Jakarta –
Retensi air atau kelebihan air dalam tubuh bisa menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman. Untuk mengatasi masalah tersebut, coba konsumsi 5 makanan diuretik ini.
Retensi merupakan kondisi ketika seseorang kelebihan cairan atau zat-zat tertentu yang seharusnya dikeluarkan oleh tubuh. Tanpa disadari, kondisi seperti ini sebenarnya seringkali dialami banyak orang.
Kelebihan cairan ini biasanya menumpuk dalam sistem peredaran darah atau di dalam jaringan rongga tubuh. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan atau perut kembung dan rasa tidak nyaman.
Penumpukan cairan ini juga dapat menaikkan berat badan air dan menyebabkan kulit mengkerut.
Meskipun terdengar sepele, tetapi kondisi seperti ini harus diatasi dengan serius. Jika mengalami retensi air, kamu bisa mengonsumsi makanan bersifat diuretik. Makanan ini dapat membantu mengeluarkan garam dan air berlebihan dalam tubuh. Hasilnya pun akan dikeluarkan lewat urin.
Untuk mengatasi retensi air, coba konsumsi 5 makanan diuretik alami, seperti dilansir dari Food NDTV (16/09/2024) berikut:
1. Mentimun
Mentimun efektif mengatasi retensi air karena kandungan airnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/nata_vkusidey |
Mentimun efektif mengatasi retensi air. Di dalamnya terkandung air sekitar 95%, sehingga ketika makanan ini membuang kelebihan cairan, ia sekaligus dapat membantu tubuh tetap terhidrasi.
Mentimun juga membantu mengurangi peradangan dan iritasi pada saluran pencernaan. Kandungan kalorinya juga rendah, sehingga menjadi pilihan baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Makanan ini bisa dikonsumsi langsung, maupun dinikmati menjadi topping salad hingga sandwich.
2. Semangka
Semangka menjadi makanan diuretik baik karena bisa membuang racun dan cairan berlebihan. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska |
Semangka juga merupakan buah yang menghidrasi karena mengandung sekitar 92% air. Kandungan air tinggi menjadikannya makanan diuretik yang baik karena bisa membuang racun dan cairan berlebihan.
Semangka juga kaya akan vitamin dan mineral. Makan semangka dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan, sekaligus mengurangi kembung.
Tidak hanya bernutrisi, tetapi buah ini juga serbaguna, cocok dimakan langsung, atau dijadikan jus hingga smoothie.
Makanan diuretik alami lainnya yang bisa mengatasi retensi air dapat dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Seledri
Seledri mengandung kumarin yang mendukung proses diuretik alami. Foto: Getty Images/iStockphoto/Napadon Srisawang |
Seledri mungkin hanya dianggap sebagai garnish yang mempercantik makanan. Padahal, makanan ini bisa berfungsi sebagai makanan diuretik alami.
Seledri baik untuk mengelola retensi air karena kandungan airnya tinggi. Di dalamnya juga ada kumarin, senyawa yang membantu mencegah tekanan darah tinggi dan mendukung proses diuretik alami tubuh dengan meningkatkan produksi urine.
Ahli gizi asal Delhi, Simran Sinha mengungkap, kandungngan air dan elektrolit tinggi pada seledri bisa mencegah dehidrasi dan membantu mengurangi kembung.
4. Jahe
Jahe yang berkhasiat juga membantu mengatasi retensi air. Foto: Times of India |
Terkenal berkhasiat sejak dulu, konsumsi jahe pun dapat membantu mengatasi retensi air. ‘Obat’ herbal ini bagus untuk sistem pencernaan dan mengurangi peradangan.
Akar di dalamnya juga mampu merangsang pencernaan dan membantu mengeluarkan cairan berlebihan dan racun dari tubuh.
Dr. Rupali Datta mengungkap, “Jahe merupakan salah satu makanan diuretik paling efektif dan dapat membantu membersihkan zat-zat berbahaya dari tubuh.”
Kamu bisa mengonsumsi jahe segar maupun jahe dalam bentuk teh hingga infused water.
5. Wortel
Antioksidan, vitamin A dan K, serta kalium terkandung pada wortel. Kandungan tersebut sangat baik untuk mendetoksifikasi tubuh dan mengurangi retensi air.
