sudah pernah mengunjungi bazar GlamLocal.

    “Akhirnya kita sepakat untuk GlamLocal yang handle brand modest. Ada 50 modest dan sesuai dengan target marketnya di BSD dan ada juga Jakarta dan sekitarnya,” tambahnya.

    Bazar modest fashion GlamLocal berkolaborasi dengan Halal Indo Expo 2025, 50 brand modest yang memberikan diskon menggiurkan dan koleksi eksklusif yang hanya bisa kamu temukan di sini. Bazar mulai dari 25-28 September 2025 di Hall 6, ICE BSD City.Bazar modest fashion GlamLocal berkolaborasi dengan Halal Indo Expo 2025, 50 brand modest yang memberikan diskon menggiurkan dan koleksi eksklusif yang hanya bisa kamu temukan di sini. Bazar mulai dari 25-28 September 2025 di Hall 6, ICE BSD City. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop

    GlamLocal sangat memperhatikan dinamika pasar. Dari total 370 brand yang pernah bergabung, kurasi kali ini dilakukan bersama Halal Indo untuk memilih top seller yang produknya benar-benar sesuai dengan target pasar di lokasi acara.

    GlamLocal edisi kali ini tetap menjadi ajang pesta diskon. Pengunjung akan disajikan full bazar, lucky draw, dan promosi ‘warehouse sale’ hingga 80%. Item yang ditawarkan beragam mulai dari hijab, ciput, dan aksesori dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 300.000.

    Wolipop melihat masing-masing brand menyuguhkan promo yang tak ada dalam penjualan online. Seperti brand Jaszy yang menawarkan diskon hingga 53% dan promo buy 1 get 1. Sementara itu, brand Davelline tak mau kalah dengan promo buy 250k get 3 pieces dan semua item seharga Rp 99 ribu.

    Tak hanya brand besar, kamu juga bisa menemukan berbagai koleksi menawan dari merek-merek yang sedang naik daun seperti WMD Fashion, Yeppuoutfit, dan Atkey. Para hijabers yang mencari mukena baru bisa mampir ke Tuscany, yang memberikan diskon Rp 100 ribu untuk mukena dan promo 3 Paris Jepang seharga Rp 100 ribu.

    Bazar modest fashion GlamLocal berkolaborasi dengan Halal Indo Expo 2025, 50 brand modest yang memberikan diskon menggiurkan dan koleksi eksklusif yang hanya bisa kamu temukan di sini. Bazar mulai dari 25-28 September 2025 di Hall 6, ICE BSD City.Bazar modest fashion GlamLocal berkolaborasi dengan Halal Indo Expo 2025, 50 brand modest yang memberikan diskon menggiurkan dan koleksi eksklusif yang hanya bisa kamu temukan di sini. Bazar mulai dari 25-28 September 2025 di Hall 6, ICE BSD City. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop

    Untuk kamu yang suka tampil sederhana namun elegan, ada Nueta dengan soft launching koleksi Pashmina Ayeesha terbarunya. Sementara OMYKA dan brand Lizahrani siap melengkapi lemari pakaianmu dengan koleksi busana santai hingga formal.

    Bwbyaz memberikan semua item seharga Rp 100 ribu. Dan ODECA yang menawarkan berbagai paket hemat, mulai dari Rp 300 ribu dapat 2 hingga Rp 150 ribu dapat 3.

    Target marketing utama GlamLocal adalah wanita, dengan 80% di antaranya berada di usia produktif 25-35 tahun. Kerjasama ini juga didukung oleh pemerintah daerah (Pemda) dan support dari artis, yang menunjukkan keragaman market yang dijangkau.

    Namun, ia tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi brand lokal. Menurutnya, masih banyak brand yang memerlukan upgrade, terutama dalam hal desain.

    “Sebenarnya kalau desain mereka mungkin harus lebih, DNA brand harus lebih kuat, tidak general dan keunikannya ada berbeda dengan yang lain,” ucapnya.

    Selain desain, standar kualitas produk juga menjadi perhatian. GlamLocal berharap kementerian dapat memberikan pelatihan, penyuluhan, dan stand untuk memuluskan jalan para brand menuju pasar global.

    “Pengrajinnya belum ada standar yang ketat mulai dari pola kebanyakan masih home industry. Di sini kita butuh pemerintah,” ujarnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Brand Kami Rilis Koleksi Terbaru dengan Pesan Kekuatan Wanita & Inovasi Kain

    Jakarta

    Kami. merillis koleksi terbarunya bertajuk Katla di gelaran Senayan City Fashion Nation pada 27 September 2025. Fashion show yang juga menghadirkan penampilan dari grup band Ten2fiveband dan Dea Rizkita ini mengusung pesan yang kuat, menemukan cahaya saat hidup terasa paling gelap. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi penggerak perspektif baru bagi para pelanggan setia Kami. yang dikenal sebagai Kami. People.

    Didirikan oleh Nadya Karina, Istafiana Candarini, dan Afina Candarini, brand Kami. dikenal dengan ciri khas busana modest yang nyaman untuk dipakai sehari-hari. Istafiana Candarini, atau akrab disapa Irin, mengungkapkan bahwa koleksi Katla mengangkat penggunaan bahan dasar yang nyaman seperti katun, sesuai dengan signature Kami.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Makna filosofis di balik nama Katla yang secara harfiah terinspirasi dari gunung berapi dan ungkapan perasaan. Katla menyimbolkan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki sisi kerapuhan, dan apa yang ditampilkan oleh manusia hanyalah sebatas permukaannya,” kata Irin.


    Irin menjelaskan koleksi Katla dibagi menjadi tiga fragmen yang akan diluncurkan secara bertahap, yaitu Katla Linear, Katla Mahika, dan Katla Dara. Filosofi ini menarik benang merah dari pesan kampanye Katla, kehidupan berat akan jadi lebih baik.

    Ia menuturkan koleksi ini mengajak untuk menerima dan merayakan kerapuhan tersebut, membentuk perspektif yang baru tentang kehidupan. Momen kebangkitan dan sisi gelap-terang yang diangkat adalah cerminan dari kisah bangkitnya seseorang setelah berulang kali menghadapi titik terendah.

