Blog

  • Nina Nugroho RIlis Busana Kerja Motif Batik Lung-lungan di In2Motion Fest

    Jakarta

    Nina Nugroho, jenama busana muslimah yang fokus pada segmen profesional, memperkenalkan koleksi terbarunya di Indonesia International Modest Fashion Festival (In2motion Fest) 2025. Nina Nugroho meluncurkan koleksi bertajuk Silfira, yaitu Silent Fire, sebuah persembahan yang merayakan kekuatan, keanggunan, dan keberdayaan seorang wanita.

    Filosofi ini diibaratkan pada wanita berdaya, ada keanggunan dalam ketenangan dan keberanian yang menjadi daya tarik utama. Silfira merepresentasikan wanita yang kehadirannya bermakna dalam ketenangan, namun meninggalkan resonansi yang kuat-sebuah simbol “Aku Berdaya” yang terus bergerak, meninggalkan jejak tanpa harus selalu bersuara lantang.


    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    “Kami membawakan delapan koleksi busana kerja masih selalu konsisten untuk para profesional muslimah, harapannya dapat membersamai untuk pemberdayaannya. Silfira di mana akhir-akhir ini banyak kebisingan sehingga Nina Nugroho harapannya berkarya tanpa riuh selalu ada dan bersama para wanita menuju pemberdayaannya,” ucap Nina Septiana sebagai pemilik brand Nina Nugroho.

    Nina Nugroho Angkat Batik Motif Lung-lungan

    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    Dalam delapan rancangan busana yang ditampilkan, Nina Nugroho mengaplikasikan batik Yogyakarta dengan motif sulur atau biasa menyebutkan motif Lung-lungan sebagai bahan utama. Motif klasik keraton yang menampilkan sulur, daun, dan bunga yang menjalar membentuk kesatuan dan harmoni ini dipilih karena filosofinya.

    Seperti sulur yang terus tumbuh, Lung-lungan merefleksikan keberlangsungan hidup, kesadaran, dan kekuatan. Ini menjadi simbol bahwa keberdayaan wanita adalah energi yang terus mengalir, tidak terputus, dan menjadi pengikat harmoni dimana pun ia berada.

    “Motif ini terdiri dari desain sulur, bunga dan daun. Kenapa motif ini kita pilih? Karena motif ini memberikan perwakilan yang ingin Nina Nugroho sampaikan. Sulur itu kan selalu menjulur tidak berhenti bertumbuh. Bunga itu kan indah seperti wanita dan warnanya juga biru dan cokelat. Biru melambangkan ketenangan, sedangkan cokelat artinya berani kembali ke alam dimana kita berpijak,” ungkap Nina.

    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    Warna yang mendominasi koleksi Silfira kali ini adalah biru dan coklat. Biru melambangkan ketenangan jiwa dan kejernihan berpikir yang menghadirkan kesan kedalaman, keteguhan, dan kewibawaan. Sementara itu, coklat mencerminkan akar yang kuat, kestabilan, serta kedekatan dengan bumi, yang menjadi simbol kelembutan, kehangatan, dan kesederhanaan yang anggun.

    Sebagai identitas merek yang kuat, Nina Nugroho mempertahankan detail desain A line yang telah menjadi ciri khas, dilengkapi dengan piping yang memberi garis tegas dan double manset yang fungsional.

    “Koleksi ini tak lekang oleh waktu, simpel, elegan dan desain khusus untuk para profesional muslimah,” jelas Nina.

    Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA Brand Nina Nugroho hadirkan koleksi SILFIRA “Silent Fire” di IN2MOTION FEST 2025. Koleksi ini menggunakan batik motif Lung-lungan, merayakan kekuatan tenang & keberdayaan wanita profesional. Foto: Dok. Nina Nugroho

    Koleksi ini juga diperkaya dengan berbagai potongan luaran seperti long outer, cape, dan blazer, yang merepresentasikan karakter wanita profesional, tegas namun tetap elegan.

    Melalui karya ini, Nina Nugroho mengajak wanita Indonesia untuk merayakan keberdayaannya, menjadi kuat dalam ketenangan, bersinar dalam kesederhanaan, dan berdaya dalam setiap tantangan.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 13 Tahun Berkarya, Brand Modest Klamby Hadirkan Budaya Bali hingga Tomohon

    Jakarta

    Brand busana muslim Klamby, baru saja merayakan perjalanannya berkarya yang ke-13 tahun. Perayaan yang digelar di Hutan Plataran Senayan pada 17 Oktober 2025 ini tak hanya menandai usia matang Klamby di industri mode, tetapi juga menjadi penegasan identitas mereka.

    Instalasi megah dengan angka ’13 Tahun’ berwarna pink fuchsia menyambut para tamu, menciptakan suasana perayaan yang elegan sekaligus intim. Nuansa tradisional khas Indonesia terasa kental sejak langkah pertama memasuki area perayaan.

    Para pengunjung disajikan iringan musik gamelan secara langsung, yang menambah khidmat dan otentisitas acara. Konsistensi Klamby dalam menjunjung tinggi warisan Nusantara juga diwujudkan melalui sajian kuliner khas Indonesia hingga jamu tradisional yang disuguhkan kepada tamu undangan. Momen ini sekaligus menjadi panggung bagi Klamby untuk memperkenalkan koleksi terbarunya yang bertajuk 1 Nusantara 3 Warisan.


    Perayaan 13 brand hijab dan busana muslim, Klamby di Hutan Plataran Senayan (17/10/2025), mengangkat tema 1 Nusantara 3 Warisan.Perayaan 13 brand hijab dan busana muslim, Klamby di Hutan Plataran Senayan (17/10/2025), mengangkat tema 1 Nusantara 3 Warisan. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop

    1 Nusantara 3 Warisan adalah tajuk koleksi terbaru yang kembali mewujudkan DNA Klamby, mengangkat unsur budaya Indonesia. Koleksi ini melambangkan wanita yang tumbuh dengan anggun, lekat, dan memberi kehidupan di sekelilingnya.