Wortel juga membantu fungsi ginjal dan membuang racun melalui urin. Makanan ini juga sekaligus dapat menyehatkan penglihatan dan membantu mengatur kadar gula darah, sehingga menjadi asupan bergizi untuk diet.
Wortel bisa dinikmati dalam bentuk mentah, rebus, diolah menjadi jus, atau dimasak dalam berbagai hidangan.
(aqr/adr)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Kopi Bisa Mencerahkan ‘Mata Panda’, Ikuti Cara Ini! Jakarta – Tak hanya enak diminum, kopijuga bisa dijadikan racikan masker mata. Masker mata ini bisa mencerahkan lingkaran hitam di bawah mata atau ‘mata panda’. Kopi dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hal yang bermanfaat. Di antaranya untuk kesehatan kulit wajah, termasuk mencerahkan area bawah mata yang menghitam atau mata panda. ‘Mata panda’ ini kerap dialami oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan faktor kelelahan yang diakibatkan terlalu lama di depan laptop, kurang tidur, dan lainnya.
Banyak produk kecantikan wajah yang menawarkan khasiat mencerahkan area mata panda. Namun, kamu bisa juga mencerahkannya dengan cara alami, salah satunya menggunakan kopi. Kopi Untuk Perawatan Kulit
Dilansir dari Health Shots (19/7/2024), kopi diketahui dapat merawat kesehatan kulit. Mulai dari mengatasi bibir pecah-pecah hingga mengubah kulit yang kusam menjadi lebih cerah. Kopi bertindak sebagai eksfoliator alami dan membantu menghilangkan sel kulit mati. Kafein yang terdapat dalam kopi juga dapat mengencangkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah saat dioleskan. Kopi juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit. Kopi Baik untuk Cerahkan ‘Mata Panda’Sirkulasi yang buruk adalah penyebab utama dari munculnya lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata. Dr. Amit Bangia, seorang dokter kulit menjelaskan kalau kopi mungkin bermanfaat dalam menghilangkan lingkaran hitam karena meningkatkan sirkulasi darah. Kopi juga bersifat anti-inflamasi dan kaya antioksidan, yang berarti mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh kurang tidur pada kulit di sekitar mata. Selain itu, kafein dalam kopi memiliki kemampuan untuk menyerap air yang terkumpul dan sangat efektif dalam mengurangi bengkak dan bengkak di sekitar mata. Penelitian lain yang mendukung fakta ini terdapat dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. Penelitian ini menyatakan bahwa aplikasi kafein topikal dapat efektif dalam mengatasi lingkaran hitam. Cara Menggunakan Kopi untuk ‘Mata Panda’
Dalam mengatasi ‘mata panda’, kopi tidak diracik jadi minuman, melainkan diracik menjadi masker. Masker untuk mata ini dapat membantu mata panda lebih cerah. Racikan masker mata ini terdiri dari berbagai jenis. Campuran maskernya juga berbeda-beda, ada yang menambahkan vitamin E, minyak almond, dan minyak kelapa.
1. Racikan Kopi dan Vitamin EUntuk membuat racikan masker kopi satu ini, kamu memerlukan 1 sendok makan bubuk kopi, 1 sendok makan madu, dan 1 kapsul vitamin E. Kemudian, campur semua bahan menjadi satu hingga kental membentuk pasta, Lalu, oleskan masker secara merata pada area bawah mata. Biarkan mengering 10 menit, baru setelah itu digosokkan agar sel kulit mati terangkat. Kemudian, bilas muka dengan air dingin. 2. Racikan Kopi dan Minyak Almond atau Minyak KelapaCara membuat pasta dari kopi ini bisa ditambahkan minyak almond atau minyak kelapa. Siapkan 1 sendok makan bubuk kopi dan 10-15 tetes minyak almond atau minyak kelapa. Campur semua bahan dalam mangkuk hingga menjadi pasta yang halus. Pasta kopi dan minyak esensial ini harus didiamkan terlebih dahulu dalam kulkas selama 30 menit. Setelah dingin, oleskan di bawah mata yang menghitam dan diamkan 10 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air dingin. Lakukan hal ini setidaknya selama 3 kali seminggu agar terasa maksimal. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Sering Tambahkan Garam ke Makanan, Ini Efeknya untuk Kesehatan Jakarta – Banyak orang sering menambahkan garam pada makanan kalau dirasa kurang asin. Namun, ada efek negatif mengonsumsi makanan dengan tambahan banyak garam. Garam adalah bumbu masakan wajib pada setiap hidangan. Tak hanya memberikan rasa asin, tapi garam juga bisa ditambahkan untuk menyempurnakan rasa. Sebagian orang yang menyukai rasa asin sering menambahkan garam pada makanan yang siap disantap. Setelah menambahkannya, barulah merasa puas dengan cita rasanya.
