Jakarta –
Pilihan susu yang hadir saat ini beragam. Tidak hanya susu hewan atau nabati, tetapi ada juga susu khusus untuk penderita intoleransi laktosa. Lantas, mana yang terbaik?
Susu yang hadir di pasaran saat ini punya jenis beragam, mulai dari susu sapi murni, susu skim, susu bebas laktosa, hingga berbagai olahan susu nabati, seperti susu gandum hingga almond juga banyak dicari.
Bahkan, selama beberapa tahun terakhir, jenis susu nabati semakin banyak dinikmati. Tidak sedikit juga coffee shop atau restoran menawarkan opsi susu nabati untuk racikan minuman mereka.
Banyak orang memilih susu alternatif selain susu sapi biasa karena alasan kesehatan.
Beberapa susu memang mengandung lebih banyak protein, lemak menyehatkan, jantung, atau kalsium lebih tinggi daripada susu lainnya. Namun, jenis susu terbaik sebenarnya bergantung pada kesehatan pribadi dan kebutuhan diet yang ingin dicapai.
Meskipun begitu, ada beberapa jenis susu yang dianggap paling baik diantara lainnya. Melansir health.com (17/06/2025), berikut 5 jenis susunya.
1. Susu sapi
Susu sapi merupakan salah satu jenis susu yang sehat karena tinggi kalsium. Foto: Getty Images/nicoletaionescu |
Susu sapi dapat menjadi pilihan susu kaya nutrisi bagi orang yang toleran terhadap produk susu hewani.
Susu ini mengandung banyak protein dan merupakan sumber kalsium yang baik. Mengonsumsi kalsium cukup penting untuk mendukung kesehatan tulang.
Selain itu, kebanyakan produk susu juga diperkaya dengan vitamin D, nutrisi penting yang jarang ditemukan pada makanan biasanya.
Sebuah tinjauan penelitian besar yang disebut health,com mempelajari efek konsumsi susu pada hasil kesehatan. Hasilnya menunjukkan, minum satu cangkir susu sapi setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis utama, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga osteoporosis.
Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi efek langsung susu sapi terhadap pencegahan penyakit ini.
2. Susu sapi A2
Susu sapi A2 bisa menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang benar-benar tidak toleran dengan susu sapi biasa. Foto: Getty Images/Viktoriia Oleinichenko |
Susu A2 ternyata juga baik untuk kesehatan. Salah satu protein utama yang ditemukan didalamnya adalah kasein.
Dua varian protein kasein dalam susu sapi ini adalah beta kasein A1 dan A2. Sedangkan di susu A2 hanya ada satu jenis protein kasein yaitu kasein A2.
Penelitian yang disebut health.com menunjukkan beta kasein A1 mungkin menjadi penyebab reaksi negatif pada beberapa orang terhadap susu sapi.
Satu penelitian kecil menemukan partisipan yang minum susu A2 merasakan sedikit nyeri perut dan memiliki konsistensi tinja lebih baik daripada yang minum susu mengandung kasein A1 dan A2.
Oleh karena itu, susu A2 bisa menjadi opsi lebih baik bagi pencernaan daripada mengonsumsi susu sapi biasa.
Sebenarnya tidak semua orang perlu minum susu A2, tetapi jika susu bebas laktosa tidak memperbaiki gejala pencernaan, cobalah susu A2.
Jenis susu terbaik lainnya bisa dillihat pada halaman selanjutnya!
3. Susu bebas laktosa
Sebagian orang memiliki kondisi dimana ia tidak bisa mencerna laktosa yang terkandung pada susu sapi.
Orang yang tidak dapat memecah laktosa mungkin akan mengalami kembung, perut bergas, nyeri, kram perut, sembelit, hingga diare setelah mengonsumsi produk susu hewani.
Oleh karena itu, pilihan terbaik yaitu dengan mengonsumsi susu bebas laktosa. Sebagian besar produk susu bebas laktosa mengandung enzim pencernaan disebut laktase.
Enzim laktase membantu memecah laktosa dalam susu sehingga tubuh tidak perlu melakukannya. Nilai gizi susu bebas laktosa hampir sama dengan susu sapi biasa.
Satu cangkir susu bebas laktosa menyediakan kalsium sebanyak 307 mg, vitamin D 107 IU, hingga protein 8,2 gram.
4. Susu kedelai
Susu kedelai juga sebenarnya menyehatkan dan bisa menjadi alternatif pengganti susu sapi. Foto: Getty Images/iStockphoto/ |
Susu kedelai merupakan susu nabati yang populer di kalangan mereka yang tidak dapat mengonsumsi produk hewani.
Tidak seperti kebanyakan susu nabati, susu kedelai menyediakan protein sebanyak susu sapi per cangkirnya.
Sayangnya, susu ini tidak kaya kalsium alami. Oleh karena itu, banyak produsen memperkaya produk dengan vitamin D dan mineral kalsium, untuk memastikan minuman ini memenuhi kebutuhan nutrisi konsumen.
Dengan mengonsumsi susu kedelai, kamu bisa memperoleh manfaat mulai dari menurunkan kolesterol, mencegah kanker, meningkatkan fungsi kognitif, hingga memperoleh asupan protein dalam jumlah baik.
