Blog

  • 7 Jenis Ikan yang Baik untuk Kecerdasan Otak Anak, Orangtua Wajib Tahu

    Jakarta

    Sama seperti bagian tubuh lainnya, kita butuh makanan yang baik untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja otak. Terutama bagi anak-anak yang otaknya masih berkembang, untuk memberikan nutrisi optimal akan membantu otak anak bekerja dengan prima.

    Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak, termasuk nutrisi yang diperlukan untuk kecerdasan otaknya. Nah, berikut ini beberapa jenis ikan yang baik untuk kecerdasan otak anak.

    Alasan Ikan Baik untuk Otak

    Sebenarnya, kenapa ikan bisa dikatakan baik untuk kecerdasan otak? Mengutip Heathline, ini karena ikan dan seafood pada umumnya kaya akan nutrisi asam lemak omega 3, iodin, dan zinc. Nutrisi-nutrisi ini berperan dalam fungsi otak.


    Tubuh membutuhkan zinc untuk kinerja dan perkembangan sel saraf. Sementara omega 3 diperlukan agar otak berfungsi normal. Terakhir, iodin digunakan dalam pembentukan hormon tiroid, yang berperan penting dalam perkembangan otak.

    Mengutip EatingWell, dua jenis asam lemak omega 3 yang penting bagi kecerdasan kognitif adalah eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Akan tetapi, tubuh tidak bisa memproduksi dua jenis omega 3 ini secara alami. Sehingga, kita butuh EPA dan DHA dari makanan.

    Jenis Ikan yang Bagus untuk Kecerdasan Anak

    Ikan yang baik untuk kecerdasan otak anak adalah ikan yang kaya akan omega 3, iodin, dan zinc yang disebutkan tadi. Berikut adalah jenis ikan yang membantu membuat otak cerdas:

    1. Haring

    Herring atau ikan haring adalah ikan berukuran kecil yang kaya akan omega 3. Menurut US Department of Agriculture (USDA), 100 gram ikan haring mengandung 909 miligram EPA dan 1100 miligram DHA.

    Ikan haring juga aman dikonsumsi anak-anak. Menurut Dinas Kesehatan Kota Makassar, ikan haring rendah akan merkuri dibandingkan ikan laut besar lainnya. Sehingga, ikan ini aman dikonsumsi secara rutin.

    2. Makerel

    Makerel atau dalam bahasa Inggris mackerel adalah sebutan untuk sekelompok ikan laut yang terdiri dari beberapa genus. Ini termasuk ikan tenggiri dan ikan kembung.

    Sama seperti ikan haring, makerel juga kaya akan omega 3, khususnya EPA dan DHA. Menurut USDA, 100 gram ikan makerel mengandung 898 miligram EPA dan 1400 miligram DHA.

    3. Salmon

    Salmon adalah ikan yang sering diketahui baik untuk kecerdasan otak anak. Dalam porsi 100 gram, ikan salmon mengandung 862 miligram EPA dan 1100 miligram DHA.

    Salmon juga kaya akan vitamin B12. Menurut National Institutes of Health, vitamin B12 berperan menjaga kesehatan sel darah dan sel otak.

    Sementara, kekurangan vitamin B12 memiliki berbagai dampak, salah satunya dementia, yaitu kondisi kesulitan berpikir dan mengingat sesuatu. Gejala kekurangan vitamin B12 bisa membutuhkan bertahun-tahun untuk muncul. Sehingga sebaiknya anak mendapatkan asupan vitamin B12 yang cukup sejak dini, salah satunya dari salmon.

    4. Sarden

    Ikan berikutnya yang baik untuk kecerdasan otak anak adalah ikan sarden. 100 gram sarden mengandung 473 miligram EPA dan 509 miligram DHA.

    Ditambah lagi, sarden memiliki sifat antiradang dan mampu menjaga kesehatan hati karena kandungan kalsium, potasium, magnesium, dan zinc.

    Ikan sarden biasanya hadir dalam kemasan kalengan yang sudah memiliki berbagai rasa sehingga tidak membuat lidah anak bosan. Tetapi, cobalah juga memasak sarden segar sendiri.

    5. Tuna

    Tuna adalah ikan yang cukup mudah didapatkan serta baik untuk kecerdasan otak anak. 100 gram tuna mengandung 25 miligram EPA dan 197 miligram DHA.

    Dikutip dari Healthline, ahli diet Ilana Muhlstein, R.D. menyebutkan bahwa tuna kalengan umumnya tidak melalui proses kimiawi yang banyak. Tuna dalam kaleng juga penuh nutrisi dan bahan-bahannya sederhana. Sehingga, aman diberikan untuk anak.

    6. Nila

    Ikan selanjutnya yang baik untuk kecerdasan otak adalah ikan nila. 100 gram ikan nila mengandung 5 miligram EPA dan 86 miligram DHA.

    Mengutip WebMD, ikan nila juga merupakan sumber selenium yang baik. Selenium adalah mineral yang berperan penting dalam metabolisme.

    Selain itu, selenium juga mendukung kesehatan kognitif. Kandungan antioksidan dalam selenium melawan kerusakan sel yang mengakibatkan penyakit pada fungsi otak, seperti Parkinson atau Alzheimer.

    7. Patin

    Selanjutnya, ikan yang baik untuk kecerdasan otak anak adalah ikan patin. Menurut Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Buleleng, ikan patin adalah ikan asli perairan Indonesia yang sudah berhasil didomestikasi. Jadi, tak heran jika ikan ini mudah ditemukan di pasaran.

    Seluruh bagian dari ikan patin dapat diolah serta dagingnya lembut dan gurih. Menurut data USDA, 100 gram ikan patin mengandung 20 miligram EPA dan 69 miligram DHA.

    Perlu diingat, ikan adalah salah satu makanan yang berpotensi menimbulkan alergi. Selain itu, beberapa jenis ikan mengandung kadar merkuri yang tinggi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Semoga bermanfaat!

    (khq/khq)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Buah Tinggi Kalori yang Perlu Diwaspadai Saat Diet Menurunkan BB

    Jakarta

    Ketika sedang diet untuk menurunkan berat badan, biasanya orang akan menghindari makanan tak sehat dan beralih ke makanan bergizi seperti buah-buahan. Karena buah umumnya kaya akan serat, vitamin, dan mineral penting.

    Akan tetapi, beberapa buah perlu diwaspadai lantaran dapat menggagalkan diet jika asupannya tidak dikontrol. Hal ini karena buah-buah ini mengandung kalori tinggi. Lantas, apa saja buah tinggi kalori yang perlu diperhatikan?