Dilansir dari Food NDTV (18/9), tambahan garam ini tak hanya ditaburkan ke atas makanan yang dirasa kurang asin, tapi juga pada buah dan salad. Kenali efek negatifnya konsumsi garam berlebihan. Efek Mengonsumsi Garam Terlalu Banyak
Sebenarnya, mengonsumsi garam terlalu banyak setiap harinya akan menimbulkan beberapa efek jangka panjang pada tubuh. Efek samping yang paling umum adalah tekanan darah tinggi. Beberapa gejala umum lainnya termasuk perkembangan multiple sclerosis, penyakit jantung, sakit kepala, pembengkakan jaringan otot, dan lainnya. Efek samping yang sangat jelas dari terlalu banyak asupan garam adalah retensi air dalam tubuh yang dapat menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Menambahkan Garam di Atas Makanan Penambahan garam di atas makanan ini bisa dikatakan boleh saja. Menurut ahli gizi Amita Gadre dalam akun Instagram @amitagadre, menambahkan garam di atas makanan tidak akan menimbulkan masalah apapun. Namun, penting untuk memastikan bahwa tidak mengonsumsi makanan yang terlalu gurih atau asin untuk mengelola total asupan natrium hari itu. Sering kali, orang menambahkan garam saat memasak bahan-bahan untuk mempercepat proses dan mencegah gosong, terutama saat memasak bawang. Asupan Garam yang Aman
Meski diperbolehkan menambahkan garam, tapi perhatikan juga jumlahnya. Anjuran pemakaian garam juga diatur dan sebaiknya tak boleh melebihi takarannya. Menurut ahli, garam yang baik digunakan setiap hari tak boleh lebih dari 1 sendok teh (5 gram). Hal ini dikarenakan, tubuh akan memperoleh natrium dari makanan lain juga, jadi tak hanya dari garam saja. Cara Mengurangi Asupan GaramJika ingin mengurangi asupan garam, kamu bisa mengikuti beberapa cara berikut ini. Ini akan membantu kamu terbiasa dan tak berlebihan mengonsumsi garam. Berikut caranya: 1. Kurangi konsumsi makanan olahan. Produk makanan ini mengandung kadar garam yang tidak sehat yang membuatnya terasa lebih lezat tetapi sangat membahayakan. Untuk pilihan makan yang sehat ada buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 2. Memasak di rumah juga salah satu cara mengurangi asupan garam yang tepat. Karena, kita dapat mengendalikan asupan garam secara langsung. 3. Buah dan sayuran dengan kandungan sodium yang rendah juga dapat membantu dalam mengurangi asupan garam. Buah rendah sodium itu di antaranya seperti apel, berry, jeruk, mangga, brokoli, dan ubi jalar. 4. Perhatikan label makanan yang kamu beli. Baca labelnya secara seksama untuk menjaga asupan garam harian. Umumnya ditulis sebagai kandungan natrium pada kemasan makanan. (yms/odi) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Stop! 7 Mitos Populer Tentang Makanan yang Keliru dan Tak Perlu Dipercaya Jakarta – Tak semuanya mitos seputar makanan dan nutrisi benar adanya. Banyak mitos yang menyesatkan dan justru membawa efek samping untuk tubuh. Dilansir dari DailyMailUK (24/07/2025), menurut Lynne Murphy, ahli gizi dari Nutri Lean Inggris, banyak orang terus-menerus dibanjiri informasi makanan dan nutrisi yang saling bertentangan. Sayangnya banyak mitos makanan populer yang justru keliru dan sering membuat orang terkecoh. “Tidak ada rumus yang cocok untuk pola makan semua orang. Apa yang berhasil bagi satu orang bisa berdampak buruk bagi yang lain,” jelasnya. Faktor usia, aktivitas, kondisi kesehatan, hingga genetik, semuanya mempengaruhi respons tubuh terhadap makanan.