Dalam satu cangkirnya terkandung 8,86 gram protein yang jauh lebih banyak daripada susu sapi yang hanya mengandung 8, 23 gram protein.
5. Susu Almond
Susu nabati lainnya yang tidak kalah sehat dan baik adalah susu almond. Foto: Getty Images/Kritchai Chaibangyang |
Susu almond memiliki rasa yang ringan, rendah kalori, serta karbohidrat. Namun, susu almond bukanlah sumber protein atau zat besi yang baik.
Secangkir susu almond mengandung 25% protein dari susu sapi atau susu kedelai dalam takaran yang sama.
Satu cangkir susu almond murni, tanpa pemanis tambahan mengandung 40 kalori, protein sebanyak 1,05 gram, karbohidrat 3,43 gram, dan kalsium sebanyak 482 mg.
Namun, susu almond termasuk susu yang baik karena bisa meningkatkan kesehatan jantung, melancarkan ASI, hingga menguatkan tulang karena kandungan Vitamin D hingga kandungan asam lemaknya.
(aqr/adr)
![]() |
Source : unsplash.com / Lily Banse
7 Efek dari Minum Kopi Setiap Hari, Baik atau Buruk?
Jakarta – Minum kopi setiap hari sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Dampak rutin minum kopi bisa signifikan bagi kesehatan tubuh. Mulai dari manfaat kesehatan hingga potensi risiko. Tahukah detikers apa saja yang terjadi pada tubuh jika kamu rutin mengonsumsi kopi? Yuk simak ulasan mengenai minuman berkafein ini dalam mempengaruhi tubuh. Efek dari Minum Kopi Setiap Hari1. Mendukung Kesehatan OtakSetelah minum kopi atau kafein apa pun, kita mungkin akan merasa lebih terjaga. Menurut laporan 2015 dalam Practical Neurology, dalam jumlah sedang, kopi bisa membantu fokus dan mencegah rasa kantuk.
Pendiri dan CEO NY Nutrition Group dan penulis The Core 3 Healthy Eating Plan, Lisa Moskovitz, RDN, mengungkapkan bahwa kafein mengikat reseptor di otak untuk memblokir rasa lelah. Selain itu, kopi juga mendukung fungsi kognitif dan memori. Hasil dari meta-analisis Juni 2017 di Clinical Nutrition, menunjukan minum 1-2 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan tingkat yang lebih rendah dari demensia, Alzheimer, serta penurunan gangguan kognitif lainnya. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna memahami cara kafein dan kopi secara khusus bekerja di otak sepenuhnya. 2. Membantu Memberi Perlindungan pada JantungEfek minum kopi setiap hari selanjutnya yaitu mungkin disertai manfaat untuk melindungi jantung. Menurut studi Circulation: Heart Failure Februari 2021, setidaknya minum 1 cangkir kopi berkafein sehari dikaitkan dengan lebih rendahnya insiden gagal jantung. Tapi, ada jenis kopi yang diminum mempengaruhi kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan kalau jenis kopi yang tidak disaring, mungkin tidak bisa melindungi kesehatan jantung. Misal, dalam sebuah studi tahun 2020 di European Journal of Preventive Cardiology, menyebut orang dewasa berusia di atas 60 tahun yang minum kopi tanpa saringan berisiko lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung atau stroke. Hal ini terjadi jika dibandingkan teman-teman mereka yang minum kopi, dengan saringan atau tidak minum kopi sama sekali. 3. Meningkatkan Kadar KolesterolKopi juga memiliki pengaruh pada kadar kolesterol. Diterpen adalah zat berminyak dalam kopi, yang bisa menghambat kemampuan alami tubuh untuk memproses dan menghilangkan kolesterol. “Meskipun penelitian ini sebagian besar masih dalam tahap studi skala kecil, kami melihat lemak dalam biji kopi, utamanya cafestol dan kahweol (senyawa dalam minyak kopi), bisa menyebabkan peningkatan kolesterol, terutama LDL atau kolesterol ‘jahat’,” ungkap Kylene Bogden, RDN, salah satu pendiri FWDfuel. Namun, dosis diterpena tergantung dari seberapa banyak kopi yang diminum dan bagaimana seseorang menyeduhnya. Salah satu penelitian tahun 2018 oleh C Condon, dkk, yang dimuat dalam Heart, menemukan kaitan dengan kolesterol tinggi pada orang yang minum 4 atau lebih porsi kopi sehari. Diterpen lebih banyak ada pada kopi yang tidak disaring, seperti French press jika dibandingkan dengan kopi yang disaring. “Saat kopi melewati penyaring kertas, minyak tidak akan masuk ke cangkir kalian,” ujar Bogden. Bagi kamu yang punya riwayat kolesterol tinggi atau masalah jantung, sebaiknya mungkin menghindari jenis kopi yang tidak disaring (setidaknya membatasi seberapa banyak kamu meminumnya). 