    Peluncuran koleksi Katla ini direncanakan berlangsung secara bertahap pada September, Oktober, dan November 2025. Fragmen pertama, Katla Linear, yang ditampilkan di Fashion Nation Senayan City merupakan awal dari perjalanan Katla, menampilkan gaya yang lebih silent and expression dalam menyikapi kehidupan dengan harapan.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Dok. Kami.

    Sementara itu, Katla Mahika dijadwalkan rilis pada Oktober 2025. Puncak koleksi, Katla Dara, akan hadir pada November 2025 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Harapannya, koleksi ini akan memproyeksikan wanita sebagai pahlawan yang tetap kuat dan sesuai dengan brand value Kami.

    Koleksi terbaru Kami. ini mencakup berbagai jenis pakaian mulai dari kerudung, tunik, kemeja, hingga dress, dengan rentang harga yang terjangkau, dimulai dari Rp 379.000 untuk kerudung hingga Rp 949.000 untuk dress termahal. Untuk koleksi Katla Linear, terdiri dari dua dress, satu tunik, sembilan top, dan dua celana. Kami. juga memperkenalkan pembaruan material seperti bahan menyerupai polo dengan pattern linear yang akan dirilis sekitar minggu kedua Oktober 2025.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Vivi Zubedi, BNB, Mayyech Konsisten Tonjolkan Koleksi Monogram dan Monokrom

    Jakarta

    Panggung Fashion Nation Senayan City kembali menjadi saksi evolusi modest fashion Indonesia yang kian berani dan visioner. Tahun ini, ISSA Group yang menaungi tiga brand dengan karakter kuat-ViviZubedi, Brand No Brand New York (BNB), dan Mayyech-menyajikan koleksi bertajuk Synthesis.

    Sesuai namanya, koleksi ini menampilkan perayaan visi, identitas, dan gaya yang berbeda namun bersatu padu dalam satu tema besar. Desainer sekaligus CEO ISSA Group, Vivi Zubedi, menegaskan bahwa Synthesis adalah upaya untuk menggabungkan tiga karakter brand yang memiliki ciri khas masing-masing, namun konsisten menonjolkan elemen kunci seperti monogram, siluet, dan warna.

    “Hari ini ada ViviZubedi, Mayyech dan Brand No Brand. Tetap seperti dari tahun ke tahun, kita tetap mengedepankan ciri khas masing-masing (brand), dengan monogram, siluet, dan warnanya. Konsep keseluruhan hari ini adalah synthesis,” ungkap Vivi Zubedi saat ditemui Wolipop di Senayan City, Jakarta.


    Brand naungan ISSA Group, Vivi Zubedi, BNB, & Mayyech konsisten tonjolkan monogram & monokrom bertajuk Synthesis di Senayan Fashion Nation.Brand naungan ISSA Group, Vivi Zubedi, BNB, & Mayyech konsisten tonjolkan monogram & monokrom bertajuk Synthesis di Senayan Fashion Nation. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Tema Synthesis dipilih karena menggambarkan perpaduan tiga brand dengan karakter berbeda-luxury (ViviZubedi), casual (BNB), dan simplicity (Mayyech). Koleksi ini didominasi warna hitam dengan penekanan kuat pada loose cutting, mencakup berbagai item mulai dari blouse, long outer, blazer, hingga dress dan bottoms.

    “Koleksinya bernama Synthesis, kita membawa tiga brand. Mengapa memilih tema ini? Karena keseluruhan membawa tiga brand jadi kita menggabungkan antara tiga brand yang mempunyai karakternya masing-masing,” jelas Vivi.

    Sebagai brand utama, ViviZubedi yang didirikan oleh Filza Mar’I Isa az-Zubedi, konsisten menyajikan busana muslim premium, terutama abaya yang identik dengan potongan lebar dan nyaman dengan sentuhan modern Timur Tengah. Dalam koleksi Synthesis, ViviZubedi memilih untuk menonjolkan detail monogram yang elegan dan kental dengan nuansa glamour dan luxury.

    Karakteristik busana ViviZubedi idealnya menggambarkan sosok wanita yang kuat, bold, dan elegan lewat potongan yang longgar (loose cutting). Tak hanya busana, ViviZubedi juga melengkapi koleksinya dengan produk pendukung seperti tas, hijab, hingga aksesori kacamata, membentuk total look yang statement.

    Berbeda dengan ViviZubedi yang menonjolkan detail monogram yang ramai, brand Mayyech hadir dengan ciri khas simplicity, elegance, dan feminin. Koleksinya bermain dengan potongan loose dan material polos yang didominasi palet monokrom. Koleksi terbaru Mayyech menggunakan aksen Swarovski.

    Sementara itu, Brand No Brand New York (BNB) mengambil jalur yang lebih kasual dan sehari-hari untuk gaya urban. Ciri khas utama BNB adalah penggunaan kemeja monogram dan koleksi dress monogram yang lebih santai. Melengkapi gaya ready-to-wear yang energik ini, BNB turut menyajikan koleksi pelengkap seperti hijab, tas, dan sepatu yang seluruhnya dihiasi logo BNB.

    Vivi Zubedi mengungkapkan harapannya bahwa koleksi yang mereka hadirkan setiap tahun akan menjadi tren berikutnya, menempatkan Indonesia sebagai kiblat fashion dunia, didorong oleh gebrakan desainer lokal. Untuk pasar Indonesia sendiri, Vivi melihat bahwa abaya, gamis, dan long outer masih menjadi primadona dalam modest fashion. Khusus untuk koleksi Synthesis kali ini, Vivi menekankan adanya permainan monogram dan monokrom yang lebih dominan, menjadi perubahan signifikan dari koleksi tahun sebelumnya yang menonjolkan animal print.