Jadi pola makan jangka panjang seperti apa yang sebaiknya diikuti? Murphy menyarankan untuk kembali ke dasar, perbanyak makan sayur, hindari makanan olahan dan perhatikan bagaimana tubuh merespons makanan. Murphy juga mengungkap tujuh mitos seputar makanan yang sering dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari mitos jangan makan lemak dan karbohidrat saat diet, sampai mitos seputar gula dan jus buah. Berikut ini 5 mitos makanan yang tak lagi perlu dipercaya: 1. Lemak Itu Buruk
Banyak orang masih percaya lemak adalah musuh utama dalam menurunkan berat badan. Namun menurut Murphy, anggapan ini tidak hanya keliru tetapi juga bisa membahayakan kesehatan. “Menghindari semua jenis lemak justru salah satu hal terburuk untuk tubuh” jelasnya. Lemak sehat yang berasal dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun sangat penting. Lemak sehat memberikan energi lebih banyak daripada karbohidrat dan protein, serta mendukung fungsi otak. Pada wanita, lemak sehat juga membantu produksi hormon yang sehat. Murphy menekankan yang perlu dibatasi adalah lemak trans dan lemak jenuh berlebihan, seperti yang ditemukan dalam kue, gorengan, dan makanan olahan. “Jenis-jenis lemak inilah yang meningkatkan kolesterol jahat dan risiko penyakit jantung serta stroke,” jelasnya. 2. Makanan Bebas Gluten Lebih SehatAda kecenderungan orang untuk membeli semua produk makanan bebas gluten karena dianggap lebih sehat. Namun Murphy mengingatkan bahwa anggapan ini bisa menyesatkan dan berdampak buruk bagi berat badan. “Kecuali seseorang memiliki penyakit celiac atau alergi dan sensitif pada gluten, makanan bebas gluten tidak otomatis lebih sehat,” ujarnya. Produk pengganti gluten sering kali justru mengandung lebih banyak gula, kalori dan bahan tambahan untuk meniru rasa serta tekstur makanan normal. Murphy menambahkan, “Saya sering melihat orang beralih ke biskuit gluten-free karena merasa itu pilihan yang sehat, padahal justru mengandung lebih banyak kalori dan gizi yang lebih rendah daripada versi biasa. Kalau tidak perlu, tetap konsumsi yang biasa saja, itu lebih baik untuk tubuh dan berat badan.” tuturnya. 3. Jus Membantu Detox
Banyak orang menjadikan jus buah sebagai alasan ‘detoks’ atau untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Sayangnya ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang. “Hati dan ginjal seseorang sudah sangat efektif membersihkan tubuh dari racun. Orang-orang tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli jus mahal,” jelas Murphy. Selain itu yang lebih merugikan, proses juicing atau jus justru menghilangkan serat bermanfaat dari buah dan sayur, belum lagi kandungan gula tambahan di dalamnya. “Saat seseorang membuat jus apel, yang diminum pada dasarnya adalah air gula rasa apel, tanpa serat yang biasanya memperlambat penyerapan gula,” kata Murphy. Akibatnya terjadi lonjakan gula darah yang drastis, yang jika terjadi berulang dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. 4. Karbohidrat Bikin GemukBanyak orang menjalani diet ketat dan menyingkirkan semua jenis karbohidrat seperti roti dan pasta. Padahal menurut Murphy, ini adalah kesalahpahaman besar. “Karbohidrat bukanlah musuh. Penambahan berat badan terjadi ketika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, tidak peduli apakah kalorinya berasal dari karbohidrat, protein, atau lemak.” jelasnya. Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, terutama saat aktivitas fisik meningkat. Masalahnya bukan pada karbohidrat itu sendiri, melainkan pada jenis dan jumlah yang dikonsumsi. “Pilihlah karbohidrat utuh seperti roti gandum, bukan versi roti putih yang sudah jadi makanan olahan. Selain memberi energi, Anda juga akan mendapatkan manfaat serat, pencernaan yang lebih baik, dan kadar kolesterol yang lebih stabil,” katanya. 5. Gula Alami Lebih Baik daripada Gula Biasa