    Selain itu, koleksi terbaru ini juga menggambarkan budaya yang menjadi identitas, warisan yang terus hidup dan diteruskan, serta menjadi simbol dari alam Nusantara sebagai sumber utama warna dan inspirasi setiap karya Klamby.

    Perjalanan brand yang didirikan oleh Nadine Gaus dan suaminya Muhammad Ridho Jufri ini, lahir dari makna satu Nusantara dan tiga Warisan, alam, budaya, dan wanita, yang menjadi tiga pilar sumber cahaya yang akan terus dijaga.

    Perayaan 13 brand hijab dan busana muslim, Klamby di Hutan Plataran Senayan (17/10/2025), mengangkat tema 1 Nusantara 3 Warisan.Perayaan 13 brand hijab dan busana muslim, Klamby di Hutan Plataran Senayan (17/10/2025), mengangkat tema 1 Nusantara 3 Warisan. Foto: Gresnia/Wolipop

    Sebagai puncak acara, Klamby menyuguhkan trunk show yang menampilkan koleksi terbarunya dengan desain otentik dan berkarakter. Sebelum trunk show, aktris senior Maudy Koesnaedi turut hadir untuk membacakan puisi penuh makna.

    Di balik lahirnya setiap helai Klamby, terdapat proses kreatif yang berawal dari sebuah pesan atau cerita yang ingin disuarakan. Prosesnya dimulai dari merumuskan pesan kampanye sebagai dasar pijakan, diterjemahkan ke dalam bahasa visual-pemilihan warna, siluet, hingga detail terkecil. Tim desain kemudian menyusun pola dan menghidupkannya dengan motif khas Klamby yang terinspirasi dari budaya, alam, dan kisah Nusantara.

    Perayaan 13 brand hijab dan busana muslim, Klamby di Hutan Plataran Senayan (17/10/2025), mengangkat tema 1 Nusantara 3 Warisan.Perayaan 13 brand hijab dan busana muslim, Klamby di Hutan Plataran Senayan (17/10/2025), mengangkat tema 1 Nusantara 3 Warisan. Foto: Gresnia/Wolipop

    “Motif bukan sekadar hiasan, melainkan penjaga cerita yang ingin terus diwariskan,” jelasnya.

    Koleksi spesial perayaan 13 tahun Klamby ini ditandai dengan rilisnya Luminara Series yang sudah mulai tersedia sejak 10 Oktober 2025. Motif Truntum di dalamnya bercerita tentang cinta yang tak pernah pudar, sedangkan motif Nitik melambangkan keteguhan dan kesabaran. Tiga belas kuntum mawar yang terselip menjadi simbol persahabatan abadi dan ungkapan terima kasih.

    Selain itu, Klamby juga menghadirkan koleksi Romely Series yang terinspirasi dari bunga Bromelia dan keramik Bali. Ada juga Floria Series yang terinspirasi dari Tomohon International Flower Festival (TIFF) di Sulawesi Utara.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 7 Gaya Skena ala Sivia Azizah Pakai Hijab Syari Kekinian, Curi Perhatian

    Gresnia Arela Febriani – wolipop

    Kamis, 23 Okt 2025 16:14 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    sivia azizah
    Gaya Sivia pakai hijab syari saat di atas panggung. Foto: Instagram@siviazizah.

    Jakarta
    Penampilan Sivia Azizah menjadi sorotan warganet saat mengisi di acara Pasar Seni ITB, Bandung, Jawa Barat. Ia memadukan hijab syari melalui penggunaan khimar yang lebar menyambung langsung dengan bagian leher atasan dengan potongan longgar.

    Dengan estetika edgy-monokrom, terutama dengan memadukannya bersama bawahan hitam longgar dan sepatu sneakers bergaya streetwear. Ia konsisten dengan palet warna gelap dan siluet oversized yang menjadi ciri khas penampilannya. Seperti apa gaya hijab Sivia yang tampil beda?

    Berikut potret gaya Sivia Azizah pakai hijab syari saat di atas panggung:

    Sivia Pakai Khimar

    Halaman 2 dari 8

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8175063″ dtr-ttl=”7 Gaya Skena ala Sivia Azizah Pakai Hijab Syari Kekinian, Curi Perhatian”>

    Sivia Pakai Khimar

    sivia azizah

    Foto: Instagram@siviazizah

    Gaya panggung yang enerjik, wanita kelahiran 14 Februari 1997 ini mengenakan hijab hoodie model khimar berwarna burgundy yang menyambung langsung dengan bagian leher atasan dengan potongan longgar.

    Sivia Mulai Konsisten Pakai Busana Syari

    Halaman 3 dari 8

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8175063″ dtr-ttl=”7 Gaya Skena ala Sivia Azizah Pakai Hijab Syari Kekinian, Curi Perhatian”>

    Sivia Mulai Konsisten Pakai Busana Syari

    sivia azizah

    Foto: Instagram@siviazizah

    Foto behind the scene atau konsep dengan pencahayaan dramatis. Ia memadukan maxi skirt hitam dan tumpuk dengan celana yang longgar senada dengan outfit Sivia. Busana ini memberikan siluet syari namun tetap memungkinkan gerak lincah di panggung, yang merupakan ciri khas gaya edgy dan streetwear Sivia.

    Gaya Sivia Penuh Eksperimen

    Halaman 4 dari 8

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8175063″ dtr-ttl=”7 Gaya Skena ala Sivia Azizah Pakai Hijab Syari Kekinian, Curi Perhatian”>

    Gaya Sivia Penuh Eksperimen

    Penampilan penyanyi Sivia Azizah konser dengan konsep skena syari.