4. Meningkatkan Tekanan DarahMenurut Bogden, kafein bisa mempersempit pembuluh darah, sehingga mungkin meningkatkan tekanan darah dalam 30 menit pertama setelah dikonsumsi. Walaupun tidak sepenuhnya dipahami mengapa ini terjadi, menurut satu hipotesis kafein menghalangi hormon yang memperlebar arteri. Ditambah lagi, tampaknya efek ini kurang umum terjadi pada orang yang sering minum kopi. “Jika kamu peminum kopi rutin, kamu mungkin akan mengembangkan toleransi terhadap efek kafein yang bisa meningkatkan tekanan darah,” kata Lisa Moskovitz. Namun, Bogden berpendapat bahwa masih banyak orang lain terutama mereka yang stres kronis, yang mengalami efek sebaliknya. Hal ini terjadi karena kafein dapat memicu pelepasan lebih banyak hormon stres. Memang, kafein bisa mengaktifkan “kelenjar adrenal untuk menghasilkan lebih banyak adrenalin, yang bisa meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah,” ungkap Bogden. Kecintaan terhadap kopi kerap dikaitkan dengan umur panjang dan lebih rendahnya kemungkinan mengalami kesehatan kronis. “Biji kopi adalah sumber antioksidan penting yang dapat melawan penyakit,” kata Moskovitz. menurut Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan, konsumsi kopi dalam jumlah sedang atau 2-5 cangkir per hari telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, depresi, dan kematian dini. Namun, ada sejumlah faktor tambahan signifikan yang berperan dalam persamaan yakni genetika dan kebiasaan gaya hidup. Misalnya, beberapa manfaat kesehatan jangka panjang dari kopi mungkin tidak ada artinya, jika seseorang menambahkan terlalu banyak gula ke dalam kopi. “Meskipun beberapa sendok makan krimer dan beberapa sendok teh gula tidak berbahaya, kalau kamu mengonsumsi beberapa porsi masing-masing setiap hari, jumlahnya bisa bertambah seiring waktu,” kata Moskovitz. Dalam jangka panjang, asupan gula yang berlebihan akan menyebabkan tekanan darah tinggi, peradangan, penambahan berat badan, diabetes, hingga penyakit hati berlemak. Menurut Harvard Health Publishing, semua penyakit tadi berkorelasi dengan risiko lebih besar terkena serangan jantung dan stroke. 6. Mengganggu TidurSalah satu alasan orang suka minum kopi adalah karena kafein dalam kopi bisa membantu melawan rasa lelah (dalam jumlah kecil). Namun menurut Mayo Clinic, kelebihan stimulan atau lebih dari 4 cangkir kafein sehari juga bisa menyebabkan insomnisa, kegelisahan, kegugupan, dan jantung berdebar-debar. “Tidur pasti terganggu akibat asupan kafein, bahkan ketika dikonsumsi di pagi hari,” ungkap Bogden. Alasan pertama yaitu berkaitan dengan genetika, Ini menentukan kemampuan seseorang untuk memetabolisme kafein secara efektif. Faktor kedua adalah usia. Kemampuan seseorang untuk mendetoksifikasi seiring bertambahnya usia menjadi kurang efisien. Hal ini berperan dalam pengaruh kafein terhadap tidur. 7. Mungkin Mengalami Ketergantungan KafeinKafein mirip seperti obat lain termasuk nikotin atau alkohol. Jadi, semakin banyak dikonsumsi, maka semakin banyak pula yang bisa ditoleransi oleh tubuh, semakin banyak pula yang kamu butuhkan untuk mencapai efek yang diinginkan. “Salah satu alasan mengapa kafein begitu menarik adalah karena bagaimana dia membuat kita merasa produktif, energik, waspada, dan termotivasi,” kata Moskovitz. Ia menambahkan, jika kamu tidak nyaman bergantung pada kafein, kamu bisa mengurangi ketergantungannya. “Kamu bisa menurunkan kekebalan tubuh, atau toleransi, dengan menghentikan konsumsi kopi secara perlahan,” saran Moskovitz. (khq/fds) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Waspadai 5 Makanan Penyebab Gagal Ginjal, Banyak yang Terlihat Sehat Jakarta – Gagal ginjal merupakan penyakit serius yang perlu diwaspadai. Hindari konsumsi makanan dan minuman penyebab gagal ginjal ini terlalu sering. Berikut penjelasannya. Gagal ginjal merupakan suatu kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan membuang racun dan menyeimbangkan cairan tubuh. Penyebabnya juga erat dengan konsumsi makanan dan minuman yang tidak tepat. Beberapa makanan dan minuman diketahui bisa membuat ginjal mengalami kerusakan. Makanan dan minuman ini mungkin terlihat sehat, padahal jika berlebihan bisa merusak ginjal.