Banyak orang berpikir bahwa gula alami dianggap lebih sehat dari gula atau pemanis tambahan. Menurut Murphy, pernyataan itu menyesatkan. “Memang sumber gula alami sering disertai serat dan nutrisi tambahan, tetapi tubuh setiap orang tetap memproses gula dengan cara yang sama, terlepas dari asalnya,” jelasnya. Baik gula alami dari madu maupun apel, semuanya tetap memicu kenaikan kadar gula darah seperti halnya gula putih. “Banyak orang berpikir mereka bisa makan pemanis alami sebanyak mungkin, padahal tubuh tidak bisa membedakan antara madu dan gula putih setelah dicerna,” katanya. ” Menurutnya kedua jenis gula ini tetap membawa risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. 6. Pengaruh Pola Makan pada MetabolismeBeberapa orang meyakini bahwa makan dengan porsi sesikit tapi sering dapat menjaga metabolisme tetap aktif. Namun menurut Murphy, ini hanyalah mitos yang sudah lama dibantah secara ilmiah. “Gagasan bahwa makan sering bisa membuat metabolisme lebih aktif ini sudah terbukti keliru. Metabolisme Anda tidak akan melambat secara signifikan hanya karena seseorang tidak makan setiap beberapa jam sekali ,” lanjutnya. Faktanya beberapa orang justru merasa lebih baik dengan pola makan yang lebih jarang namun lebih besar porsinya. “Tubuh seseorang mampu bertahan beberapa jam tanpa makan tanpa mengalami penurunan fungsi metabolisme. Yang penting adalah makan saat benar-benar lapar dan menikmati makanan yang bernutrisi dan gizi seimbang,” saran Murphy. 7. Makanan Rendah Lemak Lebih Sehat
Seperti anggapan tentang gluten-free, banyak yang mengira produk makanan rendah lemak selalu lebih sehat. Padahal Murphy menyebutkan ketika lemak dihilangkan dari makanan, produsen seringkali menambahkan gula, garam, atau bahan buatan agar tetap terasa enak. “Ini bisa membuat makanan versi rendah lemak justru lebih buruk daripada versi aslinya,” jelasnya. “Yoghurt rendah lemak yang penuh dengan gula tambahan justru tidak memberikan manfaat seperti yoghurt penuh lemak tanpa pemanis.” sambungnya. Intinya tidak semua label makanan rendah lemak berarti lebih sehat. Namun yang perlu dilakukan adalah membaca label dengan teliti sebelum membelinya. (sob/dfl) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Makan Apel Sebelum Tidur, Aman atau Berbahaya untuk Kesehatan? Jakarta – Sering dianggap sehat, buah seolah boleh dikonsumsi kapanpun. Ternyata konsumsi apel ada waktunya jika ingin merasakan khasiat maksimal. Menikmati buah-buahan selalu dianggap menjadi asupan sehat yang dapat dikonsumsi kapanpun. Sebagian besar orang menganggap makan buah jauh lebih sehat daripada mengonsumsi camilan ringan. Misalnya apel yang melekat dengan frasa, satu buah apel sehari dapat menjauhkan diri dari dokter. Ternyata konsumsi apel, secara khusus, ada waktu-waktu yang disarankan.
Dilansir dari Times of India, Kamis (7/8), ada waktu tertentu yang disarankan oleh pakar kesehatan untuk mengonsumsi apel. Terutama ketika menikmatinya saat hendak tidur. Baca juga: Parakarta, Roastery ‘Hidden Gem’ Milik Jawara Roaster Indonesia
Konsumsi apel sebelum tidur dianggap memberikan khasiat sehat tertentu untuk tubuh. Salah satunya yaitu kandungan serat yang tinggi akan membuat perut kenyang lebih lama dan mencegah camilan ringan tidak sehat sebelum tidur. Apel juga dapat diandalkan sebagai camilan manis dengan kadar indeks glikemik yang rendah sehingga tidak akan memicu lonjakan gula darah. Pada beberapa situasi, apel juga cocok dinikmati untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah konstipasi. Namun ada juga beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi apel sebelum tidur. Pakar kesehatan menyebut apel tidak cocok untuk penderita perut yang sensitif jika dikonsumsi sebelum tidur. Kandungan serat yang tinggi dapat memicu pencernaan tetap bekerja keras saat malam hari. Efeknya perut akan terasa kembung atau bahkan menghadirkan sensasi melilit dan penuh angin.