    Foto: Dok. Instagram @siviazizah

    Sivia berada di tengah-tengah grup, tetap dengan busana panggungnya khimar marun gelap dan bawahan hitam), yang kontras dengan beberapa orang di sekelilingnya yang mengenakan busana warna putih/terang, mempertegas dominasi warna gelap dalam gayanya.

    Gaya Syari Sivia Bebas Bergerak

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”5″ dtr-id=”8175063″ dtr-ttl=”7 Gaya Skena ala Sivia Azizah Pakai Hijab Syari Kekinian, Curi Perhatian”>

    Menyapa penggemar, perpaduan Sivia ini menciptakan gaya modest yang longgar dan syar’i, namun tetap edgy dengan sentuhan streetwear yang mempermudah Sivia untuk bebas bergerak.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Ria Miranda Hadirkan Koleksi Signature 2025 Berkonsep Multi-Way Styling

    Jakarta

    Desainer Indria Miranda atau yang lebih dikenal dengan Ria Miranda, kembali memukau panggung fashion dengan koleksi terbarunya yang bertajuk Juxtaposed. Melalui peragaan busana eksklusif Fashion Soire, koleksi Musim Semi Musim Panas 2026 di bawah lini RiaMiranda Signature, Ria Miranda merayakan harmoni kontras yang ada dalam kehidupan.

    Ria Miranda menyuguhkan 32 looks busana modest yang modern dalam fashion show yang digelar di The Langham, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025). Koleksi Juxtaposed menandai fase eksplorasi baru bagi jenama yang telah 17 tahun berkarya ini.

    “Menurut aku luxury itu tidak hanya beads dan payet yang banyak, tapi soal pola yang rumit dan ada fase terbaru kalau kita itu mencoba pattern pola dan cuttingan yang cukup rumit tapi terlihat sederhana,” ungkap Ria Miranda usai ditemui fashion show.


    Model memperagakan busana koleksi Ria Miranda di Jakarta, Rabu (22/10/2025). Menurut Ria Miranda, JUXTAPOSED lahir dari kesadaran bahwa duka dan bahagia berjalan beriringan. Dari proses tersebut, ia menemukan kemewahan dan dinamika baru dalam desain.Model memperagakan busana koleksi Ria Miranda di Jakarta, Rabu (22/10/2025). Menurut Ria Miranda, JUXTAPOSED lahir dari kesadaran bahwa duka dan bahagia berjalan beriringan. Dari proses tersebut, ia menemukan kemewahan dan dinamika baru dalam desain. Foto: Andhika Prasetia

    Melalui koleksi Juxtaposed, Ria Miranda membawa interpretasi mendalam dari fase kehidupan manusia mulai dari sedih dan bahagia. Hal tersebut diaplikasikannya dengan warna hitam dan putih, transparan hingga bold serta desain dan siluet yang beragam

    Jika sebelumnya Ria Miranda identik dengan nuansa pastel dan rancangan bernuansa Minang, kali ini ia mengambil langkah berani dengan mencoba sesuatu yang lebih segar dan eksploratif. Ria memasukkan warna-warna yang lebih bold dan bahkan nuansa hitam yang sebelumnya jarang disentuh.

    “Tadi sekitar lima koleksi yang kita create multi way styling, tapi hampir beberapa looks bisa di-styling berbeda. Dari drape skirt menjadi shirt, yang berganti warna, outer menjadi vest dress dan hoodie blouse yang menjadi andalan cukup banyak, dari 32 look semuanya favorit dan pengerjaannya cukup panjang. Lagi-lagi pola yang cukup rumit,” jelasnya.

    Model memperagakan busana koleksi Ria Miranda di Jakarta, Rabu (22/10/2025). Menurut Ria Miranda, JUXTAPOSED lahir dari kesadaran bahwa duka dan bahagia berjalan beriringan. Dari proses tersebut, ia menemukan kemewahan dan dinamika baru dalam desain.Model memperagakan busana koleksi Ria Miranda di Jakarta, Rabu (22/10/2025). Menurut Ria Miranda, JUXTAPOSED lahir dari kesadaran bahwa duka dan bahagia berjalan beriringan. Dari proses tersebut, ia menemukan kemewahan dan dinamika baru dalam desain. Foto: Andhika Prasetia

    Koleksi Juxtaposed menjadi tantangan bagi Ria Miranda untuk tetap mempertahankan ciri khas feminin jenamanya di tengah eksplorasi warna baru. Eksplorasi utama dalam koleksi signature ini terletak pada kompleksitas pola dan cutting yang dirancang sedemikian rupa hingga terlihat sederhana, namun sesungguhnya membutuhkan tingkat pengerjaan yang rumit dan detail.

    Ria Miranda menjelaskan pengerjaan koleksi kali ini sangat detail dan menuntut kerapian ini. Dia membuat koleksi Juxtaposed ditempatkan sebagai edisi terbaru dari lini RiaMiranda Signature, yang memang menjadi ruang idealisnya untuk bereksplorasi sebagai desainer.

    Model memperagakan koleksi busana Ria Miranda bertajuk Juxtaposed di Jakarta, Rabu (22/10/2025).Model memperagakan koleksi busana Ria Miranda bertajuk Juxtaposed di Jakarta, Rabu (22/10/2025). Foto: Andhika Prasetia

    Dalam hal siluet dan material, Ria Miranda mengangkat kembali archive desainnya yang populer pada tahun 2010. Siluet baloon seperti baloon harem pants dan baloon top kembali menjadi andalan, memperlihatkan gaya yang lebih young, modern, dan kontemporer sesuai dengan visi desainer di usia 17 tahun jenamanya.

    “Usia 17 tahun itu kan kayak lagi cheerful-nya dan remaja yang eksplorasi. Aku rasa di umur kita harus tampil young, modern dan kompemporer. Itu yang coba aku angkat di RiwMiranda 2026,” ujarnya.