Berikut daftar makanan dan minuman penyebab gagal ginjal: 1. Susu
Susu mengandung fosfor dalam jumlah yang cukup tinggi. Meski bagus untuk pertumbuhan tulang, tapi fosfor dalam susu justru tak baik untuk ginjal. Bukan hanya fosfor, kandungan protein yang tinggi pada susu juga bisa berdampak negatif terhadap ginjal. 2. KopiKopi mungkin jadi salah satu minuman wajib bagi sebagian besar orang. Namun, kopi ternyata masuk dalam kategori minuman yang bisa merusak ginjal. Penyebabnya adalah kandungan kafein yang bersifat diuretik. Sifat ini bisa menyebabkan penurunan fungsi ginjal dalam menyerap air. 3. Roti gandum
Roti gandum sering jadi pilihan makanan bagi mereka yang sedang diet. Alasannya, karena roti gandum kaya serat dan rendah kalori. Hanya saja kandungan fosfor dan kalium pada roti gandum cukup tinggi, sehingga tidak baik untuk ginjal. 4. Pisang dan alpukatKedua buah ini harus dihindari jika ginjal Anda bermasalah. Sebab, pisang dan alpukat sama-sama tidak baik untuk kesehatan ginjal. 5. KeripikMakanan ringan seperti keripik selalu jadi pilihan untuk menemani waktu santai. Boleh-boleh saja mencamil keripik, tapi jangan terlalu sering. Sebab, meski enak, makanan ini kurang nutrisi dan tinggi garam hingga bisa merusak ginjal. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul 5 Makanan Penyebab Gagal Ginjal, Terlihat Sehat Padahal Tidak (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Ini Aturan Konsumsi Gula Harian dari Ahli Gizi Jakarta – Konsumsi gula yang berlebihan dapat berdampak negatif untuk tubuh. Ternyata segini batas aman konsumsi gula harian yang masih diperbolehkan ahli gizi. Gula yang manis tidak memberikan efek semanis dengan rasa yang ada di lidah. Berbagai penyakit kronis hingga metabolisme dapat disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. Maka bukan hal yang aneh jika dokter dan ahli gizi justru tidak menyarankan untuk konsumsi gula secara berlebihan. Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan guna menyeimbangkan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh.
Melansir Health, konsumsi gula alami dan gula tambahan di dalam makanan memiliki aturan perbedaannya. Merujuk pada kesepakatan aturan diet dari ahli gizi, orang dewasa dibatasi konsumsinya hanya 10% dari total asupan kalori harian yang disarankan.
Misalnya jika setiap hari mengonsumsi 2.000 kalori pada jumlah gula yang boleh dikonsumsi hanya 50 gram atau setara dengan 12 sendok teh saja. Tetapi American Heart Association, selaku lembaga yang berfokus pada kesehatan jantung memiliki takaran yang berbeda. Pada aturan yang dilansir oleh AHA orang dewasa dibatasi konsumsi gula per hari hanya 6% dari total kalori keseluruhan. Artinya setiap orang dewasa hanya boleh konsumsi gula 6-9 sendok teh saja. Takaran ini bahkan lebih rendah lagi jika berbicara batas aman konsumsi gula untuk anak-anak. American Academy of Pediatrics mengatakan anak-anak di bawah usia 2 tahun tidak diperbolehkan mengonsumsi gula tambahan dari makanannya. Sementara remaja dan anak-anak di atas usia 2 tahun hanya disarankan konsumsi gula sebanyak 25 gram sehari. Takaran ini setara dengan 6 sendok teh gula yang boleh ditambahkan ke dalam makanan maupun minumannya.
Gula alami dan gula tambahan dibedakan dengan alasan proses pencernaan di dalam tubuh yang berbeda. GUla alami yang datang dari makan akan dicerna sebagai karbohidrat kompleks yang dicerna perlahan sehingga tidak memicu lonjakan insulin. Sementara gula atau pemanis tambahan justru dianggap sebagai salah satu karbohidrat pecahan yang dicerna dengan cepat. Dampaknya insulin akan melonjak secara instan untuk mencerna gula. Ketika tidak segera dihentikan atau dikurangi kebiasaan buruk ini, lambat laun sensitivitas pankreas akan berkurang dalam mencerna gula. Ini yang akan menjadi pemicu atau gejala awal pada penderita diabetes tipe 2. Tips yang paling ampuh untuk tidak mengonsumsi gula berlebihan adalah dengan tidak mengonsumsi minuman manis. Biarkan gula masuk melalui makanan agar lebih mudah diperhatikan dan disesuaikan jumlahnya. (dfl/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Jangan Kebanyakan! Ini 7 Efek Negatif Konsumsi Makanan Beku Jakarta – Makanan beku atau frozen food banyak dikonsumsi karena praktis dan rasanya enak. Namun jangan terlalu sering memakannya karena bisa berefek buruk untuk kesehatan. Di tengah gaya hidup yang kian cepat ritmenya, banyak orang mencari kepraktisan dalam segala hal, termasuk urusan makan. Mereka mencari bahan makanan yang praktis dan rasanya enak. Makanan beku atau frozen food pun kerap jadi jawaban. Makanan ini ditawarkan dalam beragam jenis dan mudah didapat, baik di pasar tradisional maupun supermarket.