    Buah Tinggi Kalori

    Dikutip dari Healthline dan MedicineNet, berikut sejumlah buah tinggi kalori yang sehat dan bernutrisi tapi bisa gagalkan diet turunkan berat badan apabila dikonsumsi berlebihan.


    1. Pisang

    Pisang termasuk buah bergizi yang tinggi kalori dan karbohidrat. Satu buah pisang berukuran 118 gram (g) memiliki 105 kal, karbohidrat 27 g, protein 1 g, lemak 0,4 g, dan serat 3 g.

    Selain itu, pisang mengandung banyak mikronutrien lain. Dan pisang khususnya pisang hijau atau pisang yang belum matang juga mengandung pati resisten tinggi.

    Kalau orang diet ingin konsumsi pisang, pisang hijau dapat dipilih. Hal ini karena kandungan gula jenis pisang ini lebih rendah dan pati resistennya baik untuk pencernaan lantaran tak dapat dipecah oleh enzim lambung. Sehingga membuat seseorang dapat kenyang lebih lama.

    2. Alpukat

    Alpukat mengandung tinggi kalori. Daging alpukat berukuran 100 gram mengandung sekitar 161 kal. Di sisi lain, buah ini kaya akan lemak sehat dan nutrisi seperti serat, folat, potasium, vitamin K, C, B5, dan B6.

    Kalori tinggi alpukat sebenarnya cocok untuk dikonsumsi orang diet. Karena buah ini dapat membuat kenyang lebih lama dan menurunkan kadar kolesterol “jahat”. Namun, pediet sebaiknya konsumsi alpukat sewajarnya agar asupan kalori tidak berlebih.

    3. Kelapa

    Kelapa memiliki air dan daging yang segar. Akan tetapi, daging kelapa ternyata tinggi kalori lho. Sekitar 28 gram daging buah ini mengandung 99 kalori. Kelapa juga menyimpan lemak tinggi, karbohidrat, dan mineral penting seperti fosfor dan tembaga.

    Kalau ingin makan daging kelapa saat diet, batasi porsi konsumsinya mengingat buah ini tinggi kalori. Pediet juga dapat meminum airnya yang penuh manfaat, antara lain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, menjaga daya tahan tubuh, hingga mencegah risiko penyakit jantung.

    4. Mangga

    Mangga berukuran 165 gram memiliki kisaran 99 kalori. Kalori tinggi buah ini sebagian besar berasal dari kandungan karbohidratnya. Selain itu, mangga mengandung protein 1,4 g, lemak 0,6 g, folat, serta mineral tembaga, vitamin C, B, A, dan E.

    Buah mangga juga tinggi serat yang dapat mengenyangkan perut lebih lama. Buah ini pun dapat dijadikan camilan atau dibuat smoothie. Namun lagi-lagi, pastikan konsumsi mangga secukupnya saja. Sebaiknya tidak makan buah ini lebih dari 220 kal.

    5. Pir

    Pir juga termasuk buah bergizi yang tinggi kalori dan karbohidrat. Satu buah pir berukuran 178 gram memiliki 101 kalori.

    Di sisi lain, indeks glikemik buah ini relatif rendah dan serat larutnya sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan. Meski pir tergolong baik untuk orang diet, tapi kalorinya cukup tinggi sehingga perlu dibatasi konsumsinya jika ingin mengemil buah ini.

    6. Bluberi

    Di antara jenis buah beri, bluberi sangatlah sehat. Buah ini kaya antioksidan, tapi memiliki kalori yang banyak. Sekitar 148 gram bluberi mengandung 84 kal.

    Orang diet boleh-boleh saja makan buah ini untuk camilan atau dijadikan smoothie, salad, atau dicampur yogurt. Namun, sebaiknya konsumsi secukupnya karena bluberi tinggi kalori.

    7. Kurma

    Kurma yang diedarkan biasanya dalam bentuk kering dan manis. Buah ini tergolong tinggi kalori dengan 66,5 kal per 24 gramnya. Selain itu, buah kurma kaya akan nutrisi penting seperti tembaga, mangan, zat besi, dan vitamin B6.

    Akan tetapi, buah kering seperti kurma biasanya mengandung gula alami yang tinggi. Oleh sebab itu, orang diet sebaiknya makan buah ini sewajarnya saja.

    8. Buah Ara

    Buah ara, buah tin, atau figs dalam bahasa Inggrisnya ada yang berbentuk kering atau segar. Buah ara kering biasanya dikonsumsi bersama oat dan yogurt.

    Akan tetapi, buah ara kering termasuk tinggi kalori lho. Sekitar 28 gram buah ara kering mengandung 70 kalori dan menyediakan sejumlah nutrisi lain seperti kalsium dan kalium.

    Jika ingin menikmati buah ini dalam bentuk keringnya, usahakan tidak terlalu berlebihan ya. Karena buah ara kering juga mengandung gula cukup tinggi.

    9. Kismis

    Kismis atau buah anggur yang dikeringkan juga biasanya sangat manis. Orang diet sebaiknya makan buah kering ini secukupnya saja lantaran kandungan gulanya yang tinggi.

    Walaupun buah kering ini juga menyediakan nutrisi, seperti kalium, zat besi, mineral tembaga, mangan, magnesium, dan vitamin B. Namun kismis tergolong buah tinggi kalori dengan 85 kal per 28 gramnya. Jadi, hindari konsumsi kismis berlebihan ya.

    10. Aprikot

    Buah aprikot dapat dinikmati dalam bentuk kering maupun segar. Untuk kondisi keringnya, buah ini termasuk tinggi kalori. Sekitar 28 gram aprikot kering memiliki 67 kalori.

    Meski aprikot kering menjadi sumber beta karoten, lutein, dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata, buah ini mungkin tidak terlalu bagus untuk orang diet lantaran kandungan gulanya yang tinggi.

    Nah, itu tadi sederet buah tinggi kalori yang dapat menggagalkan diet penurunan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.

    Kalau ingin ngemil, cukup konsumsi buah-buah tersebut dalam porsi sewajarnya. Sebaliknya, buah-buah di atas justru akan cocok bagi orang yang ingin menambah berat badan.

    (azn/inf)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kecantikan

    Jakarta

    Teh hijau merupakan minuman tradisional yang memiliki segudang manfaat dan dipercayai sejak dulu. Minuman ini berasal dari daun tumbuhan bernama Camellia Sinensis.