    “Saya berharap setiap tahun yang kita keluarkan itu akan menjadi tren di tahun berikutnya. Kita lihat lah bagaimana penerimaan marketnya. Inspirasi desain dari macam-macam. Masing-masing brandnya itu kan sudah ada pakemnya, jadi permainan pattern yang sudah ada. Pilihan bahannya juga variatif. Harapannya koleksi ini dapat diterima luas oleh masyarakat dan menjadi koleksi primadona pecinta modest fashion di Indonesia,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 8 Gaya Hijab Angbeen Rishi Saat Umrah, Curhat Soal Hati yang Remuk

    Angbeen menutup mata sejenak di depan Ka’bah, wajahnya terlihat teduh tanpa riasan makeup. Ia curhat soal hati yang remuk. “Ya Allah utuh kan lah kembali jiwa yang hancur dan hati yang remuk…Ya Allah sembuhkan lah diri ini yang remuk berkeping-keping. Hapus kan lah segala kesedihan. Hadir kan lah kebahagiaan yang seutuhnya Ya Allah. Ya Allah Terimakasih, Sebegitu banyak aku berbuat salah. Sebegitu banyak Kau memaafkan dan mengampuni aku yaAllah. Sebegitu sedikit nya aku memohon kepada Mu, sebegitu banyak yang Kau berikan pada ku🥺🥺🥺,” tulisnya. Foto: Dok. Instagram/@angbeenrishi.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Bazar Hijab dan Modest Fashion GlamLocal di Kota Kasblanka Banjir Diskon 70%

    Jakarta

    Bagi pecinta hijab dan busana siap pakai, bazar GlamLocal tentu sudah tak asing lagi. Setelah sukses besar dengan antusiasme lebih dari 20.000 pengunjung di ICE BSD, kini GlamLocal kembali digelar dengan konsep yang lebih segar dan lokasi yang strategis, di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

    Rizky Azhar sebagai koordinator GlamLocal menuturkan, bazar kali ini menawarkan promo super menggiurkan up to 70% dan harga mulai dari Rp 30 Ribu. Ada hijab, inner hijab, obi belt motif kekinian dan aneka manset yang banting harga.

    Selain diskon besar, ada juga berbagai produk GlamLocal untuk jastip (jasa titip) dan merchandise khusus. Rizky menambahkan bahwa segmentasi bazar ini sengaja dinaikkan untuk menyesuaikan dengan lokasi mal dan permintaannya.


    Bazar hijab dan modest fashion, GlamLocal digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di Mall Kota Kasablanka. Ada diskon 70% mulai dari harga Rp 30 Ribu.Bazar hijab dan modest fashion, GlamLocal digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di Mall Kota Kasablanka. Ada diskon 70% mulai dari harga Rp 30 Ribu. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Kurasi brand untuk bazar GLamLocal di Kota Kasablanka lebih fokus pada segmen pasar B, B+, hingga A. Bazar kali ini menampilkan brand-brand fashion, termasuk beberapa brand busana pria dan anak-anak. Antusiasme di hari pertama sudah terasa, terbukti dari antrean pengunjung yang cukup panjang, menegaskan daya tarik GlamLocal di lokasi baru ini.

    GlamLocal memiliki strategi khusus untuk menyesuaikan tipikal marketing setiap brand yang berpartisipasi. Untuk memastikan pengalaman berbelanja yang nyaman dan tidak membuat bingung, pengunjung disediakan katalog digital yang merangkum semua penawaran.

    Hal ini memungkinkan pengunjung untuk mengecek dan mengulik produk terlebih dahulu sebelum datang. GlamLocal juga memikirkan penggemar di luar kota dengan menyediakan daftar jastipers yang sudah terkurasi dan dijamin keamanannya.

    Dengan jadwal bazar yang berlangsung dari pagi hingga malam hari, Rizky Azhar menargetkan pengunjung harian bazar GlamLocal di Kota Kasblanka mencapai 8.000 orang. Pihak penyelenggara juga bekerja keras membantu tenant dalam mengatur stok agar permintaan pengunjung yang tinggi tetap dapat terpenuhi.

    Bazar GlamLocal Tak Pernah Sepi Pengunjung

    Bazar hijab dan modest fashion, GlamLocal digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di Mall Kota Kasablanka. Ada diskon 70% mulai dari harga Rp 30 Ribu.Bazar hijab dan modest fashion, GlamLocal digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di Mall Kota Kasablanka. Ada diskon 70% mulai dari harga Rp 30 Ribu. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Hari pertama bazar GlamLocal di Kota Kasablanka, Wolipop melihat pengunjung sudah memenuhi area bazar. Ada juga para jastip yang sibuk mengabadikan foto dari produk masing-masing brand.

    Dari segi tata letak, wanita yang akrab disapa Kiky itu menuturkan bazar GlamLocal kali ini menampilkan lay out yang berbeda atas permintaan pihak mall, yang menginginkan booth dengan desain yang lebih menarik dan estetis. Sebanyak 20 brand partner yang sudah sering berpartisipasi kembali hadir, sementara sisanya dirotasi.

    Mengingat lokasi yang dekat dengan perkantoran, GlamLocal berfokus untuk memperbanyak koleksi office look. Untuk menjaga traffic pengunjung tetap ramai, GlamLocal mengadakan berbagai program interaktif, seperti memberikan merchandise, mengumpulkan tote bag, dan mengadakan challenge dengan hadiah khusus yang akan diumumkan pada akhir tahun.

    Mereka juga aktif berkolaborasi dengan KOL(Key Opinion Leader) dari skala nano hingga mikro, serta mendukung tenant untuk membuat konten promosi. Pendaftaran tenant sendiri selalu terbuka untuk publik dan diumumkan secara rutin di Instagram.

    Bagi para pemilik brand, bazar GlamLocal selalu menjadi ajang peluncuran koleksi eksklusif. Spesial hanya di bazar ini, Kamila Wadrobe meluncurkan koleksi terbarunya yang bernama “Alur Series,’ berupa blouse dengan beragam pilihan warna.