    Selain itu, siluet structure juga diangkat dengan pemakaian bahan yang shiny dan transparan, yang secara eksplisit merefleksikan konsep Juxtaposed, kontras antara transparan dan warna yang bold.

    “Semakin ke sini aku merasa tidak jenuh dengan warna pastel tapi kita tidak akan meninggalkan warna itu. Warna hitam no banget, cuma dua tahun belakangan tetap kita coba dengan brandnya ciri RiaMiranda yang fenimin itu challenge-nya,” lanjut istri Pandu Rosadi itu.

    Material yang digunakan pun beragam, termasuk tencel, silk, bahan dasar yang bisa didaur ulang, dan organza silk yang juga bisa didaur ulang. Penggunaan bahan tersebut menunjukkan perhatiannya terhadap tren eco-fashion dengan sekitar 50% kain yang berkelanjutan (sustainable).

    Untuk menambah nilai fungsionalitas dan eksplorasi gaya, koleksi ini juga menampilkan konsep multi-way styling. Menurut Ria Miranda, sekitar lima looks sengaja dirancang dengan fitur ini, namun hampir semua looks dapat ditata dengan cara yang berbeda. Contohnya termasuk drape skirt yang bisa diubah menjadi shirt, outer yang menjadi vest dress, dan hoodie blouse yang menjadi salah satu andalan favorit.

    Melalui Juxtaposed, Ria Miranda berharap dapat semakin mengembangkan lini RiaMiranda Signature sebagai wadah eksplorasi idealisme desainnya, yang tak hanya menjadi tren saat ini tetapi juga membentuk tren di tahun-tahun mendatang, dengan tetap mengedepankan karakter young, modern, dan kontemporer.

    “Harapannya tahun ini lebih mengembangkan RiaMiranda Signature yang memang lebih eksplorasi ke idealisnya aku sebagai desainer karena kita mempunyai dua RiaMiranda dan RiaMiranda Signature, kalau ready to wear itu sangat sederhana. Kalau signature lebih senang mengerjainnya karena bisa lebih explore juga bisa juga untuk tren di tahun depan,” pungkas Ria.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Rani Hatta Lewat Saba Modest Ubah Denim Kasual Jadi Formal di JFW 2026

    Jakarta

    Setelah sukses dengan label busana minimalis, desainer Rani Hatta melahirkan Saba Modest pada tahun 2018. Busana siap pakai ini menjadi favorit karena memadukan harga yang terjangkau dengan kualitas desainer.

    Pada panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, Saba Modest mempersembahkan koleksi terbarunya yang bertajuk “Threads of Time” atau Benang Waktu). Koleksi kali ini menampilkan 16 looks dan menjadi debut Saba Modest dalam merancang koleksi denim secara menyeluruh.

    Model mengenakan busana koleksi Saba Modest di Jakarta Fashion Week 2025 (JFW 2025) di Jakarta, Selasa (28/10/2025).Koleksi Saba Modest di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Jakarta, Selasa (28/10/2025). Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    Sofi dari Saba Modest menjelaskan Threads of Time merangkai esensi ketahanan denim ke dalam busana modest. Koleksi ini menampilkan potongan-potongan yang dirancang untuk berevolusi seiring pemakaian dan menceritakan kisah melalui setiap jahitan.


    “Kami ingin menunjukkan bahwa denim tidak hanya sebatas kasual, tetapi juga bisa diangkat kelasnya hingga ke busana formal,” ujar Sofi saat konferensi pers di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

    Koleksi ini menafsirkan ulang busana modest dengan beragam siluet kontemporer, yang mengutamakan kenyamanan dan timeless. Siluet yang ditawarkan meliputi, oversized dan boxy, memberikan kesan santai, namun tetap berstruktur.

    Model mengenakan busana koleksi Saba Modest di Jakarta Fashion Week 2025 (JFW 2025) di Jakarta, Selasa (28/10/2025).Koleksi Saba Modest di Jakarta Fashion Week (JFW ) 2026 di Jakarta, Selasa (28/10/2025). Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    Ada barrel-leg dan wide-leg, pilihan celana yang modis dan nyaman untuk gaya modest. Slim-fit dan cropped, memberikan variasi potongan yang lebih ringkas dan modern.

    Koleksi Threads of Time bermain dari Saba Modest hadir dengan palet warna denim klasik yang kaya, mulai dari washing biru tua (dark blue), biru sedang (medium blue), hingga biru muda (light blue). Saba Modest menggunakan perpaduan wash denim dan raw denim, yang membutuhkan proses trial and error yang panjang untuk mendapatkan efek washing yang sempurna.

    Model mengenakan busana koleksi Saba Modest di Jakarta Fashion Week 2025 (JFW 2025) di Jakarta, Selasa (28/10/2025).Koleksi Saba Modest di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Jakarta, Selasa (28/10/2025). Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Bazar Fashion Gen Z Locapop Banting Harga 70%, Blouse Mulai dari Rp 50 Ribu

    Jakarta

    Bazar Locapop, sebuah pameran fashion brand lokal untuk generasi Z kembali hadir. Kali ini, Locapop membawa big sale besar-besaran dengan diskon hingga 70% dan harga mulai dari Rp. 35.000. Event ini hadir di AEON Mall Tanjung Barat, Lantai 5, mulai 29 Oktober hingga 2 November 2025.

    Eras Pragitha, Head Creative Locapop, menjelaskan bahwa kali ini menghadirkan total 61 brand yang didominasi oleh merek-merek yang penjualannya sudah mulai agresif. “Daya beli naik lagi karena mau akhir tahun. Brand juga sudah membuat sale, makanya kita adakan lagi buat best deal,” ujarnya.