    Bahkan beberapa sumber mengatakan teh hijau jadi satu minuman paling sehat di dunia. Teh ini dipercaya mampu membantu mencegah berbagai penyakit, bermanfaat untuk kecantikan, hingga meningkatkan fungsi otak.

    Penasaran dengan berbagai khasiatnya, simak 10 manfaat teh hijau pada artikel berikut ini.


    Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan dan Kecantikan

    Dilansir dari National Institutes of Health, sebuah penelitian pada tahun 2022 menjelaskan bahwa teh hijau dapat meningkatkan metabolisme positif yang efektif dalam memecah lemak. Ini membuat pembakaran lemak lebih optimal.

    Sehingga, sangat bagus untuk menambahkan teh hijau dalam daftar diet untuk mengurangi berat badan. Walaupun demikian, untuk mencapai pengurangan berat badan hingga ideal tetap disarankan untuk mengimbanginya dengan pola makan sehat dan olahraga secara teratur.

    2. Mengurangi Kecemasan dan Stres

    Teh mengandung asam amino yang disebut L-teanin yang dapat mengurangi kecemasan dan stres, dengan membantu tubuh kita lebih rileks. Sementara itu melansir dari Health, teh hijau memiliki salah satu konsentrasi L-teanin tertinggi dibandingkan dengan teh hitam, oolong, dan putih.

    Penelitian telah menemukan bahwa suplementasi 200-400 miligram L-teanin setiap hari membantu mengurangi kecemasan dan stres. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 menemukan bahwa, orang yang mengkonsumsi 200 miligram L-teanin sehari selama empat minggu mengalami peningkatan yang lebih besar dalam kecemasan, depresi, dan masalah tidur.

    Sebagai gambaran, setiap satu cangkir teh hijau mengandung 8-30 milligram L-teanin.

    3. Meningkatkan Fungsi Otak

    Pelemahan fungsi otak dapat menyebabkan penurunan kognitif yang berdampak pada penyakit neurodegeneratif, seperti alzheimer, parkinson, dan berbagai penyakit demensia lainnya.

    Melansir dari Healthline, mengacu pada sebuah penelitian pada 2017 mengatakan penurunan fungsi otak dapat dicegah dengan kandungan yang ada dalam teh hijau seperti kafein dan L-teanin. Ini tentu bisa bermanfaat untuk mencegah penyakit seperti yang telah disebutkan.

    4. Mencegah Tumbuhnya Sel Kanker

    Mengutip dari Medical News Today, di negara-negara dengan konsumsi teh hijau yang tinggi, beberapa tingkat kanker cenderung lebih rendah.

    Walaupun belum ada bukti penelitian menyeluruh yang menyebutkan teh hijau dapat mencegah resiko kanker,penelitian telah mengaitkan minum teh hijau dengan peluang lebih rendah untuk mengembangkan beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru atau kanker ovarium.

    5. Mengurangi Resiko Diabetes

    Seberapa jauh teh hijau efektif dalam mengurangi resiko diabetes memang belum terbukti secara pasti dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

    Akan tetapi melansir goodFOOD, polifenol teh yang terkandung dalam teh hijau memiliki kemampuan untuk menghambat enzim pencernaan seperti laktase dan menunda penyerapan glukosa (gula) di dalam usus.

    Berdasarkan pernyataan tersebut, para peneliti mengkaitkan bahwa asupan polifenol yang konsisten dari teh hijau dapat sama efektifnya dengan beberapa obat dalam mengurangi risiko diabetes.

    6. Menjaga Kesehatan Jantung

    Teh hijau memiliki sifat anti-inflamasi yang menargetkan radikal bebas dan melindungi kesehatan jantung. Ini dapat membantu mencegah penyakit seperti gagal jantung, stroke, penyakit jantung, dan hipertensi.

    Selain itu kandungan polifenol dalam teh hijau dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan meningkatkan fungsi epitel, yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.

    7. Mencegah Osteoporosis

    Bukti-bukti menunjukkan bahwa konsentrasi antioksidan yang tinggi dalam teh hijau dapat meningkatkan pembentukan tulang dan melindungi terhadap kehilangan massa tulang.

    Karena khasiatnya tersebut, teh hijau terbukti bisa mencegah osteoporosis, sebuah penyakit tulang yang meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

    8. Mengurangi Tekanan Darah

    Khasiat selanjutnya yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi teh hijau adalah menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung dan stroke karena merusak lapisan pembuluh darah.

    Hal tersebut bisa meningkatkan risiko penumpukan plak. Akibatnya, pembuluh darah menyempit, membatasi aliran darah ke jantung dan otak.

    Sementara itu antioksidan yang tinggi pada teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan, dan memperlebar pembuluh darah, serta mendukung aliran darah yang sehat.

    9. Menghilangkan Bau Mulut

    Manfaat mengkonsumsi teh hijau selanjutnya adalah mampu menghilangkan bau mulut. Teh hijau mengandung tanin yang memiliki sifat antibakteri, sehingga bisa mencegah pembentukan bakteri pada mulut.

    Selain bisa mengatasi bau, teh hijau juga bisa mencegah karies gigi dan pembentukan plak pada gigi. Oleh karena tak heran jika banyak orang yang menggunakan teh hijau sebagai obat kumur tradisional.

    10. Bagus Untuk Perawatan Kulit

    Siapa sangka selain memberikan manfaat melalui minuman yang dikonsumsi dalam tubuh, teh hijau juga ternyata sangat bagus untuk perawatan kulit.

    Kandungan yang tinggi akan antioksidan, anti-inflamasi, kafein dan L-teanin membuat teh hijau sangat bagus untuk kesehatan kulit.

    Melansir dari situs Nivea, berkat kandungannya teh hijau berkhasiat untuk mengurangi jerawat, mencerahkan kulit, mengurangi mata bengkak, menghilangkan iritasi dan kemerahan, hingga melawan penuaan dini.

    (khq/khq)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Wajah Tak Tampak Bengkak


    Jakarta

    Ada kandungan dalam makanan yang dapat memengaruhi penampilan. Agar wajah tak tampak bengkak, beberapa makanan ini sebaiknya dikonsumsi dengan bijak.

    Asupan makanan memiliki kandungannya masing-masing. Bagai dua sisi mata uang, ada dampak negatif dan positif yang bisa didapatkan dari mengonsumsi makanan.

    Kandungan nutrisi dan mineral di dalamnya dibutuhkan guna membantu organ tubuh bekerja dengan efektif. Tetapi ada juga kandungan lain yang justru dapat memengaruhi penampilan secara kasat mata.