    Brand Davelline turut memanjakan pengunjung dengan diskon hingga 50% dan paket bundling Rp 250 Ribu untuk 3 piecces produk. Tak mau ketinggalan, Atkey juga merilis koleksi terbaru selama bazar berlangsung, dengan diskon all items sebesar Rp 100 ribu dan produk eksklusif hanya tersedia di bazar.

    Brand Kheva Mauza juga memilih GlamLocal sebagai tempat untuk meluncurkan koleksi terbarunya. Dengan semua penawaran dan koleksi spesial ini, koordinator Rizky Azhar berharap GlamLocal akan semakin dikenal luas di area Jabodetabek, memastikan setiap pengunjung dan jastip mendapatkan pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Bazar Hijab dan Modest Fashion Rendevous Market Diskon 70% di AEON BSD

    Jakarta

    Para pecinta modest fashion di Tangerang dan sekitarnya bersiaplah! Bazar hijab dan modest fashion yang paling dinantikan, Rendezvous Modest Market, kembali hadir di AEON Mall BSD City, Lantai Dasar, Main Atrium, mulai 1 hingga 5 Oktober 2025.

    Acara ini menjadi destinasi wajib untuk mendapatkan baju favorit kamu dan keluarga dengan potongan harga hingga 70%. Menghadirkan 46 brand busana siap pakai ternama mulai dari fashion dewasa hingga anak-anak, Rendezvous Modest Market menjanjikan pengalaman belanja akhir tahun yang efisien dan menguntungkan, terutama bagi kamu yang mencari busana casual dan oversized yang sedang diminati.

    Menurut Eras Pragitha, Head Creative Rendezvous Modest Market, acara kali ini secara khusus diadakan sebagai ajang sale produk akhir tahun bagi brand peserta, di mana mereka menghabiskan sisa produksi dengan diskon yang sangat besar.


    Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik.Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik. Foto: Gresnia/Wolipop

    “Untuk season kali ini, produk fashion modest sudah memasuki diskon besar dan mengeluarkan sisa produksi. Kita adain bazar lagi untuk sale produk akhir tahun mereka,” jelas Eras.

    Bazar ini menghadirkan brand-brand yang sudah dikenal secara daring seperti Gamaleea, Giyomi, Oclo, Atkey, Leviora, Seia, Rich Dept, Kheva Mauza, Yellowfacy, Beanca, Kallia Label hingga Omara.

    Kurasi brand difokuskan pada modest fashion dengan target usia 24-40 tahun, dengan model yang lebih kasual dan polosan, mencakup hijab square hingga instan. Untuk menarik pengunjung, diskon yang ditawarkan benar-benar fantastis, mulai dari Rp35 ribu dengan penawaran item tas dan sepatu yang lebih bervariasi dari acara sebelumnya.

    Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik.Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik. Foto: Gresnia/Wolipop

    Berbagai penawaran flash sale pun tersedia, seperti Giyomi, Yellowfacy, dan Omyka yang menawarkan semua item Rp99 ribu-an atau Leviora dengan tagline “Everything 70 Ribu”. Jangan lewatkan item serba Rp100.000-an dari Giyomi, serta harga merakyat Rp 99.000 untuk semua item dari Yellowfacy dan Omyka.

    Sementara itu, Beeanca menawarkan koleksinya mulai dari Rp 80.000, dan kamu bisa mendapatkan hampir semua produk Leviora dengan harga flat Rp 70.000. Bagi kamu yang mencari koleksi terbaru, Gamaleea turut hadir, dibanderol mulai dari Rp 200.000.

    Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik.Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik. Foto: Gresnia/Wolipop

    Untuk masuk ke area bazar, pengunjung diberikan akses Gratis dengan syarat hanya mengikuti (follow) akun Instagram @rendezvous.modestmarket. Pihak penyelenggara juga mengimbau pengunjung untuk mempersiapkan pembayaran non-tunai seperti handphone dan kartu debit, dan mematuhi beberapa aturan, termasuk larangan membawa makanan/minuman berwarna dan merokok di area bazar.

    Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik.Bazar hijab dan modest siap pakai, Rendesvous Market digelar mulai dari 1-5 Oktober 2025 di AEON Mall BSD City. Ada diskon 70% yang menarik dan banyak promo menarik. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kisah Wanita Sarjana Peternakan Sukses Bangun Brand Busana dan Hijab Anak

    Jakarta

    Siapa sangka, seorang hijabers lulusan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran justru menemukan jalannya di dunia bisnis fashion muslim anak. Ia membuktikan bahwa keberanian untuk mulai bisa membuka jalan menuju kesuksesan.

    Berawal dari kebutuhan sederhana, ia berani melangkah merintis bisnis meski dengan modal terbatas, hingga kini karyanya dikenal luas. Ialah Swistya Ardiana atau akrab disapa Tya yang awalnya tak menyangka akan terjun ke dunia fashion muslim anak.

    Tya mulai merintis bisnis pada 2016, berawal dari keinginan sederhana untuk menyediakan busana dan hijab yang nyaman bagi anak-anaknya. Kala itu, ia melihat minimnya pilihan pakaian hijab yang kasual, dinamis, dan sesuai kebutuhan anak aktif.


    Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak.Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak. Foto: Dok. pribadi Swistya Ardiana

    “Sempat vakum 1,5 tahun karena merasa perlu mempelajari detail pola dan jahitan terlebih dahulu, lalu saya melanjutkan lagi sampai sekarang. Awalnya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak saya yang ingin berjilbab sejak kecil. Bersekolah di sekolah Islam Terpadu, dan melihat aktivitas bundanya sehari-hari dengan hijab, membuat mereka ingin mulai berhijab,” ungkap Tya saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini di Senayan City, Jakarta Selatan.

    Saat itu, Tya mengaku kesulitan menemukan daily outfit yang nyaman untuk anaknya. Dari keresahan itu, lahirlah brand yang kini ditekuninya, Little Missmos.

    “Saya yakin ini adalah masalah banyak orangtua yang juga memiliki anak-anak yang mulai ingin berpakaian sopan dan berjilbab. Little Missmos hadir untuk mencoba menjawab solusi tersebut, dan Alhamdulillah saat itu sambutannya sangat baik,” jelas Tya.

