Jakarta –
Karbohidrat utama yang dikonsumsi orang Asia, termasuk Indonesia adalah nasi. Namun, banyak isu menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Apa benar?
Nasi merupakan salah satu karbohidrat utama masyarakat di negara Asia. Makanan pokok ini seringkali dilengkapi dengan berbagai macam lauk pauk.
Banyak orang merasa puas ketika makan besar dengan menu utama nasi. Nasi memang mengenyangkan dan bisa menjadi sumber energi utama bagi tubuh manusia.
Pasalnya, nasi putih merupakan karbohidrat kompleks yang akan diubah tubuh menjadi glukosa secara perlahan, kemudian menjadi bahan bakar tubuh.
Namun, takarannya perlu diperhatikan. Terlalu banyak makan nasi putih sering dikaitkan dengan masalah peningkatan gula darah, mencegah penyerapan vitamin dan mineral, hingga memengaruhi metabolisme glukosa dalam tubuh.
Selain itu, banyak juga perdebatan yang menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Namun, apakah benar nasi bisa berpengaruh terhadap penyakit flu dan batuk?
Dr. Jamal A.Khan, seorang spesialis terapi sel dendritik di India, memberi penjelasan terkait hubungan antara nasi dan penyakit batuk.
Untuk mengetahui apakah benar ada pengaruhnya atau tidak, simak penjelasannya seperti dilansir dari indianexpress.com (26/06/2024).
1. Benarkah makan nasi bikin batuk?
Ada gagasan menyebut makan nasi bisa bikin batuk. Apakah benar? Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku |
Selain air dingin atau es, banyak orang menghindari konsumsi nasi. Mereka menganggap sumber karbohidrat penambah energi ini menyebabkan mereka terserang flu dan batuk.
Namun, Dr. Jamal A.Khan mengungkap jika nasi tidak menyebabkan atau memperparah batuk. Hal ini tidak seperti yang diyakini sebagian orang.
Menurutnya nasi adalah bahan makanan yang menyehatkan. Tidak akan menyebabkan batuk dan alergi apapun. Beda dari gandum yang bisa menyebabkan alergi gluten pada sebagian orang.
2. Apa hubungan nasi dan batuk?
Banyak perdebatan terkait hubungan makan nasi dan batuk ini. Foto: Getty Images/PonyWang |
Dr. Shweta Bansal, konsultan senior pulmonologi dan pengobatan tidur dari Rumah Sakit Narayana juga menyebut kalau nasi tidak menyebabkan batuk.
Namun, dalam beberapa kasus, batuk dapat disebabkan oleh alasan tertentu. Misalnya, jika nasi tidak dimasak dengan benar atau mengandung kontaminan. Hal itu berpotensi mengiritasi tenggorokan.
Menghirup partikel nasi halus saat makan atau memasak juga bisa memicu batuk.
Dr. Bansal juga menyatakan perlunya memperhatikan kebiasaan makan. Hindari makan nasi terlalu cepat karena bisa tersangkut di tenggorokan, dan dapat menyebabkan batuk.
Namun, kejadian seperti ini jarang terjadi sehingga nasi pun dianggap sebagai makanan yang aman bagi kebanyakan orang.
Sependapat dengan itu, Dr. Neeti Sharma, kepala ahli gizi Rumah Sakit Marengo Asia Faridabad menekankan pentingnya mengunyah secara perlahan.
Dr. Neeti Sharma menyebut tidak ada hubungannya nasi dengan pilek dan batuk.
“Jika sudah batuk, Anda perlu berkumur dengan baik dan membersihkan tenggorokan. Nasi tidak dapat menyebabkan batuk,” ujarnya.
Hal yang harus diperhatikan saat makan nasi bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Hal yang perlu diperhatikan
Nasi tergolong makanan yang lembut dan mudah ditelan.