    Efek yang paling terlihat adalah dengan beberapa bagian tubuh seperti wajah yang akan bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Sehingga hindari beberapa asupan makanan ini saat malam hari jika keesokannya tak ingin wajah tampak bengkak.

    Berikut ini 5 makanan pemicu bengkak pada wajah melansir Medicine Net:

    Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Wajah Tak Tampak BengkakSoy sauce yang tinggi garam mudah memicu pembengkakan pada wajah. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

    1. Soy sauce

    Pengaruh utama yang membuat wajah tampak bengkak adalah asupan garam yang berlebih. Soy sauce yang memiliki rasa asin menggunakan banyak tambahan garam ke dalamnya.

    Garam dapat meningkatkan retensi air di dalam tubuh sehingga mengikat lebih kuat dan sulit dikeluarkan. Dampaknya beberapa bagian tubuh akan terlihat membengkak karena kandungan air berlebih yang sulit dikeluarkan.

    Salah satu yang paling terpampang efek negatifnya adalah pada wajah. Selain itu soy sauce juga memiliki kandungan gluten yang dapat mengancam bagi konsumen dengan intoleran gluten.

    2. Gula

    Bukan rahasia umum lagi jika gula menyebabkan inflamasi yang memicu pembengkakan di dalam tubuh. Dalam berbagai penelitian telah diungkapkan juga jika konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu kesehatan kulit dan kadar insulin.

    Ketika gula masuk ke dalam saluran pencernaan, ada gangguan pada usus yang memicu ketidakseimbangan mikrobiom. Dampaknya makanan yang diterima akan sulit dicerna dengan baik dan maksimal.

    Titik bengkak yang dapat dipicu oleh konsumsi gula ternyata cukup banyak, selain wajah. Mulai dari pundak hingga beberapa area di sekitar dada yang mudah terdampak.

    Daftar makanan yang harus dihindari lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Susu dan olahannya

    Walaupun tidak memiliki kandungan garam yang tinggi, susu juga dapat memicu pembengkakan. Alasannya terdapat pada laktosa yang secara alami ada di dalam susu dan berbagai olahannya.

    Laktosa tergolong sebagai jenis gula yang sulit dicerna oleh tubuh apalagi bagi mereka yang intoleran. Kondisi intoleran laktosa tidak bisa dikenali dengan singkat.

    Beberapa orang butuh mencapai usia tertentu untuk mengetahui bahwa tubuhnya intoleran laktosa. Tandanya dapat dilihat jika setelah konsumsi susu atau keju mengalami bengkak pada wajah dan perut.

    4. Tomat

    Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Wajah Tak Tampak BengkakKonsumsi tomat dapat membuat pembengkakan di sekitar mata. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

    Walaupun terkesan sehat ternyata tidak semua sayuran atau buah sepenuhnya positif untuk tubuh. Tomat yang cerah warnanya dengan kandungan vitamin A yang melimpah ternyata juga dapat berdampak buruk.

    Konsumsi tomat dapat memasukkan racun bernama solanine ke dalam tubuh. Dampaknya akan menyebabkan pembengkakan di area mata dan beberapa titik pada wajah lainnya.

    Efek konsumsi tomat juga berkaitan erat dengan daya tahan konsumennya. Pada tubuh yang sangat sensitif dampaknya bisa terlihat secara singkat.

    5. Gorengan

    Sebagai camilan yang mudah dan murah untuk dibuat, gorengan seringkali dikonsumsi tanpa mengenal waktu. Dalam sebuah hidangan gorengan mengandung asam lemak omega 6.

    Sementara asam lemak yang dibutuhkan oleh tubuh dan positif dampaknya adalah asam lemak omega 3. Tentunya kedua kandungan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda jauh satu sama lainnya.

    Asam lemak omega 6 justru dapat memicu inflamasi di dalam tubuh. Hasilnya beberapa pembengkakan akan terlihat setelah makan gorengan terutama pada wajah.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Sayur Tinggi Protein untuk Diet Sehat dan Bergizi

    Jakarta

    Protein adalah zat yang penting bagi tubuh, sekalipun kamu sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Selain mengandung nutrisi yang penting, protein bagus untuk diet karena bisa membuatmu tidak mudah lapar.

    Sumber makanan berprotein tinggi biasanya diperoleh dari hewan, namun biasanya makanan tersebut juga mengandung lemak. Kamu juga bisa mendapatkan protein tinggi rendah lemak dari sayuran.

    Apa saja sayur tinggi protein untuk diet? Simak penjelasannya di bawah ini.


    Sayur Tinggi Protein untuk Diet

    Berikut ini 11 sayur tinggi protein untuk diet yang sehat dan baik dikonsumsi secara teratur:

    1. Jagung

    Dikutip dari situs Verywell Health, jagung cocok digunakan sebagai menu diet karena mengandung protein nabati yang menyehatkan. Rasa manis alaminya juga membuatnya disukai banyak orang.

    Kamu bisa menghidangkannya sebagai makanan pendamping atau bahkan menjadi pengganti nasi. Jagung juga lezat dibuat bubur atau puding.

    2. Buncis

    Buncis termasuk kacang-kacangan yang mengandung protein tinggi. Kacang ini mengandung 14,74 gram protein per cangkir. Buncis memiliki tekstur yang padat sehingga membuat makanan tanpa daging pun tetap lezat. Campurkan juga sayuran jenis lain untuk memadukan aneka rasa.

    3. Brokoli

    Brokoli mengandung 2,31 gram protein per cangkir. Brokoli cocok dihidangkan dengan menjadikannya tumisan bersama sayuran lain. Atau potong kecil-kecil untuk dijadikan campuran dalam membuat nugget sayur.

    4. Bayam

    Melansir Health.com, bayam termasuk sayur tinggi protein untuk diet yang cocok dijadikan menu harian. Satu cangkir bayam matang mengandung 6 gram protein, dengan hanya 49 kalori.

    Bayam juga baik untuk tubuh karena kaya antioksidan, vitamin, dan mineral yang mampu melawan berbagai penyakit. Bayam cocok dibuat sayur tumis, sayur bening, dan keripik tanpa minyak.

    5. Edamame

    Edamame yang telah diolah mengandung 18 gram protein dengan 29% AKG untuk serat dan lebih dari 100% AKG untuk folat. Edamame dapat dinikmati sebagai cemilan tinggi protein, atau dapat dimasukkan ke dalam tumisan, hidangan pendamping, dan salad.