    Bermodalkan keberanian, sedikit bahan baku, dan semangat belajar, Tya mulai memproduksi dalam jumlah kecil, lalu memasarkan lewat media sosial. Modal awalnya berjualan hanya cukup untuk membeli beberapa bahan baku.

    “Saya coba produksi dalam jumlah kecil dulu, lalu saya foto dan unggah di sosial media. Dari situ saya mulai belajar bagaimana mengatur keuntungan agar bisa terus berputar. Jadi, bagi saya modal awal bukan hanya soal uang, tapi juga soal keberanian untuk mulai dari kecil,” lanjut Tya.

    Perjalanan Jatuh Bangun Bisnis

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Brand Litlle Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Tya mengaku awalnya memulai bisnis seorang diri. Saat brandnya perlahan tumbuh, dia kemudian merekrut tim tak sampai tiga orang.

    “Sekarang jumlah karyawan sudah berkembang sesuai kebutuhan produksi, marketing, dan penjualan. Jadi, jumlah tim memang naik turun menyesuaikan kondisi, tapi yang pasti perlu tetap ditanamkan semangat untuk tumbuh bersama,” jelasnya.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Ia melihat peluang karena sesuai dengan target pasar yang ingin ditujunya. Seiring berjalannya waktu, Tya bertemu banyak teman di komunitas-komunitas yang membuatnya paham langkah demi langkah apa yang perlu ditempuh untuk membuat Little Missmos terus bertumbuh.

    Perjalanan membangun Little Missmos tentu tidak selalu mulus. Tya menghadapi beragam tantangan. Namun, ia memilih untuk fokus mencari solusi satu per satu. Diskusi dengan komunitas bisnis, mentor, hingga tim internal menjadi kunci baginya untuk tetap adaptif dan menemukan jalan keluar di tengah ketidakpastian.

    “Satu hal yang mungkin akhirnya saya sadari penuh, menjalankan sebuah bisnis dari nol dengan tujuan ingin terus bertumbuh adalah bahwa di setiap langkahnya berisi tantangan demi tantangan. Mulai dari gagal produksi saat cashflow sedang tidak baik-baik saja, tiba-tiba ditinggal karyawan saat kerjaan sedang banyak-banyaknya, produksi banyak tanpa perhitungan pasti yang akhirnya tidak diserap pasar, atau sebaliknya produksi sedikit ternyata permintaan sangat tinggi sehingga bagian produksi perlu mengejar kekurangan secepat mungkin, dan masih banyak hal-hal tidak terduga lainnya,” ungkap Tya.

    Dalam menghadapi tantangan atau masalah, Tya memecahnya menjadi bagian-bagian kecil agar tidak kewalahan. Strategi ini membantunya lebih fokus menemukan solusi yang realistis dan terukur.

    “Dengan memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil, saya bisa fokus mencari solusi yang realistis. Tidak jarang saya berdiskusi dengan sesama pelaku bisnis, mentor, atau bahakan cukup dengan tim internal untuk mendapatkan banyak sudut pandang tentang masalah yang saya hadapi. Karena bisnis selalu berubah, saya belajar untuk adaptif. Kalau satu cara tidak berhasil, saya mencoba mencari cara lain,” terangnya.

    Pandemi menurutnya menjadi salah satu ujian berat dalam menjalani bisnis. Penjualan brandnya sempat menurun drastis karena perubahan perilaku konsumen dan channel penjualan online yang berkembang pesat. Meski sempat hampir mati suri, Little Missmos bangkit kembali berkat momentum Lebaran.

    “Ternyata bagaimanapun kondisi sosial distancing saat itu, lebaran tetap menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia untuk membeli baju baru, penjualan Little Missmos kembali meningkat, dan kembali memililiki bahan bakar untuk berjalan lagi, sambil terus beradaptasi dengan chennel pernjualan online yang dinamis,” lanjutnya.

    Dari situ, Tya belajar pentingnya menjaga keuangan sehat, fleksibel terhadap tren pasar, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan agar bisnis tetap bertahan. Hingga kini, Tya konsisten memproduksi produk untuk busana dan hijab untuk anak. Selain itu, ia juga merambah produk khusus untuk wanita dewasa dengan brand swistya.label.

    Fashion Show Perdana

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Little Missmos tampil di panggung besar Fashion Nation Senayan City, event tahunan bergengsi yang kali ini berkolaborasi dengan Kelas Modeling. Dalam kesempatan spesial ini, Tya mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk “Pastel Parade”, sebuah rangkaian busana modest untuk anak-anak perempuan yang ingin tampil cantik, casual, nyaman, sekaligus sopan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama Little Missmos melakukan fashion show, dan langsung di panggung besar, rasanya luar biasa,” ujar Tya.

    Koleksi Pastel Parade hadir untuk mematahkan stigma bahwa busana modest anak terasa ribet dan membatasi gerak. Dengan potongan yang lebih loose namun tetap rapi, ditambah sentuhan palet pastel yang lembut, setiap outfit memberi kesan ringan, ceria, dan membuat anak lebih percaya diri. Bagi Tya, koleksi ini bukan sekadar busana, melainkan selebrasi kecil untuk hari-hari penuh keceriaan anak-anak.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Meski persiapannya terbilang singkat, hanya sekitar satu bulan, Tya dan tim tetap optimis koleksi ini bisa menjadi jawaban kebutuhan fashion anak berjilbab yang sopan tapi tetap menyenangkan.

    “Awalnya sempat gugup karena ini fashion show pertama kami, apalagi skalanya besar. Tapi Alhamdulillah tim Fashion Nation dan Kelas Modeling banyak membimbing, sehingga prosesnya terasa lebih mudah dijalani,” ungkapnya.

    Dalam pagelaran ini, Little Missmos menampilkan tujuh koleksi, yang terdiri dari atasan, long dress, celana hingga rok. Inspirasi desainnya berangkat dari pengalaman pribadi Tya sebagai ibu yang sering kesulitan menemukan outfit sopan, nyaman, dan tetap fashionable untuk anak-anaknya. Dari situlah lahir ide menghadirkan pilihan modest fashion anak yang ringan dipakai, tapi tetap manis dan ceria.