Oleh karena itu, Dr Sharma menunjukkan kondisi ketika seseorang sakit dan menikmati makanan hangat lembut, seperti nasi, maka hal itu tidak akan membuat tenggorokan sakit. Sebab, nasi mudah ditelan dan memberikan nutrisi yang menenangkan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah cara makannya. Disarankan makan nasi secara perlahan dan mengunyahnya dengan benar. Jangan ditelan begitu saja.
Gagasan makan nasi menyebabkan batuk tidak didukung oleh penelitian ilmiah. Meskipun batuk dapat dipicu dari berbagai faktor, termasuk alergi dan infeksi pernapasan, tetapi tidak ada bukti menunjukkan konsumsi nasi secara langsung menyebabkan batuk.
Namun, kepekaan dan alergi masing-masing individu harus selalu dipertimbangkan. Jika mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah makan nasi, sebaiknya konsultasi dengan ahli kesehatan untuk evakuasi dan mendapat panduan tepat.
(aqr/adr)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Yuni Shara Selalu Tampil Awet Muda, Ternyata Ini Rahasianya! Jakarta – Yuni Shara dikenal sebagai penyanyi yang memiliki tampilan awet muda. Ternyata, ia menjaga pola makan dan olahraga setiap hari. Ini rahasia pola makannya! Yuni Shara, seorang penyanyi lawas yang kini telah berusia 52 tahun. Meski usianya tak lagi muda, Yuni tetap tampil bugar dan awet muda. Banyak orang menyebutnya masih terlihat berusia 30 tahunan. Tampilannya yang awet muda ini ternyata didukung dengan pola hidup sehatnya. Pola makan yang diterapkan oleh Yuni terbilang sehat juga ia melakukan olahraga rutin.
Dalam tayangan program acara FYP di Trans7, Yuni Shara mengungkapkan makanan yang kerap dikonsumsi olehnya. Salah satunya adalah alpukat, karena kandungan lemak baiknya.
“Alpukat, ini kan lemak baik. Ini bisa dimakan,” ungkap Yuni Shara. Alpukat diketahui salah satu superfood, karena kandungannya yang menyehatkan. Melansir WebMD, alpukat baik dikonsumsi setiap hari untuk kesehatan jantung. Alpukat juga mengandung kolesterol yang baik dan bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Selain alpukat, Yuni Shara juga menjaga kecantikan wajahnya dengan lidah buaya. Ia biasa mengonsumsinya atau dijadikan masker wajah. “Lidah buaya ini bisa dijadikan masker, bisa untuk mengurangi flek hitam,” katanya. Yuni Shara juga suka mengonsumsi daun sirih. Daun sirih itu direbusnya dan dikonsumsi airnya, memang agak pahit, tapi baik untuk kesehatan.
“Buat dalam tubuh baik, nggak bau. Bagus diminum air rebusannya. Rasanya agak sepat, tapi bagus,” ungkapnya. Sebelumnya, Yuni Shara juga pernah mengungkapkan seperti apa pola dietnya. Ia masih mengonsumsi nasi, tapi membatasinya tidak begitu banyak. Yuni juga membatasi asupan gula. Ia sebisa mungkin tidak mencampurkan kopi dengan gula atau mengonsumsi camilan manis, seperti dikutip detikFood (29/7). (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Terungkap! 6 Tips Diet Orang Korea agar Tetap Langsing dan Bugar Jakarta – Melihat orang Korea Selatan, banyak yang memiliki tubuh langsing dan berumur panjang. Ternyata ini 6 tips yang bisa dilakukan dan mudah ditiru. Belakangan drama dan musik Korea begitu digemari di berbagai negara hingga membuat hal lain dari budaya negara ginseng ini jadi disorot. Salah satunya pola makan orang Korea. Ada sisi positif dari pola makan tersebut karena laporan World Health Organization mengungkap umur harapan hidup orang Korea meningkat 7.59 tahun. Dari yang tadinya 76.2 tahun pada tahun 2000 menjadi 83.8 tahun pada tahun 2021, seperti diungkap Times of India (6/8/2024).