    6. Kacang-kacangan Lain

    Kacang-kacangan lainnya, seperti lentil dan kacang polong juga merupakan sayuran tinggi protein yang menawarkan serat, folat, potasium, dan nutrisi penting lainnya. Satu cangkir lentil matang mengandung 18 gram protein dan 15,6 gram serat. Bahan makanan ini cocok untuk sup, semur, dan salad.

    7. Asparagus

    Dilansir dari Medical News Today, asparagus adalah sayuran yang populer karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Satu cangkir (134 gram) asparagus mengandung 3 g protein.

    Asparagus juga kaya nutrisi lainnya, seperti vitamin K, folat, riboflavin, magnesium, fosfor, dan vitamin A. Kamu bisa memanggang, merebus, mengukus, atau menumis asparagus dan memakannya sebagai lauk atau menambahkannya ke dalam salad.

    8. Kubis Brussel

    Kubis brussel adalah bahan makanan tambahan yang bagus untuk diet. Satu cangkir (88 gram) kubis brussel mengandung 3 gram protein. Orang biasa memasak kubis brussel dengan cara merebus, mengukus, atau memanggangnya.

    9. Biji Labu

    Biji labu mungkin sering dibuang, namun ini termasuk sayur tinggi protein yang cocok untuk diet. Berdasarkan artikel ilmiah karya Ashiq Hussain dkk yang diterbitkan di jurnal Springer Nature, dalam setiap 100 gram biji labu, mengandung 35,1 gram protein.

    Biji labu tak hanya mengandung protein, tetapi juga polisakarida, minyak, vitamin, mineral, dan senyawa fenolik. Kandungannya bermanfaatnya sebagai imunomodulator, antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan antivirus.

    10. Jamur Kering

    Maria Elena Valverde, dkk, dalam jurnal Hindawi mengungkapkan, jamur memiliki manfaat untuk kesehatan manusia. Dalam 100 gram jamur kering mengandung 38 gram protein.

    Nutrisi pada jamur juga mengandung antioksidan yang mampu membantu melawan stres oksidatif dan proses penuaan, serta berperan mencegah dan mengobati beberapa penyakit degeneratif.

    11. Kedelai

    Kedelai juga merupakan sayur tinggi protein untuk diet karena rendah kalori dan rendah lemak jahat. Dalam 100 gram kedelai terdapat 36,3 gram protein.

    Artikel ilmiah karya Kristen S. Montgomery dalam The Journal of Perinatal Education menjelaskan, bahwa kedelai bermanfaat bagi kesehatan secara umum. Wanita yang mengkonsumsi kedelai dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular, mencegah kanker, memperbaiki kondisi pasca menopause, hingga mengendalikan obesitas.

    Nah, itulah tadi 11 sayur tinggi protein untuk diet sehat dan bergizi. Buat kalian yang ingin menurunkan berat badan, masukkan sayuran ini ke dalam menu harian kamu!

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini 6 Reaksi Tubuh Jika Kamu Makan Pedas Setiap Hari


    Jakarta

    Sebagian besar orang Indonesia sangat menyukai makanan pedas. Beberapa kondisi inilah yang akan terjadi pada tubuh jika setiap hari makan makanan pedas.

    Bagi orang Indonesia, belum afdol makan tanpa sambal. Tak heran, setiap daerah di Indonesia memiliki racikan sambal tersendiri dengan ciri khas masing-masing.

    Sambal dengan cita rasa pedas dan menyengat lah yang paling diminati. Efek pedas yang dialami tersebut dirasa bisa meningkatkan nafsu makan.


    Selain itu, rupanya makanan pedas bisa memberikan manfaat kesehatan untuk tubuh. Meski begitu batasi juga asupannya karena jika berlebihan ada efek samping yang berbahaya.

    Dikutip dari Delish (26/07/23) ini beberapa hal yang terjadi jika makan makanan pedas setiap hari:

    1. Memberikan efek tenang

    Doyan Pedas? Ini 6 Tipe Kepribadian Pencinta Makanan PedasMakanan pedas bisa memberikan efek rileks. Foto: Getty Images

    Meskipun terasa menyengat, tetapi menurut ahli gizi Kim Yawitz, makanan pedas justru bisa memberikan efek menenangkan. Ini berkat peran capsaicin dan allyl isothiocyanate.

    Keduanya dapat mengaktifkan reseptor sensorik di lidah, sehingga akan memberi respon pada otak untuk berpikir bahwa kamu telah memakan sesuatu yang sangat pedas.

    Kemudian, capsaicin juga akan membantu tubuh dalam memproduksi endorfin atau hormon untuk meningkatkan suasana hati. Kemudian, efeknya membuat tubuh menjadi rileks dan terasa lebih baik secara emosional.

    2. Meningkatkan sirkulasi darah

    Efek kepedasan setelah makan makanan pedas rupanya dapat meningkatkan sirkulasi darah. Misalnya pada cabai rawit yang memiliki sifat antikoagulan.

    Selain dapat melancarkan peredaran darah, sifat antikoagulan pada cabai bisa meredakan pembengkakan di pembuluh darah vena dan menguatkan dinding pembuluh darah vena.

    Efek pedasnya juga bisa mengembalikan kelenturan pembuluh darah sehingga bisa mencegah serangan darah.

    Efek makan makanan pedas ada di halaman selanjutnya.

    3. Bikin panjang umur

    Doyan Pedas? Ini 6 Tipe Kepribadian Pencinta Makanan PedasMakan makanan pedas bisa bikin panjang umur. Foto: Getty Images

    Sebuah studi di Harvard tahun 2015 menemukan bahwa makan makanan pedas dapat membuat panjang umur. Studi tersebut diterbitkan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China.

    Ditemukan bahwa mengonsumsi makanan pedas selama 6-7 hari dalam seminggu bisa menurunkan angka kematian sebesar 14%. Hal yang sama juga ditemukan oleh studi lain dari University of Vermont.

    Berdasarkan hasil penelitian, makanan pedas bisa mencegah penyakit kronis. Mulai dari penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes tipe 2.

    4. Mampu menurunkan berat badan

    Kandungan capsaicin pada cabai bisa berperan untuk memperlambat pencernaan di saluran pencernaan, tepatnya pada bagian atas. Ini dapat membantu kamu merasa lebih kenyang.

    Dengan begitu, kamu akan lebih sedikit mengasup kalori secara keseluruhan. Manfaat ini pernah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang melakukan eksperimen pada tikus.

    Dalam penelitian tersebut, tikus yang diberi capsaicin yang sebanding dengan jumlah yang dimakan manusia memperoleh lebih sedikit lemak tubuh dari waktu ke waktu.