Mengolahnya praktis karena tinggal dilumerkan, digoreng, dikukus, atau dipanggang tergantung jenisnya. Namun sayangnya, mayoritas makanan beku tidak mengandung nutrisi menyehatkan. Konsumsinya justru bisa merugikan kesehatan. Melansir Times of India (8/7/2024), inilah 7 efek negatif konsumsi makanan beku untuk kesehatan: 1. Kehilangan nutrisiSalah satu kekhawatiran utama dari konsumsi buah dan sayuran beku adalah kehilangan asupan nutrisi penting. Walau memang proses pembekuan bisa mempertahankan sejumlah vitamin dan mineral penting, tapi proses blansir yang berlangsung sebelumnya bisa menyebabkan kehilangan nutrisi, seperti vtamin B dan C yang larut air. Selain itu, sekalipun buah dan sayuran beku disimpan di suhu yang tepat bisa tetap mengalami penurunan nutrisi. Hal ini membuat buah maupun sayur beku tak sebagus buah dan sayur segar dalam beberapa kondisi. 2. Tinggi sodium
Makanan beku berupa nugget, sosis, ham, atau yang lainnya cenderung tinggi sodium. Mengonsumsi sodium berlebih bisa merugikan kesehatan karena memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke. American Heart Association merekomendasikan batas konsumsi sodium 2.300 miligram per hari. Sayangnya banyak makanan beku mengandung hampir atau lebih dari jumlah tersebut dalam tiap 1 porsi penyajiannya. 3. Mengandung bahan pengawetUntuk meningkatkan cita rasa, warna, dan masa simpannya, banyak makanan beku ditambahkan bahan aditif dan pengawet. Bahan kimia seperti MSG, pewarna buatan, dan perasa sintetik bisa berisiko untuk kesehatan. Misalnya, beberapa orang mengalami reaksi alergi dari bersinggungan dengan bahan aditif. Gejala umumnya berupa sakit kepala. Dalam jangka panjang, konsumsi dua bahan ini bisa menyebabkan hiperaktivitas pada anak dan meningkatkan risiko kanker. 4. Waspada lemak trans
Makanan beku juga termasuk makanan siap saji yang tinggal dipanaskan di microwave. Sebut saja ready meal, pizza, pie, dan pastry. Ada kemungkinan makanan ini mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang tak menyehatkan. Lemak trans yang terbentuk selama proses hidrogenasi untuk meningkatkan masa simpan produk, ternyata berbahaya untuk kesehatan. Lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol buruk dalam darah dan menurunkan kadar kolesterol baik. Alhasil risiko sakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2 meningkat. Selengkapnya di halaman selanjutnya.5. Risiko keracunan makananProses membekukan makanan memang bisa menghambat pertumbuhan sebagian besar bakteri, tapi tidak membunuh patogen. Proses penanganan, pelumeran, dan pembekuan kembali dari makanan beku bisa membuat bakteri berbahaya muncul. Contohnya Salmonella dan Listeria. Dua jenis bakteri itu bisa menyebabkan keracunan makanan yang diiringi gejala mual, muntah, diare, dan pada kasus terparah harus dibawa ke rumah sakit. Karenanya penting juga memperhatikan cara menyimpan dan mengolah makanan beku jika ada. 6. Asupan kalori meningkat
Efek negatif lain dari konsumsi makanan beku adalah asupan kalori harian meningkat. Sebab banyak makanan beku mengandung lemak, gula, dan pati yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering atau banyak akan memicu penambahan berat badan dan risiko obesitas. Kondisi ini semakin meningkatkan peluang seseorang alami penyakit serius seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa kanker. 7. Dampak negatif untuk lingkunganProduksi, pengemasan, dan distribusi makanan beku bisa berdampak negatif pada lingkungan. Energi yang dibutuhkan untuk membekukan dan menyimpan makanan ini berkontribusi pada emisi gas rumah kaca yang meningkat. Proses pengemasan juga biasanya menggunakan plastik sekali pakai yang menimbulkan limbah plastik. Lalu distribusinya bisa menghasilkan jejak karbon yang panjang. (adr/odi) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Kopi? Ini Kata Dokter Ahli Jakarta – Penderita diabetes harus memantang beberapa makanan dan minuman agar gula darah tetap stabil. Bagaimana dengan konsumsi kopi? Begini penjelasan ahli! Kopi merupakan minuman sehat yang memiliki berbagai manfaat sehat untuk tubuh. Salah satunya mengandung zat antioksidan yang baik untuk imunitas tubuh. Minum kopi juga disebutkan baik untuk diet, karena menunjang proses metabolisme tubuh. Bagaimana jika dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Dilansir dari Only My Health (5/7), terkait konsumsi kopi pada pasien diabetes, Dr Shivane, Consultant Diabetology and Metabolic Physician, Department of Endocrinology, Jaslok Hospital and Research Center, Mumbai mengatakan kalau dampaknya beragam. Shivane juga menambahkan bahwa meskipun beberapa penelitian kopi menunjukkan kadar gula darah dapat turun, ternyata juga ada dampak buruknya. Kopi dapat mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin yang merupakan hormon pengatur gula darah. Hal ini dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah hingga menimbulkan masalah.