    Pertimbangan lokasi di dekat area kampus juga menjadi kunci, mengingat target utama bazar ini adalah Gen Z. Sejumlah brand, sekitar 40%, bahkan baru pertama kali berpartisipasi, menambah variasi pilihan bagi pengunjung Locapop.


    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Secara produk, Locapop semakin variatif, tak hanya fokus pada pakaian. Pengunjung bisa menemukan aksesori, sepatu, hingga tiga brand khusus tas. Namun, poin utama dari bazar kali ini adalah menyediakan outfit yang sesuai dengan selera dan gaya Gen Z, termasuk mereka yang baru memulai karier.

    “Kita mau wadahi Gen Z pilihan yang sesuai dengan styling-nya mereka,” tegas Eras.

    Daya tarik utama Locapop adalah diskon fantastis yang ditawarkan. Pengunjung bisa mendapatkan diskon hingga Rp 180.000, baju mulai dari Rp 60.000, atau bahkan banting harga hingga Rp50.000. Secara umum, diskon yang ditawarkan mencapai 70%.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Wolipop melihat saat Rabu Siang (29/10/2025) di bazar Locapop, para jastip sudah memadati setiap booth. Para pengunjung juga mencari pilihan busana incaran yang tersedia.

    Selain kolekai busana siap pakai, kamu juga bisa membeli pelengkap penampilan seperti tas, sepatu hingga aksesori dengan beragam model. Beberapa brand unggulan yang ikut memeriahkan, antara lain @inararusli.co dengan koleksi dress dan gamis muslimah yang elegan, @lizahraniid yang menawarkan outfit kondangan hingga daily wear yang nyaman, serta @kienka.official dengan sentuhan feminin.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Respon positif tidak hanya datang dari konsumen, tetapi juga dari sisi brand peserta. “Dari yang sebelumnya brand puas dengan hasilnya dan banyak yang ikutan lagi. Padahal sebelumnya kan banyak banget bazar, dan alhamdulillah responnya positif,” kata Eras Pragitha.

    Beberapa brand bahkan menawarkan promo spesial tambahan, seperti Dear Sera dengan promo All Items 200K Get 2 dan Defect Sale 200K Get 3. Sedangkan Alyattire yang meluncurkan produk baru dan Final Sale mulai dari Rp 95.000.

    Deretan brand favorit dengan koleksi terbaru dan promo yang sayang dilewatkan. 9teenclothes menjadi salah satu brand yang siap meluncurkan koleksi spesial hanya di Locapop.

    Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5.Bazar busana siap pakai dan aksesori, Locapop kembali digelar mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2025 di AEON Tanjung Barat, lantai 5. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Kamu juga dapat menikmati penawaran fantastis seperti promo Rp 150 Ribu untuk dua item, defect sale hanya Rp 100 Ribu, clearance sale semua item hanya Rp 75 Ribu, hingga flash sale di akhir pekan dengan harga super murah Rp 50 Ribu per item.

    Tak ketinggalan, Itsmostly juga memeriahkan bazar dengan berbagai diskon menarik, termasuk harga khusus untuk koleksi yang baru saja rilis, Warehouse Clearance Sale hingga 50%, dan special discount untuk Airish Series.

    Lozy Hijab hadir dengan koleksi lengkap mulai dari hijab viscose yang lembut, shawl elegan, hingga abaya effortless chic. Jangan lewatkan Promo Spesial Locapop dari Lozy Hijab, yaitu Arabian Shawl & Nour Shawl hanya Rp 30 Ribu!

    Sementara itu, Tuscany Official juga membawa koleksi hijab, baju, dan mukena yang dibuat dari bahan super lembut dan adem. Berbagai promo menarik dari Tuscany Official menanti, seperti New Arrival Discount Rp 50 Ribu, Paris Jepang Rp 100 Ribu Get 3, dan mukena travel hanya Rp 120 Ribu.

    Locapop tidak hanya memanjakan selera fashion dewasa, tetapi juga menghadirkan koleksi menggemaskan untuk si kecil dari Bydevina.official. Koleksi baju anak ini siap menemani hari aktif mereka dengan gaya maksimal, membuat anak makin percaya diri dan happy seharian. Orang tua bisa memanfaatkan Promo Spesial Locapop dari Bydevina Official, koleksi Kids Rp 100 Ribu Get 3 pieces.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Koleksi Terbaru Geulis, Heaven Lights Hingga BWBYAZ di JFW 2026

    Jakarta

    Lima jenama mode lokal yang berjaya di penjualan online unjuk gigi di panggung mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2026. Ialah brand Heaven Lights, Mayoutfit, BWBYAZ, Minimal, dan Geulis yang ikut serta dalam rangkaian JFW 2026.

    Fashion show dari lima brand lokal tersebut di JFW 2026 bukan hanya sebatas peragaan busana. Gelaran yang dihadirkan juga menjadi sebuah pernyataan tentang identitas, kenyamanan, dan elegansi wanita modern Indonesia. Seperti apa koleksinya?

    1. Heaven Lights

    Heavenlights JFW 2025Koleksi Heaven Lights JFW 2026 bertajuk Eloise. Foto: Ari Saputra/detikcom.

    Heaven Lights memperkenalkan koleksi “Eloise” sebagai definisi baru elegansi modern. Koleksi ini lahir dari semangat generasi muda yang optimistis, manis, dan minimalis.


    “Kami ingin menciptakan busana yang punya makna, sophisticated, dan punya posisi. Eloise ini berisi tentang karakter dalam gaya dan cara seseorang menampilkan dirinya,” ungkap Jihan Malik, Co-Founder Heaven Lights.

    Terinspirasi dari The New Mod dan estetika klasik era 60-an, Eloise menampilkan siluet bersih, garis tegas, dan permainan tekstur natural. Dengan menonjolkan pola berstruktur, gaya layering, serta paduan warna refined seperti biru lembut, beige, dan cokelat hangat, koleksi ini bisa menjadi inspirasi gaya sehari-hari.