    Lewat koleksi ini, Tya berharap Little Missmos semakin dikenal luas, khususnya sebagai brand yang menghadirkan busana cantik, sopan, dan menyenangkan bagi anak-anak perempuan. “Semoga koleksi ini bisa membuat anak merasa bahagia dengan outfitnya, bebas bergerak, sekaligus tetap anggun,” harapnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Tips Main Padel Anti Gerah untuk Hijabers dari Putri Delina hingga Dinda Hauw

    Jakarta

    Padel, olahraga raket yang memadukan tenis dan squash, kini menjadi tren baru di kalangan selebriti, tak terkecuali bagi mereka yang berhijab. Bagi para hijabers, menemukan kenyamanan dan gaya saat berolahraga seperti padel seringkali menjadi tantangan tersendiri.

    Saat ditemui Wolipop usai mengikuti permainan padel, sejumlah selebriti hijab seperti Putri Delina, Anisa Rahma, hingga Dinda Hauw membuktikan bahwa hijab bukan penghalang untuk di lapangan padel.

    Putri Delina mengungkapkan alasan menekuni olahraga padel yang cocok bagi dirinya. “Aku ikut padel setelah bulan puasa habis itu rutin main padel. Jujur pertama kali happy banget karena baru menemukan hobi ih ini aku suka deh. Badminton atau tenis itu kayaknya belum cocok di aku. Pas di padel yes ini aku banget,” ungkap Putri kepada Wolipop saat ditemui di Satu Padel Tournament, di The Raquette Temple, Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (7/10/2025).


    Untuk mengatasi masalah kenyamanan saat bermain, anak kedua dari pelawak Sule ini mengungkapkan teknik olahraga padel yang bisa diikuti. Supaya nyaman saat bermain padel, Putri mengatakan perhatikan busana yang dipakai.

    “Biar nyaman sebagai hijabers, yang pasti pakaian dulu apalagi yang hijab-an tergantung orangnya pakai seperti apa. Kalau bagi aku bajunya harus yang nyaman. Kalau aku suka pakai hijab bahan paris,” jelasnya.

    Pengalaman serupa dirasakan oleh Anisa Rahma yang mulai rutin bermain padel sejak Juli 2025. Selain membuat badan sehat, Anisa menilai padel adalah olahraga yang menyenangkan karena menggunakan taktik, mengasah kecerdasan dan bisa menjalin koneksi dan bisnis.

    Padel menjadi motivasi bagi Anisa untuk bergerak aktif setelah sempat merasa malas olahraga di gym atau rumah. Sebagai seorang hijabers, tips utama yang diberikan Anisa adalah memilih outfit yang gampang menyerap keringat dan busana yang tidak membentuk tubuh.

    “Yang penting itu pakai outfit yang gampang menyerap keringat. Pilih busana yang nggak membentuk tubuh jadi kita tetap nyaman beraktivitas dan jadi bebas bergerak,” ucap Anisa.

    Sementara itu, Dinda Hauw melihat padel sebagai sarana untuk melatih mental. Meski belum rutin, Dinda menekankan pentingnya pemilihan bahan yang tepat karena padel adalah olahraga kardio yang memicu banyak keringat. Ia merekomendasikan bahan dry fit untuk meminimalisir rasa gerah.

    “Kalau nyaman main padel aku suka yang menyerap keringat yang bahannya katun dan hijab khusus olahraga. Karena ini kan kardio ya. Jadi benar-benar keringetan banget dan pilih bahan yang dry fit,” tuturnya.

    Selebgram hijab Antik Arifani ikut membagikan tips nyaman bagi wanita muslimah yang tertarik olahraga padel. Menurut Antik, busana olahraga ideal harus memiliki beberapa kriteria utama, di antaranya bagian belakang tertutup, berbahan ringan, dan dilengkapi ritsleting di bagian depan untuk kemudahan.

    “Pilih bahan yang nggak bikin gerah. Yang penting nyaman dan percaya diri untuk meminimalisir bagian yang menyeplak karena keringat kalau bahannya tipis,” tuturnya.

    Untuk rekomendasi bahan, Antik menyarankan parasut, jersey, dan airflow. Ia menyebut bahwa kini sudah banyak merek hijab yang mengeluarkan produk dari bahan-bahan tersebut yang memang nyaman dipakai untuk berolahraga.

    Tak hanya atasan, Antik juga memperhatikan detail lain. Ia memilih sepatu tenis dan celana cutbray olahraga berpotongan highwaist yang tidak ketat di bagian bawah. Sementara untuk atasan, ia memilih warna cerah atau gelap yang ringan agar keringat tidak terlalu terlihat.

    Antik juga membagikan tips spesifik tentang hijab dan inner. Salah satu kunci kenyamanan adalah inner hijab. Inner yang baik harus memiliki daya serap tinggi, tidak gatal, dan nyaman saat berolahraga.

    “Inner bahan airsm kalau keringetan. Salah satu yang terpenting bagi hijabers itu inner karena kita kan berkeringat, apalagi rambut dikuncir,” jelasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kisah Wanita Dulu Kelaparan, Kini Pemilik 36 Agensi Model di Indonesia

    Jakarta

    Kilauan lampu panggung Senayan City, menyambut langkah percaya diri para model dalam ajang tahunan Fashion Nation. Namun, sorotan utama saat itu tak hanya jatuh pada koleksi busana ternama, melainkan juga pada sosok di balik barisan model berbakat: Aulia Zizi, yang dikenal dengan akun @zizisujarwanto.

    Siapa sangka, di balik kesuksesan pementasan perdana agensi modelnya, Kelas Modeling.id, tersimpan sebuah kisah perjuangan seorang mahasiswi yang pernah hidup pas-pasan. Aulia yang mengawali karier dari model hijab kini menjadi mentor bagi ratusan talenta muda di Tanah Air.