Sebuah studi pada 2016 yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition menemukan bahwa orang yang minum 3-4 cangkir kopi sehari mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2.Para peneliti percaya bahwa zat dalam kopi, seperti asam klorogenat dan kafein, mungkin bertanggung jawab atas efek positif ini. Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa orang yang minum hingga 6 cangkir sehari memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2. Berbanding terbalik dengan mereka yang jarang minum kopi. Menariknya, manfaat ini tampaknya berasal dari kopi berkafein dan tanpa kafein. Berarti hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada lebih dari sekedar kafein yang berperan. Penelitian lain menunjukkan bahwa asupan kopi yang tinggi justru dapat menyebabkan resistensi insulin pada beberapa orang. Jadi, Dr Shivane menyimpulkan bahwa pasien diabetes boleh minum kopi, tapi dalam jumlah sedikit. Jumlahnya mengacu pada anjuran minum kopi per hari, menurut Mayo Clinic. Sejumlah 1-4 cangkir kopi per hari (400 miligram per hari). Dianjurkan mengonsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula atau pemanis dan krimer atau susu. Lebih baik lagi jika penderita diabetes berkonsultasi dulu pada dokter untuk takaran tepat minum kopi. (yms/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Brooke Lark
9 Makanan yang Meningkatkan Trombosit untuk Cegah Pendarahan Berlebih
Jakarta – Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam tubuh. Makanan ini mengandung nutrisi penting yang meningkatkan produksi dan fungsi trombosit untuk mencegah trombositopenia. Dilansir Verywell Health, trombosit adalah sel darah yang bantu pembekuan darah. Jika trombosit rendah atau kurang dari 150.000 per mikroliter darah, risiko pendarahan berlebihan yang mungkin mengancam jiwa dapat meningkat. Karena itu, jumlah trombosit perlu stabil berada di tingkat yang normal. Berikut makanan penambah trombosit yang bisa dikonsumsi sehari-hari bersama asupan bernutrisi lainnya
Makanan Penambah TrombositDikutip dari Healthline, berikut sejumlah makanan yang merangsang produksi trombosit: 1. Makanan Tinggi Vitamin B12Kekurangan vitamin B12 merupakan penyebab utama rendahnya trombosit. Vitamin B12 sangat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi trombosit dan sel darah lainnya. Sumber vitamin B12 terbaik cenderung berasal dari pangan hewani misal hati sapi, tiram, telur, ikan tuna, dan salmon. 2. Makanan Kaya Asam FolatAsam folat atau vitamin B9 membantu perbaikan dan pertumbuhan sel darah, termasuk trombosit. Kekurangan folat dapat menyebabkan jumlah trombosit rendah dan peningkatan risiko pendarahan. Makanan yang mengandung folat tinggi meliputi kacang-kacangan, bayam, asparagus, kubis, alpukat, brokoli, dan sawi hijau. 3. Makanan Tinggi Zat BesiZat besi memungkinkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang sehat dengan mendorong mitokondria agar bekerja dengan baik. Di sisi lain, kekurangan nutrisi ini menjadi salah satu penyebab trombositopenia. Asupan zat besi yang cukup dapat menaikkan jumlah trombosit tubuh. Beberapa makanan dengan kadar zat besi tinggi yaitu tiram, biji labu, daging sapi, bayam, tahu, kacang merah, sarden, buncis, dan kacang mede. 4. Makanan Kaya Akan Vitamin CVitamin C membantu trombosit menggumpal dan berfungsi secara efisien saat terjadi pembekuan darah. Mekanisme ini mencegah pendarahan terjadi lebih banyak dan lama. Selain itu, vitamin C bisa menyerap zat besi yang berkontribusi pada produksi trombosit. Makanan yang menjadi sumber vitamin C antara lain mangga, nanas, brokoli, paprika, tomat, bunga kol, stroberi, melon, dan kubis. 5. Makanan Tinggi Vitamin DVitamin D membantu pembentukan sumsum tulang, yaitu jaringan di dalam tulang yang memproduksi trombosit dan sel darah lainnya. Tubuh yang kekurangan vitamin D dapat mengalami disfungsi trombosit dan pembekuan darah yang berpotensi berbahaya. Sumber vitamin D antara lain terdapat pada ikan berlemak, sarden, kuning telur, jamur, dan dada ayam. 6. Makanan Kaya Akan Vitamin KVitamin K mungkin tidak menaikkan jumlah trombosit. Namun, nutrisi ini dapat meningkatkan fungsi trombosit. Vitamin K dibutuhkan untuk membekukan darah, sehingga luka akan segera tertutup dan pendarahan cepat berhenti. Beberapa makanan yang mengandung vitamin K adalah sawi hijau, lobak, bayam, brokoli, kacang kedelai, edamame, labu, okra, kacang mede, wortel, dan minyak zaitun. 7. Makanan Tinggi KlorofilKlorofil adalah pigmen hijau yang ditemukan dalam sayuran dan alga. Menurut penelitian, pigmen ini dapat meningkatkan jumlah trombosit. Makanan kaya akan klorofil, meliputi kiwi, bayam, sawi hijau, brokoli, kubis, asparagus, serta sayuran laut seperti rumput laut dan spirulina yang dikonsumsi utuh. 8. Makanan Kaya Akan TriptofanSenyawa triptofan meningkatkan hormon serotonin yang membantu trombosit menggumpalkan darah dan mempersempit pembuluh untuk mengurangi pendarahan atau perdarahan. Makanan yang mengandung triptofan antara lain daging ayam, telur, ikan salmon, tahu, tempe, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 9. ProbiotikProbiotik adalah bakteri ‘baik’ yang dapat mencegah pengentalan dan pembentukan gumpalan darah. Bakteri ini juga meningkatkan produksi dan membantu trombosit berfungsi dengan baik saat ada luka. Makanan sumber probiotik yakni yoghurt, kimchi, kefir, tempe, miso, dan acar. Nah, itu tadi sederet makanan penambah trombosit yang dapat dikonsumsi jika jumlah trombosit dalam tubuh rendah. Pastikan makanan tidak diolah dengan terlalu banyak garam, gula, dan lemak untuk memaksimalkan manfaat asupan bagi tubuh. (row/row) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Heboh Susu UHT Dingin, Ini 4 Perbedaan Susu UHT, Pasteurisasi, dan Steril Jakarta – Susu UHT ramai diperbincangkan usai video viral seorang ibu mengamuk minta yang dingin. Selain susu UHT, ternyata ada jenis susu lain yang juga bisa jadi pilihan dan beda pemrosesannya. Begini perbedaannya. Sebuah video viral baru-baru ini memperlihatkan wanita ngamuk gegara susu UHT yang diterimanya tidak dingin. Ia berkeyakinan keras kalau semua produk susu kotak harus disimpan dan diterima pelanggan dalam kondisi dingin. Wanita itu lantas mengamuk ke kasir minimarket. Ia bahkan minta pengembalian dana karena amat kecewa dengan produk yang dipesannya lewat kurir itu.