    5. Picu keringat berlebih

    Doyan Pedas? Ini 6 Tipe Kepribadian Pencinta Makanan PedasMakanan pedas bisa bikin keringat berlebih Foto: Getty Images

    Di samping manfaat kesehatannya, makanan pedas juga dapat memberikan efek samping. Salah satunya, akan membuat tubuh berkeringat, bahkan lebih banyak dari biasanya.

    Ini karena efek dari senyawa capsaicin pada cabai. Senyawa tersebut akan memberikan sinyal ke otak bahwa kamu sedang merasa kepedasan dan kepanasan.

    Kemudian, tubuh akan menyalakan sistem pendinginnya untuk melawan panas. Menurut ahli gizi Tanmeet Sethi, itulah sebabnya tubuh menjadi berkeringat.

    6. Lidah jadi kebas

    Seseorang yang makan makanan pedas pasti akan merasakan lidah menjadi kebas. Ini menjadi efek samping yang mungkin bisa mengganggu.

    Hal ini terjadi karena senyawa dalam makanan pedas tersebut menempel pada reseptor saraf di seluruh saluran pencernaan, termasuk mulut dan lidah. Kemudian menjadi aktif sebagai respon terhadap panas.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Efek Negatif Konsumsi Mie Instan, Bikin Berat Badan Melonjak


    Jakarta

    Konsumsi mie instan memang mudah dan mengenyangkan. Tetapi jika tak ingin berat badan melonjak, hindari makanan ini. Ternyata ada alasannya!

    Bagi orang Asia, termasuk Indonesia, mie adalah salah satu makanan sumber karbohidrat yang ringkas. Mie mudah untuk diolah dan ditambahkan berbagai topping yang nikmat sesuai selera.

    Apalagi banyak merek mie instan yang mudah ditemukan di pasaran dengan harga murah meriah. Proses pembuatannya yang mudah dan porsinya mengenyangkan seringkali menjadi jalan pintas bagi yang tak sempat memasak.


    Tetapi jika kamu sedang menjalani diet atau ingin menurunkan berat badan sebaiknya tidak mengonsumsi mie instan. Ada beberapa efek negatif yang ditimbulkan dari konsumsi mie instan pada berat badan.

    Baca juga: Relawan Kesehatan Masak 3.000 Pizza untuk Masyarakat Korban Perang

    Berikut ini 5 efek negatif konsumsi mie instan pada berat badan melansir First Post:

    5 Efek Negatif Konsumsi Mie Instan, Bikin Berat Badan MelonjakKonsumsi mie instan dapat meningkatkan berat badan dengan cepat. Foto: Getty Images/AgFang

    1. Lonjakan berat badan

    Konsumsi mie instan disebut ahli gizi menjadi sumber yang paling buruk untuk dikonsumsi saat diet. Efek terburuknya karena mampu meningkatkan berat badan dengan instan.

    Konsumsi mie instan sama saja dengan memasukkan karbohidrat bersamaan dengan lemak. Hasilnya kalori yang diterima oleh tubuh langsung berjumlah banyak dalam satu waktu.

    Mie instan terbuat dari tepung dan berbagai bahan lain. Belum lagi ketika ditambahkan topping sesuai keinginan konsumennya yang sulit terdeteksi kandungan karbohidrat, lemak, dan kalorinya.

    2. Nutrisi yang minim

    Jika pernah berpikir bahwa mie instan cocok sebagai asupan yang ringkas, hindari pemikiran tersebut. Mie instan memang ringkas tetapi tidak menguntungkan tubuh sama sekali.

    Mie instan memiliki kadar nutrien yang sangat rendah. Mulai dari vitamin, serta, hingga mineralnya dinilai oleh ahli gizi sangat minim untuk diandalkan sebagai asupan makanan yang utama.

    Bahkan kebiasaan makan mie instan terlalu sering dikaitkan dengan risiko kekurangan nutrisi. Dampak jangka panjang konsumsi mie instan yang tidak dikendalikan juga dapat memburuk kesehatan.

    Ancaman pengaruh buruk mie instan untuk berat badan lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Mengganggu pencernaan

    Saat hendak menurunkan berat badan kunci utamanya adalah dengan menjaga kesehatan pencernaan. Ketika pencernaan bekerja secara lancar dan efektif maka kalori yang mengendap juga semakin sedikit.

    Mie instan menambahkan banyak pengawet dan zat tambahan dalam pembuatannya. Sehingga efek negatif yang muncul justru akan mengganggu kesehatan pencernaan.

    Mikrobiota pada usus membutuhkan nutrisi dan asupan yang tepat bukan pengawet maupun zat kimia tambahan. Sederhananya beberapa gejala gangguan pencernaan yang ditimbulkan oleh mie instan adalah buang air yang tak lancar dan kembung.

    4. Risiko gangguan metabolisme

    5 Efek Negatif Konsumsi Mie Instan, Bikin Berat Badan MelonjakAda juga risiko gangguan metabolisme yang dapat ditimbulkan. Foto: Getty Images/AgFang

    Memiliki metabolisme yang sehat dapat membantu membakar kalori lebih banyak. Hal ini karena tubuh memerlukan bahan bakar dalam melakukan metabolisme setiap hari.

    Tetapi ketika masuk asupan mie instan ke dalam tubuh, metabolisme justru akan terganggu. Alasannya ada beberapa kandungan di dalam mie instan yang sebenarnya tidak diperlukan oleh tubuh.

    Misalnya garam yang tinggi hingga penggunaan pengawet. Dampaknya peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol akan mencegah metabolisme berfungsi dengan semestinya.

    5. Tidak mengenyangkan

    Alasan terakhir yang diberikan oleh ahli gizi untuk tidak mengonsumsi mie instan saat menurunkan berat badan adalah tidak mengenyangkan. Walaupun sedang melakukan diet tetapi tubuh harus tetap kenyang.

    Ketika perut merasa kenyang, otak akan mengirimkan sinyal untuk berhenti makan. Efeknya semakin minim kalori yang masuk ke dalam tubuh semakin efektif penurunan berat badan.

    Tetapi karena kandungan nutrisi yang minim tubuh akan terus merasa lapar. Maka bukan hal yang aneh jika konsumen mie instan akan menginginkan lebih banyak makanan dan melahap lebih banyak kalori.