Urusan makanan, orang Korea ternyata punya filosofi. Pakar kesehatan mengungkap intinya ada pada konsumsi makanan utuh, minim proses, dan banyak sayuran. Orang Korea banyak makan makanan mentah, matang, dan makanan fermentasi. Semua kombinasi ini meningkatkan kondisi kesehatan mereka secara umum. Beberapa makanan Korea juga terkenal menyehatkan dan bisa cegah kenaikan berat badan. Berikut di antaranya: 1. KimchiKimchi merupakan sayuran fermentasi yang umumnya dibuat dari lobak dan sawi. Proses fermentasi menjadikan sayuran berbumbu bubuk cabai ini kaya probiotik, vitamin A, vitamin C, dan antioksidan. Konsumsinya bagus untuk menyehatkan pencernaan dan meningkatkan imunitas tubuh. 2. Bibimbap
Orang Korea gemar menyantap ‘one dish meal’ bernutrisi layaknya bibimbap. Di dalamnya berisi nasi, aneka sayuran, telur goreng, dan kadang daging. Bibimbap diberi bumbu pasta cabai (gochujang). Makanan ini dinilai menyehatkan karena mengandung sumber protein, serat, dan beragam vitamin dan mineral yang didapat dari penggunaan banyak jenis sayuran. 3. SamgyeopsalSamgyeopsal adalah pork belly panggang yang jadi favorit banyak orang Korea. Meski bahan utamanya daging, tapi mereka menyantapnya dengan aneka sayuran seperti selada, daun perilla, cabai hijau, hingga bawang putih. Jadi meski daging babi tinggi lemak, tapi jika diimbangi dengan konsumsi banyak sayuran, maka bisa membuat konsumsinya jauh lebih menyehatkan. Secara umum, orang Korea punya tips diet yang menyehatkan. Baca halaman selanjutnya. Jika ingin mengikuti tips diet menyehatkan ala orang Korea, maka kamu harus membatasi konsumsi gandum, makanan manis, makanan olahan, makanan berlemak, dan olahan susu. Tips ini secara umum efektif membantu menurunkan berat badan karena menekankan pada konsumsi sayuran dan mengurangi sumber lemak serta makanan manis. Lalu ikuti 6 tips orang Korea ini agar tetap langsing: 1. Terapkan mindful eatingMindful eating atau makan dengan penuh kesadaran jadi kunci agar orang Korea terhindar dari makan berlebih. Praktik ini juga terbukti lebih bagus untuk sistem pencernaan dan bantu usaha diet. 2. Tambahkan sayuranMakanan Korea menggunakan banyak sayuran hijau dan jenis sayuran lain yang bagus untuk mencegah kenaikan berat badan. Sebab sayuran mengandung banyak serat yang mempertahankan rasa kenyang. Lalu ada beragam antioksidan, vitamin, dan mineral yang menyehatkan tubuh secara umum. 3. Konsumsi makanan fermentasi
Kunci lain dari makanan Korea adalah makanan fermentasi. Jenis makanan ini kaya probiotik sehingga menyehatkan usus. Konsumsinya dapat mengurangi risiko penyakit jantung karena mengatur kadar kolesterol dalam darah dan meningkatkan penyerapan nutrisi. 4. Batasi konsumsi makanan manis dan olahanMakanan Korea lebih menekankan pada aspek kesegaran dan minim olahan. Idealnya mereka membatasi konsumsi makanan manis dan makanan olahan yang membuat berat badan cepat naik. 5. Metode masak yang sehatPola makan tradisional orang Korea banyak menggunakan metode masak yang sehat seperti tumis, kukus, rebus, dan panggang. Penggunaan minyak dan lemaknya sedikit sehingga makanan yang dihasilkan rendah kalori. 6. Makan secukupnya
Dalam budaya kuliner Korea juga disarankan untuk makan secukupnya dan mengontrol porsi. Hindari makan sampai terlalu kenyang dan selalu pilih porsi yang lebih kecil. (adr/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apa Benar Minum Kopi Decaf Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak? Jakarta – Salah satu efek minum kopi yaitu membuat seseorang sulit tidur. Namun, jenis kopi ini disebut-sebut tetap bisa menciptakan tidur berkualitas. Apa benar? Bagi sebagian orang, kopi adalah minuman kafein yang mereka cari karena bisa membuat kondisi tetap terjaga, lebih bersemangat, dan bisa membuat seseorang lebih fokus menjalani suatu aktivitas. Di sisi lain, kopi juga menawarkan efek yang kurang baik. Salah satunya yaitu merusak kualitas tidur. Terutama ketika diminum sore menjelang malam hari, beberapa jam sebelum waktu tidur.