Netizen juga bertanya-tanya lebih lanjut soal apa itu susu UHT? Apa bedanya dengan susu pasteurisasi dan susu steril yang juga populer di pasaran? Secara umum, UHT, pasteurisasi, dan steril adalah proses pemanasan susu yang bertujuan membuatnya aman dikonsumsi. Namun ketiganya memiliki perbedaan dari segi metode hingga lama penyimpanan produknya. Berikut informasinya seperti dirangkum detikfood dari berbagai sumber: Beda suhu pemanasan
Mengutip Safe Food Factory, ketiga jenis susu yaitu Ultra-high Temperature (UHT), pasteurisasi, dan steril dipanaskan dengan suhu berbeda. 1. Pada UHT, susu dipanaskan di suhu sekitar 140°C (135 -150˚C) dalam waktu beberapa detik saja. Pengolahannya hanya mungkin dilakukan dengan peralatan ‘flow-through’. Artinya, susu disterilkan sebelum dipindahkan ke wadah yang telah disterilkan sebelumnya dalam suasana steril. 2. Pada pasteurisasi, susu dipanaskan dalam suhu bervariasi, biasanya dari 62°C sampai 90°C. Waktu pemanasannya juga berbeda-beda, dari hitungan detik sampai menit. Yang tercepat adalah high heat short time pasteurisation (HHST): 85 – 90°C, selama 1-25 detik. Sementara pasteurisasi batch demi batch dilakukan dalam suhu 62 – 65°C dengan waktu hingga 30 menit. 3. Pada steril, susu dipanaskan dengan suhu bervariasi dari 110 hingga 120°C selama 20-40 menit. Umumnya untuk sterilisasi, produk dikalengkan atau dibotolkan lalu dipanaskan dalam sterilisator dengan uap atau air panas (super panas). Beda tujuan pemrosesanMeski sama-sama membuat susu aman dikonsumsi, UHT, pasteurisasi, dan steril dilakukan dengan tujuan berbeda. Safe Food Factory mengungkapnya seperti berikut: 1. UHT memiliki perlakuan panas lebih dari 100°C dalam waktu yang sangat singkat. Tujuannya terutama berlaku untuk produk cairan dengan viskositas (kekentalan) rendah. 2. Pasteurisasi adalah proses pemanasan terkendali, di bawah 100°C, yang digunakan untuk menghilangkan patogen berbahaya yang mungkin ada dalam susu. Prinsipnya, menonaktifkan mikroorganisme atau enzim tertentu sehingga meminimalkan perubahan kualitas pada makanan itu sendiri. Namun, mengutip Halodoc, pada jenis susu ini masih mungkin beberapa bakteri tertinggal dalam susu, tapi biasanya bukan jenis bakteri penyebab penyakit berbahaya. 3. Steril sendiri bertujuan menghilangkan mikroorganisme hidup. Caranya bisa dengan metode panas lembap, panas kering, penyaringan, penyinaran, atau dengan metode kimia. Dibandingkan dengan pasteurisasi, perlakuan panas lebih dari 100°C diterapkan dalam jangka waktu yang cukup lama untuk menghasilkan masa simpan produk yang stabil. Perbedaan jenis susu UHT, Pasteurisasi, dan Steril masih ada di halaman selanjutnya.Beda masa dan cara simpanUntuk mendapat manfaat maksimal dari masing-masing jenis susu, perhatikan beda masa dan cara simpannya. Sebab ada jenis susu yang perlu masuk kulkas dan ada yang tidak. 1. Susu UHT diproses dengan suhu amat tinggi yang menghilangkan hampir semua bakteri. Karenanya susu ini punya masa simpan yang lebih lama. Mengutip Halodoc, susu UHT bisa bertahan selama 12 bulan dalam kemasan dan 5 hari setelah kemasan dibuka lalu disimpan di kulkas. Namun, selama kemasan tertutup rapat, susu UHT tidak perlu disimpan dalam kulkas. 2. Susu pasteurisasi punya masa simpan yang lebih singkat. Susu ini hanya bertahan selama 4-5 jam dalam suhu ruangan, jadi harus segera dimasukkan ke kulkas setelahnya. Selain itu, dalam kemasan yang sudah dibuka, susu pasteurisasi hanya bertahan selama 3 hari di kulkas. Susu ini butuh disimpan di kulkas untuk mencegah bakteri jahat berkembang. 3. Susu steril punya masa simpan yang jauh lebih lama. Situs Greenfields Dairy mengungkap susu steril yang masih tertutup dan tersegel rapat dapat bertahan maksimal 10 bulan saat disimpan di luar kulkas. Susu steril yang kemasannya sudah dibuka sebaiknya langsung dihabiskan untuk mencegah kontaminasi bakteri penyebab penyakit. Beda gizi dan cita rasa