    Baca juga: Jual Burger Rp 7 Ribu, Kedai Ini Disebut Jual Makanan Kemurahan

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • ‘Ice Hack Diet’ Klaim Bisa Turun BB dengan Konsumsi Makanan Dingin


    Jakarta

    Ice hack diet hadir sebagai pilihan untuk memangkas lemak. Diet ini menganjurkan pelakunya untuk mengonsumsi makanan bersuhu dingin. Dari sisi ilmu gizi, benarkah diet ini efektif?

    Saat membicarakan diet untuk menurunkan berat badan, banyak pola diet baru bermunculan. Salah satu yang tengah ramai diperbincangkan adalah ice hack diet.

    Diet ini jadi sorotan lantaran konsepnya dianggap simpel. Pelakunya hanya tinggal mengonsumsi makanan bersuhu dingin untuk bisa menurunkan berat badan.


    Alasan ilmiah di baliknya karena makanan dingin dianggap dapat mendinginkan suhu tubuh dari dalam. Kondisi ini diklaim dapat mempercepat usaha penurunan berat badan.

    Lantas apakah ice hack diet benar-benar efektif? Ini penjelasan ahli gizi seperti dikutip dari Eat This, Not That! (6/6/2024):

    1. Apa itu ice hack diet?

    buah bekuFoto: iStock

    Ahli gizi Lena Bakovic dari Top Nutrition Coaching menjelaskan lebih lanjut soal ice hack diet. “Proses yang diyakini di balik ice hack diet adalah bahwa hal itu dianggap dapat meningkatkan penurunan berat badan dengan mendinginkan suhu tubuh dari dalam,” ujarnya.

    Bakovic menekankan diet ini tidak mengharuskan pelakunya hanya makan es, tapi juga mengonsumsi lebih banyak makanan bersuhu dingin. “Makanan atau minuman dingin apapun dapat disertakan selama tidak melebihi perkiraan kebutuhan kalori harian atau defisit yang dihitung untuk mendorong penurunan berat badan,” jelas Bakovic.

    Ia menambahkan, “Seperti berendam dalam air dingin atau mandi es, yang menurunkan suhu tubuh dari luar, mengonsumsi makanan dingin dalam diet ini bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh dari dalam.”

    “Sebagian orang percaya bahwa dengan melakukan hal ini, laju dan fungsi metabolisme meningkat, yang pada gilirannya dapat mempercepat penurunan berat badan,” kata Bakovic.

    2. Apakah ice hack diet efektif turunkan berat badan?

    Ice cube traysFoto: Thinkstock

    Pertanyaan besar kemudian muncul mengenai apakah ice hack diet efektif menurunkan berat badan? Dari sisi ilmiah dan gizi, hal ini dapat dijelaskan.

    Pertama, soal paparan dingin yang memiliki fungsi. Menurut temuan penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Circumpolar Health, paparan dingin yaitu berendam sebentar di air dingin dapat membantu membakar kalori dan lemak tubuh.

    Selain itu, paparan dingin dapat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan, karena berdampak positif terhadap stres, diabetes, resistensi insulin, dan penyakit lain yang terkait dengan penuaan.

    Penelitian mendukung efektivitas metode paparan dingin tertentu untuk menurunkan berat badan.

    “Jika, dengan mengikuti diet ini, defisit kalori tercapai secara konsisten, maka penurunan berat badan kemungkinan besar akan terjadi, dan itu belum tentu disebabkan oleh kandungan es atau konsumsi makanan dingin,” kata Bakovic.

    Ia melanjutkan, “Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung teori bahwa mendinginkan tubuh dari dalam meningkatkan laju dan fungsi metabolisme.”

    Kesimpulannya, belum ada penelitian yang membuktikan ice hack diet 100% dapat menyebabkan penurunan berat badan secara langsung. Meski paparan dingin faktanya memang punya manfaat bagi tubuh.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Perbedaan Matcha dan Sencha, Dua Teh Hijau yang Kaya Khasiat


    Jakarta

    Minuman teh hijau Jepang terdiri dari beberapa jenis, termasuk matcha dan sencha yang populer. Keduanya sama-sama berkhasiat, tapi ternyata memiliki perbedaan.

    Jepang merupakan produsen teh hijau berkualitas. Teh hijau juga memiliki peran penting di sana yaitu sebagai bagian dari upacara sakral. Jenisnya sendiri beragam, bergantung pemrosesannya.

    Dua yang cukup populer adalah matcha dan sencha. Masing-masing jenis teh hijau ini punya keistimewaan sekaligus perbedaan. Pencinta teh hijau pun bisa memilihnya sesuai selera.


    Merangkum The Daily Meal (8/6/2024), inilah perbedaan matcha dan sencha:

    1. Kondisi penanaman

    Kebun tehFoto: Odilia

    Hal pertama yang membedakan matcha dan sencha adalah kondisi penanaman daun teh. Pada sencha, daun teh sengaja ditanam dengan paparan sinar matahari langsung sampai proses panen.

    Sebaliknya, pada matcha, daun teh ditanam di tempat teduh selama tahap akhir pertumbuhan.
    Biasanya daun teh matcha akan ditutupi terpal untuk menghalau sinar matahari. Beberapa petani bahkan sengaja membawa matcha ke dalam ruangan gelap gulita untuk memaksimalkan prosesnya.

    Mengapa gelap? Ada dua hal yang terjadi ketika tanaman matcha berada dalam kondisi gelap dalam waktu lama. Pertama, warna hijau daun bakal lebih gelap karena minimnya cahaya matahari. Kondisi ini memperlambat fotosintesis, dan pada gilirannya, meningkatkan kadar asam amino dan kafein yang ada dalam matcha.

    Kedua, tanaman tersebut juga dipanen secara berbeda. Hanya daun matcha terbaru dan termuda yang dipetik dari tanamannya, sedangkan sencha dipanen dengan membuang batang, pucuk, dan daunnya. Semuanya dikeringkan dan digulung. Semua faktor ini menghasilkan sencha yang sedikit lebih pahit dan matcha yang memiliki rasa umami lebih gurih.

    2. Cara menyiapkan

    Perbedaan matcha dan sencha juga terlihat pada tampilan fisiknya. Keduanya mudah dibedakan karena matcha berbentuk bubuk hijau, sedangkan sencha berbentuk dedaunan teh kering yang digulung dan dibentuk seperti jarum.

    Untuk menyiapkan dan mengonsumsinya, matcha dilarutkan dalam air panas, sedangkan daun sencha direndam di dalam air panas. Menariknya, peminum matcha sebenarnya mendapatkan lebih banyak manfaat teh tersebut.