    “Kami ingin menampilkan sisi perempuan yang tidak perlu berlebihan tapi tetap berkarakter,” tambah Nazmah Malik, Co-Founder Heaven Lights.

    2. BWBYAZ

    BWBYAZ JFW 2025Koleksi BWBYAZ JFW 2026 bertajuk Racikan Pesona. Foto: Ari Saputra/detikcom.

    Kehadiran perdana BWBYAZ di JFW 2026 menjadi sorotan dengan koleksi bertajuk Racikan Pesona. Koleksi ini merupakan interpretasi artistik mengenai proses panjang perempuan dalam menemukan pesonanya melalui perjalanan hidup, pengalaman, dan keyakinan diri.

    Founder BWBYAZ, Astri Zakiyyah, menjelaskan bahwa Racikan Pesona bukan sekadar koleksi busana, melainkan karya yang ia ciptakan dengan penuh perasaan. Menghadirkan sembilan look, BWBYAZ merilis busana dengan siluet berlapis dan dinamis. Seperti penggunaan draping pada warna camel serta perpaduan antara abaya, baila, dan celana.

    3. Minimal

    Minimal JFW 2025Minimal JFW 2026 membawa koleksi kolaborasi dengan Marsha Aruan berjudul The Effortless Comfort Of The Season. Foto: Ari Saputra/detikcom.

    Jenama mode lokal, Minimal, kembali ke panggung JFW 2026 dengan koleksi spesial akhir tahun kolaborasi bersama aktris Marsha Aruan. Mengusung tema “The Effortless Comfort Of The Season”, koleksi ini menawarkan perpaduan antara gaya formal dan kasual.

    Ruth Setiaty, Chief of Business Unit Retail Minimal, menuturkan bahwa Marsha Aruan adalah representasi ideal wanita Minimal, yakni sosok yang menghargai kualitas, gaya modern, dan kenyamanan dalam berpakaian. Merefleksikan kebutuhan wanita modern akan pakaian yang effortless namun elegan, koleksi ini didominasi oleh warna merah yang melambangkan selebrasi dan energi.

    4. Geulis

    Geulis JFW 2025Koleksi Geulis JFW 2026 berkolaborasi dengan Harumi Sudrajat. Foto: Ari Saputra/detikcom.

    Geulis berkolaborasi dengan Harumi Sudrajat (Founder Sobat Konglo) untuk ketigakalinya dan menghadirkan koleksi Aura Edition di JFW 2026. Markus Happy, Brand Marketing & Communication Manager Geulis, menjelaskan bahwa koleksi ini merupakan interpretasi baru dari DNA Geulis yang selama ini dikenal dengan gaya basic-modest wear.

    Menampilkan sepuluh look ready-to-wear, Geulis menyajikan banyak pilihan untuk tampilan santun, stylish, dan classy. Elemen seperti garis desain yang kuat, paduan warna monokrom, penggunaan kain natural seperti linen, dan potongan rok A-line bermotif mawar merah menjadi penegas.

    5. Mayoutfit

    Mayoutfit JFW 2025Brand busana siap pakai, Mayoutfit di JFW 2026 bertajuk Lumen Veil. Foto: Ari Saputra/detikcom.

    Mayoutfit, dengan Intan Fazria sebagai owner, memanfaatkan kesempatan perdananya di JFW 2026 dengan mengangkat tema “Lumen Veil – Illuminate your quiet power.”

    Koleksi ini merupakan eksplorasi detail drapery & layered yang dikombinasikan dengan structured & lasercut embroidery. Busana yang dihadirkan menggunakan palet warna broken white, nude, beige, brown, dan ash.

    Menggandeng tiga influencer muda, Heidy, Yaya, dan Saritiw, sebagai representasi, Mayoutfit ingin menegaskan sisi feminin yang anggun dan modern. Koleksi yang menonjolkan detail layer dan embroidery ini dirancang untuk menunjukkan kekuatan tersembunyi yang dimiliki setiap wanita.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Vivi Zubedi Keluar dari Zona Nyaman, Rilis Busana Earth Tone di JFW 2026

    Jakarta

    Desainer Vivi Zubedi identik dengan abaya dan modest wear yang dominasi warna monokromatik hitam, putih, dan sentuhan emas. Namun, di panggung Jakarta Fashion Week 2026, Vivi mengejutkan industri mode dan memutuskan untuk keluar dari zona nyamannya tersebut.

    Melalui koleksi terbarunya yang bertajuk The Continuum pada lini brand ViviZubedi, Vivi melakukan gebrakan palet warna, beralih dari yang bold dan pekat menjadi nuansa earth tone yang lembut. Pergeseran dramatis ini bukan sekadar perubahan tren, melainkan sebuah perjalanan refleksi yang membuktikan bahwa identitas abadi sebuah merek dapat berevolusi.

    “Kali ini VZ mengusung tema bernama The Continuum sebuah perjalanan refleksi dan ikonik monogram VZ. Setiap perjalanan yang relevan khusus JFW (Jakarta Fashion Week) kami mengeluarkan warna yang jarang, biasanya warna bold dan pekat kali ini kami mengeluarkan koleksi earth tone,” jelas Alvy saat ditemui di Jakarta Fashion Week 2026, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).


    Vivi Zubedi JFW 2025Koleksi Vivi Zubedi di JFW 2026. Foto: Ari Saputra/detikcom.

    Langkah ini merupakan bukti bahwa meskipun dikenal dengan ciri khasnya, ViviZubedi siap menyambut evolusi tanpa kehilangan identitas ikonik monogram VZ yang melekat. Koleksi ini tetap menampilkan siluet tegas dengan potongan loose dan gaya mix and match yang menjadi signature ViviZubedi, namun kini dalam perpaduan warna-warna berani yang diseimbangkan dengan nuansa netral, seperti hitam, pale pink, dan soft beige.