‘The Sleep Doctor’ Michael Breus, PhD mengungkap beberapa perubahan pada rutinitas minum kopi harian bisa membuat seseorang lebih segar di pagi hari. Menurutnya, ada racikan kopi paling tepat yang bisa meminimalkan dampak kafein terhadap tidur. Jenis kopi yang direkomendasikan adalah kopi decaf yang lebih rendah kafein. Setelah melalui sejumlah proses, kadar kopi tersebut berkurang, meskipun memang tidak sepenuhnya. Kebanyakan kopi decaf masih mengandung kafein sekitar 1-3% dari jumlah kafein yang ditemukan pada kopi biasa. Menurut Dr. Breus, minum kopi decaf bisa mengurangi kandungan kafein di tubuh seseorang. Lantas, bagaimana cara dan manfaat kopi decaf bekerja untuk membuat kualitas tidur lebih baik? Melansir wellandgood.com (12/06/2024), berikut penjelasannya. 1. Manfaat minum kopi decaf untuk tidur lebih baik
Kafein memengaruhi tubuh dalam banyak cara. Salah satu interaksi paling signifikan antara kafein dan adenosin, yaitu neurotransmitter utama yang membantu mengatur tidur. Pada dasarnya, kafein menghambat adenosin, memberi tubuh efek stimulasi dan perasaan terjaga. Akhirnya mengganggu siklus tidur dalam jangka waktu panjang. Untuk tidur optimal, Dr. Breus mengungkap perlu melakukan pengurangan kafein. Ini adalah proses mengurangi kafein secara bertahap dari waktu ke waktu hingga tidak ada kafein yang dikonsumsi. Tujuan ini untuk membantu meningkatkan kualitas tidur atau mengurangi ketergantungan kafein. Namun apakah perlu menghindari kafein sejak awal? Menurut penelitian yang disebut Well and Good, pantangan kafein dapat membantu meningkatkan durasi dan kualitas tidur. Penelitian sama juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi decaf mungkin mengalami kesulitan yang lebih sedikit untuk tidur. Menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, Dr. Breus merekomendasikan untuk beralih ke kopi decaf sedikit demi sedikit untuk membantu meningkatkan kualitas tidur jangka panjang. 2. Berapa banyak kopi decaf yang bisa diminum?