1. Susu UHT memiliki kandungan protein yang lebih rendah daripada susu pasteurisasi karena sudah melewati proses pemanasan dengan suhu lebih tinggi. Selain itu, kalsium yang tadinya bersifat larut dalam susu akan berubah menjadi kalsium yang tidak larut dan sulit diserap tubuh. Rasanya tak se-creamy susu pasteurisasi. 2. Susu pasteurisasi tidak melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi seperti susu UHT. Alhasil kandungan gizi dalam susu pasteurisasi tidak banyak berubah. Teksturnya lebih kental dan rasa gurihnya lebih kuat dibandingkan rasa susu UHT. 3. Susu steril yang juga melalui suhu pemanasan tinggi memungkinkan sejumlah kandungan nutrisinya rusak seperti vitamin B dan asam folat. Selain itu, sebagian besar protein akan menggumpal dan mempengaruhi penyerapannya oleh tubuh. Suhu tinggi jika menyebabkan perubahan tekstur, rasa dan warna yang mungkin tidak disukai sebagian orang. (adr/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Ananth Ambani Konglomerat India Sukses Turun BB 108 Kg, Ini Menu Dietnya Jakarta – Konglomerat Ananth Ambani menjadi sorotan gegara pernikahannya yang mewah. Ternyata ia sempat menjalankan diet dan sukses turun bobot hingga 108 kilogram. Ananth Ambani merupakan anak dari seorang konglomerat di India. Keluarganya dinobatkan sebagai pebisnis terkaya yang kekayaannya ditaksir mencapai 118 Juta Dollar Amerika Serikat. Baru-baru ini Ananth Ambani menjadi sorotan dunia usai melaksanakan upacara pernikahan yang mewah dan meriah. Tidak hanya mengundang tamu-tamu penting tetapi ia juga mengundang penyanyi dunia untuk bernyanyi pada pestanya.
Ibu Ananth Ambani, yaitu Nita Ambani, menyebut ada usaha keras sebelum anak bungsunya menikah. Ia yang pernah menderita penyakit ini harus melakukan diet agar bugar pada hari pernikahannya. Baca juga: Kacau! Gegara Durian, 5 Insiden Ini Bikin Orang Jatuh Sakit
Melansir Times of India (10/7) pada tahun 2017 Ananth Ambani pernah mengidap asma yang disebabkan oleh obesitasnya. Saat itu berat badan Ananth Ambani mencapai 108 kilogram dan kesulitan untuk melakukan aktivitas. Demi mengadakan acara pernikahan yang lancar dengan tubuh yang sehat, Ananth akhirnya sempat berkonsultasi dengan dokter khusus obesitas. Ia diberikan beberapa catatan untuk dilakukan mulai dari mengubah pola makan hingga lebih rutin berolahraga dengan program yang telah dirancang. “Ia pernah mengalami asma yang sangat parah, bahkan kami sampai harus menyediakan banyak steroid untuk mengatasinya. Ia benar-benar berjuang untuk melawan obesitas itu,” ujar Nita Ambani. Ada beberapa program kebugaran yang harus dijalani Ananth. Salah satu yang paling penting dan tidak boleh terlewatkan adalah berjalan kaki sejauh 21 kilometer dan harus dilakukan setiap hari.
Tetapi titik keberhasilan program penurunan berat badan ini juga ada pada pola makan yang diubah. Diet ketat dengan pembatasan kalori dijalani oleh Ananth selama 18 bulan lamanya. Ia difokuskan untuk konsumsi makanan nol gula, protein tinggi dan makanan-makanan rendah karbohidrat dengan asupan lemak yang dikurangi. Setiap harinya ia hanya boleh mengonsumsi 1200 – 1400 kalori yang dilengkapi dengan sayuran-sayuran hijau, biji-bijian, sup, dan produk susu. Ananth Ambani juga disarankan untuk berhenti mengonsumsi makanan cepat saji dan berlemak tinggi. Sesekali ahli gizi yang menanganinya juga menerapkan clean eating untuk membantu penurunan berat badan dengan cepat. Tidak sia-sia dalam waktu 18 bulan ia berhasil mengubah penampilannya dengan signifikan. Program dietnya ini membantu menurunkan berat badannya sebagai 108 kilogram hingga kini beratnya hanya 100 kilogram. Saksikan juga tayangan pemenang Adhyaksa Awards 2024 (dfl/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Brooke Lark |
![]() |
| Source : unsplash.com / Brooke Lark
|



