Buah apel juga memiliki kandungan konsentrasi air yang tinggi. Sehingga dapat memicu buang air kecil yang lebih banyak dan mengganggu kualitas tidur saat malam hari. Pada penderita maag, konsumsi apel dapat memicu produksi reflux asam pada perut. Sebab saluran pencernaan yang akan memproduksi asam untuk mencerna apel sebelum berhenti mencerna saat tidur malam. Namun apel masih tetap diperbolehkan untuk dikonsumsi saat malam hari. Hanya saja ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi apel saat malam hari. Mengonsumsi 1 buah apel, paling malam disarankan 30-60 menit sebelum tidur. Jika memilih konsumsi apel di malam hari, hindari konsumsi susu atau produk olahannya agar tidak menyebabkan rasa kembung yang berlebihan terutama pada perut yang sensitif. (dfl/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Ahli Diet Ini Beberkan Cara Aneh Makan Kiwi yang Menyehatkan Jakarta – Berbagai buah memang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Tapi ahli diet yang satu ini bagikan cara aneh agar buah kiwi lebih banyak manfaatnya untuk tubuh. Ahli diet bernama Mickala Parsley baru-baru ini membagikan tips makan buah yang belum banyak orang tahu. Lewat akun TikTok @WebMD (13/09), ia menjelaskan tips makan buah kiwi. Buah dengan ciri khas cangkangnya yang berbulu ini sudah menjadi camilan sehat yang dikonsumsi orang-orang. Namun, biasanya orang-orang mengupas buah kiwi dan membuang bagian kulitnya.
Di sini lah Parsley menjelaskan bahwa tips makan buah kiwi yang benar adalah dengan memakan kulitnya. Karena kulit atau cangkang kiwi bisa menambah serat serta vitamin tambahan untuk tubuh. “Tahukah Anda bahwa kulit kiwi bisa dikonsumsi? Anda harus mencobanya, karena buah kiwi sendiri merupakan sumber nutrisi yang sangat baik untuk tubuh. Ada kandungan vitamin K, vitamin C, vitamin E, folat, kalium dan kalsium,” jelas Parsley.
“Sehingga ketika Anda mengonsumsi kulit kiwi, secara siginifikan itu akan meningkatkan asupan nutrisi untuk tubuh. Selain itu bisa menambah nutrisi seerat, folat, vitamin E dan meningkatkan kandungan serat sampai 50%,” lanjut Parsley. Parsley menyarankan buah ini bagus untuk orang-orang yang kekurangan serat. “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memakan dua kiwi sehari membantu melancarkan buang air besar, bahkan bagi mereka yang menderita IBS (iritasi usus besar), yang berarti ini juga bisa menjadi alternatif alami yang sangat baik untuk pencahar.” Ia menambahkan bahwa jika beberapa orang terganggu oleh “ekstur dan bulu dari kulit kiwi yang berwarna hijau standar, bisa ganti ke buah kiwi emas atau kuning.
“Kulitnya jauh lebih halus, dan tetap akan memberi Anda manfaat tersebut,” pungkas Parsley. Disebutkan bahwa biji kiwi pertama kali berpindah dari China ke Selandia Baru sekitar awal abad ke-20. Buah ini awalnya dikenal sebagai ‘gooseberry’, sebelum diganti namanya sekitar setengah abad kemudian dan mulai meroket popularitasnya pada tahun 1970-an sampai sekarang. (sob/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Apakah Minum Kopi Picu Peradangan? Ini Kata Ahli Jakarta – Beberapa kabar beredar jika minum kopi dapat menyebabkan peradangan atau memperburuk kondisi peradangan. Namun, apakah pernyataan ini benar? Ini kata ahli! Minuman berkafein seperti kopi telah menjadi minuman sehari-hari yang dikonsumsi karena khasiatnya. Selain karena manfaatnya, pencinta kopi juga mungkin sangat menyukai profil rasa dan kenikmatan dari minuman tersebut. Meskipun banyak orang suka minum kopi, tetapi ada beberapa dari mereka yang menghindarinya. Jika tidak menghindari, mungkin mereka merasa bersalah setelah minum kopi.