Jika menyangkut kualitas tidur, disarankan untuk mengganti setengah cangkir kopi berkafein tinggi dengan setengah cangkir kopi decaf. Proses pengurangan kafein ini harus dilakukan selama tiga hingga lima hari, tergantung seberapa banyak kafein yang biasa diminum harian. Jika punya kebiasaan minum kafein dalam jumlah banyak, maka proses pengurangannya juga semakin lama dan harus dilakukan perlahan untuk menghindari gejala penarikan kafein. Jika saat ini kamu minum dua cangkir kopi sehari, hari pertama mungkin satu cangkir kopi biasa dan satu cangkir yang kombinasinya antara 1/2 berkafein dan 1/2 kopi tanpa kafein. Pada hari-hari selanjutnya, konsumsi kopi biasanya dikurangi sampai akhirnya bisa menikmati kopi decaf sepenuhnya. Minuman kafein lain yang bisa bantu tidur dapat dilihat pada halaman selanjutnya!3. Minuman kafein lain yang bantu tidurMeskipun kopi decaf adalah salah satu cara terbaik untuk memulai perjalanan mengurangi kafein, tetapi ada minuman kafein lain yang juga ramah untuk meningkatkan kualitas tidur. Dr. Breus merekomendasikan matcha sebagai alternatif baik untuk menggantikan kopi biasa. Pasalnya, matcha memiliki lebih sedikit kafein dan L-theanine. L-theanine ini dapat meningkatkan serotonin dan dopamin seseorang. Kandungan itu juga bisa meningkatkan kadar zat kimia otak yang akhirnya menenangkan dan meningkatkan relaksasi. Sehingga, bisa membantu seseorang tertidur. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Bapak-bapak! Ini 5 Pola Makan Buruk yang Turunkan Kualitas Sperma Jakarta – Asupan makanan dapat mempengaruhi kesuburan pada organ reproduksi pria. Agar tak keliru, hindari pola makan yang dapat menurunkan kualitas sperma ini. Asupan nutrisi terbesar datang dari pola makan dan kebiasaan makan yang dilakukan setiap hari. Ketika memberikan asupan yang tepat ke dalam tubuh nutrisinya akan berubah menjadi vitamin dan mineral untuk membantu kinerja organ tubuh. Begitu pula sebaliknya. Asupan makanan dan nutrisi yang salah dapat berdampak negatif dan menimbulkan gangguan. Termasuk pada organ reproduksi orang dewasa yang begitu dipengaruhi dengan asupan makanan.
Untuk pria dewasa, ternyata ada beberapa pola makan yang harus dihindari jika tidak ingin kesuburannya terganggu. Kesalahan kebiasaan makan yang buruk diungkapkan oleh ahli gizi dapat menurunkan kualitas sperma untuk membuahi sel telur. Baca juga: Kocak! YouTuber Bikin Restoran Ramen Palsu Berujung Viral Berikut ini 5 pola makan yang salah bagi pria melansir UChichago Medicine:
1. Konsumsi daging olahanDaging olahan menjadi produk yang paling laris di supermarket. Rasanya yang enak dan pengolahannya yang tidak membutuhkan cara rumit sering menjadi pilihan konsumen. Sayangnya di balik kepraktisannya, produk daging olahan memiliki efek samping yang tidak selezat rasanya. Daging olahan dikaitkan oleh ahli dengan beberapa gejala penyakit yang berpotensi membahayakan organ tubuh. Melalui beberapa penelitian, konsumsi daging olahan dapat mengurangi konsentrasi sperma. Daging olahan yang dimaksud seperti hot dog, salami, bacon, dan produk lainnya. 