    Ini karena daun sencha hanya direndam. Ini berarti sebagian nutrisinya, seperti antioksidan yang sangat populer dalam teh, tertinggal di daunnya. Sedangkan peminum matcha mengonsumsi daun itu dan semua isinya.

    Menariknya lagi, matcha telah digunakan dalam upacara minum teh tradisional Jepang yang memiliki sejarah berusia ribuan tahun dan kaya akan makna budaya.

    Perbedaan nutrisi hingga aroma matcha ada di halaman selanjutnya.

    3. Perbedaan nutrisi

    matcha jepangFoto: iStock

    Matcha dan sencha memiliki perbedaan nutrisi lantaran kondisi penanamannya yang berbeda. Karena matcha lebih lama tumbuh di bawah bayangan atau kegelapan, maka kafeinnya lebih tinggi. Jumlahnya bisa sampai 68 mg dalam sekali saji matcha premium.

    Sedangkan sencha yang terkena paparan sinar matahari langsung menghasilkan senyawa katekin. Antioksidan ini tak hanya membantu menjaga kesehatan pada tingkat sel, tapi juga dikaitkan dengan manfaatnya mencegah jenis kanker tertentu. Katekin juga berkhasiat dalam menyeimbangkan keasaman saluran usus.

    Meski begitu, matcha tetap dapat memberikan manfaat sehat yang lebih tinggi karena seluruh daunnya digiling dan dikonsumsi. Kandungan antioksidannya jauh lebih banyak, bahkan mencapai 10 kali lipat dari teh hijau biasa.

    Hanya saja, harga matcha memang lebih mahal dibanding sencha. Namun, banyak orang merasa harga tersebut sepadan dengan kualitasnya.

    4. Rasa dan aroma

    Mengutip Nioteas, matcha punya karakter rasa yang jauh lebih pekat dengan body yang sangat kental. Beberapa orang bahkan merasakannya hampir seperti susu atau krim.

    Sedangkan sencha jauh lebih encer seperti jus. Hal ini karena konsentrasi daun teh dalam airnya jauh lebih tinggi.

    Dari segi aroma, matcha punya wangi khas seperti sayuran atau rumput laut yang jauh lebih kuat ketimbang sencha. Bagi penggemar matcha, aroma ini jadi daya tarik. Namun mungkin bagi yang kurang suka matcha, aroma ini malah mengganggu.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Ayam Geprek Tiap Hari Aman untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli Gizi


    Jakarta

    Banyak penggemar ayam geprek menjadikan makanan favoritnya ini sebagai menu harian. Dari sisi gizi, apakah aman makan ayam geprek setiap hari? Apakah ada efeknya untuk kesehatan?

    Ayam geprek seolah jadi ‘comfort food’ untuk mayoritas orang Indonesia. Saat bingung atau tidak tahu mau makan apa, banyak orang menjadikan ayam yang digeprek dengan paduan sambal ini sebagai jawaban.

    Cita rasanya yang gurih dan pedas dianggap tak pernah salah untuk memuaskan selera. Apalagi dimakan dengan nasi hangat, rasanya kian nikmat. Selain itu, pembeli biasanya bisa memesan tingkat kepedasan ayam geprek.


    Menu ini semakin mudah dijangkau karena tersedia di berbagai platform pesan makan online. Harganya juga terjangkau dengan kisaran Rp 20 ribu sudah termasuk nasi dan lalapan.

    Alhasil banyak orang menjadikan ayam geprek sebagai menu harian. Mereka tak masalah menyantap ayam geprek setiap hari untuk makan siang atau makan malam.

    Dari sisi kesehatan, apakah aman makan ayam geprek setiap hari? Ahli gizi Abraham Theodore dari Departemen Gizi FKM UI menjelaskannya lewat cuitan X @nutristud (20/6/2024). detikfood mengutip informasi ini atas seizinnya.

    Nutrisi ayam geprek

    Modal Rp 15 Ribu Bisa Makan Ayam Geprek dan Soto Daging di Kantin SCBDFoto: Andi Annisa DR/detikfood

    Dalam 1 potong ayam geprek, sekitar 150 gram, mengandung sekitar 394 kalori dan natrium sebanyak 690 mg. Kandungan lemaknya sendiri mencapai 26,99 gram.

    Ayam geprek juga dilengkapi sambal yang tentunya terbuat dari cabai. “Cabai pada sambal ayam geprek tersebut dapat menyebabkan rasa terbakar, sakit perut, diare, dan bahkan bisa menyebabkan lambung terluka. Selain cabai, kandungan natrium yang tinggi pada ayam geprek dapat mengarah pada hipertensi dan risiko penyakit kardiovaskular,” tulis Abraham.

    Hal lain yang perlu diwaspadai dari ayam geprek adalah kandungan minyaknya. Minyak yang dipakai terlalu banyak dalam proses penggorengan juga menyebabkan risiko kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung.

    Ahli gizi ini turut memperingatkan soal higienitas tempat jualan ayam geprek yang mungkin saja tidak diperhatikan. “Selain itu, tempat yang tidak bersih akan memicu kontaminasi yang dapat menyebabkan tifoid,” katanya.

    Lantas seperti apa anjuran makan ayam geprek? Baca halaman selanjutnya.

    Anjuran makan ayam geprek

    Ayam Penyet Cabe Ijo Aa Sipit Viral di Grand Indonesia. Sehari Bisa Habiskan 50 Kg Cabai Rawit Hijau dan 1.000 Potong Ayam.Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

    Menurut Abraham, sebenarnya tidak ada batasan tertentu dalam konsumsi ayam geprek. Namun mengingat kandungan lemak dan natrium pada ayam geprek, maka perlu membatasi konsumsi hidangan ini agar tidak berlebih.

    “Konsumsi ayam geprek 2-3 hari sekali atau seminggu sekali mungkin akan mengurangi risiko yang ditimbulkan,” tulis Abraham. Ia juga menyarankan konsumsi sayur dan buah tinggi serat sebagai pengimbang asupan gizi.

    “Olahraga secara rutin, serta minum air cukup untuk meminimalisasi risiko obesitas dan penyakit jantung. Lalu, beli ayam geprek di tempat yang bersih agar tidak terjadi kontaminasi pada ayam geprek,” tambahnya.

    Perhatikan juga kandungan cabainya. Jangan sampai berlebihan minta tingkat kepedasan karena berisiko membuat perut iritasi dan menyebabkan diare. Diharapkan setiap orang, terutama pencinta ayam geprek, bisa mengonsumsi makanan favoritnya dengan bijak.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com