    Koleksi The Continuum merepresentasikan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan, menggambarkan karakter wanita modern yang berani tampil elegan tanpa kehilangan jati dirinya. Karakter desain ViviZubedi yang menampilkan siluet tegas dengan potongan loose tetap dipertahankan, kini diperkaya dengan penggunaan material yang menonjolkan tekstur lembut dan detail premium.

    Vivi Zubedi JFW 2025Koleksi Vivi Zubedi di JFW 2026. Foto: Ari Saputra/detikcom.

    Material utama yang digunakan adalah jacquard bermotif monogram signature VZ yang dipadukan dengan bordir minimalis. Melalui koleksi yang ditampilkan di JFW 2026, Vivi Zubedi menegaskan posisinya sebagai desainer yang mampu memadukan keanggunan modern dengan identitas kuatnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Bantu Muslimah Indonesia Lebih Pede, Wardah Luncurkan Hijab Studio AI

    Bandung

    ParagonCorp melalui brand Wardah meluncurkan inovasi yang ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI) Hijab Studio AI dan Hijab Color Sync. Inovasi ini memperluas pengalaman kecantikan personal berbasis AI untuk membantu perempuan dalam menemukan paduan sempurna antara warna makeup, hijab, serta outfit.

    Digital Strategist Wardah Maria Mona Hollaw mengatakan inovasi ini didasari oleh keresahan perempuan muslim (atau) muslimah dalam memilih model dan warna hijab. Dengan teknologi yang dipersonalisasi, muslimah Indonesia diharapkan semakin percaya diri dalam menunjukkan identitasnya sebagai seorang individu.

    “Kami ingin setiap perempuan Indonesia tampil autentik dan percaya diri dengan warna serta gaya yang paling merepresentasikan dirinya,” ujar Mona, dalam acara Wardah Launch of Beauty AI, Jumat (31/10/2025).


    Lebih dari sekadar inovasi digital, inovasi ini merupakan salah satu kontribusi nyata Wardah dalam mendukung pertumbuhan industri modest fashion lokal. Ke depannya, Hijab Studio AI akan menjadi salah satu ‘vehicle’ Wardah untuk berkolaborasi dengan brand modest lokal.

    “Melalui Hijab Studio AI, Hijab Color Sync, dan Hair Color Match, Wardah menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi untuk membantu perempuan berhijab tampil serasi, segar, dan berkarakter, tanpa kehilangan nilai modest dan kebaikan yang kami (Wardah) pegang teguh,” kata Mona.

    Hijab Studio AI merupakan fitur canggih yang memberi rekomendasi gaya hijab yang dipersonalisasi sesuai dengan bentuk wajah pengguna secara real time.

    “Sebenernya dia pakai teknologi namanya face recognition. Jadi dia (Hijab Studio AI) coba me-mapping skin tone (warna kulit) dan face feature (fitur wajah) teman-teman untuk nanti ditransformasi menjadi gambaran secara real-nya,” kata Mona.

    Fitur kedua yang mempermudah para wanita berhijab yaitu Hijab Color Sync. Fitur ini memanfaatkan AI untuk menyelaraskan warna hijab sesuai personal colour dan tone kulit pengguna agar tampilan lebih harmonis.

    Personal colour sendiri dibagi menjadi empat tipe, yaitu Winter Cool, Summer Cool, Spring Warm dan Autumn Warm. Tiap tipe mempunyai palet warna yang cocok dengan tone kulit, rambut, dan mata masing-masing orang.

    Paragon Foto: Hana Nushratu Uzma/detikcom

    Di samping itu, Wardah juga meluncurkan fitur bagi wanita non hijab yaitu Hair Color Match. Cara kerja Hair Color Match mirip dengan Hijab Color Sync, bedanya fitur ini memberikan rekomendasi warna rambut.

    Ketiga fitur ini saling terintegrasi dalam ekosistem Wardah Hijab AI Studio, yang dapat diakses secara eksklusif di area Wardah Booth, Hijab Fest Indonesia 2025, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, pada 30 Oktober-2 November 2025. Inovasi tersebut akan segera tersedia untuk publik melalui website resmi Wardah di www.wardahbeauty.com serta platform Wardah Colour Intelligence™.

    “Harapannya sih (fitur ini) bisa lebih dipakai lebih banyak orang kalau sudah launching di website,” kata Mona.

    Ini bukan kali pertama Wardah merilis fitur AI untuk meningkatkan kepercayaan diri penggunanya. Sebelumnya, Wardah sukses memperkenalkan Wardah Colour Intelligence™, yaitu teknologi AI yang telah membantu lebih dari satu juta perempuan Indonesia menemukan personal colour mereka.

    Apa Kata Pengguna?

    Inovasi Hijab Studio AI dari Wardah meraih antusiasme dari pengunjung, salah satunya Windi Dharmadi Putri. Menurut Windi, fitur ini sangat memudahkan wanita, baik yang berhijab maupun non hijab.

    “Jadi mempermudah kita kira-kira kita itu cocoknya pakai hijab model apa, rambut seperti apa,” kata Windi.

    Windi sendiri mendapatkan hasil personal color analysis ‘Warm Autumn’. Di samping itu, ia berharap agar fitur ini bisa lebih membuat bermanfaat bagi wanita Indonesia, khususnya para pengguna hijab.

    Sementara, pengunjung asal Bandung Ulya Fasya Nurkamilah juga cukup senang dengan fitur Hijab Studio AI. Ulya pun menyoroti fitur yang merekomendasikan gaya hijab atau Hijab Studio AI.