2. Kurang sayur dan buah-buahanSebuah penelitian terhadap 250 orang dewasa berusaha menganalisa sperma partisipan pria. Ditemukan bahwa pria yang mengonsumsi banyak buah dan sayuran cenderung memiliki kekentalan sperma yang lebih baik. Penemuan ini juga terlihat dari perbedaan kualitas sperma para pelaku vegetarian dibandingkan pelaku diet lainnya. Sayuran, terutama yang berdaun hijau, memiliki serat untuk meningkatkan ketahanan sperma. Setidaknya ada beberapa asupan nutrisi yang harus dipenuhi melalui asupan sayur dan buah, yaitu co-enzyme Q10, vitamin C dan likopen. Sayur dan buah juga memiliki kandungan antioksidan yang dapat mencegah rusaknya sperma gegara radikal bebas. Makanan tinggi lemak dan yang terpapar pestisida juga tak disarankan di halaman berikutnya.3. Konsumsi pemanisBanyak penelitian dilakukan oleh ahli memperkuat bukti bahwa konsumsi gula dan pemanis tidak sebaik rasanya. Pada penelitian yang dilakukan tahun 2014 minuman manis dapat berdampak buruk pada sperma. Penelitian ini melihat bahwa pria yang mengonsumsi 1 gelas, atau 1 botol, dan atau satu kaleng minuman manis memiliki kualitas sperma yang buruk. Sel sperma dari konsumen minuman manis cenderung tidak aktif bergerak untuk membuahi sel telur. Selain itu asupan manis juga dapat meningkatkan insulin yang dampaknya memicu inflamasi pada sperma. Meminimalisir atau menghindari minuman manis akan jauh lebih baik untuk perkembangan sel sperma. 4. Pestisida dan Bisphenol A (BPA)
Mengubah pilihan dengan mengonsumsi makanan organik atau memilih wadah minuman non plastik adalah awal yang bagus. Tanpa disadari banyak konsumen yang menelan pestisida melalui sayuran dan buah-buahan yang dibeli di supermarket dan pasaran. Begitu pula dengan ikan dan daging yang terpapar pestisida melalui airnya. ahli gizi dan urology juga tidak menyarankan mengonsumsi air minum kemasan atau menggunakan secara berulang botol plastik sekali pakai. Alasannya ada kandungan bisphenol A (BPA) dan pestisida memiliki kandungan kimia yang dapat meniru estrogen. Bagi pria masuknya kandungan estrogen akan memicu lemahnya sperma. 5. Produk susu tinggi lemakPada berbagai pernyataan susu diartikan sebagai asupan yang sehat dan baik untuk tubuh. Tetapi jika kamu merasa tubuhmu mengandung sperma, sebaiknya lebih selektif untuk memilih produk susu yang dikonsumsi. Beberapa susu diproduksi dengan kandungan lemak yang tinggi dan sebagian lainnya sudah direkayasa untuk mengurangi kadar lemaknya. The Rochester Young Men melakukan sebuah analisa yang menemukan hubungan kebiasaan minum susu dengan kualitas sperma. Pria berusia 18-22 tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi susu dengan kadar lemak yang tinggi. Alasannya susu jenis ini dapat menurunkan jumlah dan kelincahan sperma sehingga tidak akan baik ketika membuahi sel telur. Baca juga: Duh! Pesan Makanan hingga Rp 3,2 Juta, Pria Ini Ogah Patungan (dfl/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apakah Sehat Makan Menu yang Sama Setiap Hari? Jakarta – Beberapa orang memilih makan makanan yang sama setiap hari. Apakah hal ini bagus untuk kesehatan, termasuk jika makanan yang dipilih bernutrisi? Ini kata ahli. Tak sedikit orang yang malas berpikir hendak makan apa setiap harinya sehingga mereka melahap makanan yang sama dari hari ke hari. Terlebih jika makanan itu enak, mudah disiapkan, dan bernutrisi. Misalnya seseorang yang terbiasa sarapan yogurt, roti tawar, atau telur rebus. Lalu untuk makan malamnya kerap memilih menu serupa seperti tumisan sayur dan dada ayam panggang yang praktis.