Terlepas dari manfaatnya, kopi juga disebut-sebut dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Salah satunya yaitu dapat menyebabkan peradangan, atau setidaknya memperburuk gejala kondisi peradangan, seperti nyeri sendi dan masalah gastrointestinal. Namun, apakah efek minum kopi benar demikian? Simak penjelasan dari ahli gizi, seperti dilansir dari eatingwell.com (05/07/2024). 1. Hubungan kopi dengan peradangan
Menurut riset yang disebut Eating Well, kopi tidak menyebabkan peradangan pada kebanyakan orang. Bahkan, dengan mereka yang biasa minum lebih dari satu atau dua cangkir kopi sehari. Studi tahun 2021 di Nutrients menemukan jika kopi mungkin memiliki efek anti peradangan pada tubuh. Efek ini dianggap sebagai alasan utama mengapa penelitian telah menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan risiko lebih rendah terhadap peradangan, termasuk Alzheimer, Parkinson, diabetes tipe-2. asam urat, hingga beberapa jenis kanker. Menurut ulasan tahun 2023 di Food Science & Nutrition, manfaat anti peradangan kopi berasal dari banyaknya senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Minuman ini mengandung senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti peradangan. Polifenol dalam kopi, seperti asam klorogenat, diterpene, dan trigonelline, dapat menghentikan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dan kemudian menimbulkan peradangan. Beberapa polifenol juga ditemukan menghalangi produksi senyawa inflamasi dengan menghambat ekspresi gen dan enzim terkait dengan perkembangannya. Hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dapat menurunkan satu atau lebih penanda inflamasi atau peradangan dalam darah. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena ada juga bukti yang bertentangan dengan hal ini. 2. Bagaimana jika minum kopi dengan topping pemanis?
Beberapa orang menyukai kopi yang ditambah dengan gula atau pemanis buatan. Sayangnya, kopi yang dicampur dengan bahan ini telah dikaitkan dengan peradangan. Ketika melihat potensi anti peradangan kopi, sebagian besar melakukan penelitian dengan melihat efek kopi hitam berkafein tanpa tambahan, seperti gula, pemanis, atau krim. Bahan-bahan tambahan itu sebenarnya mengandung gula tambahan, bahan kimia, dan lemak jenuh yang dapat memicu peradangan jika dikonsumsi berlebihan. Namun, penelitian sebelumnya pada tahun 2015 di American Journal of Epidemiology menunjukkan kopi tetap bermanfaat meskipun mengandung krim dan gula. Dalam hal peradangan, kemungkinan dampaknya akan kecil jika memang ditambah dalam jumlah sedikit. Penggemar kopi decaf atau tanpa kafein juga perlu berbahagia karena ada bukti menunjukkan bahwa kopi ini menawarkan manfaat sebanding dengan kopi biasa. Meskipun beberapa temuan menunjukkan penurunan penanda inflamasi mungkin sedikit berkurang daripada jika minum kopi berkafein. Jumlah kafein yang disarankan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Jumlah kafein yang disarankan
Efek stimulan kafein adalah alasan mengapa banyak orang memilih minum kopi. Namun, perlu diingat terlalu banyak kafein juga bisa menyebabkan kegelisahan dan jantung yang berdebar kencang. Penelitian yang disebut Eating Well menggunakan subjek yang memiliki asupan kafein lebih tinggi, sekitar 3 sampai 7 cangkir. Hasilnya mereka memperoleh manfaat yang sangat mirip dengan subjek yang konsumsi lebih sedikit kafein. Namun, bukan berarti harus mengonsumsi kopi sebanyak itu. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika (FDA), batas kafein yang diminum setiap hari yaitu 400 miligram atau setara dengan 4 sampai 5 cangkir kopi berukuran kecil. Kopi memang sumber utama polifenol yang memberikan efek anti peradangan pada kebanyakan orang. Namun, tetap awasi asupannya secara keseluruhan. Pertimbangkan juga untuk beralih ke kopi tanpa krim gula, atau pemanis tambahan lainnya. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Racik 7 Minuman Hangat Ini untuk Kurangi Nyeri Migrain Jakarta – Migrain atau sakit kepala sebelah amat mengganggu. Untuk mengatasinya secara alami, coba konsumsi minuman hangat yang diracik dari bahan-bahan sehat dan alami ini. Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang dialami banyak orang. Saat migrain, kepala terasa seperti berdenyut, umumnya di satu sisi saja. Penyebab pasti migrain belum diketahui, tapi ahli menyebut ada penurunan kadar zat kimia dalam otak berupa serotonin. Biasanya ini dipicu pola diet yang tidak tepat, stress, hingga kualitas tidur yang buruk.