    “Bagus sih, jadi kita tau gitu ya skin tone kita apa, dan aku itu sukanya Hijab Studio AI. Karena kan kalau (pakai) hijab itu suka ada yang pusing gening ya, mau model gimana,” kata Ulya.

    “AI ini lebih memudahkan perempuan, khususnya untuk para hijabers,” sambungnya.

    Inovasi ini menegaskan upaya Wardah untuk terus bertransformasi menjadi brand kecantikan halal modern yang memadukan sains, teknologi, dan nilai kebaikan untuk memberdayakan perempuan Indonesia.

    Sebagai informasi, dalam acara Wardah Launch of Beauty AI, Wardah juga menghadirkan para pembicara inspiratif lainnya yaitu Founder Arktiv Sportswear Anggina dan Ketua Hijabers Community Fina Yasifa.

    (akn/ega)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Ayu Dyah Andari Hadirkan Warisan Batik Benang Bintik Kalteng ke Panggung JFW

    Jakarta

    Jakarta Fashion Week (JFW) menghadirkan sinergi budaya dan mode. Melangkah di panggung JFW 2026, Provinsi Kalimantan Tengah dengan keindahan budaya Dayak, membawa warisan leluhur mereka melalui sentuhan karya desainer Ayu Dyah Andari.

    Ayu Dyah Andari dikenal karena adibusananya yang puitis dan mengangkat budaya Indonesia. Kali ini Ayu Dyah mengangkat seni tekstil Kalimantan Tengah melalui pagelaran Huma Betang, Lantunan Meniti Kenangan.

    JFW 2025 Kalimantan TengahAyu Dyah Andari berkolaborasi dengan Provinsi Kalimantan Tengah bertajuk, Huma Betang: Lantunan Meniti Kenangan di JFW 2026. Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    Koleksi terbarunya ini adalah wujud nyata komitmen Ayu Dyah Andari untuk merayakan warisan Indonesia dalam setiap karyanya. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan semua baju bahkan melebihi jumlah harapan kita,” tutur Ayu Dyah Andari saat ditemui di Jakarta Fashion Week 2026, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).


    JFW 2025 Kalimantan TengahAyu Dyah Andari berkolaborasi dengan Provinsi Kalimantan Tengah bertajuk, Huma Betang: Lantunan Meniti Kenangan di JFW 2026. Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    Bekerja sama dengan Dinas Provinsi Kalimantan Tengah, Ayu Dyah Andari mengangkat motif khas seperti batang garing dan aneka flora. Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Tengah periode 2025-2030, Aisyah Thisia Agustiar Sabran mengaku antusias melihat warisan daerahnya diangkat ke panggung nasional.

    “Ayu Dyah Andari bersedia untuk berkolaborasi dengan Dinas Provinsi Kalimantan Tengah, yang dimana kita juga mengangkat motif dari Kalimantan Tengah itu sendiri. Motif batang jaring dan aneka flora yang kita angkat,” jelas Aisyah Thisia Agustiar Sabran.

    Koleksi ‘Huma Betang’ yang berarti rumah khas Kalimantan Tengah diinterpretasikan Ayu sebagai ‘kampung halaman.’ Dia menampilkan 33 karya dalam fashion show di JFW 2026. Mulai dari ready-to-wear, couture, hingga busana pesta, memastikan setiap warga Kalimantan Tengah dapat mengenakan identitas budaya mereka di setiap kesempatan.

    Ayu Dyah Andari menggandeng sederet selebriti ternama untuk merepresentasikan koleksinya di panggung JFW, antara lain Kimmy Jayanti, Aurel Hermansyah dan Ameena, Okky Asokawati hingga Paula Verhoeven.

    Kekayaan Benang Bintik dan Detail Khas Dayak

    JFW 2025 Kalimantan TengahAyu Dyah Andari berkolaborasi dengan Provinsi Kalimantan Tengah bertajuk, Huma Betang: Lantunan Meniti Kenangan di JFW 2026. Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    Ayu Dyah Andari tidak hanya merancang busana, tetapi juga mengolah kain benang bintik khas Kalimantan Tengah, menggambar empat motif batik yang kaya makna. Ayu menuturkan beda utama batik khas Dayak ini adalah penekanan pada motif flora seperti tanaman pakis yang melambangkan ketahanan, anggrek langka yaitu anggrek hitam, dan buah khas Kalimantan, buah ketiau, yang semuanya diintegrasikan ke dalam busana.

    “Saya menggunakan elemen tersebut ke dalam busana dan juga burung enggang perisai dayak dan begana juga,” tuturnya.

    JFW 2025 Kalimantan TengahAyu Dyah Andari berkolaborasi dengan Provinsi Kalimantan Tengah bertajuk, Huma Betang: Lantunan Meniti Kenangan di JFW 2026. Foto Ketua Dekranasda Kalimantan Tengah, Aisyah dan putri tercinta. Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    Warna-warna yang digunakan, yaitu hijau, merah, putih, kuning, dan hitam, diolah menjadi palet modern seperti pink, sage, dan cream, untuk menjadikannya lebih dapat diterima di kancah internasional. Bahkan, siluet baju adat Sangkarut dan Ewah pun diadaptasi menjadi koleksi ready-to-wear yang stylish dan syarat akan budaya khas Kalimantan Tengah.

    Puncaknya, koleksi pesta menampilkan bordir penuh motif batang garing dan burung enggang yang sangat detail, dipercantik dengan batu-batu khas Kalimantan Tengah, seperti batu kecubung ungu sebagai warna utama, yang memancarkan kekayaan budaya yang tak terlukiskan.

    JFW 2025 Kalimantan TengahAyu Dyah Andari berkolaborasi dengan Provinsi Kalimantan Tengah bertajuk, Huma Betang: Lantunan Meniti Kenangan di JFW 2026. Foto: Ari Saputra/Detikcom.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com