Dari segi pilihan menu memang terlihat menyehatkan. Namun apakah tak masalah mengonsumsi makanan yang sama seperti itu setiap hari? Waspada gangguan makan
Mengutip HuffPost (25/7/2024), ahli gizi di Seattle, Katherine Metzelaar mengatakan ada titik di mana seseorang perlu menaruh perhatian pada kebiasaan makan makanan yang sama setiap hari. Sebab ada kemungkinan mereka mengalami gangguan asupan makanan menghindar/membatasi atau kerap disebut ARFID (avoidant/restrictive food intake disorder). “Hal pertama yang terpikir oleh saya adalah kenapa seseorang melakukan itu?” kata ahli gizi di Austin, Emily Van Heck. Ia mengatakan akan bertanya pada orang yang makan makanan sama setiap hari. “Karena mereka mungkin terlalu terpaku pada sesuatu,” katanya. Bahkan jika seseorang memiliki neurodivergen dan perlu mengonsumsi makanan yang sama sepanjang waktu, Metzelaar tetap menganjurkan adanya variasi. Ia mengatakan, makan makanan yang sama setiap hari dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan kesehatan usus yang buruk. Akibatnya seseorang dapat alami kembung dan sembelit. Metzelaar menambahkan, “Manusia tidak mendapat manfaat dari mengonsumsi makanan yang sama persis setiap hari. Tubuh manusia benar-benar mendapatkan manfaat dari mengonsumsi berbagai jenis makanan sepanjang hari, sepanjang minggu, dan dari waktu ke waktu.” Makanan bervariasi disebut yang terbaik oleh ahli kesehatan. Baca halaman selanjutnya. Variasi adalah kunciAlih-alih makan makanan yang sama setiap hari, mengonsumsi makanan yang bervariasi jauh lebih baik. Van Eck pun menyarankan konsumsi beragam jenis bijian, sayuran, sumber protein, serat, adan lainnya. “Menurut saya, kita tidak perlu mengatur variasi makanan secara mendetail, tetapi mengubahnya secara umum. Itu juga membantu meningkatkan kenikmatan dan kepuasan saat makan. Anda akan bosan makan makanan yang sama setiap hari,” kata Van eck. Ia mengatakan mengonsumsi makanan yang bervariasi memungkinkan asupan nutrisi yang beragam pula. Hal ini lebih bagus untuk kesehatan. “Anda tidak akan mendapatkan banyak vitamin dan mineral (jika makan makanan yang sama setiap hari), jadi itu benar-benar tergantung pada apa yang Anda makan,” lanjutnya. Namun menurut menurut Van Eck, tidak apa-apa juga untuk menyiapkan makanan yang sama selama seminggu asalkan Anda menggantinya pada minggu berikutnya. “Itu cara yang bagus untuk efisiensi,” katanya. Efek makan makanan yang sama setiap hari
Metzelaar menambahkan, membatasi pilihan makanan juga dapat meningkatkan kecemasan terhadap makanan. “Makanan merupakan bagian kehidupan yang menyenangkan dan menggembirakan, sehingga dapat memengaruhi kesehatan mental orang juga,” katanya. Kekhawatiran lain tentang memakan makanan yang sama adalah dapat mengakibatkan keinginan yang kuat atau terpaku pada makanan yang tidak Anda makan. Kondisi ini kerap terjadi pada atlet yang harus menjalani pola makan ketat. Tak jarang mereka terbangun tengah malam dalam kondisi mengidamkan makanan yang tak dapat dimakan. Intinya, mengonsumsi makanan bervariasi dan memperoleh nutrisi yang cukup setiap hari sangat ideal untuk gaya hidup sehat. “Tidak terlalu memikirkan pilihan makanan kita itu penting, dan terlalu menekankan makanan tidak selalu ada gunanya,” ujar Van Eck. (adr/odi) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Sayuran Hijau yang Tak Ideal Dikonsumsi Mentah Menurut Dokter Jakarta – Meskipun menawarkan manfaat untuk kesehatan, sayuran hijau sebaiknya tidak dimakan mentah. Seorang dokter pun mengungkap sejumlah alasannya. Sayuran hijau dikenal sebagai makanan terbaik selama melakukan diet penurunan berat badan. Pasalnya, sayuran hijau rendah kalori, lemak, tetapi tinggi akan vitamin, mineral, dan serat. Banyak orang pun memilih untuk makan sayuran hijau atau salad dalam keadaan mentah. Sebab, dapat membantu mengurangi konsumsi kalori dan mendorong pola makan sehat. Sayur mentah juga dikenal lebih kaya akan antioksidan yang bisa membantu melawan radikal bebas.