Migrain dapat diatasi dengan cara alami melalui konsumsi makanan dan minuman yang tepat. Konsumsi beberapa jenis minuman hangat diketahui ampuh singkirkan migrain. Minuman ini diracik dari bahan-bahan sehat dan alami. Di dalamnya terkandung senyawa antiinflamasi dan senyawa yang berkhasiat menghilangkan rasa sakit. Mengutip Times of India (13/9/2024), inilah 7 minuman hangat untuk mengurangi nyeri migrain: 1. Teh jahe dan kunyitJahe dan kunyit adalah rempah populer yang banyak dimiliki dapur rumah tangga di Indonesia. Dua jenis rempah kaya khasiat ini ternyata dapat mengatasi migrain. Baik jahe dan kunyit sama-sama memiliki senyawa antiinflamasi dan sifat analgesik yang membuatnya bagus untuk atasi migrain. Untuk membuatnya, rebus irisan jahe segar dengan air secukupnya. Kemudian tambahkan sejumput bubuk kunyit. Jahe juga mengurangi rasa mual dan menyehatkan pencernaan, sedangkan kunyit mengandung kurkumin yang memiliki efek antiinflamasi ampuh. 2. Teh peppermint dan chamomile
Sejak dulu, teh peppermint dan chamomile terkenal dengan manfaatnya yang bikin rileks. Pada chamomile, secara khusus teh ini mengurangi stress dan bikin rileks yang penting dalam mengatasi migrain. Sedangkan teh peppermint terkenal dengan manfaatnya meredakan ketegangan sakit kepala dan migrain dengan cara bikin otot-otot sekitar kepala dan leher rileks. Meracik teh peppermint dan chamomile terbilang mudah. Kamu hanya perlu merendam beberapa lembar daun peppermint dan bunga chamomile di air panas. Minum teratur untuk atasi migrain. 3. Lavender dan lemonObat alami migrain selanjutnya diracik dari lavender dan lemon. Lemon terkenal dengan rasanya yang menyegarkan, sedangkan lavender memiliki efek penenang ringan. Keduanya jika dikonsumsi bersamaan dapat membuat tubuh rileks, sekaligus mengurangi kecemasan. Kalau tertarik mencoba racikan ini, rendam kuntum lavender kering dalam air mendidih. Tambahkan air lemon dan madu secukupnya. Minuman ini menghadirkan aroma dan efek menenangkan yang mengurangi stress dan bisa meredakan gejala migrain. 4. Teh kayu manis dan cengkeh
Kayu manis dan cengkeh sama-sama punya sifat antiinflamasi dan analgesik yang membuat konsumsinya bagus untuk atasi migrain. Kayu manis diketahui bagus dalam mengatur kadar gula darah dimana jika terlalu tinggi dapat memicu migrain. Sedangkan cengkeh, dengan sifat penyembuh nyeri alaminya bisa membantu meredakan nyeri kepala akibat migrain. Rebus beberapa batang kayu manis dan cengkeh sampai mengeluarkan sari-sarinya. Konsumsi dalam kondisi hangat untuk mendapatkan juga aromanya yang maksimal. Selengkapnya di halaman selanjutnya.5. Teh hijau, lemon, dan madu
Paduan minuman ini terasa nikmat sekaligus punya khasiat untuk meredakan migrain. Racik teh hijau, lemon, dan madu. Teh hijau terkenal kaya antioksidan yang mampu mengurangi keparahan migrain. Menambahkan lemon ke dalamnya, berarti meningkatkan asupan vitamin C yang penting untuk imunitas tubuh. Tak lupa ada madu yang memberikan rasa manis alami sekaligus mengandung senyawa antiinflamasi. Konsumsi minuman ini rutin untuk mendapatkan hasil terbaik. 6. Teh adas dan kapulagaBiji adas dan kapulaga sama-sama mengandung senyawa yang bantu mengatasi masalah pencernaan dan mengurangi inflamasi. Racik minuman ini dengan cara merebus biji adas dan kapulaga hingga menghasilkan rebusan yang wangi. 7. Teh jahe dan rosemaryPunya stok rempah rosemary di rumah? Rempah ini juga bisa dijadikan teh bersama jahe untuk mengatasi migrain. Bonus lainnya, racikan mengandung jahe ini juga bisa bikin pencernaan nyaman dan mengatasi mual. Membuat minuman ini mudah. Tinggal rendam tangkai rosemary dan irisan jahe dalam air panas. Biarkan sari-sarinya keluar. Nikmati teh ini hangat-hangat. (adr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective
|

