    Perjalanan Aulia bukanlah karpet merah. Jauh sebelum namanya dikenal sebagai pemilik agensi dengan 36 cabang, ia adalah seorang mahasiswi perantauan dengan mimpi besar dan anggaran hidup yang minim. Aulia mengawali kariernya dengan menjajal dunia modeling, fokus pada busana muslim dan hijab, demi menyambung hidup di perantauan.


    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Ia tak malu mengakui masa-masa ngekos dengan biaya seadanya, sebuah periode yang justru menempanya menjadi pribadi yang ulet. Pengalaman pahit manis sebagai model inilah yang memberinya pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan tantangan para model modest fashion, sekaligus memicu ide untuk menciptakan platform yang lebih baik. Seperti apa perjalanannya?

    Kehidupan Awal Rintis Karier

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Foto Aulia Zizi sebagai pemilik Kelas Modeling.id yang tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Aulia Zizi mengaku pernah kuliah di Universitas Negeri di Jakarta, jurusan kimia murni. Dia tidak ada latar belakang model sama sekali.

    “Kalau memang menekuni dunia model itu saya pernah mengikuti kelas, ikut lomba, pernah ikut fashion show dan menang lomba. Sampai sekarang pun saya masih menjadi model,” kata wanita yang akrab disapa Zizi itu kepada Wolipop baru-baru ini.

    Ia mengaku kini sudah mulai mengurangi jadwalnya bekerja sebagai model karena ingin meregenerasi. Pada saat masih kuliah, ia mulai berpikir sampai kapan akan menjadi model.

    “Saya mikir regenerasi adalah hal yang paling penting. Semua brand juga ceritanya sama kepengen wajah baru, talenta baru yang segar. Jadi, dari situ lah saya terinspirasi untuk regenerasi,” ungkapnya.

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Kelas Modeling.id ia bangun pada Maret 2019. Saat itu Zizi tidak mempunyai bekal untuk bertahan hidup. Sebagai anak kos, dia bahkan pernah kelaparan karena belum ada uang untuk membeli makan.

    “Cerita membentuknya karena saya tidak makan di kosan. Saya perantauan dan tinggal sendiri. Biasanya kalau modeling itu lama cair uangnya. Saya tidak bisa makan,” kenang Zizi.

    “Saya ingat betul kalau kita ngekos, itu kan ada kulkas untuk bareng-bareng. Dan itu ada satu telur, saya lupa itu punya saya atau orang lain? Ya sudah deh, saya makan dulu karena saya tidak punya uang sama sekali,” lanjut Zizi seraya mengingat masa lalunya.

    Saat uang menjadi model sudah cair, ia langsung mengganti telur yang sudah dimakannya. Dia membeli satu kilogram telur untuk dikonsumsi oleh penghuni kos lainnya.

    “Jadi, dari situ saya tidak bisa mengandalkan bakat saya saja. Karena memang namanya model tentunya bersaing secara sehat dan banyak sekali talenta baru dan regenerasi. Kenapa kita mau jadi pesaing kalau kita bisa menjadi yang memproduksinya,” terang Zizi.

    Ia berpikir untuk mengubah hidupnya dengan memulai menjadi mentor untuk yang mau belajar seputar dunia model. Saat itu pemilik kelas model yang menggandengnya sebagai mentro membuka satu batch kelas saja.

    “Saya bilang kenapa tidak dilanjutkan padahal peminatnya ramai dan ownernya pekerja kantoran dan sampai saat ini masih keep in touch sama dia,” ujar Zizi.

    Wanita berhijab ini mengaku pemilik kelas sebelumnya sedang sibuk dengan pekerjaan di kantor dan tak mau melanjutkan bisnis tersebut. Zizi pun meminta izin untuk membuka kelas modelling sendiri.

    Ia masih ingat persis awal membuka Kelas Modeling.id merekrut 10 orang wanita. Mendapatkan antusias dari pelanggan dan peminatnya semakin banyak, Zizi pun memutuskan untuk membuka kemitraan.

    “Saya membuka kemitraan di tahun 2023. Kita membuat sistem kemitraan dan Alhamdulillah ternyata banyak sekali yang mau bermitra dengan kita hingga kita bisa mempunyai cabang 36 di seluruh Indonesia,” ucapnya haru.

    Mulai dari Surabaya, Malang, Bandung, Jakarta, hingga Balikpapan kelas Modeling. id juga mempunyai model yang biasa tampil di runaway dengan tinggi badan 170 cm ke atas.

    “Saya pernah mengirim ke Tokyo Fashion Festival. Itu mereka bisa dipakai untuk internasional, tapi tidak menutup kemungkinan juga jika ada brand luar yang mencari model yang beragam. Terutama brand negara tetangga,” jelasnya.

    Menurut pandangan Zizi, brand terkemuka yang ada di luar negeri mulai melirik potensi model yang ada di Indonesia, karena mempunyai kulit yang eksotis.

    “Karena kita itu punya ciri khas kalau mau dibawa ke kancah internasional. Hanya kurang digenjot dan butuh lebih banyak platform yang mendukung talenta muda untuk berkembang,” terang Zizi.

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Bertaburan agensi model di Tanah Air, Zizi menuturkan perbedaan dengan agensi model lainnya. Agensinya tidak menetapkan syarat tinggi badan dan usia. Mulai dari usia lima tahun hingga pensiunan PNS pernah menjadi model di agensinya.

    “Yang kita tahu, model itu kan dilihatnya harus tinggi dan kurus. Sedangkan skintone kita itu beraneka ragam yang cantik. Bentuk badan juga berbeda-beda. Dan selama ada jiwa bakat dan jiwanya di model kenapa tidak?” jawab Zizi.

    Kelas Modeling Perdana Ikut Fashion Nation

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Aulia Zizi merasa terharu dan tak henti bersyukur bisa menjadi bagian dari acara tahunan fashion show Senayan City. Ia mengajak 52 model, mulai usia lima tahun hingga 30 tahun.

    “Jadi yang mau dihightlight di acara ini kalau tagline kita itu Everyone Can Be a Model. Makanya hari ini acaranya itu namanya adalah Kelas Modeling Runaway Celebration,” ucap Zizi.