Namun, apakah sayuran hijau mentah ini benar-benar menawarkan manfaat seperti yang dipikirkan? Jawabannya tidak. Sayuran mentah justru bisa membahayakan kondisi tubuh. Dokter Ayuverda, Varalakshmi Yanamandra membagikannya di Instagram terkait bahaya mengonsumsi sayuran hijau mentah. Ia mengungkap, daun merupakan bagian paling terbuka dari tanaman. Menjadikannya sebagai target utama hama. Untuk melindungi diri mereka sendiri, tanaman melepaskan bahan kimia, fitotoksin. Racun ini ditemukan dalam jumlah lebih tinggi dalam daun, daripada bagian tanaman lain. Lantas,sayuran hijau mana yang mengandung fitotoksin dan bagaimana pengaruhnya terhadap orang yang mengonsumsinya? Dokter Ayuverda ini pun menunjukkan beberapa sayuran hijau yang sebenarnya berbahaya jika dimakan dalam keadaan mentah. Melansir food.ndtv.com (30/07/2024 ), berikut daftar 5 sayurnya. 1. Bayam
Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Pasalnya, sayuran ini tinggi zat besi dan serat. Sayangnya, bayam juga tinggi oksalat, berupa senyawa yang berikatan dengan kalsium dan dapat memengaruhi penyerapannya. Jika dikonsumsi, dapat menyebabkan penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakan bayam dalam keadaan matang. Sebab, memasak bayam akan mengurangi kadar oksalatnya. 2. Kale
Kale akhir-akhir ini sedang banyak digemari. Sayuran ini dapat digolongkan ke keluarga kubis, sama seperti brokoli dan kembang kol. Sayuran ini juga disukai karena manfaatnya, mulai dari mengurangi risiko kanker hingga mencegah diabetes. Meskipun begitu, lebih disarankan makan kale dalam keadaan sudah dimasak. Kale mengandung goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Mengukus atau memasak kale dengan ringan mampu men-nonaktifkan senyawa ini. Jenis sayuran hijau lain yang bahaya dimakan mentah bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Daun kelor
Daun kelor atau moringa adalah tanaman tropis yang mengandung sejumlah nutrisi, mulai dari kalori, protein, karbohidrat, magnesium, kalium, dan masih banyak lagi. Sayuran ini juga tinggi akan vitamin, seperti vitamin A, B, dan C. Daun kelor terkenal dapat memperlancar ASI para ibu, sekaligus bisa membantu menangkal radikal bebas. Namun, daun tersebut juga mengandung fitat yang dapat menghambat penyerapan air dan mineral. Dengan memasaknya terlebih dahulu, kamu bisa mengurangi efek bahaya. 4. Rhubarb
Rhubarb mungkin masih jarang terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Namun, manfaatnya begitu banyak bagi kesehatan tubuh. Tanaman yang sudah lama digunakan masyarakat China hingga Yunani ini ternyata sejak dulu dipakai sebagai obat. Namun, daun rhubarb tidak mengandung manfaat serupa. Daunnya mengandung racun dan asam oksalat dalam jumlah tinggi. Mengonsumsi daunnya dapat berisiko menyebabkan kesehatan penyakit, termasuk penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, lebih baik menghilangkan daunnya terlebih dahulu sebelum memasak dan memakannya. 5. Swiss CardSama seperti rhubarb, swiss card juga sebenarnya tidak banyak terdengar di telinga orang Indonesia. Sayuran ini unik karena memiliki tangkai dan urat daun warna warni. Sayangnya, sayuran ini tinggi kandungan oksalat yang mampu memengaruhi penyerapan kalsium dan mineral. Merebusnya dengan baik dapat mengurangi dampak dari senyawa ini. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse
|
