    Zizi menuturkan arti dari tema tersebut merupakan semua orang bisa menjadi model. Ada yang badannya kecil, ada yang sudah mature, tidak tinggi, petite, ada yang tinggi dan curvy.

    “Mereka adalah peserta dari setiap batch atau angkatan setiap cabang dan itu dikurasi berdasarkan absensi, progres setiap hari di kelas, dan terpilih lah best student. Ada proses interviewnya juga,” tutur Zizi panjang lebar.

    Zizi berharap agensi modelnya bisa menjadi batu loncatan bagi anak-anak yang benar-benar punya potensi di dunia modeling dan hiburan. “Kita berkomitmen ingin terus ikut fashion show setiap tahun, atau bahkan satu tahun bisa dua-tiga kali, karena kami punya banyak sekali talenta berbakat,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Brand Syari Si.Se.Sa. Rilis Abaya Harga Terjangkau Lewat Koleksi Basic

    Jakarta

    Merek busana syari terkemuka, Si.Se.Sa., membuat gebrakan dengan memperkenalkan identitas dan lini produk terbarunya, Si.Se.Sa Abaya, Si.Se.Sa Basic, dan Si.Se.Sa Black. Koleksi terbaru yang menyuguhkan pilihan dengan harga lebih affordable dan simple ini diluncurkan melalui konsep unik “Sisesa Village” dalam rangkaian Pop Up Store. yang dibuka di Food Society A, Mall Kota Kasablanka (13-19 Oktober 2025).

    Tiga lini terbaru ini menjadi jawaban Si.Se.Sa. untuk wanita muslim yang aktif, kreatif, dan mencari busana syar’i dengan kualitas premium. “Hari ini spesial untuk koleksi baru, kami mau kasih yang terbaru dan ada tiga brand baru,” ungkap Siriz Tentani, salah satu pendiri Si.Se.Sa.

    Brand hijab dan busana muslim syari, Si.Se.Sa memperkenalkan lini brand terbaru, yaitu Si.Se.Sa Abaya, Si.Se.Sa Basic danSi.Se.Sa Black melalui Pop Up Store yang ada di Food Society A, Mall Kota Kasablanka mulai hari ini 13-19 Oktober 2025.Brand hijab dan busana muslim syari, Si.Se.Sa memperkenalkan lini brand terbaru, yaitu Si.Se.Sa Abaya, Si.Se.Sa Basic danSi.Se.Sa Black melalui Pop Up Store yang ada di Food Society A, Mall Kota Kasablanka mulai hari ini 13-19 Oktober 2025. Foto: Gresnia/Wolipop


    Senaz Nasansia menambahkan bahwa Pop Up Store ini dirancang dengan konsep “Sisesa Village” untuk memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda dan lebih intim kepada pelanggan. “Ada experience di rumah yang berbeda. Untuk koleksinya sudah komplit, ingin memberikan experience-nya berbeda-beda dari segi berbelanja,” jelas Senaz.

    Brand hijab dan busana muslim syari, Si.Se.Sa memperkenalkan lini brand terbaru, yaitu Si.Se.Sa Abaya, Si.Se.Sa Basic danSi.Se.Sa Black melalui Pop Up Store yang ada di Food Society A, Mall Kota Kasablanka mulai hari ini 13-19 Oktober 2025.Brand hijab dan busana muslim syari, Si.Se.Sa memperkenalkan lini brand terbaru, yaitu Si.Se.Sa Abaya, Si.Se.Sa Basic danSi.Se.Sa Black melalui Pop Up Store yang ada di Food Society A, Mall Kota Kasablanka mulai hari ini 13-19 Oktober 2025. Foto: Gresnia/Wolipop

    Si.Se.Sa Basic, seperti yang dijelaskan oleh Sansa Enanderan, menawarkan siluet basic dan simple dengan potongan loose. Koleksinya menggunakan bahan bertekstur dan nyaman dalam pilihan warna netral dan earth tone.

    Sementara itu, Si.Se.Sa Abaya berfokus pada cutting abaya yang loose, dilengkapi dengan banyak outer sehingga memudahkan padu padan. Bagian dalamnya bisa dipasangkan dengan wide pants atau one piece dress.

    Lini ketiga, Si.Se.Sa Black, dikembangkan berdasarkan respons pelanggan terhadap koleksi Si.Se.Sa berwarna hitam. “Si.Se.Sa Black, kan kalau kita keluarkan warna hitam selalu laku. Benar-benar tidak usah bingung karena kita perlu warna hitam,” kata Sansa.

    Brand hijab dan busana muslim syari, Si.Se.Sa memperkenalkan lini brand terbaru, yaitu Si.Se.Sa Abaya, Si.Se.Sa Basic danSi.Se.Sa Black melalui Pop Up Store yang ada di Food Society A, Mall Kota Kasablanka mulai hari ini 13-19 Oktober 2025.Brand hijab dan busana muslim syari, Si.Se.Sa memperkenalkan lini brand terbaru, yaitu Si.Se.Sa Abaya, Si.Se.Sa Basic danSi.Se.Sa Black melalui Pop Up Store yang ada di Food Society A, Mall Kota Kasablanka mulai hari ini 13-19 Oktober 2025. Foto: Gresnia/Wolipop

    Lini ini memiliki detail list dan renda, serta menggunakan bahan premium seperti crepe, chiffon, katun linen, kaus , knit, dan brokat. Khususnya untuk koleksi Basic, Senaz menjelaskan bahwa lini ini hadir dengan harga lebih affordable dan simple karena tidak mengeluarkan khimar dan french khimar. Harganya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 Juta.

    Siriz berharap Si.Se.Sa dapat lebih diterima oleh seluruh masyarakat, dari mulai proses berhijab hingga syari, serta menjangkau segala komunitas dan kalangan ekonomi. “Insya Allah, teman-teman bisa lebih senang dan biasanya yang suka simple, earth tone, dan tetap syari,” tutup Siriz.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com